Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya

Menantu Hina Ternyata Kaya Raya

Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mbak Jihan?" Sapa Bu Susi ramah.

"Iya Bu ini saya... Saya mohon jangan bilang pada siapapun kalau saya datang kesini ya bu!" pinta Jihan.

"Oh iya mbak, beres," jawab Susi ramah.

"Tadi, berapa hutang Mas Randi bu? Biar saya yang membayarnya," tanya Jihan menjelaskan.

"Oh iya, tadi hanya 35 ribu saja yang belum di bayarkan mbak," jawab Susi ramah.

"Baiklah... Ini Bu, saya kasih 200 ribu ke Bu Susi, nanti kalau suami saya kesini mau ngutang lagi, kasih saja ya Bu! Bu Susi kasih Bonnya ke saya, biar saya yang bayar," pinta Jihan, seraya menyerahkan 2 lembar uang 100 ribuan pada Bu Susi.

Setelah menyerahkan uangnya, Jihan pamit pergi dari warung. Karena khawatir akan ada yang melihatnya dan melaporkan pada kedua orang tuanya.

Yang dari pertama memang sudah tidak menyukai Randi, karena tak punya pekerjaan sama sekali. Mereka bahkan sering mengatakan bahwa Randi hanya modal tampang saja.

---

Sampai di rumah, Randi langsung menyiapkan segalanya.

Bahkan menyiapkan Mie untuk Johan, setelah Johan memintanya tanpa ada rasah bersalah sedikitpun.

Jihan sendiri sudah masuk ke dalam kamar, karena tidak ingin suaminya curiga.

Selesai menyiapkan segalanya, Randi menyerahkan kopi kepada mertuanya dan Mie kepada Johan.

"Nah bagus seperti ini, jadi ingatlah bahwa saat ini kamu numpang di sini," ucap Zaskia tanpa ragu, bahkan saat Randi menyerahkan kopi permintaannya.

'Astakhfirullah... Jadi saya hanya di anggap numpang selama ini, Jika bukan karena demi Jihan, aku juga tidak mau tinggal disini," batin Randi seraya menghela nafas panjang, sebelum mengeluarkanya perlahan.

Randi selalu berusaha ramah walaupun hatinya terasa pahit.

"Iya Bu, kalau gitu saya permisi dulu," jawab Randi sebelum berbalik, siap untuk memberikan Mie kepada Johan.

"Randi sebentar!" panggil Zaskia lagi dengan nada tinggi.

Randi pun menghentikan langkahnya sebelum berbalik kembali menatap Zaskia.

"Iya Bu, apakah masih ada yang lain?" tanya Randi dengan wajah datar, karena dia memang sudah terlalu lelah.

Seharian ini menemani istrinya manggung, dan sekarang di suruh melayani keluarga istrinya. Sungguh Randi sudah sangat kelelahan.

"Nanti setelah si Johan dan aku telah selesai, sekalian kamu cuci gelas dan piringnya. Ingat! Juga bersihkan pecahan gelas yang ada di dapur tadi. Kamu juga harus mengganti gelas yang pecah, karena gara-gara kamu tidak peka tentang urusan seperti ini, aku jadi membanting gelas," ucap Zaskia tanpa merasa bersalah sedikitpun.

"Tapi bukankah hal seperti itu tugas seorang wanita ya Bu? Lagian..."

"Sudah jangan bantah! Atau kamu ingin berpisah dari Jihan?" potong Zaskia dengan suara lantangnya sebelum Randi selesai bicara.

Mendengar ucapan pantang dari Zaskia, Randi hanya bisa menghela nafas untuk menenangkan diri.

Setelah itu, baru menjawab, "Ya baik Bu,"

Randi hanya bisa menjawab dengan "iya" karena hanya itu yang bisa mwmbuat mertuanya diam.

"Sabar....' batin Randi, sebelum berbalik dan pergi meninggalkan Zaskia.

'Salah siapa, nikahin putri kesayangan kami, saat kamu tidak ada kerjaan. Aku benar-benar sangat menyesal, telah merestui pernikahan kalian!' batin Zaskia sembari tersenyum sinis.

---

"Ini Johan, mie nya!" ucap Randy, seraya menyerahkan sepiring Mie goreng pada Johan.

"Nah gitu dong Mas, jadi kan Mas sedikit berguna di rumah ini, tidak hanya numpang makan dan tidur saja," balas Johan dengan senyum sinisnya.

"Astakhfirullahallazim....." hanya itu yang keluar dari mulut Randi, karena dieinya tidak mau ribut.

"Gak usah nyebut deh mas, kayak orang paling suci saja!" sahut Johan menegur Randi.

