Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel MEMBUAT AZAB

MEMBUAT AZAB

Dalam kisah mencekam ini, rasa iri yang mendalam terhadap pencapaian orang lain terbukti mampu memicu konsekuensi yang sangat fatal. Dendam dan kecemburuan yang tidak terkendali berubah menjadi kekuatan gelap yang mengancam nyawa. Bagaimana sebuah kesuksesan bisa berujung pada teror mematikan? Ungkap misteri di balik kebencian yang melampaui batas logika manusia, di mana setiap keberhasilan seseorang justru menjadi awal dari malapetaka yang mengerikan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kedatangan Dimas dan Lintang ke rumah Nuning membuat Nuning begitu bahagia. Dia melupakan sejenak kekhawatirannya tentang santet yang akan diberikan Bu Niar padanya. Nuning juga terpesona pada Lintang yang sangat cantik jelita dan istri orang kaya raya, bahkan kalau tidak salah Dimas pernah menjadi orang kaya ketiga di Indonesia, dan tetap masih mau berbisnis. Konon Lintang sudah memakai Lembayung Senja dan cocok, dan sekarang dia berjualan Lembayung Senja di kelompok pengajiannya.

"Awalnya saya pakai lulurnya, Mbak. Harumnya enak banget, lembut, nggak menyengat dan modern. Kemudian pas sabun cuci muka saya habis, saya ditawari Maharani sabun cuci muka Lembayung Senja. Qadarullah, cocok banget, Mbak. Seneng banget. Setelah itu saya tidak ragu lagi, saya beli paket untuk kulit normal. Alhamdulillah sampai sekarang saya sudah empat kali repeat order di Maharani," cerita Lintang.

Ah, Nuning hampir menangis mendengar testimoni Lintang.

"Mbak Maharani yang jadi wedding organizer, kan, Bu?" tanya Nuning.

Lintang mengangguk.

"Ya, Mbak. Maharani itu teman saya SMP dan SMA," jawab Lintang, "terus Maharani merekomendasikan alamat panjenengan, dia bilang harusnya saya jadi reseller saja. Eh, nggak tahunya Mbak Nuning istrinya Pak Edwin. Kalau Pak Edwin saya sudah kenal sejak dulu," kata Lintang sambil tertawa geli.

Nuning tersenyum bahagia. Rezeki memang tidak akan ke mana, dan kebanyakan manusia terlalu mengkhawatirkan hal yang belum pasti dan belum dijalaninya.

Sore itu Lintang memborong semua paket yang ada di rumah Nuning, bahkan karena ada yang kurang, Nuning pun harus mengambil beberapa paket dari rumah Bu Imas dan Bu RT. Mereka semua ikut senang dan bahagia. Nuning pun merasa sangat bahagia, tidak sia-sia dia merinris bisnis kecil Lembayung Senja, hingga menjadi besar ini.

Bu Imas histeris melihat Lintang dan Dimas. Dia gugup dan ujung-ujungnya minta foto bersama.

"Ya Allah, mimpi apa saya semalam? Hari ini rumah saya didatangi selebritas Indonesia!" seru Bu Imas. Tetangga-tetangga yang lain berdatangan dan ikut berfoto dengan Lintang yang memang cantik jelita. Termasuk Bu Niar. Bu Niar dengan kejulidannya, benar-benar keheranan, kenapa kompleksnya begitu ramai sore itu. Ternyata ada milyuner Indonesia yang mampir ke rumah Nuning. Jiwa kebencian Bu Niar semakin meronta-ronta, dia menyesal tadi tidak langsung frontal menghadapi Dimas dan Lintang, kan, lumayan, dia bisa menaklukkan milyuner Indonesia, pasti dia akan terkenal.

