Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Majikanku, Perusak Rumah Tanggaku

Majikanku, Perusak Rumah Tanggaku

Leonel terjebak obsesi mendalam pada Nayara, istri dari koki terbaiknya, Arvino. Sejak pandangan pertama di pesta pernikahan mereka, Leonel tak mampu melupakan pesona Nayara. Ia mulai memanipulasi jadwal kerja Arvino demi mendekati sang wanita. Meski telah menikah selama lima tahun dengan Carissa, Leonel tak lagi peduli. Hasratnya pada Nayara mengalahkan segalanya. Akankah Nayara tetap setia, atau justru terjerat dalam rayuan majikan suaminya yang licik?
Bab
Bagikan

Bab 2

Keheningan yang terjadi antara Nayara dan Leonel malam itu bukanlah hal yang mudah untuk dipahami. Begitu mereka kembali ke meja makan bersama Arvino, segala sesuatunya tampak biasa. Senyum Nayara yang selalu hangat untuk suaminya kembali muncul, begitu juga dengan Arvino yang tampak begitu polos, tidak sadar akan ketegangan yang terjadi di antara mereka.

Namun, meski tampaknya tidak ada yang berubah, dalam hati Nayara, segala sesuatunya terasa mulai bergeser. Ada sesuatu yang tak terucapkan, sebuah ancaman yang mengendap di antara mereka, yang disadari hanya oleh Leonel dan dirinya sendiri. Nayara berusaha keras untuk mengalihkan pikirannya, tetapi ada sesuatu dalam tatapan Leonel yang begitu tajam, begitu mendalam, yang terus mengusiknya.

Ketika pertemuan itu berakhir, Nayara merasa lega, meskipun rasa cemas itu masih menyelimuti hatinya. "Kita sudah selesai untuk hari ini, kan?" Nayara bertanya kepada Arvino dengan senyum yang berusaha tetap tenang.

Arvino mengangguk, tidak mencurigai apapun. "Ya, kita sudah selesai. Terima kasih sudah membantu Leonel dengan ide-ide menu baru."

Nayara hanya mengangguk, berusaha terlihat seolah semuanya baik-baik saja. "Tentu, senang bisa membantu."

Setelah mereka berpisah dengan Leonel, perjalanan pulang terasa panjang. Nayara duduk di kursi samping mobil dengan pandangan kosong, memandangi jalanan yang gelap di luar. Arvino menyetir dengan tenang, tidak menyadari ketegangan yang melanda istrinya. Nayara menatap ponselnya yang tergeletak di pangkuannya. Tidak ada pesan baru, tidak ada panggilan yang perlu dijawab. Namun pikirannya terus terhantui dengan apa yang terjadi di restoran tadi malam.

Leonel, sang bos. Kekuatan yang begitu besar, tidak hanya dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam cara dia mempengaruhi orang di sekitarnya. Nayara tahu betul, siapa pun yang berada di dekat Leonel tidak bisa menghindari caranya untuk membuat orang merasa seolah-olah mereka adalah pusat dunia. Panggilan dari Leonel bukan sekadar undangan untuk membahas bisnis, itu adalah undangan untuk permainan yang lebih berbahaya-sebuah permainan yang belum tentu bisa dimenangkan dengan mudah.

"Sayang, kamu terlihat capek," Arvino berkata sambil menatap sekilas ke arah Nayara. "Mungkin kamu butuh istirahat."

Nayara tersenyum lemah. "Aku baik-baik saja, sayang. Hanya sedikit lelah dari hari yang panjang."

Sesampainya di rumah, Nayara segera masuk ke kamar mereka, bergegas menanggalkan pakaian kerjanya dan menggantinya dengan piyama yang nyaman. Ia berdiri di depan cermin, menatap refleksinya. Mata yang sedikit lelah, wajah yang terlalu lempeng untuk wanita muda sepertinya, dan bibir yang mulai terasa kering, membuatnya merasa semakin jauh dari dirinya yang sebenarnya. Sesekali, pikirannya melayang kembali pada Leonel-pada tatapan tajamnya, pada cara dia berbicara seolah tidak ada yang bisa menghalangi keinginannya.

