
Mengejar Cinta Mantan Istriku
Bab 2
MENGEJAR CINTA MANTAN ISTRIKU PART 1
"selamat pagi semuanya, selamat datang di resto Inara semoga kalian suka dengan makanan yang terhidang di sini dan apapun keluhan dari kalian insya Allah aku akan menerimanya dengan baik. "Papar gadis cantik, dengan jilbab berwarna pink yang membuat siapapun terpesona dengan senyumannya.
"Inara, selamat ya atas syukuran restoran barumu. "Ucap seorang pria bermata sipit dengan hidung mancung menghampiri dirinya yang sedang berdiri di hadapan para karyawan dan juga para tamu undangan.
"Mas Aslan, aku pikir kamu tidak akan datang ke restoranku karena kamu adalah orang yang sangat sibuk ternyata, kamu menyempatkan diri untuk hadir. "Jawab Inara yang tersenyum manis pada pria itu.
"Untukmu, aku akan pasti hadir Saya lagi pula kita sudah bersahabat sejak lama dan aku tahu bagaimana perjuanganmu untuk mendirikan restoran ini "jawab laki-laki berwajah Korea itu tersenyum manis pada Inara.
"Ehem..... Mas Aslan, kenapa sih selalu menganggap Mbak Inara itu sebagai sahabat apa tidak mau menganggapnya lebih. "Sahut seorang wanita yang menyenggol pundak Inara, dia adalah sahabat baik Inara yang sejak dulu selalu ada di sampingnya yaitu Nadira.
"Tidak mudah untuk mendapatkan hati seorang Inara, aku akan tetap menunggu wanita keras kepala ini sampai bisa luluh dan bertekuk lutut pada aku hingga akhirnya aku mampu menjadi satu-satunya laki-laki yang bisa membahagiakan dia. "Jawab Aslan dengan senyuman.
Inara terdiam, dia tahu Aslan sudah menyukainya sejak mereka masih sekolah bahkan hingga kini mereka masih tetap bersahabat baik. namun, Inara tidak mampu memberikan harapan lebih pada Aslan lebih dari sekedar hubungan persahabatan di antara mereka.
"Aku permisi kak belakang dulu ya."
"Iya, kebiasaan deh pasti dia ngambek lagi sama kita. " Ucap Nadira yang tahu bagaimana perasaan Inara.
"Mas Aslan, aku permisi menyusul Inara dulu ya ke belakang, mas Aslan silakan menikmati makanan di restoran kami." Ucap Nadira yang langsung pamit pada Aslan.
Inara masuk ke ruang kerjanya, di mana ini adalah tempat yang paling tenang untuk dia berdiam diri tanpa memikirkan hal apapun. Inara mengeluarkan sebuah foto dari catatan miliknya. Sebuah foto kenangan dia bersama dengan seorang pria dengan senyum manisnya dan wajah tampannya, membuat Inara kembali mengenang bagaimana masa lalunya dengan laki-laki itu.
"Inara, kamu kebiasaan deh selalu saja meninggalkan aku dengan mas Aslan begitu saja padahal dia sudah jauh-jauh dari Jakarta datang ke Malang hanya untuk menghadiri pembukaan restoran baru kamu! "Celoteh Nadira yang langsung masuk ke dalam ruangan pribadi Inara.
"Aku hanya tidak mau, kamu terus-menerus menjodohkan aku dengan mas Aslan." Jawab Inara
"Tapi kenapa?"
"Aku tidak suka, kamu tahu kan aku seorang janda dan tidak pantas mas Aslan mendapatkan wanita sepertiku!" Tegas Inara menatap tajam kearah Nadira.
Nadira perlahan terdiam, Dia berjalan melangkah ke arah sahabatnya yang hanya bisa berdiri di samping meja kerjanya. Nadira tahu, ada luka yang memang belum sembuh di hati Inara sehingga membuat dia sulit membuka hati untuk laki-laki lain.
"Apa kamu masih mencintai mas sean? "
"Cukup! Aku tidak mau lagi kamu membahas tentang laki-laki itu aku ingin memulai kehidupan baruku di sini jadi aku mohon jangan pernah kamu ungkit apapun tentang dia. "Jawab Inara yang membalikkan badannya tanpa sedikitpun memberikan penjelasan pada Nadira.
"Ya sudah, aku permisi kembali ke restoran lagi karena banyak sekali tamu yang datang setelah kamu tenang kamu bisa kembali ke restoran untuk membantuku ingat Inara, ini adalah salah satu impianmu sejak dulu memiliki bisnis sendiri dari hasil jerih payahmu. "Papar Nadira yang langsung melangkah pergi meninggalkan Inara di ruangannya sendirian.
***
"Nadira, ada apa dengan Inara? "Tanya Aslan mengejutkan Adira yang baru saja keluar dari ruangan Inara.
"Biasalah, perempuan kalau lagi datang bulan memang bawaannya selalu mau marah-marah nanti juga marahnya reda dia hanya sedang mengatur mood-nya agar bisa jauh lebih baik." Jawab Nadira yang terpaksa berbohong pada Aslan.
"Inara adalah wanita yang sangat unik ia sangat menjaga hatinya dengan baik aku yakin laki-laki yang ada dalam hatinya pasti sudah menjadi penghuni tetap sehingga tidak ada ruang untuk siapapun singgah kembali dalam hatinya."
"Mas Aslan jangan bicara seperti itu, aku tahu Inara hanya butuh waktu untuk melupakan seseorang tapi aku yakin suatu saat nanti dia akan membuka hatinya untuk masakan, lagi pula kalian sudah bersahabat baik dan aku juga yakin mas Aslan adalah laki-laki yang tepat untuk Inara. "Jawab Nadira mencoba memberikan semangat pada Aslan.
"Betapa beruntungnya laki-laki yang dicintai oleh Inara, Dia gadis pemikat hati siapapun pasti akan tertuju pada kecantikan dia dan rendah hatinya tetapi tidak semua laki-laki bisa menaklukkan dia karena Inara wanita yang sangat berprinsip. "Ucap Aslan yang hanya bisa tersenyum membayangkan betapa bahagianya jika dia bisa bersanding dengan Inara di pelaminan.
Anda Mungkin Juga Suka





