Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Life

Marriage Life

Andara Jeo harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui perselingkuhan Vante Adinan. Padahal, pria itu pernah berjanji untuk selalu menjadikannya prioritas utama dalam hidupnya. Namun, janji manis tersebut hancur seketika saat Vante memilih untuk mengkhianati kepercayaan Andara dan kembali ke pelukan Dena Adisti. Apa yang sebenarnya mendasari pengkhianatan Vante terhadap istrinya? Kisah pilu ini mengungkap retaknya sebuah komitmen pernikahan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Selamat membaca.

••

Sebesar apapun membencinya, perasaannya tetap sama. Mencintai lebih dari yang dibayangkan.

"Hahhhh," lenguh Andara saat membuang nafas keputusasaannya. Tubuhnya yang sedang dalam posisi menyamping, bergerak memeluk tubuh kekar Raihan dengan sangat erat. Sesekali, bibir Andara yang berwarna kemerahan itu dengan lancang mencium otot-otot perut Raihan tanpa izin. Kebetulan, Raihan sedang tidak mengenakan atasan di tengah hari seperti ini.

Andara terus menenggelamkan wajahnya pada dada bidang pria itu. Enggan sekali rasanya untuk sekedar berbicara, pikirannya terlalu kalut karena kelakuan suaminya yang selalu membuat hatinya terluka.

"Kau, kenapa lagi? Apa dia menyakiti perasaanmu lagi, Andara?" Raihan tampak khawatir pada wanita yang memeluknya ini, dia sangat peduli pada perasaan Andara. Dia mencintai Andara jauh sebelum Vante mengenal wanita ini.

"Dia menyakiti perasaanku setiap hari. Jujur, aku sudah mulai kelelahan jika dihadapkan pada sifatnya yang selalu merengek jika aku abaikan. Padahal, dia sendiri berselingkuh dan tidak mau melepas Dena. Lalu, aku ini apa baginya, Mas? Kenapa dia menikahiku, jika hatinya masih terpaut pada Dena?"

Raihan memahami perasaan Andara yang tergores luka menyakitkan itu. Hal yang sangat berat untuk menghadapi kenyataan, bahwa pasangan kita sendiri memilih selingkuh. 

Selanjutnya, Raihan menyentuh dagu Andara dengan lembut, dibawa mendongak menatap ke arahnya. Sorot matanya yang tulus sangat ingin membuat Andara selalu bahagia dan hidup dengan penuh kasih sayang yang melimpah. "Kau mencintainya, aku tahu itu," bisik Raihan tepat di depan wajah si manis, Andara.

"Kenapa Mas berbicara seperti itu? Apa Mas sudah tidak mencintaiku lagi?

"Hey. Aku selalu mencintaimu, Andara. Tapi, aku sangat tahu diri, kau adalah istri dari Vante. Kau miliknya secara sah, aku hanya bertugas untuk menjagamu dan mendapatkan gaji dari suamimu kala itu. Sejujurnya, aku tidak berhak atas dirimu, Andara. Bahkan, kasta kita berbeda, aku hanya pria miskin yang bekerja banting tulang mencari nafkah."

Andara hanya diam mendengar jawaban dari Raihan. Selalu saja pria itu merendahkan dirinya dan membandingkan kasta. Andara tidak suka jika dalam cinta, kasta selalu dipermasalahkan.

"Aku tidak suka jika Mas berbicara seperti itu. Kasta tidak penting, percuma jika kaya dan memiliki kasta tinggi tapi hatinya jahat, seperti Vante," celetuk Andara dengan gamblang, menyindir suaminya sendiri.

Raihan mendekap tubuh Andara lagi dengan erat. Dia tersenyum tipis mendengar penuturan Andara. "Sayang sekali laki-laki seperti dia menyia-nyiakan Andara. Andai saja kau mencintaiku juga, aku akan membawamu kabur dan menghilang dari hadapan Vante."

"Jangan pernah meninggalkanku, Mas…." Andara berlirih seolah-olah tidak ingin Raihan mengabaikannya. Andara hanya punya tempat bersandar paling aman jika sedang bersama Raihan.

"Mas tidak akan meninggalkanmu, percayalah," balas Raihan. Dia memberikan Andara sebuah janji yang membuat hati wanita itu menjadi lega.

Lambat laun, mereka saling mengobrol dengan tenang, Andara juga tanpa sadar telah tertidur, diikuti oleh Raihan. 

***

Di tempat lain, dua orang yang telah meyakiti hati wanita tulus seperti Andara tengah berkelana dengan hasrat masing-masing. Tanpa pernah memikirkan perasaan Andara yang terluka, Dena dan Vante selalu melakukan hubungan menjijikkan itu setiap bertemu. Tidak peduli seberapa banyak Andara mengeluh dan menangis, Vante akan tetap memberikan kasih sayang dan cinta untuk Dena, mantan kekasihnya.

Dena bergerak meletakkan kepalanya di atas dada bidang mikik Vante. Mereka baru selesai melakukan hubungan terlarang itu, bahkan Dena tidak memakai baju sehelaipun, sama seperti Vante.

"Kau, kenapa?" tanya Dena karena raut wajah Vante terlihat seperti datar dan masa bodoh pada kehadiran Dena yang bermanja-manja padanya.

Vante menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menelpon istriku," kilah pria itu sembari mengambil ponselnya di atas nakas. Lalu mengaktifkannya dan mencari nomor istrinya.

Wajah Dena tampak tidak enak, dia seperti merengut karena Vante membahas tentang istrinya. Apa tidak bisa untuk tidak memikirkan istrinya itu? Apa kurangnya Dena?

"Pilih aku atau istrimu?" tanya Dena dengan percaya diri. Pasti Vante akan memilih dia yang jauh-jauh lebih memuaskan daripada Andara.

