Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MEMBUAT AZAB

MEMBUAT AZAB

Dalam kisah mencekam ini, rasa iri yang mendalam terhadap pencapaian orang lain terbukti mampu memicu konsekuensi yang sangat fatal. Dendam dan kecemburuan yang tidak terkendali berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa berujung pada teror mematikan? Ungkap misteri di balik kebencian yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap keberhasilan seseorang justru menjadi awal dari malapetaka yang mengerikan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nuning melihat Bu Niar keluar dengan hati yang resah dan Nuning tidak bisa menahan air matanya lagi. Nuning menangis terisak. Dia takut seandainya memang Bu Niar akan mengirim santet padanya. Nuning belum pernah tahu tentang santet sama sekali, dan tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya kalau dikirimi santet. Jantung Nuning berdebar tak menentu, kekhawatiran dan ketakutan merenggut jiwa Nuning.

Nuning beritighfar berulang kali agar hatinya tenang, tetapi yang ada malah hati Nuning semakin takut dan semakin risau. Nuning segera mengambil air wudhu dan mengambil Al quran. Nuning bertilawah dengan pelan di kamar, air matanya masih bercucuran perlahan.

"Ya Allah ampunilah aku. Ampunilah aku yang takut dan khawatir pada kehidupan duniawiku. Ampunilah Nuning, ya, Allah," bisik Nuning pelan, Nuning mengusap air mata yang terus bercucuran di pipi, dan ketenangan itu mulai melingkupi hatinya. Nuning mulai merasa yakin bahwa Allah pasti akan melindunginya. Bukankah Nuning selalu mengikuti kajian dengan Ustadz Irfan tentang akidah.

Ah, setelah Nuning pindah ke sini, Nuning sudah lama sekali tidak ikut kajian di pesantren ruqyah di Karang Pandan lagi. Rindu juga rasa hati ini. Rindu dengan kelembutan nasihat Ustadz Irfan dan Pak Sapto. Nuning tersenyum dan berencana akan mengajak Edwin ke Karang Pandan sebentar saja. Pasti menyenangkan sekali.

Karang Pandan adalah kota asal Edwin, Nuning dari Karang Sari. Tidak jauh memang, tetapi mereka bertemu di ibukota dan setelah menikah Nuning resign dari pekerjaannyasebagai HRD di sebuah perusahaan asing besar yang begerak di bidang kosmetik, dari sana juga Nuning juga memiliki banyak rekan bisnis yang menyemangati Nuning untuk membuka bisnis kosmetik alami rumahan, dan dengan modal nekad, maka lahirlah Lembayung Senja. Brand kosmetik milik Nuning, yang berinti pada kosmetik berbahan alami dan kosmetik aman untuk siapa saja.

Alhamdulillah Lembayung Senja bisa melesat sukses dengan cepat karena banyak sekali artis yang mampir ke salon Mak Ci dan mencoba kosmetik tersebut dan cocok, bahkan kemudian menjadi pemakai tetap Lembayung Senja. Nuning tetap konsisten dengan kata 'rumahan' sehingga Lembayung Senja menjadi sebuah brand kosmetik yang eksklusif dan tidak pernah diproduksi secara massal.

Nuning mendesah.

Nuning diminta Edwin untuk di rumah saja, menjadi ibu rumah tangga. Edwin sama sekali tidak keberatan Nuning berbisnis Lembayung Senja, asalkan tidak meninggalkan kewajiban Nuning sebagai seorang istri. Nuning mengigit bibir dan berpikir, kenapa masalah itu malah muncul di sekitar rumahnya sendiri? Rasanya hati Nuning sedih dan merana. Padahal yang menyebabkan Nuning sedih, ya, hanya satu orang, tetapi kenapa semua jadi kena imbasnya, ya?

"Astaghfirullah! Aku malah lupa lagi, ya, Allah. Semua rasa ini berasal dariMu, seharusnya kukembalikan semuanya kepadaMu, Ya Allah," bisik Nuning lirih dan Nuning bertilawah lagi.

Ah, rasa hati ini semakin lega sekarang. Nuning tahu Allah maha mengetahui apa yang dibutuhkan hambaNya. Nuning berharap rasa risau ini tidak datang lagi suatu saat nanti.

**

Sore itu Nuning sedang membersihkan rumput liar di halaman depan, ketika Nuning mendengar sebuah mobil berhenti di depan gerbang rumahnya. Nuning mendongak dan melihat Edwin keluar dari dalam rumah dengan wajah cerah.

"Pak Dimas, Ning," kata Edwin.

Nuning melongo. Pak Dimas bossnya Mas Edwin? Saking terkejutnya Nuning malah hanya bisa berdiri tegak melihat Dimas Setiawan, salah satu milyuner Indonesia, mengunjungi rumahnya di desa ini. Nuning melihat Pak Dimas menyalami Edwin dan berpelukan. Kemudian Pak Dimas membukakan pintu samping mobilnya dan keluarlah wanita tercantik yang pernah dilihat Nuning. Oh, itu kan Lintang, istri Dimas Setiawan!

Nuning benar-benar hanya bisa berkedip dan tidak benar-benar sadar ketika wanita cantik itu mendekatinya dan tersenyum manis.

"Mbak Nuning, ya?" tanya Lintang dengan lembut. Nuning tersadar dari lamunannya. Nuning memandang Lintang tak percaya.

"Bu Lintang?" tanya Nuning dengan terpesona memandang wajah Lintang yang putih bersih, glowing bagaikan transparan, kecantikan Lintang benar-benar muncul dari dalam.

"Ya, saya Lintang. Salam kenal," jawab Lintang sambil tersenyum manis. Dia mengulurkan tangannya pada Nuning. Dengan ragu Nuning menjabat tangan lembut itu.

"Salam kenal juga, saya Nuning, Bu Lintang," jawab Nuning dengan agak gemetaran. Dimas menghampiri mereka dan juga memerkenalkan diri dan berbasa-basi sebentar. Membuat Nuning semakin grogi.

"Ning, kok diam saja!" tegur Edwin. Nuning tersadar, dan segera meminta tamunya untuk masuk.

"Saya nggak mau kalau ngerepotin, lo, Bu Nuning. Saya hanya mau nanya tentang Lembayung Senja," bisik Lintang pada Nuning. Nuning terkejut, Lintang tersenyum dan mengangguk.

"Beneran nggak usah repot, ya, Mbak?" bisik Lintang lagi, Nuning mengangguk dan tersenyum mengiyakan.

**

Nuning tidak tahu di luar pagar, Bu Niar tersenyum mengejek.

"Sombong sekali kamu, Ning! Tunggu saja pembalasanku!" desis Bu Niar dengan wajah merah membara, "tunggu pembalasanku!"

Bu Niar menyebarkan bubuk hitam dan air di kebun Nuning dari balik pagar rumah Nuning. Bu Niar tersenyum puas.

"Kutunggu kebangkrutanmu, Ning!" seru Bu Niar dengan wajah sangat puas.

**

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya adalah dokter forensik berdarah Australia-Indonesia yang tampan. Suatu malam di RS Dr. Sarjito, sesosok mayat korban pembunuhan mendadak hidup kembali tanpa ingatan. Jacob menamainya Jane dan membawanya pulang hingga mereka terlibat hubungan intim. Siapakah jati diri Jane yang sebenarnya? Mengapa ada pihak yang ingin menghabisi nyawanya? Ikuti misteri cinta Jacob demi mengungkap teka-teki gelap di balik sosok Jane yang penuh rahasia.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Pasca menikah di Pakistan, Adiba dan Syden menetap di Rusia. Gangguan mistis mulai menghantui Adiba serta ibu mertuanya di rumah baru mereka, namun Syden terus bersikap skeptis. Tragedi besar terjadi saat Adiba keguguran, memicu amarahnya untuk menuntut balas atas kematian sang buah hati. Sambil bersumpah demi Allah, wanita Pakistan ini tidak akan membiarkan siapa pun menghalanginya. Siapakah dalang keji di balik teror yang menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, guru kontrak yang mempesona, dipindahkan oleh Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Di sana, Laila yang cemburu mencoba membunuhnya lewat dukun, namun gagal karena Naiya adalah titisan harimau putih sakti. Desa itu pun dicekam kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis untuk jin. Saat Naiya disekap Faisal, Razi datang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Akankah Naiya menyadari cinta Razi di tengah ancaman para dukun jahat ini?
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Pasca suaminya terkena PHK, Esmeralda terpaksa memulai hidup baru di kampung halaman pasangan hidupnya tersebut. Namun, kepindahan ini justru membawanya pada serangkaian penampakan sosok Genderuwo yang mengerikan. Di tengah penantian panjang akan hadirnya buah hati, Esmeralda akhirnya dinyatakan mengandung anak pertama. Sayangnya, kebahagiaan itu tertutup awan gelap saat ia menyadari ada kejanggalan besar yang menyelimuti janin di rahimnya.
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi nyaris tewas akibat syok anafilaksis saat suaminya, Bram, justru mengabaikan nyawanya demi Clara. Tragedi memuncak ketika putra mereka, Leo, tewas tertabrak saat mencari bantuan. Namun, takdir berputar balik. Nindi terbangun di masa lalu sebelum petaka itu terjadi. Dengan ingatan tentang pengkhianatan Bram dan kematian Leo, ia bertekad melindungi sang putra. Kesempatan kedua ini menjadi ajang pembalasan bagi mereka yang menghancurkan hidupnya di masa depan.
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
8.1
Seorang gadis menjadi korban balas dendam keji dari kriminal yang pernah ditangkap ayahnya. Di saat kritis dengan lidah terpotong, sang penculik menghubungi ayahnya yang seorang kapten polisi. Namun, sang ayah dan istrinya yang ahli forensik mengabaikan telepon itu demi menemani sang adik lomba. Setelah membantai korban, pelaku meninggalkan jasadnya. Saat pasutri itu tiba di TKP untuk menyelidiki mayat tragis tersebut, mereka tidak sadar bahwa korban adalah putri kandung mereka sendiri.