Sampul Novel Mati Rasa

Mati Rasa

8.9 / 10.0
Dalam novel romance Mati Rasa, Lona kehilangan dunianya setelah kepergian Bara. Di tengah trauma mendalam, Aanand hadir mencoba menariknya keluar dari kegelapan. Kisah modern young adult ini mengeksplorasi perjuangan Lona untuk pulih atau tetap terjebak selamanya. Baca online novel ini segera.
Ringkasan Mati Rasa
Bara Ahava memperkenalkan Lona pada konsep pencinta cahaya dan kegelapan, sekaligus memberinya kebahagiaan tanpa luka. Namun, tragedi kecelakaan pesawat yang menimpa Hava seketika menghancurkan dunia Lona hingga ia tertimbun dalam kepedihan yang mendalam. Di tengah penderitaan tersebut, Aanand hadir mencoba menyelamatkannya dari keterpurukan. Kini, Lona harus memilih antara bangkit menuju cahaya atau selamanya terjebak dalam kegelapan malam yang hampa.
Baca Selengkapnya

Mati Rasa Bab 1

'Phile' adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kesukaan seseorang atau kecintaannya terhadap hal-hal disekitarnya.

Cahaya, gelap, langit, senja dan beberapa hal lain yang ada di alam semesta sering disebut sebagai objek 'phile' pada laman pencarian digital.

Dan Aalona Xiomara adalah salah satu pecintanya.

Perempuan dengan rambut hitam sebahu, yang sekarang sedang duduk dengan kaki selonjoran di atas rumput itu adalah salah satu dari sekian banyak orang yang sangat menyukai cahaya.

'Photophile' istilahnya.

Lona suka, bagaimana ketika cahaya itu menyelinap di antara celah-celah tak terduga hingga tertangkap oleh matanya. Lona suka, ketika cahaya itu tampakkan cantik serupa pada setiap unsur yang disinari olehnya.

Sosok Hava adalah laki-laki pertama yang kenalkan ia pada istilah 'phile' itu. Awalnya, Lona begitu asing setiap kali Barra Ahava, laki-laki yang kini menjadi tunangannya, sebutkan istilah-istilah asing tiap kali mereka tatap satu objek dalam waktu yang lama.

Tapi, kini dia bahkan hapal luar kepala akan segala jenis 'phile' yang sudah pernah Hava tunjukkan padanya.

Tiba-tiba dia rindu laki-laki itu. Laki-laki dengan sejuta terang yang Aalona suka. Sikapnya, senangnya, diamnya, semuanya. Lona suka.

Lona bawa matanya untuk tatap langit di atas sana, pikirkan sudah sampai mana kiranya pesawat yang bawa raga Hava terbang menjauh darinya.

Lona kira, beberapa hari tanpa kehadiran Hava akan terasa biasa saja, tapi nyatanya dadanya dihimpit rindu tak berujung pada sosok laki-laki yang kini terbang ke Jerman untuk jemput adiknya itu.

Mata coklat terangnya masih setia tatap cahaya dari celah-celah awan. Perlahan, Lona bawa jari-jemarinya ke atas, lalu melihat cincin yang tersemat di jari manisnya. Melingkar apik dengan permata kecil diatasnya.

Lona jelas masih ingat, bagaimana khusyuknya acara pertunangannya dan Hava. Namanya dan Hava disebut dalam ikatan suci yang sebentar lagi terealisasi.

Sial ... rasanya seperti ada yang menggelitik perutnya, jantungnya bahkan masih saja berdegup kencang, seakan-akan semut yang berkeliaran di rumput bisa mendengarnya kapan saja. Semburat merah pun ikut menghiasi rona pipi Lona.

Jika harus menceritakan sosok Hava, maka Lona dengan lantang akan berkata, bahwa ia dapat mendiskripsikan laki-laki itu berjam-jam.

Hava adalah laki-laki yang berhasil runtuhkan egonya. Runtuhkan pertahanannya. Runtuhkan kemauannya.

Laki-laki itu berhasil buat Lona kenal apa itu yang namanya cinta. Apa itu bahagia. Apa itu rasa berbunga-bunga.

