Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mantan Pacar

Mantan Pacar

Clara mendatangi kebun anggur tunangannya demi memulai hidup mewah. Namun, calon suaminya lenyap misterius dua hari sebelum pernikahan. Di tengah pencarian, ia justru terikat dengan saudara laki-laki sang tunangan yang kaku namun memikat. Terjebak dalam pusaran rahasia gelap keluarga dan godaan terlarang, Clara menyadari bahwa pengungkapan kebenaran bisa menghancurkan hidupnya atau justru memberinya kekuasaan besar yang selama ini ia dambakan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kami tiba saat makan malam, saat yang seharusnya menjadi presentasi resmi besar: Clara dan Martina di hadapan keluarga, di bawah tatapan tajam semua orang. Di perkebunan anggur itu, ruang makan terasa seperti sebuah tempat suci di mana kemewahan dan tradisi saling terkait, dan aku, yang baru tiba, menjadi tokoh utama yang tak sepenuhnya diterima. Aku merasa kapan saja tanah bisa terbuka dan menelan kepura-puraan yang menopangku.

Marco muncul di ambang pintu dengan langkah tenang, anggun, hampir seperti latihan. Dia mengenakan setelan gelap yang menonjolkan matanya yang cerah, yang bisa memancarkan pesona sekaligus dingin yang mutlak. Aku menatapnya dari sudut mata, berusaha menebak apa yang tersembunyi di balik senyum terkendali yang dia berikan kepada keluarga.

"Clara," katanya sambil sedikit menundukkan kepala. "Aku harap kamu sudah menemukan tempatmu di sini."

Aku menjawab "ya," meski pikiranku berteriak hal lain. Ada sesuatu dalam dirinya yang menggangguku, seperti bayangan tak terlihat yang membuatku sulit bernapas dengan mudah.

Kami duduk di meja makan, dikelilingi kerabat yang melemparkan pandangan cepat dan bisikan yang hampir tak disembunyikan. Percakapan berputar pada hal-hal sepele: cuaca, panen terakhir, ekonomi anggur. Tapi aku memperhatikan Marco, setiap gerakannya, setiap jeda yang terencana.

Dia bersikap seperti tuan rumah yang sempurna, sopan dan menawan; tapi juga jauh, seperti menjaga penghalang tak terlihat. Saat matanya tertuju padaku, aku merasakan campuran bingung antara ketertarikan dan frustrasi. Tatapannya sedingin segelas anggur merah yang mereka sajikan dengan hati-hati, dan aku ingin menghancurkan pelindung itu, walau dalam hatiku tahu mungkin aku sebaiknya tidak melakukannya.

Di tengah keheningan yang dipaksakan, seorang bibi membuat komentar tentang masa kecilnya, dan di situlah aku menyadarinya: getaran ringan di tangannya, bayangan singkat di wajahnya, saat bibirnya menekan terlalu erat. "Itu... agak aneh," jawabnya, lalu cepat mengubah topik.

Indraku menjadi tajam, merasakan keringat dingin di leher dan perut yang mengencang tak nyaman. Ada sesuatu dalam jawabannya yang mengganggu tapi jujur, sekaligus tersembunyi.

Martina di sampingku memberi pandangan penuh pengertian, seolah juga menangkap ketegangan aneh itu.

Sepanjang makan malam, aku memperhatikan bagaimana Marco menghindari topik tertentu, bagaimana gerak tubuhnya menjadi kaku setiap kali seseorang menyebut masa lalunya. Ada sesuatu yang tidak ingin dia biarkan kami ketahui, rahasia yang dijaga dengan ketat.

Saat pembicaraan beralih ke keluarga, sebuah foto lama muncul di tangan salah satu sepupu, tapi saat aku hampir melihat gambarnya, seseorang cepat-cepat menariknya. Aku merasakan dorongan penasaran dan frustrasi: mengapa menyembunyikan sesuatu yang tampak sepele seperti foto?

Setelah makan malam, saat kami bersiap pergi, Nicolo muncul di lorong. Kehadirannya, kuat dan diam, memenuhi ruang itu. Dia menatapku dengan tatapan yang campuran antara peringatan dan sesuatu yang mirip dengan keinginan.

"Jangan tertipu oleh penampilan, Clara," bisiknya dengan suara berat. "Di sini, kami semua menyimpan luka yang tak ingin kami ketahui. Aku rasa kamu juga punya."

Napasku tertahan sesaat. Kedekatannya berbahaya, hampir memabukkan. Tapi aku juga merasakan ketakutan tak nyaman, seolah semakin dekat dengannya aku masuk ke dalam permainan yang tak bisa kulalui tanpa luka.

Malam itu, di kamarku, kenangan menyerang tanpa ampun. Potongan percakapan yang terlupakan, bayangan samar, kata-kata yang kini punya makna lain. Aku tahu aku memasuki labirin, dan setiap langkah mendekatkanku pada kebenaran yang bisa menghancurkanku atau memberdayakanku.

Tapi aku tak bisa mundur. Tidak saat uang dan kekuasaan sudah begitu dekat.

Mencoba mengusir pikiranku, aku memperhatikan ruangan itu. Tercium aroma kayu tua dan anggur tua yang seolah menempel di dinding perkebunan. Aku menutup pintu di belakang dan duduk di kursi dekat jendela. Di luar, kebun anggur membentang seperti laut tenang di bawah sinar bulan, dan dalam diriku, segalanya adalah pusaran ketidakpastian dan hasrat.

Aku teringat getaran di tangan Marco saat masa kecilnya disebut. Apa yang sebenarnya terjadi? Rahasia apa yang begitu dia sembunyikan? Aku ingin berteriak, menuntut jawaban; tapi malah menggigit bibir dan merasakan gelombang mual yang memaksaku bernapas dalam-dalam, mengisi paru-paruku dengan udara dingin.

