
Mengandung Anak Tuan Serigala
Bab 3
Yi Lan kemudian langsung merobek lengan bajunya dan membalut pergelangan tangan Fang Mei Lin yang terluka. Dia melakukannya dengan sikap yang profesional. Walaupun hatinya masih sangat terluka, tetapi Yi Lan sama sekali tidak menunjukkan ekspresi apapun. Saat ini, dia hanya fokus untuk menolong adik tirinya itu.
" Wu Han, Aku sudah menghentikan pendarahannya, sekarang cepat bawa Mei Lin ke Rumah Sakit !"
Song Wu Han hanya diam saja sambil menatap Yi Lan. Dia sepertinya tidak mendengarkan ucapan Yi Lan. Saat itu, Song Wu Han benar-benar merasa malu kepada dirinya sendiri. Sebagai seorang calon dokter, dia malah bingung saat menghadapi situasi seperti ini. Dia malah membiarkan kekasihnya yang menolong selingkuhannya. Song Wu Han merasa dirinya benar-benar tidak berguna.
" WU HAN !!! Jangan diam saja !! Cepat bawa Mei Lin ke Rumah Sakit !!
" Eh....!! I...Iya, B..Baiklah Yi Lan..."
Setelah dihardik oleh Yi Lan, Song Wu Han akhirnya baru tersadar dari lamunannya. Di kemudian langsung menggendong Fang Mei Lin dan membawanya ke Rumah Sakit. Dia juga langsung menelepon Ayah dan Ibu Fang Mei Lin untuk memberitahukan hal ini.
Selama perjalanan ke Rumah Sakit, Yi lan sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya menatap ke depan tanpa mempedulikan apapun. Saat ini, dia hanya ingin menyelesaikan tugasnya secepat mungkin. Setelah Fang Mei Lin mendapatkan perawatan dari dokter, dia akan segera pulang ke apartemennya sendiri.
Song Wu Han sendiri juga tidak berani mengajak Yi Lan berbicara. Dia sadar kalau Yi Lan masih sangat marah kepadanya. Karena tidak ingin membuat Yi Lan bertambah marah, dia memutuskan untuk menutup mulutnya untuk sementara waktu. Setelah amarah Yi Lan mereda, dia baru akan meminta maaf lagi kepada Yi Lan.
Ketika mereka sampai di Rumah Sakit, Fang Mei Lin langsung dirawat di UGD. Karena luka di pergelangan tangannya tidak terlalu dalam, dia tidak memerlukan perawatan yang intensif. Dia bahkan langsung diizinkan pulang hari itu juga.
" Mei Lin putriku...., Kau tidak apa-apa kan Nak ? Kenapa kau bisa berbuat sebodoh ini ?!!!"
Li Yin yang baru sampai di Rumah Sakit, langsung menghampiri putrinya dengan cemas. Dia benar-benar kaget saat mengetahui putrinya berusaha untuk bunuh diri. Detik itu juga, dia langsung melirik Yi Lan dengan marah. Dia yakin kalau Yi Lan adalah penyebab putrinya bunuh diri.
" YI LAN !! Apa yang sudah kau lakukan kepada Mei Lin ?!!! Aku yakin kau adalah orang yang memaksanya bunuh diri !!!"
Li Yin langsung menuduh putri tirinya itu dengan marah. Dia bahkan mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Yi Lan. Selama ini dia memang tidak suka kepada Yi Lan. Selain cantik dan jenius, Yi Lan juga lebih unggul dalam segala hal bila dibandingkan dengan putri kandungnya. Oleh karena itulah, dia sangat mendukung rencana putrinya untuk merebut Song Wu Han dari tangan Yi Lan. Karena hari ini Yi Lan memang dipancing ke hotel untuk menyaksikan perselingkuhan Song Wu Han, dia yakin Yi Lan benar-benar marah kepada putrinya. Oleh karena itulah, dia yakin Yi Lan sudah melakukan sesuatu yang membuat putrinya nekat bunuh diri.
Yi Lan hanya menatap ibu tirinya itu sambil tersenyum sinis. Ucapan Ibu tirinya itu benar-benar membuat emosinya meledak kembali. Dia kemudian meraih jari telunjuk Li Yin dan memelintirnya dengan kuat.
" KREK !!!!"
" AKH SAKIT !!!!"
Li Yin langsung menjerit kesakitan saat jari telunjuknya dipelintir oleh Yi Lan. Dia langsung berusaha keras untuk melepaskan jarinya dari cengkraman Yi Lan. Tetapi sayangnya, sebelum dia berhasil melakukan hal itu, sebuah tamparan yang keras langsung mendarat di pipinya.
" PLAK !!!"
" ADUH !!!"
" HENTIKAN YI LAN !!! KAU TIDAK BOLEH KASAR KEPADA IBU TIRIMU !!!"
Fang Jun Xi yang melihat hal itu langsung menghentikan Yi Lan secepat mungkin. Dia tidak menyangka putrinya itu berani menampar istrinya di depannya langsung. Walaupun dia tidak tahu apa yang sudah terjadi, tetapi ini pertama kalinya dia melihat Yi Lan berbuat sekasar itu. Hal ini benar-benar membuatnya terkejut setengah mati.
" Ayah...., putri kesayanganmu itu sudah berani merebut pacar kakaknya sendiri..., Aku melihat mereka berdua sedang bermesraan di sebuah hotel, Selain itu, aku tidak pernah memaksanya untuk bunuh diri, Justru aku yang menolongnya disaat dia melakukan bunuh diri, Menurutmu..., Apakah aku tidak pantas menampar mulut Ibunya yang kotor ini ?! Tanpa bukti yang jelas, dia sudah berani menfitnahku, Aku curiga kalau istri dan anakmu ini memang berkomplot untuk menyakitiku !"
Fang Jun Xi langsung terdiam saat mendengar ucapan Yi Lan. Dia tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Selama ini, dia hanya tahu kalau Song Wu Han menjadi guru les Fang Mei Lin. Tetapi, dia tidak menyangka kalau mereka berdua akan berselingkuh di belakang Yi Lan. Sebagai Ayah Yi Lan dan Mei Lin, Fang Jun Xi benar-benar merasa bingung. Walaupun dia tahu kalau Yi Lan adalah pihak yang dirugikan, tetapi dia juga tidak tega menghukum Mei Lin. Biar bagaimanapun juga, Fang Mei Lin adalah putri kesayangannya. Rasa cintanya terhadap Mei Lin jauh lebih besar bila dibandingkan dengan rasa cintanya terhadap Yi Lan.
Melihat ayahnya yang hanya diam saja, Yi Lan benar-benar merasa kecewa. Walaupun dia tahu kalau ayahnya lebih menyayangi adik tirinya, tetapi hatinya tetap terasa sakit saat diperlakukan secara tidak adil. Karena Ayahnya tidak ingin membelanya, Yi Lan akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Dia tidak ingin melihat wajah mereka lagi untuk selamanya.
" TUNGGU YI LAN !! Hari ini kau pulanglah bersama Ayah, Kita bicarakan hal ini di rumah saja, Ayah berjanji akan memberikan keadilan untukmu."
Yi Lan sebenarnya tidak ingin pulang bersama Ayahnya. Tetapi sayangnya, dia penasaran dengan 'Keadilan' yang disebut oleh Ayahnya itu. Selain itu, masalah ini memang perlu diselesaikan dengan tuntas. Dia tidak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut.
Karena Yi Lan sudah setuju untuk ikut pulang bersamanya, Fang Jun Xi pun langsung mengajak seluruh anggota keluarganya untuk meninggalkan Rumah Sakit. Karena Song Wu Han juga ikut terlibat dalam masalah ini, dia otomatis juga harus ikut pulang bersama mereka. Tetapi sayangnya, sebelum mereka meninggalkan Rumah Sakit, Dokter yang merawat Fang Mei Lin memberitahu mereka kalau Fang Mei Lin sedang hamil sekarang.
Begitu berita itu diumumkan, Fang Jun Xi langsung terdiam seribu bahasa. Li Yin dan Fang Mei Lin tampak tersenyum dengan penuh kemenangan. Song Wu Han sendiri tampak membelalakkan matanya dengan tatapan tidak percaya. Hanya Yi Lan satu-satunya orang yang tetap terlihat tenang.
" Ayo semuanya, kita pulang dulu sekarang, kita akan membahas masalah ini lagi di rumah..."
Fang Jun Xi langsung melirik wajah Yi Lan dengan perasaan cemas. Dia benar-benar khawatir Yi Lan akan kehilangan kendali. Tetapi sayangnya, ketika melihat wajah Yi Lan yang begitu tenang, Fang Jun Xi merasa kekhawatirannya sudah terlalu berlebihan. Putri sulungnya itu ternyata jauh lebih kuat dari yang dia bayangkan.
Anda Mungkin Juga Suka





