Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mencintai Adik Angkatku

Mencintai Adik Angkatku

Sebastian Sachdev Rendra memendam rasa cinta terlarang kepada adiknya, Elvina. Tanpa diketahui siapapun, mereka sebenarnya tidak memiliki ikatan darah. Rahasia besar ini terungkap saat Luna, sang mama, membaca buku harian Bastian. Meski Bastian merasa lega mengetahui Elvina hanyalah adik angkat, konflik batin muncul karena Elvina hanya menganggapnya sebagai pelindung. Kini, kebenaran itu harus disembunyikan hingga saat yang tepat bagi Elvina untuk memilih.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di pagi hari yang cerah membuat Elvina merasa semangat berangkat kuliah hari itu. Dengan tergesa-gesa melangkahkan kakinya di atas anak tangga membuat kakinya tersandung namun masih beruntung. Ada Sebastian sang kakak yang menopangnya.

“Makanya hati-hati kalau jalan tuh, Dek!” omel Bastian kemudian.

Pria itu menarik tangan Elvina menuruni anak tangga kemudian mendudukkannya di kursi ruang makan. “Sarapan dulu, habis itu berangkat bareng.”

“Iyaaa. Emang dari orok juga kayak gitu.”

Bastian kemudian mengacak rambut adiknya sambil mengulas senyumnya. “Pinter!”

Perempuan itu menyunggingkan bibirnya kemudian menyapa orang tuanya yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Tadi Mama dengar El teriak. Kenapa, Nak? Digendong tiba-tiba lagi, sama Kakak?” tanya Luna, sang mama.

“Nggak, Ma. Tadi El jalannya buru-buru terus kesandung sama kakinya sendiri. Hampir aja jatoh kalau nggak ada Bastian,” ujar Bastian menceritakan kenapa Elvina berteriak tadi.

“Ooh. Hati-hati, Sayang. Bisa cedera lho kalau jatoh dari tangga. Gak bisa kuliah dan ketinggalan banyak pelajaran. Gak bisa ketemu sama pacar juga.”

Mendengar kata ‘pacar’ membuat Bastian merasa canggung. Entah kenapa dia tidak suka jika Elvina memiliki pacar. Rasa cemburunya sangat kuat jika Elvina dekat dengan pria lain.

Padahal, Bastian ingin membebaskan adiknya untuk memilih siapa yang menurutnya paling cocok untuk dijadikan pendamping hidupnya.

“El gak akan pernah punya pacar sampai kapan pun kalau Kak Bastian masih ikut campur.”

“Kok Kakak sih? Emang Kakak ngapain cowok kamu?”

Elvina mengangkat bahunya kemudian menghela napas kasar. “Pokoknya, kalau El punya pacar, nggak akan awet. Biang keroknya ada di Kak Bastian. Selalu ikut campur urusan percintaan El. Semuanya diajak gelud kalau nggak adu kecerdasan. Mana ada yang berani coba.”

Lantas kedua orang tua itu tertawa mendengar ucapan anak bungsunya itu.

“Itu artinya Kakak ingin kamu punya pacar yang lebih pintar dari kamu. Dan nggak ada yang bisa nandingi kepintaran kamu kecuali Kakak sendiri," ujar Luna berasumsi.

Uhuk! Uhukk!!

Tiba-tiba Bastian terbatuk saat mendengar Luna bicara seperti itu. Elvina segera memberi segelas air putih pada sang kakak yang tersedak makanan itu.

“Hati-hati napa makannya, Kak.” Elvina menepuk-nepuk punggung kakaknya itu.

Bastian menatap orang tuanya dengan tatapan mencurigakan. Seolah tahu dengan perasaannya yang tidak biasa itu. Ada rasa mengganjal dalam diri Bastian pada Elvina. Dia mencintai adiknya itu. Adik kesayangan satu-satunya perempuan yang sangat dia sayangi setelah mamanya.

Namun, rasa sayang itu bukan sayang pada adik. Melainkan menyayanginya sebagai wanita. Itulah kenapa Bastian ingin sekali membuang perasaan itu karena tak ingin orang tuanya tahu dan kecewa padanya.

“Yuk Dek, Berangkat. Udah jam setengah delapan. Kakak ada kelas di jam sembilan nanti,” ajak Bastian pada sang adik.

Yang kemudian kedua orang itu pamit pada orang tuanya berangkat ke kampus. Bastian melanjutkan S-2 nya di kampus yang sama dengan Elvina. Ia ingin terus memantau sang adik agar tidak terjadi hal-hal yang membuatnya murka.

Setelah keduanya keluar dari rumah itu. Luna memegang paha suaminya sambil menatapnya dengan tatapan pasrah.

