Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri

Ditinggalkan saat menikah membuat Ayla Pramudita terluka, meski itu perjodohan bisnis. Enam bulan berlalu, ia dikejutkan kiriman uang misterius dari N.H Group. Saat sang adik, Ferdi, magang di sana, terungkap bahwa pemiliknya adalah Wibbi, suaminya sendiri. Ayla pergi ke Jakarta demi menuntut cerai, namun Wibbi justru menolak dan mulai mencintainya. Di tengah upaya Wibbi, hadir Abram, cinta pertama Ayla yang siap membantu melepaskannya dari jeratan sang suami.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pagi hari seperti biasanya, Ayla menyiapkan sarapan untuk adiknya sebelum berangkat kerja. Karena hari ini Ayla mendapat giliran shift pagi, maka dia bangun lebih cepat dari biasanya.

Setelah semua selesai Ayla pun bersiap untuk segera berangkat ke tempat kerjanya. Walaupun ini masih terlalu pagi, tapi tidak menyurutkan semangatnya. Dengan naik angkutan umum, Ayla akhirnya sampai di restoran tempatnya bekerja.

"Semangat, semangat!" Ayla menyemangati dirinya sendiri sambil mengepalkan tangannya ke atas. Wajah cerianya tergambar jelas saat ini.

Langkah kakinya kini menuju ke ruang ganti baju. Meletakkan tasnya di loker, mengambil seragam ciri khas berlogo nama restoran tersebut.

Seragam khas pelayan restoran kini telah dipakainya, pertanda jika Ayla sudah siap bertempur dengan rutinitas hariannya. Restoran masih tampak sepi, mungkin ini masih terlalu pagi untuk datang ke restoran mewah itu, hanya untuk sekedar mencicipi menu khas yang menjadi ikon restoran mewah tersebut.

Terlihat Ayla sibuk membersihkan meja, dari satu meja ke meja yang lain, tangannya sudah sangat cekatan melakukan semua pekerjaannya.

Abram yang baru datang dan memasuki restoran, melihat kearah Ayla yang sedang sibuk. Tanpa basa-basi Abram berjalan mendekatinya. "Ay, pagi sekali sudah datang kesini? Mau jadi pegawai teladan ya?" tanya Abram.

Mendengar sapaan sekaligus pertanyaan dari bosnya, Ayla pun menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah Abram sambil melempar senyuman khasnya. "Eh kak Abram, selamat pagi kak." sapa Ayla.

"Hem ... Ay, tumben-tumbenan kamu datang sepagi ini." ucap Abram seolah mengulang pertanyaan sebelumnya.

"Iya kak, sengaja datang lebih awal, karena nanti aku mau ijin keluar sebentar." jawab Ayla dengan senyum terbaiknya.

Abram mengerutkan keningnya, karena tidak biasanya Ayla meminta ijin untuk keluar. "Keluar kemana? Apa ada masalah?" tanya Abram.

Dengan sigap Ayla menggelengkan kepalanya diikuti gerakan tangan sebagai penanda jika tidak ada masalah. "Oh bukan, bukan kak, ini bukan masalah. Aku hanya ingin ijin keluar ke ATM sebentar kak, setelah selesai membersihkan semua meja ini." ucap Ayla dengan senyuman yang menambah kadar kecantikannya meningkat.

"Apa kamu butuh uang? Katakan saja jika kamu butuh uang, aku akan membantumu," ucap Abram semakin ingin tahu apakah Ayla ada masalah keuangan, sehingga membutuhkan uang simpanan di ATM-nya.

Ayla semakin bingung dengan sikap Abram terhadapnya, "Tidak kak, tidak ada masalah sama sekali, aku hanya ingin mengeceknya saja. Sudah lama juga aku tidak pernah melihat isi saldo di ATM ku kak." ucap Ayla dengan wajah riangnya.

Abram mengerutkan keningnya, kemudian mencodongkan tubuhnya ke depan, sehingga kepala Abram semakin dekat ke wajah Ayla. "Yakin tidak ada masalah?" Tanya Abram sepertinya tidak percaya dengan jawaban Ayla.

"I-iya kak," jawab Ayla gugup.