Bu Niar benar-benar gugup ketika dia minta foto dengan Lintang. Semua kalimat julidnya yang akan disampaikan pada Lintang benar-benar menguap ketika mereka bersalaman. Aduh, jadi begitu, ya, kalau orang kaya. Wanginya lembut, bersih, glowing, bajunya branded, semua barangnya branded, tetapi sama sekali tidak menonjol, berbeda sekali dengan Bu Niar kalau mau kondangan dan memakai baju, tas dan perlengkapan yang menunjukkan merek, tetapi jelas palsu. Ah, Bu Niar benar-benar grogi, dan dia malah ingin memiliki niat buruk lain pada Lintang.

Tak lama kemudian Dimas Setiawan memohon maaf kepada semua karena dia akan segera pulang dan segera berpamitan kepada semuanya dan menggandeng tangan Lintang untuk segera meninggalkan tempat itu. Semua terpesona pada kemesraan Dimas pada Lintang.

Bu Niar panik. Dia belum mendapatkan apa yang didapatnya dari Lintang. Oh ... tetapi ada foto itu! Oh, ya dia bisa menggunakan foto Lintang.

**

Semenjak foto Lintang yang memborong produk Lembayung Senja, rumah Nuning tidak pernah sepi. Banyak sekali wanita-wanita kelas atas, teman Lintang, yang datang langsung ke rumah Nuning dan membeli Lembayung Senja lansung dari Nuning. Mereka berfoto dan meng-upload foto mereka di media sosial mereka, membuat Lembayung Senja semakin terkenal.

Bu Niar nyaris murka.

Rencananya membuat bangkrut Nuning malah gagal, dan yang terjadi adalah sebaliknya. Bisnis Nuning malah semakin sukses, dan kabarnya Nuning sudah mengirimkan barang sampai ke manca negara juga.

Dengan kemarahan yang berdentam-dentam di dada, Bu Niar mendatangi dukun yang kemarin dimintai tolong olehnya. Dukun itu memandang Bu Niar sinis.

"Yang kemarin saja belum ada tumbalnya, sekarang malah minta yang baru lagi!" teriak dukun itu kesal. Dia melotot ke arah Bu Niar.

Bu Niar tidak takut, dia bahkan juga ikut melotot kepada dukun itu.

"Pokoknya saya mau yang satu ini saja! Yang pertama itu digagalkan saja!" Bu Niar balas berteriak.

Dukun itu menjengit.

"Tidak bisa, dong! Enak saja! Kalau mau dibatalkan kamu harus memberiku tumbal dulu!"

Bu Niar mencebik, dia merengut maksimal.

"Baiklah! Baiklah! Apa tumbal untuk santetnya?" tanya Bu Niar tidak sabar.

Dukun itu tersenyum licik.

"Nyawa!"

Bu Niar tidak terkejut. Pastilah korban santetnya nyawa. Bu Niar mengambil foto yang telah disiapkannya dari rumah.

"Ini tumbalnya! Ini yang mau saya pelet," kata Bu Niar sambil menunjukkan foto itu pada dukun tua di depannya.

Dukun itu mengangguk. Dia memberi tanda silang merah di pipi Lintang dan menusuk jarum pentul kecil di foto korban tumbal. Bu Niar tersenyum puas.

"Puasa lagi, ya! Puasa mutih empat puluh hari dan hapalkan mantra ini : Niat ingsun amatek ajiku si semar mèsem... mut-mutanku inten... cahyané manjing pilinganku kiwa lan tengen... sing nyawang kegiwang... apa manèh yèn sing nyawang kang tumancep kumanthil ing telenging sanubariku... ya iku si jabang bayi lalu kamu sebut namanya sebut namanya. Dibaca petang menjelang gelap tiga kali, dan disembur pakai air ini. Pasti manjur!"

Bu Niar mengangguk dan menerima sebotol air mineral dengan penuh kelegaan.

"Lima juta!" seru dukun itu. Bu Niar menjengit.

"Mahal sekali, Mbah," protes bu Niar. Dukun tua itu tertawa jahat.

"Itu biaya pembatalan santetnya juga."

"Oh, ya tumbalnya kapan Mbah matinya?" tanya Bu Niar dengan datar.