Tiap kali ia bersama laki-laki, tiada hari yang terlewat tanpa kupu-kupu terbang di perutnya. Hava dan segala yang dimiliki laki-laki itu adalah perpaduan sempurna yang akan selalu Lona puja.

Kulit kuning langsatnya, senyum yang dipunyainya dan apapun yang melekat pada laki-laki itu, Lona bersumpah, dia adalah fans nomor satu laki-laki itu.

"Kakak."

Suara bundanya yang mengalun lirih, berhasil tarik seluruh atensi Lona yang mengambang. Perempuan itu bawa matanya untuk menatap sang Bunda yang sedang berdiri di ambang pintu rumah mereka.

Lona beranjak dari duduknya, berjalan pelan dan menghampiri orang yang sangat berharga baginya itu. Matanya terkunci pada raut wajah was-was yang bundanya tunjukkan, membuat jantungnya ikut berdetak riuh di dalam sana.

"Kenapa Bunda?"

Satu tetes air mata tiba-tiba lolos dari mata cantik sang bunda. Jantung Lona bertalu kuat di dalam sana. Lona jelas tidak mati rasa, ia bisa rasakan kesedihan mendalam lewat mata bundanya. Kenapa? Ada apa? Semua pertanyaan tanpa jawaban berputar riuh dalam kepalanya.

"Bunda?"

"Sayang -" Lona dikejutkan dengan suara Bundanya yang bergetar. Kalimat itu terpotong, menggantung di udara tanpa Lona tau pasti apa alasannya.

Dan bukannya lanjutkan kalimat yang tersisa, tangan Bundanya justru terangkat, berikan benda pipih yang sedari tadi dipegang pada Lona.

Dengan hati-hati Lona menerimanya, degup jantungnya makin riuh dan Lona benci situasi itu.

Nampak sebuah kanal berita di sana. Dengan hati-hati, jari-jemarinya bergerak, menekan tombol play dan mendengar kata per kata dari pewarta yang bicara di kanal berita itu.

"Sebuah pesawat dari penerbangan Airness Asia hilang kontak dan masih di telusuri-"

Prang!

Peranti elektronik milik bundanya terjatuh begitu saja, membentur ubin yang jadi tumpuan kakinya. Rasa-rasanya Lona tuli, hanya terdengar dengingan keras yang memekikkan telinga.

Mata coklat terang itu menatap ponsel yang tergeletak di tanah, memperlihatkan pewarta yang masih saja berbicara meski suaranya tidak bisa ditangkap oleh telinga Lona.

Apa kata pewarta tadi? Pesawatnya hilang kontak?

Pesawat yang dinaiki oleh Hava, tunangannya, hilang kontak?

"Bunda?" Lirih, suaran Lona sangat lirih, terdengar pilu hingga menyayat hati yang kerungu.

Sang bunda yang melihat itu hanya mampu tarik tubuh ringkih sang buah hati dalam peluk hangat, didekap erat dan nyamankannya dengan kata-kata penenang.

Namun, bukannya tenang, Lona justru merasa berang.

Tangannya sama sekali tak membalas dekapan sang bunda. Penglihatannya buram, menatap tepat pada jari manisnya. Inisial 'H' tercetak jelas di sana. Seluruh kilas balik kebersamaannya dengan Hava berputar dikepala, buat hati Lona makin teriris, ciptakan perih tak terkira.

"Hava balik, 'kan, Bun?"

Tidak ada jawaban, hanya usapan-usapan lembut yang sedari tadi coba bundanya beri. Dan Lona jelas tidak bodoh untuk tangkap apa maksudnya.

Hava ingkar pada janjinya.

Katanya, laki-laki itu akan kembali, mengenalkan Rona, adik yang sedang mengemban ilmu di Jerman padanya.

Katanya, laki-laki itu akan membuatkan falscher hase, makanan khas Jerman usai mendapatkan resep dari koki di sana.

Katanya, laki-laki itu akan membawanya ke puncak Gunung Alpen untuk memperlihatkan secantik apa edelweiss leontopodium alpinum di tempat asli bunga itu.

Katanya, laki-laki itu akan membuat resepsi pernikahan dengan tema garden party seperti yang Lona mau.

