
Mengejar Cinta Mantan Istriku
Bab 3
Sean perlahan membuka mata, obat bius yang disuntikkan oleh dokter mampu membuat dia tertidur dalam waktu berjam-jam. tetapi, kini dia bisa lebih tenang dari sebelumnya.
"Selamat malam tuan Sean, anda sudah terbangun? "Tanya seorang perawat yang berada di samping Sean.
"Saya ada di mana, kenapa saya dirawat di rumah sakit ini? "Tanya kembali Sean menatap perawat itu.
"Maaf, tuan Sean mengalami kecelakaan setahun yang lalu dan mengalami koma, hingga tuan Sean hanya bisa mengandalkan semua alat-alat medis agar tetap bisa bertahan hidup tetapi keajaiban datang akhirnya, Anda bisa sadar kembali. "Papar perawat tersebut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Sean.
"Di manakah kedua orang tua saya dan di mana istri saya? "Tanya kembali Sean menatap tajam perawat yang ada di hadapan itu.
"Syukurlah, kamu sudah sadar. "Ucap nyonya Laura menghampiri putra semata wayangnya itu.
"Di mana Inara ma, kenapa aku sama sekali tidak melihat dia aku ini sedang sakit apa dia sedang berada di rumah? "Tanya sayang yang selalu saja menanyakan tentang keberadaan istrinya.
"Setelah kondisimu pulih, dan kamu bisa kembali lagi ke rumah Mama kan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Inara dan Mama minta sama kamu, jangan lagi pernah menyebutkan namanya di hadapan kita! "Jawab tegas Laura pada putranya itu.
Sean hanya terdiam, dia tidak mampu lagi memberontak pada orang tuanya karena semuanya ia akan percuma dia tidak akan bisa menemukan jawaban tentang keberadaan istrinya.
***
"Bintangnya cerah sekali ya, tumben langit lagi bahagia sepertinya. "Sahut Nadira menghampiri sahabatnya yang sedang melamun di teras rumah memandangi langit-langit yang begitu sangat indah di kota Malang.
"Langit memang selalu memberikan keindahannya itu sebabnya kenapa aku sangat suka sekali dengan langit walaupun terkadang dia suka memberikan hujan dan mendung serta petir tapi aku tetap suka ketika dia memberikan cahaya yang begitu indah dari pancaran sinar matahari dan juga di saat malam hari, banyak sekali bintang bertaburan. "Papar Inara dengan senyum manisnya.
"Inara, sudah hampir satu tahun kamu mencoba sembuh dari lu kamu apa kamu tidak mau membuka lembaran baru dan mencoba untuk membuka hatimu pada siapapun? "Tanya Nadira mencoba menggenggam tangan Inara dan menatap matanya yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya selama ini.
"Aku bahagia dengan hidupku sekarang, aku masih punya kamu sahabat yang selalu ada di sampingku dan aku masih punya banyak karyawan yang bekerja denganku itu sudah lebih dari cukup. "Jawab Inara yang tetap memberikan senyuman tetapi Nadira tahu, bawa itu bukanlah senyuman bahagia dalam dirinya.
"Tapi kamu tetap merasa kehilangan kan, dan kamu tetap merasa merindukan itu yang aku selalu lihat dari kamu Inara kamu jangan pernah lagi membohongi hatimu. "Ucap kembali Nadira membuat Inara pun terbangun dari duduknya.
"Sudah larut malam, sebaiknya kita berdua istirahat karena besok pasti restoran akan jauh lebih ramai aku yakin banyak sekali pelanggan tetap yang akan menikmati makan di restoran kita. "Ucap Inara yang langsung berbalik badan dan meninggalkan Nadira di depan rumah.
Selama di Malang, Inara dan Adira memang satu rumah mereka sama-sama anak yatim piatu, mereka dipertemukan oleh takdir hingga akhirnya, mereka pun mewujudkan setiap mimpi mereka terlebih mereka juga harus bisa bertahan hidup di tempat rantauan seperti ini.
"Aku selalu tahu kesedihanmu Inara, tapi aku yakin cepat atau lambat semua kebenaran akan terungkap dan kebahagiaan akan tertuju padamu. "Gumam Nadira sembari menyika sudut matanya menatap Inara yang sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya, Karena dia sudah pergi masuk ke dalam kamarnya.
Anda Mungkin Juga Suka