“Ada apa lagi, Ma? Karena Bastian melihat Elvina seperti wanita, bukan adiknya?” tanya Edwin. Seolah tahu apa yang tengah dipikirkan istrinya.

Luna menghela napasnya dengan kasar. “Mama menemukan secarik kertas di tong sampah Bastian, Pa. Dan isinya adalah, ‘aku mencintai adikku sendiri. Tolong hapus perasaan itu untuk dia, Tuhan. Aku tidak mau Mama dan Papa kecewa padaku.’ Kita harus gimana, Pa?”

“Kasih tahu Bastian, tapi Elvina jangan dulu. Kasihan juga anak kita terjerat oleh perasaannya yang seharusnya tidak pernah terjadi dalam diri Bastian.”

Luna mengangguk. “Mama mengkhawatirkan kondisi Elvina jika tahu yang sebenarnya, Pa. Gimana kalau nanti dia kecewa dan marah pada kita dan juga Bastian? Mama nggak mau kehilangan anak bungsu Mama. Mama sangat menyayangi Elvina.”

Edwin mengusapi bahu istrinya itu. “Oleh karena itu, kita harus memberi tahu Bastian. Pastikan lagi perasaannya, apakah benar mencintai Elvina atau hanya perasaan biasa saja. Jika benar Bastian mencintai Elvina, mau gak mau kita harus mengikuti maunya anak kita, Ma.

"Biarkan Bastian menyimpan perasaan itu hingga tiba waktunya El tahu jika dia adalah anak angkat kita.”

Luna sudah hilang arah. Sudah bertahun-tahun Luna mencurigai gelagat aneh Bastian akhirnya tahu jika anaknya benar-benar mencintai Elvina, adiknya sendiri. Walaupun hanya sebagai anak angkat, namun Elvina sudah diasuh oleh Luna dan Edwin sejak usianya baru delapan bulan. Masih belum tahu apa-apa, juga orang tuanya yang sudah meninggal akibat kecelakaan maut.

Di kampus, Bastian menggenggam tangan Elvina agar masuk ke dalam kelasnya karena tak ingin adiknya itu keluyuran tidak jelas. Elvina yang sudah tahu betapa possessive-nya Bastian padanya, hanya bisa menuruti apa maunya kakaknya itu.

“Belajar yang bener, sebentar lagi mau KKN habis itu kejar skripsi. Kejar cita-cita kamu. Banggakan Mama, Papa dan Kakak. Okay?”

“Iyaa Kakak Bastian yang paling ganteng, bawel, cerewet … tapi ngangenin, hehehe.” Elvina menerbitkan senyum manisnya hingga membuat wajah pria itu memerah.

Namun segera ia bangun dari alam bawah sadarnya. “Ya udah, jangan melamun. Kalau dosen lagi nerangin, perhatiin. Okay?”

Elvina mengangguk. Ia melambaikan tangannya pada Bastian yang akhirnya keluar dari dalam kelas itu. Elvina mengembungkan pipinya, menatap punggung sang kakak yang semakin mengecil kemudian hilang dari pandangan.

“Napa, El?” tanya Tamara. Teman sekaligus partner curhat Elvina. “Katanya putus lagi ya, gara-gara Chiko nggak bisa jawab rumus logaritma yang dikasih Babas ke dia?”

“Hooh. Punya abang satu gilanya minta ampun. Syaratnya aneh-aneh. Ada yang bisa jawab pertanyaan Kak Bastian, gak bisa taekwondo. Dahlah. Nasib jomblo emang udah mandarah daging dalam tubuh gue!”

Tamara lantas terkekeh mendengarnya. “Sesayang itu yaa dia sama elo. Udah bukan ke adik, tapi lebih ke pacar. Possessive dan sangat membatasi elo buat berbuat macam-macam.”

“Macam-macam apaan, Tamara? Pulang di atas jam sepuluh aja udah diteleponin nanya masih di mana.”

“Yaa itu, El. Dia nggak mau elo kenapa-kenapa dan berbuat macam-macam. Padahal, ke bar aja gak pernah kita yaa. Paling mentok bioskop. Itu juga masih dibuntuti Bastian and the gang.”

Elvina mengangguk. “Gimana sama Kak Riko? Lancar, pendekatannya?”

Tamara mengangguk antusias. “Kakak lo yang comblangin gue mati-matian sama Riko. Dan, berhasil. Hebat bener emang kakak lo itu. Dia punya pacar nggak sih, El?”

Elvina menggeleng pelan. “Dia ada bilang, dia suka sama seseorang yang mungkin tidak akan pernah dia miliki selamanya. Hanya bisa memendamnya dan semoga rasa itu segera terhapus dalam dirinya. Dia nggak mau terjebak dalam cinta tepuk sebelah tangan itu.”