Nayara merasakan sesuatu yang berbeda dengan dirinya sendiri. Tidak hanya ketertarikan fisik, bukan hanya daya tarik yang tercipta dalam pertemuan mereka. Ada sesuatu yang lebih gelap. Sesuatu yang tidak ingin dia akui, namun selalu mengusik kesadarannya. Leonel bukan sekadar lelaki biasa. Dia adalah seseorang yang tahu bagaimana cara memanfaatkan kelemahan orang lain, bagaimana cara menarik seseorang ke dalam jaringnya tanpa mereka menyadarinya.

Keesokan harinya, di restoran,

Leonel berdiri di meja makan utama, meninjau pesanan yang masuk untuk hari itu. Pikirannya penuh dengan pertanyaan-apakah Nayara akan datang lagi? Apakah dia bisa lebih dekat dengan wanita itu? Setiap kali Nayara memasuki ruangannya, Leonel merasa ada yang menarik di dirinya. Seperti magnet yang tak bisa dia hindari. Setiap gerakan Nayara, setiap senyuman kecil yang ia berikan, membuat Leonel semakin terperangkap dalam obsesi yang tak bisa dia lepaskan.

"Leonel, apa ada yang salah denganmu?" Arvino bertanya dari belakang, menyadarkannya dari lamunan yang mendalam.

Leonel tersenyum tipis, mencoba menutupi kegelisahannya. "Tidak ada yang salah, Arvino. Aku hanya memikirkan beberapa ide untuk memperluas restoran ini."

Arvino mengangguk, tampaknya tidak terlalu curiga. "Ah, itu ide yang bagus. Aku senang kamu begitu terlibat dalam bisnis ini."

Namun, Leonel tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Nayara. Wanita itu tidak hadir hari itu, dan Leonel merasa gelisah. Ada yang hilang, dan dia tahu, hanya Nayara yang bisa mengisi kekosongan itu. Dalam pikirannya, semakin hari, semakin jelas bahwa dia tidak bisa hanya membiarkan ini menjadi perasaan sesaat. Ini bukan sekadar ketertarikan fisik. Ini adalah kebutuhan untuk memilikinya.

Petang hari, Leonel akhirnya memutuskan untuk menghubungi Nayara. Tentu saja, dia harus berhati-hati. Mengingat hubungan Nayara dengan Arvino, dan kedudukannya sebagai bos dari suaminya, dia tahu langkah yang salah bisa berakhir buruk. Tetapi hati Leonel tidak bisa tenang. Tangan kanannya menggenggam ponsel dengan erat, dan pesan itu akhirnya ia kirimkan. Sederhana saja, namun cukup jelas.

"Nayara, ada hal penting yang ingin aku diskusikan. Aku rasa kita perlu berbicara lebih banyak tentang menu yang akan datang. Bisakah kita bertemu lagi? – Leonel."

Tidak butuh waktu lama bagi Leonel untuk menerima balasan. Nayara menjawab dengan singkat, tetapi cukup untuk membuatnya merasa bahwa ini bukan akhir dari semuanya.

"Tentu, Leonel. Aku bisa datang nanti sore."

Leonel menatap ponselnya untuk sesaat, senyum tipis mengembang di wajahnya. Perasaan itu kembali, sensasi yang sama seperti pertama kali bertemu Nayara-adrenalin, hasrat, dan sedikit ketegangan. Ini akan menjadi pertemuan yang akan mengubah segalanya.

Sore itu,

Nayara datang ke restoran, mengenakan gaun simpel yang tetap membuatnya terlihat elegan. Leonel menyambutnya dengan senyum yang lebih nyata, lebih dalam. Mereka duduk di sudut restoran yang lebih sepi, jauh dari gangguan.

"Nayara, terima kasih sudah datang. Aku ingin membahas lebih dalam tentang menu spesial. Aku pikir, kita bisa menciptakan sesuatu yang benar-benar unik untuk restoran ini." Suara Leonel terdengar lebih rendah dari biasanya, dan ada kesan bahwa pembicaraan ini lebih dari sekadar soal makanan.

Nayara menatapnya dengan hati-hati. "Aku senang bisa membantu. Apa yang kamu pikirkan?"

Leonel memiringkan tubuhnya sedikit lebih dekat, tatapannya semakin tajam. "Aku pikir... kita bisa lebih dari sekadar teman kerja, Nayara. Aku rasa kamu tahu itu."

Nayara terdiam, sesaat membeku, merasakan ketegangan yang tidak bisa dihindari. Langkah ini terlalu berbahaya, tapi dalam dirinya, sebuah perasaan yang tak bisa diajelaskan mulai muncul. Itu adalah godaan yang lebih kuat dari apapun yang pernah dia rasakan.

apakah Nayara akan mampu bertahan dari godaan Leonel, atau apakah dia juga terjatuh dalam permainan yang telah Leonel atur sejak awal?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta CEO dalam Jebakan
8.5
Gabriella, gadis yatim piatu yang malang, kehilangan rumah warisannya akibat penggusuran paksa oleh Perusahaan Quebracha. Saat menuntut keadilan pada sang CEO, Max Evans, sebuah insiden tragis justru merampas kehormatannya. Alih-alih merasa bersalah, Max menuduh Gabriella sebagai wanita bayaran yang sengaja menjebaknya demi uang. Di tengah kebencian dan tuduhan palsu, mampukah keduanya menyadari bahwa ada dalang yang sedang mengadu domba mereka?
Sampul Novel Hot Desire Mr. Thompson
9.4
James tidak menyangka jatuh hati pada pandangan pertama saat menikahi Elvira melalui perjodohan. Kecantikan Elvira dan momen malam pertama mereka di dalam limosin membuat James terobsesi. Namun, Elvira bahkan tidak menyadari kekayaan suaminya yang luar biasa. Bahtera rumah tangga mereka segera diuji oleh berbagai rintangan besar, terutama saat mantan kekasih James muncul kembali. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi gangguan orang ketiga?
Sampul Novel Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
8.7
Tiga tahun menikah tanpa cinta, Becky diceraikan Rory Arsenio setelah difitnah menyebabkan keguguran Berline. Alih-alih tunduk memohon maaf, Becky memilih berpisah. Keluarga Arsenio terkejut saat tahu Becky adalah pewaris kaya raya, bukan wanita materialis. Rory yang kini terpesona mulai mengejarnya kembali, namun Becky telah berubah menjadi sosok mandiri yang sulit digapai. Di tengah upaya Rory menebus kesalahan, akankah Becky luluh atau memilih pria lain?
Sampul Novel Kill Me, Love Me
9.4
Fajar adalah pemilik perusahaan teknologi yang menyembunyikan rahasia besar mengenai kondisi kepribadian gandanya. Meskipun ia memiliki kekasih bernama Mariska, hanya Indira yang mengetahui kebenaran tersebut. Kedekatan yang terjalin antara Fajar dan Indira memicu benih cinta yang rumit, di mana ketiga kepribadian Fajar justru jatuh hati pada Indira. Di tengah konflik batin ini, mampukah Indira menyembuhkan Fajar? Siapa yang akhirnya akan dipilih oleh hati Fajar?
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Almira Devara terpaksa akan dinikahkan ayahnya dengan juragan desa demi melunasi hutang. Selina, sahabatnya yang kaya, merasa iba dan meminta ayahnya sendiri, Diran Mahendra, untuk menikahi Almira. Meski awalnya enggan, duda sukses itu setuju demi menolong Almira. Kini, Almira harus menjalani rumah tangga dengan pria yang jauh lebih tua. Di sisi lain, Diran masih menutup hati akibat trauma masa lalu. Bisakah cinta tumbuh di antara mereka?