Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Marriage Life

Marriage Life

Andara Jeo harus menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui perselingkuhan Vante Adinan. Padahal, pria itu pernah berjanji untuk selalu menjadikannya prioritas utama dalam hidupnya. Namun, janji manis tersebut hancur seketika saat Vante memilih untuk mengkhianati kepercayaan Andara dan kembali ke pelukan Dena Adisti. Apa yang sebenarnya mendasari pengkhianatan Vante terhadap istrinya? Kisah pilu ini mengungkap retaknya sebuah komitmen pernikahan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Selamat membaca

••

Jika sudah waktunya, maka dia akan menyerah juga.

Vante tengan berdiri di depan mobilnya dengan melipat tangan di dada. Wajah pria itu begitu merah, dia menahan amarah yang tidak bisa disembunyikan dengan baik saat mengetahui bahwa istrinya tengah bersama lelaki lain. Sekarang, Vante melihat dengan jelas bagaimana Andara berjalan ke arahnya dengan  menggandeng lengan Raihan.

Sungguh, sangat menjengkelkan dan membuat Vante geram. Ingin sekali dia menghilangkan Raihan dari muka bumi ini.

"Lepaskan!" bentak Vante sembari menepis lengan Raihan yang bersentuhan dengan istrinya. Lalu, Vante dengan cekatan meraup tubuh Andara hingga wanita itu benar-benar menjauh dari Raihan.

Andara berdecak dan berusaha keluar dari dekapan Vante. "Jangan peluk aku! Aku tidak suka bau parfum Dena yang menempel di bajumu. Akh!" Usaha Andara terlihat sia-sia karena tenaga Vante jauh lebih besar darinya.

"Istriku … jangan seperti ini ya, sayang." Vante mengusap surai hitam panjang milik Andara yang basah, sepertinya wanita itu baru habis mandi. "Rambutmu kenapa basah, sayang?" tanyanya dengan kegundahan hati yang melanda-landa. Semoga, tidak ada sesuatu yang benar-benar terjadi Antara Raihan dan Andara.

Tatapan Andara yang menajam, kini menusuk relung hati Vante. "Aku habis mandi bersama dengan mas Raihan," jawabnya dengan berani tanpa ada keraguan. Tentu, hal itu membuat telinga Vante semakin panas mendengarnya.

Raihan sama kagetnya mendengar penuturan Andara. Itu, sama sekali tidak benar. Namun, dia paham karena Andara sengaja mengatakannya agar Vante merasa cemburu.

Vante tampak mengeratkan pelukannya pada pinggang Andara. Tatapan tajam yang seperti mata elang itu tengah menatap Andara dengan penuh kemarahan.

"Kau ingin aku hukum, istriku?" tanyanya dengan nada bariton khas yang sangat serius, mampu membuat bulu kuduk Andara merinding sekarang.

"Kau tidak boleh menghukum Andara, kau yang jahat disini, Vante." Raihan menegur pria itu agar setidaknya jangan menyakiti Andara. Seharusnya, Vante harus memahami situasi tentang bagaimana Andara yang lelah dengan kelakuan pria itu.

Vante melirik Raihan dengan jengkel dan sedikit meremehkan pria yang pernah bekerja dengannya sebagai bodyguard Andara. "Cih!" desis Vante. Selanjutnya, tangan laki-laki itu memilih untuk menggandeng tangan Andara dan masuk mobil.

***

Saat mereka tiba di rumah, Andara lebih dulu berjalan mendahului Vante. Dia enggan berjalan beriringan bersama suaminya yang tukang selingkuh itu. Lihat saja, dia akan mencoba mendiami lagi, setidaknya ada kesadaran sedikit dari laki-laki itu, bahwasanya Andara juga bisa marah dan habis kesabaran.

Melihat istrinya yang mengambil langkah besar dan terlihat terburu-buru, Vante tahu alasannya. Kini, dia juga ikut mengambil langkah besar dan langsung memeluk istrinya dari belakang.

"Andara, suamimu ini sangat merindukanmu…," lirih Vante, dia memang sangat merindukan Andara, walau dirinya bersenang-senang dengan Dena. Bahkan, Vante bingung dengan kelakuan bejatnya yang sulit dihentikan itu.