"Sekarang sedang proses, tenang saja. Nanti malam pasti mati," jawab dukun itu, juga dengan santai

Bu Niar mengangguk dan memberikan sejumlah uang yang diminta dukun itu. Kemudian dia berpamitan pulang.

Di perjalanan Bu Niar menikmati pemandangan alam di sekelilingnya. Angin semilir melewati tubuhnya. Ah, semua masalah ini akan berjalan lancar, dia akan memelet Lintang dan akan meminta semua barang-barang branded milik Lintang. Lumayan.

Bu Niar berfokus di jalan di depannya, tetapi tiba-tiba dari belakang ada bunyi klakson keras sekali. Bu Niar terlonjak kaget, motornya oleng dan kemudian kendaraan besar itu menyerempet motor matik Bu Niar, membuat motor Bu Niar terguling dan terjatuh di jurang ....

**

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Amanda Rhea terlempar kembali ke masa lalunya, di mana ia bertemu lagi dengan sosok pria bernama Hagana. Sebuah ikatan misterius menyatukan Amanda dengan putri Haga secara tidak terduga. Namun, ancaman besar mengintai saat iblis dari alam mimpi mulai menampakkan diri dan mencelakai orang-orang di sekitar Amanda. Di tengah teror yang kian nyata, mampukah benih cinta antara Amanda dan Hagana bersemi kembali seiring takdir yang terus mempertemukan mereka?
Sampul Novel DIA
9.5
DIA
Kebangkitan sesosok mayat secara misterius memicu gelombang kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Fenomena horor yang melampaui logika ini tidak hanya membawa teror fisik bagi mereka yang menyaksikannya, tetapi juga perlahan menguak sebuah rahasia kelam yang selama ini terkubur rapat. Di balik kehebohan jenazah yang hidup kembali tersebut, tersimpan kebenaran terlarang yang siap mengguncang segalanya dalam balutan misteri yang sangat mencekam.
Sampul Novel Escape
8.1
Emily Watson, model cantik yang terancam bahaya, berada dalam lindungan Ethan Davis, pemilik perusahaan keamanan elite di London. Dr. Watson menyewa jasa Ethan demi menjaga rahasia besar putrinya, sebelum ia ditemukan tewas mengenaskan tanpa kepala. Di tengah pelarian dan ancaman pembunuhan, Ethan dan Emily harus menghadapi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah cinta yang lahir dari kegelapan ini mampu menyelamatkan mereka dari intrik mematikan yang mengintai di setiap sudut kota?
Sampul Novel I'm The Beast
9.0
Rodolfo Silas adalah pembunuh bayaran yang beralih menjadi pelindung desa saat teror makhluk aneh melanda. Di tengah misteri hilangnya manusia setiap bulan purnama, Rodolfo berjuang sendirian menghalau pasukan serigala berkat kemampuan tempurnya yang luar biasa. Namun, nasibnya berubah drastis ketika pasukan elite werewolf menculiknya dan mengubahnya menjadi monster mengerikan. Kini, ia harus menghadapi kenyataan baru sebagai bagian dari kaum yang ia lawan.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris, saat dunia persilatan dan hal mistis masih mendominasi, Wisaka bertekad membongkar misteri kematian tragis para pengantin baru. Para pria tewas usai malam pertama, sementara mempelai wanita diperkosa hingga membisu. Demi mengungkap kebenaran, Wisaka mempelajari ilmu kanuragan. Namun, perjalanannya penuh rintangan dari bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar jadi manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Pembalasan Dendamnya, Hidupnya yang Hancur
9.1
Dunia forensik adalah hidupku, namun saat putraku tewas, sistem justru melindungi pembunuhnya. Jaksa Budi Santoso menolak bukti pembunuhan dariku dan menyebutnya bunuh diri. Demi keadilan, aku menculik putrinya, Dinda, lalu menyiksa gadis itu secara live di depan publik. Meski Dr. Gunawan dan Amanda mencoba memanipulasi mentalku dengan surat wasiat palsu, aku menemukan kode rahasia di sana. Putraku minta tolong. Kini, dendamku takkan berhenti meski aparat mengepungku.