Katanya, laki-laki itu akan selalu menjadi orang pertama yang bertanya tentang harinya, bertanya tentang suka-dukanya dan berdecak kagum padanya.

Katanya, laki-laki itu akan sematkan nama akhir miliknya pada nama Lona.

Katanya ... katanya ...

Katanya, laki-laki itu akan selalu berada di sisi Lona.

Benar, hanya katanya.

Apa makna lain dari kata jika tidak dibuktikan? Lona tidak mengerti akan eksistensi sebuah kata jika hanya sebatas kata.

"Kita ke bandara ya?" Suara lirih sang bunda yang tertangkap oleh telinga Lona sama sekali tak membuat perempuan itu rasakan kemauan. Lona bahkan sudah menyerah pada angan, sejak pertama kali telinganya menangkap suara si pewarta berita.

"Hava ingkar janji Bunda. Lona bahkan tidak yakin jika Hava akan kembali. Kosong. Rasanya hampa ... Lona tidak tahu harus melakukan apa."

Dan kalimat itu adalah kalimat terakhir sebelum tubuh Lona jatuh merosot, memberi unjuk jika dirinya memang tidak lagi punya harap yang terpegang erat-erat.

Beri tau dunia, bahwa ia tak akan pernah baik-baik saja.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Mati Rasa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan
8.8
Pernikahan tiga tahun tidak cukup bagi Harvey untuk melupakan cinta lamanya. Di saat Selena divonis menderita kanker, Harvey justru menemani wanita lain. Memilih mundur, Selena menyodorkan surat cerai, namun kebenaran pahit terungkap bahwa pernikahan mereka hanyalah alat balas dendam Harvey atas utang keluarga. Saat ayahnya koma dan hidupnya hancur, Selena memilih terjun dari gedung demi melunasi utang tersebut. Kini, Harvey yang hancur hanya bisa berlutut dan memohon kepulangannya.
Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Sampul Novel CEO in My Bed
8.6
Mahesa, pria kaya yang skeptis terhadap cinta akibat masa lalu kelam, mengajukan tawaran gila kepada Athalia. Ia berjanji membiayai pengobatan adik Athalia asalkan gadis itu bersedia menjadi teman tidurnya selama satu bulan. Di tengah tuntutan dingin sang CEO yang kerap merendahkan wanita, Athalia bertahan dengan ketulusan hatinya. Akankah pengabdian dan kasih sayang Athalia mampu meruntuhkan dinding keangkuhan Mahesa dan membuatnya percaya pada cinta?
Sampul Novel Hasrat Liar Sang Ustadzah
9.7
Kehidupan seorang pemuda berubah drastis setelah menyaksikan rahasia di balik hijab syar'i Ustadzah Ika. Pemandangan tak terduga saat sang guru melepas pakaiannya meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan. Meski telah memiliki anak, kecantikan fisik Ustadzah Ika tetap mempesona dan memicu kekaguman yang berlebihan. Kini, bayangan tubuh molek sang ustadzah terus menghantui pikiran dan mengganggu tidur malamnya, menciptakan hasrat yang semakin liar setiap hari.
Sampul Novel Kau Adalah Obatku
9.5
Acara kantor di pemandian air panas pegunungan berubah rumit saat jalur pulang ditutup, memaksa semua orang menginap. Ini pertama kalinya sang protagonis bermalam di luar, hingga rahasia kondisi fisik khususnya mendadak terbongkar. Terdesak situasi, ia terpaksa meminta bantuan kepada seorang pria yang tampak paling pendiam di sana. Namun, pilihan tersebut justru membuatnya terjebak dalam perangkap hubungan yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel LOVE FROM LA
9.7
Berawal dari interaksi di media sosial, Kim dan Diki membangun hubungan yang tak terduga. Kim adalah sersan satu tentara Amerika keturunan Indonesia-Cina yang hidup mandiri sejak kehilangan orang tuanya di usia delapan tahun. Meski terpisah jarak dan bahasa, kenyamanan membuat Diki nekat menyatakan perasaan. Tak disangka, Kim menerimanya. Akankah cinta lintas negara yang lahir di dunia maya ini mampu bertahan dan berlanjut menjadi pertemuan nyata di masa depan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan