Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Membangkitkan Kembali Cinta yang Kedaluwarsa

Membangkitkan Kembali Cinta yang Kedaluwarsa

Tiga tahun Alicia menderita dalam pernikahan dingin bersama Erick Ellis. Saat harapan untuk dicintai muncul, ia justru mendapati Erick ingin kembali pada masa lalunya. Alicia pun memilih bercerai, namun Erick menolak melepaskannya. Kini, Alicia bangkit menjadi wanita sukses yang dikelilingi pengagum. Saat mereka bertemu kembali, kehadiran anak-anak di sisi Alicia membuat Erick memohon untuk menjadi ayah mereka. Meski ditolak mentah-mentah, Erick bersikeras mengejarnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lukman berhenti di depan pintu.

Pria itu terkekeh pelan bahkan tanpa menoleh ke belakang. "Kamu pikir kamu bisa membuat kesepakatan denganku hanya karena aku berbaik hati padamu? Sungguh konyol."

Dia langsung mengambil mantelnya dan menuju ke bawah tanpa berpikir dua kali.

Saat Elisa memperhatikannya pergi, seluruh tubuhnya seolah mati rasa. Butuh beberapa saat baginya untuk menyadari ada sensasi aneh di kedua pipinya.

Ketika dia menyentuh wajahnya, dia menemukan air matanya mengalir turun tanpa dia sadari.

Tiga tahun telah berlalu, tetapi dia masih tidak bisa membuat pria itu tetap di sisinya.

Tidak peduli hari apa atau apa yang baru saja terjadi, Rita berdiri di sana, tanpa perlu berusaha dan bisa dalam seketika menghancurkan semua yang telah dikerjakan Elisa selama tiga tahun ini.

Elisa tidak pernah bersikap kasar pada Lukman, tetapi kali ini berbeda.

Dia tahu jika suaminya melangkah keluar dari pintu itu, hubungan mereka benar-benar berakhir di sini.

Perlahan, dia berpindah ke jendela, menunduk, dan melihat Lukman dengan cepat mendekati Rita. Rita mencondongkan tubuh sedikit dan jatuh ke dalam pelukannya.

Lukman buru-buru membantu Rita masuk ke mobilnya, kedekatan mereka terlihat jelas. Elisa pun bertanya-tanya, apakah Lukman masih memiliki aromanya?

Namun, wanita yang ada di pelukannya sudah berbeda.

Dia menyaksikan mobil Lukman menghilang di tengah hujan yang perlahan mereda.

Hujan berhenti dan menghilang dalam sekejap, tetapi badai di hati Elisa seolah tidak akan berhenti.

Pikirannya terganggu oleh suara nada dering ponselnya. Meski awalnya enggan, dia akhirnya berbalik dan menjawab panggilan yang terus-menerus mengganggunya.

Itu panggilan telepon dari ibu tirinya, Lana Sistadi.

Setelah ibu Elisa menghilang karena dicurigai melarikan diri bersama pria lain, ayahnya yang patah hati menikah lagi dengan Lana setahun kemudian. Lana membawa putri kandungnya yang bernama Rita, usianya setahun lebih muda dari Elisa.

Elisa memahami perjuangan ayahnya. Selama bertahun-tahun, dia menanggung rasa bersalah dan malu atas tindakan ibunya.

Lambat laun, Lana dan Rita menguasai rumahnya, bahkan menggantikannya menerima kasih sayang ayahnya.

Kecelakaan mobil tiga tahun lalu menghancurkan kedamaian palsu antara dia dan Rita.

Suara Lana terdengar hangat, hampir terlalu familier di telinganya. "Elisa, apakah kamu sudah memeriksakan diri ke rumah sakit? Bagaimana hasil yang kamu terima? Aku tidak bermaksud mengomel, tapi kamu sudah lama menikah. Sudah waktunya untuk punya bayi, tidakkah kamu pikir begitu? Jika kamu hamil, ibu mertuamu tentu akan puas."

Elisa telah menikah dengan Keluarga Ermawan, dan ibu Lukman, Helen Ermawan, tidak terlalu senang dengan pernikahan mereka.

Dalam hal kekayaan dan status, Keluarga Sistadi tidak dapat bersaing dengan Keluarga Ermawan.

Terlepas dari sikap cuek Lukman terhadap Elisa, Keluarga Sistadi telah memperoleh beberapa keuntungan dari waktu ke waktu.

Dalam situasi ini, tanpa adanya kabar baik tentang kehamilan Elisa, kedua belah pihak orang tua sama-sama tidak puas.

Akan tetapi, Elisa sendiri berada dalam posisi buruk.

Dia dan Lukman bahkan belum pernah tidur di atas tempat tidur yang sama. Jika dia mengandung bayi dalam keadaan sekarang, tentunya akan terasa aneh.

Sebaliknya, Lana mendesak Elisa dengan keras, ini membuatnya bingung. Putri Lana sendiri tidak jadi menikah dengan Lukman, jadi Elisa mengira Lana akan membencinya.

Namun, Lana tetap bersikeras agar Elisa segera memiliki keturunan.

Elisa terlalu stres untuk mengobrol lama dengan ibu tirinya. "Baiklah, Tante Lana."

Kata-kata Elisa pada Lana lembut, tetapi jelas membuatnya kesal. Lana masih terus berkata, "Ingat tanah di Kota Pirvas yang kita obrolkan sebelumnya? Apa Lukman sudah mengiakan? Aku tidak ingin ikut campur, Elisa, tapi penting bagimu untuk menyadari bahwa situasi keluarga kita makin buruk. Ibumu kabur bersama pria lain, dan ini merusak reputasi keluarga kita. Tanpa seorang anak, bagaimana kamu bisa berharap akan mendapat kedudukan yang kuat di Keluarga Ermawan?"