"Tentu saja aku pilih istriku." Vante menjawab dengan tenang dan tegas. Dari kata-katanya, tidak ada terdengar gugup, itu sangat mantap sekali dan penuh keyakinan.

Dena sempat terkejut, lalu dia berusaha membalasnya. "Te, kau milikku lebih dulu."

"Aku memaafkanmu setelah aku menikahi Andara. Kau juga dari awal yang menghianatiku, aku memaafkanmu karena kau ingin bunuh diri waktu itu. Kesalahanmu yang menggodaku lagi, jika kau masih ingin menjelek-jelekkan Andara, maka sudahi saja perselingkuhan ini, Dena," perjelas Vante sembari menekan tombol call pada nomor telepon Andara. Ya, jika saja bukan karena kesehatan mental Dena yang terganggu, Vante pasti akan setia pada Andara.

"Kau jahat…," lirih Dena. Matanya bahkan berair, dia tidak menyangka akan mendapat respon menyakitkan ini dari Vante.

"Jika aku jahat, aku akan membiarkanmu mati hari itu, Dena," sungut Vante dengan suara beratnya yang cukup dingin. "Apa kau ingin menyudahi hubungan kita ini? Jika begitu, aku siap," sambung Vante lagi.

Dena menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kencang. "Tidak! Tidak! Kau juga milikku, aku tidak ingin berpisah darimu. Aku mencintaimu, Vante," ungkapnya sambil semakin mempererat pelukannya pada tubuh Vante.

"Ya, sudah. Mulai sekarang bersikaplah selayaknya kau seorang selingkuhan. Jangan mencoba mengganggu Andara, dia istri sahku. Apapun yang ia lakukan di kantorku, kau tidak boleh protes karena dia adalah nyonya Adinan. Apa kau paham, Dena?"

Mau tidak mau Dena mengangguk dengan terpaksa. Lihat saja, Dena akan berbuat sesuatu untuk mempercepat perpisahan Vante dan Andara. Segala cara akan Dena lakukan.

Akhirnya, sambungan telepon Vante terjawab, di seberang sana tampak terdengar sedikit grasak-grusuk, membuat Vante manaikkan sebelah alisnya.

"Sayang, kau dimana? Mas jemput, ya?" tanya Vante, senyumnya terbit karena Andara mengangkat teleponnya. Rencananya dia akan mengajak Andara makan malam diluar hari ini.

"Aku Raihan."

Sontak, Vante terduduk dan melepaskan pelukan Dena pada tubuhnya. Pria ini tampak murka dengan wajah yang memerah menahan amarah.

"HEY! KENAPA KAU YANG MENGANGKAT TELEPON ISTRIKU! APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP ISTRIKU?" berang Vante dengan suaranya yang memekik keras, dia tidak terima jika ponsel Andara dengan bebas dikendalikan oleh Raihan. Bahkan, Otaknya sudah berpikir jauh membayangkan bagaimana Raihan yang tengah menjamah tubuh istrinya. Vante sangat tidak terima, dia tidak rela Andara disentuh oleh mantan bodyguard-nya itu.

Melihat bagaimana Vante yang sangat marah karena istrinya bersana orang lain. Maka, semakin hasrat Dena ingin menghilangkan Andara dari kehidupan Vante.

Dia dan dirimu berbeda, berlian dan batu kerikil tidak akan pernah bisa disandingkan.

••

Bersambung....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Don Juan
9.1
Terlahir tampan dan atletis membuat pria ini memiliki pesona yang tak terelakkan bagi para wanita. Tanpa perlu bersusah payah, ia selalu berhasil memikat siapa pun untuk menyerah pada rayuannya. Berawal dari sekadar iseng, ia justru terjebak dalam kecanduan akan hubungan terlarang. Ada kepuasan luar biasa saat ia menjalin perselingkuhan berisiko dengan istri orang lain secara sembunyi-sembunyi. Inilah kisah penuh gairah yang menantang bahaya demi kenikmatan.
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel FAULT
8.7
Trauma masa lalu yang kelam menghancurkan hidup Arista Lucy, mengubah gadis lembut ini menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kasar. Di tengah kobaran dendam yang membara, sosok Evan muncul membawa misteri besar sekaligus ketenangan yang tak terduga. Kehadiran pria tersebut perlahan memberi warna baru dalam hari-hari Arista yang selama ini membatu. Kini, Arista harus menghadapi pergolakan batin antara misi balas dendam dan rasa damai yang dibawa oleh Evan.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Mencintai Gadis Amnesia
8.5
Waktu belasan tahun bersama Amelia tak mampu menumbuhkan rasa di hati Adib. Ia justru jatuh hati pada Adiba, gadis amnesia yang ditolongnya enam bulan lalu. Meski ditentang orang tua dan ditekan keluarga Amelia, Adib tetap ingin menikahi Adiba. Sang ibu memberi syarat: Adib harus menemukan keluarga kandung Adiba dan siap menanggung segala risiko. Mampukah Adib memperjuangkan cintanya dan bertahan saat badai besar mulai mengancam kebahagiaan mereka?
Sampul Novel Menyerah atau bertahan
9.8
Nayla adalah ibu rumah tangga dengan tiga anak yang terjebak dalam pernikahan penuh tekanan. Suaminya, Beni, bersikap kasar dan tak pernah menghargai pendapatnya. Penderitaan Nayla memuncak saat ibunya wafat tanpa sempat ia dampingi. Di tengah duka, Beni justru berselingkuh dengan mantan kekasihnya. Tak tahan lagi, Nayla membawa anak-anaknya pergi. Mampukah ia membalas perlakuan Beni atau justru bertahan demi sang buah hati yang butuh sosok ayah?