Andara menggeram dan mengepalkan kedua tangannya. "Lepaskan aku, kau buaya! Aku muak!" berang Andara, dia benci dengan Vante yang selalu seperti ini.

Vante menghembuskan nafasnya di ceruk leher Andara, kelihatan dia sedang sangat lelah. "Aku ingin dilayani oleh istriku yang cantik ini," bisiknya dengan napas yang sedikit terengah-engah.

Andara memutar bola matanya dengan malas, alasan klasik dan basi untuk menghasut dirinya. "Apa kau tidak capek? Apa kau belum puas bermain dengan Dena?" Andara mencoba melepaskan tangan Vante yang melingkar di perutnya tersebut.

"Apa kau tidak ingin bermain dengan dada bidangku ini, sayang?" Bibir Vante yang sedikit tebal dan basah itu, perlahan menempel pada tengkuk Andara, hampir membuat Andara kegelian.

Andara pun berusaha untuk menolak, dia tidak suka dibutuhkan hanya untuk hal yang seperti ini saja oleh Vante. "Aku sudah cape, seharian melayani mas Raihan," jawabnya dengan kebohongan, tentu hanya ingin membuat Vante naik pitam.

Mendengar penuturan Andara yang seperti itu, membuat Vante memejamkan matanya dan menggertakkan giginya menahan amarah. Bayang-bayang Andara yang memanjakan Raihan, justru kini berputar di kepalanya. Sungguh, hal menjijikkan itu sangat membuat Vante darah tinggi.

"Aku mohon … jangan berkata seperti itu lagi, sayang. Aku tidak ingin mendengar hal itu keluar dari mulutmu, jangan mempermainkan suamimu ini, sayang. " Vante mencoba membalikkan tubuh Andara untuk menghadap ke arahnya. 

Selanjutnya, kedua tangan kekarnya itu menangkup pipi Andara dengan lembut. Wajah sang istri yang begitu cantik tanpa harus memakai make up selalu membuat Vante terhipnotis, hingga tanpa sadar Vante telah mencium pipi Andara dengan lamat. 

Vante berusaha menatap istrinya, sepertinya dari manik cantik itu Vante menemui pesan yang tersirat. Andara sudah lelah dan begitu terluka akibat ulahnya yang mungkin tidak akan bisa dimaafkan dengan mudah.

Dengan kehati-hatiannya, Vante mengikis jarak antara dia dan Andara dengan cara mencium bibir Andara serta melumatnya lebih dulu. Tidak pernah berubah, jantung Vante masih tetap berdebar kencang saat berciuman dengan bibir mungil Andara yang seperti jelly itu.  

"Aku milikmu sayang. Hanya Andara yang boleh menyentuhku sesukanya. Aku tidak pernah membiarkan Dena menguasai tubuhku sesukanya, aku selalu memberi batasan."

Karena Andara yang sudah jenuh dengan buaian Vante, terserah Vante ingin berkata seperti apa lagi. "Gendong aku ke kamar, setelah itu kau mandi, sehabis mandi kau gendong aku lagi mengitari halaman rumah," titah Andara dengan asal.

Tentu, Vante menyetujui perintah Andara dengan senang hati. Dia sedikit menunduk dan membuat kedua tangan kekarnya menggendong tubuh Andara. Begitu juga dengan Andara, dia memilih menyandarkan kepalanya pada bidang lebar Vante. Enggan bersuara lebih lanjut, Andara memilih untuk memejamkan matanya saja.

Vante pun tidak tinggal diam, seperti diberi sebuah kesempatan, pria ini langsung melangkahkan kakinya menuju kamar utama mereka. Sembari berjalan, disitulah Vante mencuri kesempatan dengan menciumi seluruh permukaan wajah sang istri. Kadang, dia juga menggigit hidung dan bibir istrinya dengan pelan.

"Andara sangat manja sekali hari ini. Aku benar-benar suka," bisik Vante, hingga hembusan nafasnya di telinga Andara membuat wanita itu sedikit terperanjat karena merasa geli. "Kau benar-benar istriku, bukan milik orang lain ataupun milik Raihan," sambungnya lagi dan berakhir mencium bibir Andara. 