Tamara mengangguk paham. “Siapa pun itu, semoga orangnya segera peka dan bisa membalas cintanya kakak lo yang ganteng dan baik hati itu. Idola kaum hawa, tapi dia cintanya cuma orang itu. Definisi cowok yang akan setia sama pasangannya tuh.”

“Udah pasti. Sama adeknya aja sayang pake banget. Selalu menjadi prioritas utamanya. Selalu ada saat dibutuhkan. I love him full and forever pokoknya.”

“Cinta? Lo cinta sama kakak lo? Gilak! Dunia kiamat kalau elo cinta sama kakak elo sendiri, Elvina!”

Perempuan itu lantas memutar bola matanya dengan malas. “Gak paham definisi cinta dan sayang sama kakak sendiri lo, Ra.”

“Iyaa, iyaaa.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku dan "Sahabatku"
8.9
Setelah dikhianati di kehidupan sebelumnya, aku terlahir kembali dan menyetujui perjodohan dengan Aldi Noran, seorang putra konglomerat, setelah pacar kedua puluhku terbukti brengsek berkat Melinda Bosna. Namun, kedok Melinda sebagai sahabat karib belasan tahun mulai terbongkar saat ia mencoba menggoda suamiku di sebuah pesta dengan modus menguji kesetiaannya. Tidak lagi naif seperti dulu, aku langsung mempermalukan putri sopirku yang berlagak sosialita itu dan mengungkap niat busuknya yang ingin merebut Aldi dariku.
Sampul Novel Dandelion, Wish, and Wind
9.1
Bagi Yoshino Izumi, kembali ke Jepang adalah sebuah keterpaksaan demi menuruti ayahnya. Trauma masa lalu akibat pengkhianatan ibu kandungnya membuat Izumi membenci tanah kelahirannya tersebut. Namun, kebencian itu mulai luntur saat ia bertemu gadis misterius berambut perak. Tanpa disadari, ada sosok lain dari masa lalu yang terus menanti kehadirannya. Di bawah langit musim panas yang penuh dandelion, ia berharap perasaan rindu yang tak berubah ini dapat tersampaikan.
Sampul Novel Diminta Menjadi Madu
9.7
Kecewa pada sang suami, Ningroem sering mengadu ke tetangganya, Ratna. Tersentuh oleh kerja keras Ningroem, Ratna memintanya menjadi madu bagi suaminya, Dani. Meski sempat menolak, Ningroem akhirnya setuju. Setelah hamil, persaingan batin muncul antara kedua istri demi memiliki Dani sepenuhnya. Pasca wafatnya Ratna, Dani yang tak terbiasa beristri satu memutuskan menikah lagi. Enggan dimadu, Ningroem lebih memilih menjanda daripada harus berbagi suami kembali.
Sampul Novel Gairah sang gadis hiper
7.9
Revi tumbuh dalam kehangatan keluarga yang harmonis, namun sebuah peristiwa kelam merenggut segalanya dan mengubah dirinya menjadi sosok yang terobsesi pada kepuasan seksual. Terjebak dalam lingkaran kegelapan yang seolah tanpa ujung, ia mulai meragukan harga dirinya sendiri. Di tengah kehancuran moral tersebut, Revi terus mempertanyakan apakah wanita dengan masa lalu sepertinya masih layak dicintai oleh pria baik-baik yang tulus.
Sampul Novel I LOVE YOU PAK PENGHULU
9.8
Pertemuan tak terduga dengan penghulu tampan di pernikahan kakaknya membuat gadis ini jatuh hati. Meski pria itu memiliki kepribadian yang sangat dingin dan tidak acuh, ia sama sekali tidak merasa gentar. Berbagai rayuan manis terus ia lancarkan demi meluluhkan hati sang penghulu yang beku layaknya gunung es. Akankah kegigihan dan segala gombalannya berhasil meruntuhkan tembok ketidakpedulian pria rupawan tersebut agar mau membuka diri padanya?
Sampul Novel Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!
8.9
Dicampakkan di hari pendaftaran nikah setelah lima tahun menjalin hubungan, Nayla yang murka memutuskan menikahi Simon, kakak kandung mantan pacarnya. Simon adalah pewaris takhta Keluarga Jatmiko sekaligus raksasa keuangan global yang disegani. Meski awalnya asing dan dingin, Simon justru sangat memanjakan Nayla sebagai istrinya. Saat mantan kekasihnya menghina Nayla, Simon tidak tinggal diam dan membelanya dengan keras. Bertahun-tahun kemudian, barulah terungkap bahwa Simon sebenarnya telah menyimpan rasa cinta rahasia kepada Nayla selama sepuluh tahun.