"Baiklah Joh, kalau begitu aku permisi ke kamar dulu, mau istirahat," ucap Randi dengan wajah datarnya, sebelum berbalik dan kembali ke kamarnya.

Ceklek....

Randi masuk ke kamarnya, dan melihat bahwa istrinya sudah tertidur.

Randi pun hanya bisa menghela nafas sebelum duduk di sisi ranjang.

"Kenapa cobaan selalu datang padaku Tuhan? Apa sebenarnya kesalahan dan dosaku ini," gumam Randi pelan, karena takut istrinya akan terbangun.

Tanpa disadari Randi, ternyata Jihan belum sepenuhnya tertidur. Dan pada akhirnya, Jihan bisa mendengar dengan jelas gumaman suaminya tersebut.

Jihan benar-benar sangat kasihan pada suaminya. Yang bahkan rela melakukan segala hal, demi mempertahankan pernikahannya.

Terus terang, Jihan merasa sangat malu dengan keluarganya yang sudah sangat kelewatan.

'Maafin aku Mas... Aku janji, suatu saat nanti akan bawa kamu keluar dari rumah ini," batin Jihan penuh tekad.

Jihan mencoba untuk tidak mengeluarkan suaranya. Walaupun sebenarnya Jihan ingin menangis dengan keras.

"Kamu semakin cantik sayang..." ucap Randi sebelum mencium kening istrinya.

Setelah itu, Randi pun berbaring di sebelah Jihan, dan memeluk Jihan dari belakang.

Jihan sendiri langsung berbalik dan membalas pelukan Randi, begitu merasakan bahwa suami tercinta telah memeluknya.

Randi adalah seorang pria yang memiliki tampang sempurna dan tidak banyak dimiliki pria lain.

Itulah alasan Jihan begitu tertarik sebelum akhirnya jatuh cinta padanya.

Tak lama setelah keduanya saling berpelukan, Jihan bisa mendengar dengkuran halus Randi.

Karena Jihan merasa Randi sudah terlelap, dia membuka matanya perlahan untuk menatap wajah tampan suaminya.

Randi adalah lelaki dengan tampang sempurna, kulit putih, badan tegak dan tinggi 180 cm, memiliki tubuh atletis karena sering olahraga, hidung mancung dan bibirnya berwarna merah muda, sangat sempurna untuk semua gadis mendambanya.

Jihan merasa sangat bersyukur karena Randi mau menerimanya.

Dahulu Jihan merasa kurang yakin bahwa Randi yang memiliki tampang sempurna ini mau menjadi pacarnya, apalagi sampai menjadi suaminya.

Jihan sebenarnya bersedia melakukan apapun untuk suaminya. Bahkan siap membiayai hidup suami tercintanya bila nanti Randi tetap tidak memiliki pekerjaan.

Karena sebelum pandemi, dirinya sudah kebanjiran Job manggung kesana-kemari.

Jihan sudah benar-benar bersiap dan memikirkan jalan kedepanya harus bagaimana.

Namun sayang sekali, Tuhan berkehendak lain.

Tiba-tiba datang Virus Covid-19, yang membuat pemerintah melarang semua yang berkaitan dengan kerumunan.

Ini yang membuat cita-citanya untuk membeli rumah setelah menikah, menjadi kacau. Pada akhirnya Jihan menggunakan uang yang di simpannya untuk biaya hidup sehari-hari. Karena Jihan tidak tahu sampai kapan pandemi akan melanda.

Bahkan banyak teman artisnya yang lain juga beralih profesi untuk mendapatkan uang.

Jihan masih beruntung, karena dia punya sedikit tabungan. Jadi bisa di gunakan untuk kebutuhan sehari-harinya bersama suami.

"Mas, kamu pasti capek kan? Biar nanti Jihan yang beresin semuanya untuk kamu," ucap Jihan pelan, karena takut membangunkan suaminya.

Jihan perlahan membuka dan melepaskan tangan kekar Randi yang memeluknya sebelum beranjak dari tempat tidur.

Ceklek....

Pintu di buka dengan perlahan, sebelum Jihan benar-benar keluar dari kamarnya.

Wanita yang memiliki tubuh indah, kulit mulus dan wajah menawan itu. Langsung pergi kedapur untuk membersihkan pecahan gelas.

Terlihat di wastafle juga sudah ada piring bekas mie dan gelas bekas kopi yang sepertinya masih baru.

Jihan tidak banyak bicara dan hanya membersihkan semua dengan cepat, agar tidak ada orang yang tahu.

Setelah semua beres, Jihan kembali masuk kamarnya untuk istirahat dengan memeluk suaminya.

