Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap

Dalam novel Malam di Asrama Mahasiswa: Rahasia yang Tak Terucap, seorang ibu diam-diam tinggal di kamar asrama kampus putranya. Rahasianya terancam terbongkar saat ia tertangkap basah menonton film dewasa di tengah malam oleh teman sekamar anaknya yang bertubuh kekar. Di bawah himpitan tubuh yang panas dan bisikan menggoda di telinganya, ia kini terjebak dalam situasi intim yang tak terduga dan mendebarkan, menguji batas pertahanannya di ruang sempit tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Anakku menepuk keras pantat orang itu hingga terdengar bunyi yang nyaring. "Sudah, sudah. Cepat pergi, jangan berjalan sambil telanjang di depan ibuku."

Begitu sampai di kamar asrama anakku, jantungku masih berdebar kencang.

Apakah teman-teman sekamarnya juga tidur dalam keadaan telanjang? Kalau aku bangun tengah malam untuk ke kamar mandi dan tidak sengaja bertemu mereka, bukankah itu akan sangat canggung...

Belum sempat aku menyelesaikan pikiran itu, salah satu teman sekamarnya, Ivan, menerima telepon. Sudut bibirnya langsung tertarik ke atas. "Sayang mau main ke sini malam ini? Oke, aku jemput kamu."

Setelah menutup telepon, dia menggarukkan kepala sambil menatapku dengan sedikit rasa tidak enak. "Tante, nanti pacarku mau menginap di sini."

"Oh." Aku mengangguk. "Apa dia bakal tidur sama Tante? Nggak apa-apa. Kalau kurang nyaman, Tante bisa menginap di hotel."

"Nggak, nggak." Ivan buru-buru menggeleng. "Dia tidur sama aku, tapi kami mungkin agak berisik nanti malam. Tante nggak keberatan, 'kan?"

Hah? Setelah tertegun sejenak, barulah aku sadar apa yang dimaksudnya dengan berisik nanti malam.

Tenggorokanku tiba-tiba terasa kering. Aku benar-benar tidak menyangka mahasiswa zaman sekarang begitu terbuka. Apa mereka akan melakukannya secara terang-terangan di kamar asrama? Padahal di sampingnya ada orang lain yang tidur. Selain itu... tanpa tirai ranjang!

"Nanti pelankan suaramu, ya. Maksimal satu jam saja. Jangan sampai buat kami semua kesiangan besok pagi."

Anakku melirik Ivan dengan kesal.

Satu jam! Aku menelan ludah. Sehebat itu? Itu pun katanya maksimal. Kalau nggak dibatasi, bisa sampai berapa lama...

Aku buru-buru menarik anakku sambil tersenyum kepada Ivan. "Nggak apa-apa, Tante tidurnya pulas. Kalian seperti biasa saja, nggak usah sungkan."

Meskipun begitu, sejujurnya aku bukan tipe yang tidur pulas. Sedikit suara saja bisa membuatku terbangun, apalagi Ivan tidur di ranjang atas. Begitu lampu dimatikan, guncangannya membuatku merasa seperti sedang gempa bumi.

"Ugh... Kamu ini... pelan sedikit, jangan sampai tante dengar."

"Tenang saja, tante pasti sudah tidur."

Namun, aku belum tidur. Kami hanya berjarak sekitar satu meter, suara itu menembus papan ranjang dan rasanya seperti sedang diperdengarkan langsung ke telingaku.

Pacarnya sepertinya juga mahasiswi baru. Dia terlihat lembut dan pemalu, tapi tidak kusangka ternyata dia tahan banting.

Sepertinya gadis itu sengaja menahan suaranya, jadi hanya terdengar sayup-sayup. Namun, desahan yang tertahan itu, justru lebih menggoda daripada erangan yang terdengar jelas.

Aku menatap kosong ke papan ranjang di atas, merasakan guncangan sambil mendengarkan desahan menggoda itu. Setiap sel di tubuhku terasa panas dan hormonku bergolak tidak terkendali. Rasa geli dan gatal itu sama sekali tidak bisa kutahan. Kalau aku tidak menggigit bibirku kuat-kuat, aku pasti sudah ikut mengerang.

Aku ingin, aku juga ingin sekali memiliki pria kekar seperti itu.

Membayangkan tubuh beratnya menindihku dan memperlakukanku dengan kasar, kakiku tanpa sadar menggesek-gesek sprei dan jari-jari kakiku menegang.

Nggak bisa. Kalau seperti ini, aku nggak akan bisa tidur.

Dengan hati-hati, aku mengambil penyuara telinga dan memakainya, lalu membuka film dewasa di ponselku.

Untungnya, aku juga membawa mainan kecilku. Menggunakannya dalam situasi seperti ini terasa agak memalukan, tapi kalau tidak menggunakannya, perasaan yang menggebu ini mungkin akan membuatku gila karena tersiksa.

Saat layar menyala, aku menatapnya dengan mulut kering, membiarkan diriku tenggelam dalam adegan penuh gairah. Meskipun aku sudah memakai penyuara telinga, suara penuh gairah dari ranjang atas tetap menembus masuk, berpadu dengan suara dari film, benar-benar seperti audio tiga dimensi.