Martina muncul di ambang pintu, dengan senyum yang menyembunyikan lebih dari yang terlihat.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan nada yang campur aduk antara kekhawatiran dan rasa ingin tahu.

"Tentu," aku berbohong tanpa meyakinkan diri sendiri.

Kami duduk bersama, dan dia mulai bicara tentang persiapan pernikahan, tapi aku hampir tak mendengarkan. Pikiranku masih terjebak pada gambar yang hampir kulihat: foto anak kecil yang disembunyikan dan cepat diambil. Aku ingin merebutnya, mencarinya di album keluarga, tapi kesempatan itu hilang seperti hembusan napas.

Nanti, saat Martina tidur, aku mengulang setiap gerak, setiap kata. Marco menawan, ya, tapi ada tembok tak terlihat di antara kami. Dan kemudian ada Nicolo, kakak laki-laki dengan perpaduan berbahaya antara keras dan magnetis yang membuatku ragu apakah dia penyelamatku atau kutukanku.

Keheningan di perkebunan berat, hampir bisa dirasakan. Dinding-dinding seolah berbisik rahasia, dan aku bertekad untuk mengungkapnya, meski berarti bermain dengan api.

Aku tahu kisah yang akan dimulai tidak akan mudah. Tapi aku juga tahu dengan setiap kebohongan, setiap tatapan, setiap gerak tersembunyi, aku semakin dekat dengan kekuatan yang aku dambakan.

Karena di keluarga itu, tidak ada yang seperti yang terlihat. Aku yakin akan hal itu.

Dan aku siap memanfaatkannya. Mengambil kendali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cewek kutu buku itu tunanganku
8.8
Sevilla harus kehilangan sang ayah di usianya yang masih sangat muda. Tepat di hari ulangtahunnya, sang ayah meninggal saat perjalanan pulang ke rumahnya. Derita demi derita ia alami, kala perusahaan yang ayahnya rintis bangkrut, dengan sang paman sebagai penyebabnya. Ibunya mengalami gangguan jiwa akibat ini, dan semua aset keluarganya di sita bahkan di jual untuk menutupi kerugian. Kini hanya beberapa rupiah yang tersisa, Sevilla memilih untuk menyewa rumah kecil di pemukiman sempit. Di umurnya yang menginjak 14 tahun, Sevilla harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya dan juga ibunya. Suatu hari Sevilla tak sengaja menabrak Verrel, Siswa populer yang terkenal jenius dan tampan. Keduanya bahkan sama-sama mengikuti lomba yang sama. Sejak saat itu keduanya dekat, bukan sebagai teman melainkan musuh. Yusha, mantan kekasih Verrel merasa cemburu pada Sevilla. Ia dan teman-temannya pun mengunci Sevilla di gudang sekolah sendirian, hingga Verrel datang menyelamatkannya. Di rumah sakit, Sevilla di rawat. Ayah dan ibu Verrel juga datang menjenguknya, mereka mengaku pernah menjalin persahabatan erat dengan almarhum ayahnya. Dan mereka ingin Sevilla dan ibunya tinggal bersama mereka. Ayah dan ibu Verrel juga mengatakan bahwa almarhum ayah Sevilla ingin menjodohkan Sevilla dengan Verrel. Semenjak kejadian itu, keduanya menjadi semakin akrab. Perasaan khusus mulai tumbuh di hati keduanya, hingga akhirnya keduanya berpacaran saat mereka duduk di bangku kelas satu SMA. Perjalanan cinta mereka yang mulus tiba-tiba saja terhalang dengan kehadiran Alona dan neneknya, Alona yang sangat membenci Sevilla itu, bekerjasama dengan Yusha untuk menculik nya. Mereka menjual Sevilla di situs penjualan wanita. beruntungnya bibi viona, adik ibunya itu mengetahui hal ini dan membeli Sevilla. Sejak hari itu, Verrel menjadi kesepian. Sampai akhirnya ia mendengar dari kakak sepupu Sevilla, bahwa Sevilla telah pergi ke Amsterdam tanpa sepengetahuannya. Johny dan teman-teman Verrel yang lain mengungkap alasan kepergian Sevilla ke Amsterdam, begitu terkejutnya mereka kala kak Lucas, kakak sepupu Sevilla mengungkapkan kalau Verrel dan Sevilla bersaudara tiri.
Sampul Novel Dendam Istri Yang Dikhianati
8.7
Dunia Amora hancur saat menyaksikan Aries berselingkuh dengan adik tirinya, Arin, di kamar mereka sendiri. Pengkhianatan suami yang dianggap setia ini semakin menyakitkan karena keterlibatan ibu tirinya, Resti, yang sengaja merencanakan muslihat tersebut. Merasa kebaikannya dibalas dengan durjana, Amora tidak tinggal diam. Amarahnya memuncak menjadi dendam membara. Ia mulai menyusun rencana matang untuk menghancurkan Resti, Arin, dan Aries sebagai pembalasan atas luka hatinya.
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly adalah gadis tomboy yang terdesak untuk meninggalkan rumah keluarganya yang penuh diskriminasi. Namun, ayahnya hanya memberi izin keluar jika ia menikah. Di sisi lain, Hugo Chavez, seorang CEO muda, harus segera mencari istri di tengah rasa sakit hati akibat pengkhianatan kekasihnya. Keduanya pun sepakat menjalani pernikahan kontrak sebagai solusi. Mampukah mereka melewati segala rintangan dan dinamika dalam ikatan rumah tangga tersebut?