***

Randi membuka matanya pelan saat mendengar adzan subuh.

"Ayo sayang, sholat dulu sudah pagi!" bisik Randi, tepat di sebelah telinga Jihan. Sebelum menciumi pipinya agar terbangun.

Jihan pun sontak membuka matanya perlahan saat merasakan kehangatan bibir Randi di pipinya.

"Iya Mas, Jihan bangun," jawab Jihan dengan ramah.

"Kita jama'ah di rumah saja ya mas!" tambah Jihan sembari, tanganya mengelus pipi Randi.

"Iya sayang," jawab Randi sembari tersenyum.

Jihan langsung saja mencium bibir suaminya yang manis, karena memang sudah sangat tidak tahan.

Namun tidak di balas oleh Randi, melainkan langsung di lepaskan oleh Randi.

Randi melakukan itu, karena ingin segera wudhu dan sholat.

"Nanti saja ya sayang mesra-mesraannya, sekarang kita shalat dulu," ucap Randi lembut sembari jari telunjuknya menyentuh bibir Jihan.

"Iya deh," jawab Jihan pasrah.

Saat seperti ini, keduanya benar-benar lupa, akan hal menyakitkan yang sering menimpa Randi.

Namun momen indah ini tak bertahan lama, ketika tiba-tiba terdengar teriakan.

"Randi!!!"

"Randi!!!"

"Randi!!!"

Suara Zaskia benar-benar sangat keras saat memanggil Randi.

"Ada apa lagi sih ibu ini! Pagi-pagi begini, sudah teriak-teriak gitu," gumam Jihan tak senang.

Karena Ibunya telah mengganggu keromantisannya dengan Randi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.7
Sena Monela mengalami petaka besar setelah salah memilih pakaian di hari ulang tahun kekasihnya. Akibat mengenakan gaun milik kakaknya, Giana, ia disekap oleh pria asing bernama Alexander Sagala. Xander berniat menghancurkan Giana demi membalas dendam atas depresi berat yang diderita sang adik. Setelah menyadari bahwa ia menangkap orang yang salah, miliarder kejam tersebut justru menolak melepaskan Sena. Nasib Sena kini sepenuhnya berada di tangan penculiknya dalam misteri tawanan ini.
Sampul Novel Duri Pernikahan
9.4
Nada mendirikan studio yoga dan menaruh perhatian pada seorang murid baru yang sangat lentur. Namun, murid tersebut justru menggoda Nathan, suami Nada, serta menyebarkan fitnah keji hingga memicu keretakan rumah tangga mereka. Saat Nada mencoba mengeluarkannya, Nathan justru membela sang murid dan mengusir Nada. Konflik memuncak ketika murid itu datang dalam kondisi hamil dan meminta Nada mundur demi ahli waris. Nada pun memilih menyerah, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Nathan sebenarnya mandul dan terlilit utang puluhan juta.
Sampul Novel FANTASI LIAR MR. DOMINAN
9.5
Jenny Wilson terjebak dalam dilema antara Liam Anderson, pria dominan yang ingin mewujudkan fantasi liarnya, dan Ares Martin, bosnya yang menuntut. Setelah malam penuh gairah yang melanggar batas profesional dengan Ares, Jenny kian bimbang. Liam, mantan sahabat Ares, bertekad melatih dan memenangkan jiwa Jenny meski kepercayaan sulit didapat. Di tengah persaingan sengit ini, Liam siap mempertaruhkan segalanya demi memiliki Jenny selamanya sebelum Ares merebutnya.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Sampul Novel Menikahi Ayahnya Setelah Terlahir Kembali
9.4
Mengalami kematian tragis akibat ditabrak oleh suaminya yang mabuk, seorang wanita terbangun di masa lalu saat pria idaman yang mengkhianatinya dan ayah pria itu sedang terpengaruh obat perangsang. Menolak mengulangi penderitaan di kehidupan sebelumnya sebagai istri yang diabaikan dan dituduh licik, ia mengambil keputusan ekstrem. Kali ini, ia memilih menolong sang ayah dan bertekad menjadi ibu tiri dari mantan suaminya demi mengubah nasib dalam novel romantis miliarder ini.
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata tidak bisa menerima keputusan pasangannya untuk bertunangan dengan seorang karyawan biasa. Dengan penuh obsesi, ia mendekat dan menegaskan bahwa cintanya tak boleh dimiliki orang lain. Meski ditolak mentah-mentah, Aghata justru menangis tersedu, merasa sakit hati karena telah dibuang demi wanita yang dianggapnya rendah. Ketegangan memuncak saat ia berusaha menggoda kembali pria yang dicintainya di tengah penolakan yang sangat keras.