"Ibuku hanya menghilang. Beliau tidak kabur bersama siapa pun," balas Elisa cepat, merasa marah saat ini diungkit-ungkit.

Ibunya menghilang secara misterius. Ayahnya yang menikah dengan keluarga ibunya tanpa membawa uang sepeser pun, harus menanggung konsekuensi dan rumor perselingkuhannya.

Berita itu menghantam Elisa seperti sambaran petir di siang bolong.

Setiap kali disebutkan, seolah ada belati ditusukkan ke dalam hatinya.

"Baiklah, baik. Ibumu hilang, bukan melarikan diri." Nada bicara Lana seolah sedang bicara dengan anak kecil. Cibirannya menunjukkan ketidaksukaannya atas penyangkalan Elisa. "Terlepas dari apakah hilang atau melarikan diri, kita telah menghabiskan waktu bertahun-tahun menyembunyikan tindakan memalukan ibumu. Kita ini keluarga, Elisa. Membantu ayahmu sama dengan membantu dirimu sendiri. Kamu pasti tidak ingin Lukman dan keluarganya yang selalu meremehkanmu mengetahui hal ini, kan?"

Wajah Elisa menegang, dan tanpa sadar, dia menggigit bibir bawah. Dia tahu dia tidak bisa membiarkan Lukman dan Keluarga Ermawan yang selalu memandang rendah dirinya, mengetahui rahasia ibunya.

Itulah kenapa dia menanggung beban ini, terus-menerus memohon pada Lukman untuk membantu kesejahteraan Keluarga Sistadi, dan hanya memperburuk reputasinya di mata pria itu.

Merasa lelah, dia memberi Lana tanggapan positif. Setelah mendapatkan jawaban yang dia inginkan, Lana melanjutkan dengan basa-basi.

Saat Elisa hendak mengakhiri panggilan, wajahnya memucat, dan dia menatap ke meja kopi di dekatnya.

Lukman baru saja duduk di sana.

Sekarang, ada pil putih kecil di atas meja.

Jantung Elisa berdebar kencang saat melihatnya. Dia menjatuhkan ponselnya dan berjalan ke arah pil kecil yang tidak sempat dia perhatikan tadi.

Itu ... itu adalah pil kontrasepsi yang Lukman tinggalkan untuknya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Ulang tahun ke-18 yang seharusnya indah berubah menjadi kenyataan pahit bagi seorang gadis muda. Ia terpaksa menikah dengan David, pria dewasa yang asing baginya. Alih-alih romantis, interaksi mereka justru diwarnai perdebatan konyol soal kartu kredit versus uang tunai untuk membeli jajanan. Di tengah ketidakpastian masa depan pernikahannya, sosok Dinar muncul dan terang-terangan menanti status jandanya. Akankah ia menemukan bahagia atau justru terjebak sengsara?
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Billionaire
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Krystal terpaksa meminta bantuan finansial kepada Kaivan Bastian Mahendra. Namun, dukungan dana dari sang miliarder tidaklah cuma-cuma. Krystal harus membayar mahal dengan kesediaannya menjadi istri kedua pria tersebut. Terjebak dalam pernikahan yang rumit dan penuh tekanan, mampukah Krystal bertahan menjalani kehidupan barunya? Sebuah kisah tentang pengorbanan dan cinta yang terbelenggu oleh sebuah syarat berat.
Sampul Novel CEO Tampan dan Gadis Desa
9.2
Alaric Athafariz adalah duda yang mengabdikan hidupnya demi kebahagiaan Angel, putri kecilnya. Sejak kepergian istrinya, ia menutup hati hingga pertemuannya dengan Ashila, seorang gadis desa, mengubah segalanya. Kehadiran Ashila membawa warna baru dalam hidup sang CEO yang dingin. Namun, rahasia besar perlahan terungkap bahwa Ashila memiliki kaitan erat dengan masa lalu Alaric. Bagaimana kelanjutan takdir yang menghubungkan mereka berdua dalam cinta yang tak terduga?
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU
9.7
Meghan Crafson adalah mantan model dewasa yang tetap menawan di usia kepala tiga. Meski hidup bergelimang harta setelah menikahi miliarder New York, ia merasa hampa karena suaminya yang jauh lebih tua tak mampu memuaskannya. Situasi berubah saat Hardin, putra tiri yang tampan dan atletis, datang ke rumah mereka. Terpikat pesona Hardin, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Hardin pun terjebak dalam dilema antara moralitas dan gairah liar yang ditawarkan sang ibu tiri.
Sampul Novel Jangan Cintai Bosmu!
9.5
Naura, staf pemasaran di Jakarta, terlibat masalah setelah menumpahkan iced latte ke jas Arga Narendra Wijaya. Ternyata, pria arogan itu adalah CEO barunya. Arga yang tersinggung mulai menekan Naura, bahkan memaksanya mencuci jas tersebut sebagai bentuk dominasi. Namun, Naura tidak tinggal diam. Di balik perseteruan ego ini, tersimpan rahasia masa lalu Arga yang kelam. Kini Naura terjebak antara mempertahankan harga diri atau mengungkap kebenaran di balik sosok bosnya.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun menikah, Stephanie hanya menerima sikap dingin dari Erik. Saat harapannya hancur oleh niat buruk sang suami, ia bangkit menjadi wanita terkaya di dunia. Erik yang terkejut melihat transformasi sang mantan istri pun berusaha mengejarnya kembali. Namun, Stephanie kini memegang prinsip bahwa pria hanya penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang angkuh kini rela merendah di hadapan publik demi membujuk Stephanie agar bersedia membangun mahligai rumah tangga bersamanya lagi.