Mendengar jawaban Ayla, Abram menegakkan kembali tubuhnya. Kemudian menghela napas.

"Ya sudah, kalau memang mau ijin keluar, tapi ingat jangan ada yang kamu sembunyikan dariku, Ay," ucap Abram memberikan ijin pada Ayla. "Aku tidak ingin melihatmu ada dalam masalah sekecil apapun, karena apapun tentang kamu, itu sangat berharga bagiku." ucap Abram mengakhiri kalimatnya. Kemudian Abram berlalu menuju ke ruangan kerjanya.

Ayla mengerutkan kening, seakan tidak mengerti akan maksud perkataan dari Abram. Karena tidak biasanya Abram tertarik dengan kehidupan pribadinya. "Memangnya apa yang aku sembunyikan sih? Kok kak Abram bicara gitu?" gumam Ayla. "Terus apa coba maksud kak Abram bicara aneh seperti itu?"

Tidak ingin ambil pusing dengan sikap dan perkataan Abram, Ayla pun meneruskan kegiatannya sebelum ada tamu yang datang ke restoran.

Dan memang dalam seminggu sekali, Ayla selalu over shift dengan temannya. Hari ini adalah hari pertamanya untuk shift pagi. Dan biasanya kalau dapat giliran shift pagi akan lebih capek dari pada shift second.

Semua pekerjaan kini telah selesai dikerjakannya, Ayla pun mengambil dompet didalam tas. Kemudian berpamitan pada salah satu rekannya untuk keluar sebentar.

Jarak ATM dan restoran memang tidak terlalu jauh, sehingga cukup dengan jalan kaki saja. Dengan hanya  melewati beberapa ruko disamping restoran, letak ATM yang sedang dicari Ayla sudah terlihat. Pikiran Ayla kembali teringat dengan biaya magang Ferdi selama nanti di Jakarta.

"Semoga uang simpananku cukup untuk biaya magang Ferdi nanti selama dia di Jakarta," gumam kecil Ayla sambil berjalan menuju ke ATM.

Setelah sampai ke tempat yang dituju, Ayla ikut mengantri dengan yang lain. Ada sekitar sepuluh orang termasuk dirinya yang ikut dalam antrian. Pakaian seragam restoran yang dikenakannya memang begitu menonjol dibanding yang lain, sehingga mudah untuk di kenali.

Saat sedang mengantri di ATM, pandangan matanya menangkap sesosok tubuh orang yang mungkin saja di kenalnya. "Itukan ..." Gumam Ayla seakan tak percaya dengan penglihatannya sendiri.

Seakan tersadar jika itu tidak mungkin, Ayla segera menggelengkan kepalanya sendiri. 'Ah, tidak mungkin itu dia, Devi bilang informasi terakhir yang didapat, lelaki itu ada di luar negeri,' batin Ayla menepisnya.

Ayla pun kembali fokus dengan antriannya di ATM. Ayla berpikir mungkin dia salah lihat. Atau mungkin hanya kebetulan mirip saja. Toh banyak orang dengan wajah yang mirip di dunia ini, jadi tidak menutup kemungkinan jika itu juga hanya sebuah kemiripan.

Ya benar, jika Ayla merasa sedang melihat wajah sang suami yang enam bulan lalu menikahinya. Laki-laki itu sedang berjalan memasuki sebuah toko perhiasan bersama dengan seorang wanita yang bergelayut manja ditangannya.

Devi yang ingin membantu perceraiannya merasa kesulitan, karena minimnya informasi tentang siapa laki-laki yang sudah resmi menjadi suami Ayla. Seakan semua data tentang laki-laki brengsek itu raib tak berbekas.

Ayla hanya bisa pasrah menerima takdirnya. Bahkan Ayla tidak perduli lagi dengan statusnya yang kini sudah menjadi seorang istri. Yang Ayla tahu, kini dia harus berjuang menjalani kehidupan baru bersama sang adik kesayangannya.

"Maaf mbak, apa mbak bekerja di restoran mewah di sebelah ruko dealer motor itu?" tanya salah seorang yang ada dalam antrian dibelakang Ayla sambil menepuk bahu Ayla.