Api di dalam tubuhku membara hebat, rasanya hampir melelehkanku.

Tidak tahan, aku benar-benar tidak tahan lagi...

Tiba-tiba, hembusan napas panas menyentuh leherku. Sepasang tangan kuat meremas payudaraku yang montok melalui gaun tidur.

"Ah...!"

Sensasi yang tiba-tiba itu terasa seperti pemeran utama pria dalam film mendadak menjulurkan tangan lewat layar dan mencubitku keras. Tanpa sadar, aku membuka mulut sedikit dan mengeluarkan erangan.

Namun, mana mungkin hal seperti itu terjadi? Aku panik dan menoleh ke belakang, lalu mendapati teman sekamar anakku, Juan, yang entah sejak kapan telah menyibak selimutku dan tidur menempel padaku.

Seluruh tubuhnya terasa sangat panas, seperti bara api yang sedang menyala. Terlebih lagi, kedua matanya dipenuhi dengan gairah yang menyala-nyala. Tangannya yang besar menekan dan meremas payudaraku dengan kasar, seperti menguleni adonan. Sementara bibirnya bergumam tidak jelas.

Aku terkejut dan buru-buru melepas penyuara telinga, lalu terdengar suara dia menelan ludah berkali-kali. "Putih dan besar sekali..."

Aku merasa malu sekaligus takut, wajahku memerah sepenuhnya. Aku buru-buru mendorongnya. "Kamu... kamu mau apa?"

Tanganku menyentuh otot kerasnya. Aroma maskulinnya yang dominan memenuhi sekelilingku.

Aku tidak berani bersuara keras, karena takut anakku mendengar.

Teman sekamarnya ini berani sekali! Berani-beraninya melakukan hal seperti ini di tengah malam!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Nur sering dipandang sebelah mata oleh keluarga suaminya, Andi, karena latar belakangnya yang sederhana. Luka hati akibat hinaan tersebut memicu tekad kuat dalam diri Nur untuk membangun bisnis sendiri dari nol. Kerja kerasnya membuahkan hasil hingga ia menjadi pengusaha sukses yang bergelimang harta. Namun, di puncak kejayaan materi yang telah ia raih, Nur justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan dari orang yang ia percayai.
Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Dalam kondisi hamil tua, mobilku ditabrak truk secara sengaja. Saat sekarat, aku menghubungi suamiku, Kian, namun ia justru mengabaikanku demi keluhan sakit kepala Florence. Pengkhianatan itu berujung tragis: bayi kami tewas dan kakakku kehilangan karier pianisnya selamanya. Kini, duka berubah menjadi amarah yang membara. Kian menganggap kami sampah, namun ia tak sadar bahwa kami akan bangkit dari kehancuran ini untuk menuntut balas atas semua penderitaan kami.
Sampul Novel Hello Wife The Tyran CEO!
8.5
Ellina tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keluarga dan kekejaman suami dinginnya. Dipenuhi dendam atas takdir pahit tersebut, ia mendadak bangkit kembali ke masa sebelum pertunangan dimulai. Ellina bertekad memutus hubungan dengan keluarga angkatnya dan menjauhi pria yang dulu menghancurkannya. Namun, sang CEO tirani justru terobsesi padanya. Meski Ellina mencoba lari, pria itu siap melakukan segala cara demi mengurung dan mengikatnya selamanya dalam genggaman.
Sampul Novel Jangan salahkan aku minta cerai
8.1
Elsa menyadari Thomas memiliki keluarga rahasia dengan mantan kekasihnya. Meski berjuang keras menjaga pernikahan dari pihak ketiga, Elsa akhirnya sadar bahwa cinta yang pudar tak bisa dipaksakan. Ia pun memilih mundur dan melepaskan suaminya demi ketenangan batin. Di tengah kesendirian, seorang pria baru hadir mengusik hatinya. Kini Elsa bimbang, haruskah ia memulai lembaran baru atau menerima kembali suaminya yang tiba-tiba menyesal dan ingin bertobat?
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Piona, mahasiswi sastra tingkat akhir berusia 21 tahun, terjerat dalam pernikahan mendadak demi menyelamatkan ekonomi keluarganya. Namun, rahasia besar masih menyelimuti alasan di balik perjodohan ini. Situasi kian pelik saat calon suaminya ternyata adalah kakak kelas masa SMA yang sangat ia benci. Dulu, pria tampan itu selalu memicu pertengkaran hebat dengannya. Kini, takdir memaksa dua musuh bebuyutan ini bersatu dalam ikatan suci yang penuh ketegangan.
Sampul Novel Keputusasaan Wanita Desa
9.5
Kehidupan seorang janda muda berubah menjadi penuh siksaan batin sejak kepergian mendiang suaminya. Di tengah kesunyian malam, ia terus didera oleh hasrat fisik yang membara dan sulit dikendalikan. Karena tidak tahan lagi menghadapi kecanduan tubuh yang menyiksa ini, ia akhirnya memberanikan diri menemui seorang dokter desa untuk mencari pengobatan medis. Namun, keputusan berkonsultasi tersebut justru berujung pada sebuah peristiwa tak terduga yang dilakukan oleh sang dokter.