Setelah sampai di ranjang king size mewah itu, Vante membaringkan tubuh Andara dengan hati-hati. 

"Mau aku gantikan bajumu, sayang? 

Sebagai jawaban atas pertanyaan itu, Andara menggeleng singkat. Dia tidak berminat untuk bermanja lebih jauh pada lelaki itu.

"Baik, aku ingin itu seperti anak bayi," pinta Vante.

"Minta yang lain saja, atau kau minum susu saja di kulkas."

"Aku ingin bermain denganmu." Kini, tangan Vante berhasil membuka dua kancing teratas dari baju yang dikenakan Andara.

"Jangan!" Andara menahan lengan Vante, dia sedang tidak berminat untuk melakukan hubungan suami istri tersebut.

"Sayang, kau menolak?"

"Aku ingin cerai," ucap Andara dengan serius tanpa ada nada candaan sedikitpun. Iya, dia ingin lepas dari Vante dan menemukan kehidupan yang jauh lebih baik dari ini.

Dia begitu lelah dan kecewa pada dirinya sendiri.

••

Bersambung....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GQT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GQT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Don Juan
9.1
Terlahir tampan dan atletis membuat pria ini memiliki pesona yang tak terelakkan bagi para wanita. Tanpa perlu bersusah payah, ia selalu berhasil memikat siapa pun untuk menyerah pada rayuannya. Berawal dari sekadar iseng, ia justru terjebak dalam kecanduan akan hubungan terlarang. Ada kepuasan luar biasa saat ia menjalin perselingkuhan berisiko dengan istri orang lain secara sembunyi-sembunyi. Inilah kisah penuh gairah yang menantang bahaya demi kenikmatan.
Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim ibunya untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski dididik menjadi wanita berpendidikan, Terryn justru diperlakukan bak pembantu oleh Deva, putra bungsu Imelda yang dingin dan angkuh. Konflik memuncak hingga sebuah peristiwa besar memaksa mereka menikah atas keinginan Imelda. Terryn yang mencintai Deva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya tetap tak acuh. Namun, saat Deva mulai luluh, Terryn justru pergi menjauh darinya.
Sampul Novel FAULT
8.7
Trauma masa lalu yang kelam menghancurkan hidup Arista Lucy, mengubah gadis lembut ini menjadi pembunuh bayaran yang dingin dan kasar. Di tengah kobaran dendam yang membara, sosok Evan muncul membawa misteri besar sekaligus ketenangan yang tak terduga. Kehadiran pria tersebut perlahan memberi warna baru dalam hari-hari Arista yang selama ini membatu. Kini, Arista harus menghadapi pergolakan batin antara misi balas dendam dan rasa damai yang dibawa oleh Evan.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel Mencintai Gadis Amnesia
8.5
Waktu belasan tahun bersama Amelia tak mampu menumbuhkan rasa di hati Adib. Ia justru jatuh hati pada Adiba, gadis amnesia yang ditolongnya enam bulan lalu. Meski ditentang orang tua dan ditekan keluarga Amelia, Adib tetap ingin menikahi Adiba. Sang ibu memberi syarat: Adib harus menemukan keluarga kandung Adiba dan siap menanggung segala risiko. Mampukah Adib memperjuangkan cintanya dan bertahan saat badai besar mulai mengancam kebahagiaan mereka?
Sampul Novel Menyerah atau bertahan
9.8
Nayla adalah ibu rumah tangga dengan tiga anak yang terjebak dalam pernikahan penuh tekanan. Suaminya, Beni, bersikap kasar dan tak pernah menghargai pendapatnya. Penderitaan Nayla memuncak saat ibunya wafat tanpa sempat ia dampingi. Di tengah duka, Beni justru berselingkuh dengan mantan kekasihnya. Tak tahan lagi, Nayla membawa anak-anaknya pergi. Mampukah ia membalas perlakuan Beni atau justru bertahan demi sang buah hati yang butuh sosok ayah?