Ayla menoleh kearah orang yang bertanya kepadanya. "Iya kak, saya memang kerja disana. Kenapa kak?" Ayla balik bertanya.

"Tidak, tidak apa-apa mbak, cuma dari berita yang saya dengar, pemilik restoran itu masih muda dan ganteng. Kaya raya lagi mbak," ucap orang itu dengan antusias.

Mendengar penuturan orang itu Ayla mengerutkan keningnya. "Kurang tahu juga sih kak, selama saya bekerja disana belum pernah ketemu pemilik restoran, apalagi saya masih baru disitu,"

"Masa sih mbak? Padahal aku sering sekali ke restoran itu hanya untuk ketemu pemiliknya."

"Hem, iya kak." jawab Ayla sambil menganggukkan kepala. "Maaf kak, udah giliran saya masuk," ucap Ayla sambil menunjuk kearah pintu ATM.

"Oh iya iya mbak, silahkan,"

Dengan tersenyum ramah Ayla mengangguk kembali, kemudian masuk ke dalam ruang ATM.

Setelah mengetikkan angka pin yang tertera, kini Ayla mulai melihat saldo yang ada didalam tabungannya. "A-apa ini? Ke-kenapa isinya jadi sebanyak ini?" gumam Ayla terkejut bukan main melihat isi saldo rekening yang ada didalamnya.

Kakinya seketika lemas dan gemetar. Wajahnya juga terlihat pucat. "Tidak mungkin, ini pasti ada yang salah." gumam Ayla tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Dengan segera Ayla menyelesaikan transaksinya tanpa mengambil uang dari mesin ATM tersebut. Setelah itu Ayla keluar dari ruang ATM dengan begitu banyak pertanyaan. Wajahnya masih terlihat memucat akibat shock dengan apa yang dilihatnya dilayar kaca mesin ATM.

Bersambung ...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Cinta Beracun: Jatuh Cinta Pada Kekasihku yang Kejam
9.0
Brynn terjebak dalam hubungan toksik dengan Lawrence, pria yang kerap menghina sekaligus memanjakannya. Saat Lawrence mengumumkan pernikahannya, Brynn merasa bebas dan mencoba memulai hidup baru melalui kencan buta. Namun, di tengah hinaan keluarga calonnya, Lawrence tiba-tiba muncul dan mengklaim Brynn sebagai miliknya di depan semua orang. Brynn pun tertegun; mengapa pria itu ada di sini dan membelanya padahal hari ini adalah jadwal pernikahannya?
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Nevilla melakukan kesalahan fatal saat mengejar ambisi jabatan di perusahaan dengan mendekati Adero. Keputusannya berpaling dari Aron justru membangkitkan bayang-bayang kelam dari enam tahun silam. Saat ikatan mereka kian erat, Nevilla terjebak tanpa celah untuk melarikan diri. Kini, ia harus berhadapan dengan sosok pria berbahaya yang mengancam akan menghancurkan seluruh hidupnya, menyeretnya ke dalam konflik masa lalu yang sangat mematikan.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, Anindya yang hidup sulit terpaksa menerima kontrak pernikahan dengan Reivan, miliarder yang menutup diri akibat masa lalu kelam. Nyonya Nadia menjodohkan mereka demi memenuhi permintaan terakhir Nenek Zylvana yang sedang sakit. Meski awalnya terpaksa, sikap manja sang nenek justru mendekatkan mereka. Namun, ego Reivan memicu konflik besar hingga Anindya harus mempertaruhkan nyawa demi cinta di tengah rahasia yang mulai terkuak.
Sampul Novel My Fair Lady
9.0
Pasca gugur di luar angkasa, Alex sang pangeran kandidat kaisar bereinkarnasi ke Bumi abad ke-21. Namun, jiwanya kini terjebak dalam raga Alexandra, gadis malang yang dibenci keluarga Klein. Demi menyelamatkan bisnis, ia dipaksa menikah dengan Master Dietritch yang dingin. Meski dianggap hanya sekadar pengganti oleh orang sekitar, Alex yang berjiwa tangguh tidak tinggal diam. Dimulailah kisah ratu pemberani di tengah dekapan sang presiden tiran yang posesif.