Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mahligai yang Ternodai

Mahligai yang Ternodai

Kehidupan rumah tangga Nazwa yang semula terasa begitu sempurna mendadak hancur saat ia mengetahui perselingkuhan suaminya. Meski dikhianati, Nazwa memilih bersabar dan bertahan hanya demi ibadahnya kepada Allah. Namun, luka lama kembali terbuka ketika sang suami justru mengulangi kesalahan fatal yang sama. Di tengah rasa sakit yang mendalam, mampukah Nazwa tetap mempertahankan mahligai pernikahannya ataukah ia akhirnya menyerah pada keadaan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tubuh Reza yang berdarah-darah di atas brangkar di dorong oleh beberapa tenaga medis untuk di bawa ke ruang IGD. Nazwa mengiringi brangkar suaminya sambil menangis sampai ke depan ruang. Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya Nazwa memutuskan membawa suaminya ke rumah sakit. Dengan tangan gemetar, dia menelepon Mama mertuanya, Rissa.

"Assalamu'alaikum, Ma. Halo, Ma ...." Kesedihan Nazwa malah menjadi, bibirnya ikut bergetar. Pikirannya kalut sekarang.

"Ada apa, Nazwa? Kenapa kamu menangis?" Suara sang ibu mertua terdengar heran.

"Mas Reza, Ma." Suara Nazwa melemah, berasa tak sanggup mengatakannya. Sedih dan takut bercampur satu.

"Reza kenapa?" Suara sang ibu mertua lalu berubah khawatir.

"Mas Reza kecelakaan. Dan sekarang masuk rumah sakit." Nazwa lalu terduduk di kursi yang ada di depan ruangan itu.

"Apa? Bagaimana bisa? Rumah sakit mana? Kamu sendlok di WA ya biar Mama ke sana sekarang."

Sambungan telepon terputus. Nazwa mengirimi ibu mertuanya alamat rumah sakit tempat Reza dirawat sambil menangis.

Perasaannya sekarang sulit didiskripsikan. Baru saja dia memergoki suaminya berselingkuh. Perasaannya hancur lebur. Sedih dan benci menjadi satu. Di saat yang sama, dia juga menyaksikan suaminya kecelakaan. Tentu dia tidak sejahat itu untuk membiarkan suaminya walau hatinya kini tersakiti.

"Ya Allah kenapa jadi begini?"

Dalam tangisnya tiba-tiba dia teringat wajah perempuan itu. Perempuan tidak asing yang bermesraan dengan suaminya.

Dari lama, Nazwa sudah mencurigai suaminya berselingkuh. Namun, dia tak punya bukti untuk membenarkan dugaannya. Dia pun masih berusaha mengingkari instingnya. Sampai kejadian hari ini pun terjadi. Allah memberi petunjuk.

"Benar dugaanku selama ini, Mas. Kamu memang berselingkuh. Padahal aku masih berusaha untuk nggak mempercayai instingku. Ternyata instingku bener. Tapi kamu masih berusaha untuk menyangkal. Sakit sekali hatiku, Mas."

Nazwa bicara sendiri sambil menangis terisak. Bayang-bayang adegan kemesraan itu terus membayangi seolah menari di pelupuk mata. Tak tergambarkan rasa sakit hatinya.  "Dan Nabila. Kamu ... Aku nggak nyangka, kamu orangnya ...." Nazwa memang menduga Reza selingkuh, tapi dia tak menyangka kalau selingkuhannya itu adalah mantan suaminya yang dia kenal baik selama ini.

Derit pintu yang terbuka menyadarkan Nazwa. Sontak dia mengusap air matanya dan berdiri menyambut dokter yang keluar dari ruangan.

"Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya Nazwa dengan rasa khawatir. Nazwa berharap suaminya baik-baik saja, namun, raut wajah sang dokter yang terlihat muram menunjukkan sebaliknya.

"Kecelakaan yang dialami suami Ibu memang cukup serius."

Dari kalimat itu saja, Nazwa tahu seberapa buruk keadaan suaminya.

"Benturan di kepala yang beliau alami sangat keras  sehingga mengalami cedera dan pendarahan di otak. Beruntung kepalanya tidak pecah," jelas sang dokter.

Nazwa sontak menutup mulut. "Astagfirullahal'adzim. Ja-jadi, bagaimana solusinya, Dok?"

"Solusi terbaik adalah kita akan lakukan operasi di kepalanya."

Mata Nazwa kembali terasa memanas. "Operasi? Ta-tapi a-apa dengan cara itu suami saya pasti akan sembuh, Dok?"

"Insya Allah, Bu. Ibu berdoa saja. Dan kami akan berusaha semaksimal mungkin. Selain itu Pak Reza juga membutuhkan tiga kantong darah untuk persiapan."

Nazwa mengangguk. "Baik, Dok. Akan saya usaha siapkan secepatnya."

Pak Dokter balas mengangguk. "Kalau begitu saya permisi dulu."

"Terima kasih, Dok."

Sepeninggal dokter, Nazwa kembali terduduk di kursi. Memegangi dadanya yang terasa sesak luar biasa. "Ya Allah ...." Masalah tak terduga yang bertubi-tubi menderanya juga membuat kepalanya pening.

"Nazwa!" Suara familier itu terdengar lantang di lorong rumah sakit. Nazwa spontan mendongak. Seorang wanita paruh baya mendatanginya tergesa-gesa. Derap sepatu yang bersentuhan dengan ubin terdengar menggema.

"Mama." Nazwa berdiri menyambut sang mertua.

"Bagaimana keadaan Reza? Apa yang sebenarnya terjadi?" Ekspresi ibu mertuanya terlihat khawatir.

"Kata Dokter Mas Reza mengalami cedera, Ma. Harus di operasi." Nazwa memberitahu sambil menangis. "Dia juga membutuhkan tiga kantong darah."

"Ya ampun! Kenapa ini bisa terjadi Nazwa? Ceritakan ke Mama! Kamu ada di lokasi suamimu kecelakaan, kan? Kalau nggak bagaimana kamu bisa tahu soal ini lebih dulu?!"

Nazwa agak terkejut melihat reaksi sang ibu mertua yang tak biasa. Dia jadi tergugup.

"Kenapa kamu diam, Nazwa? Jelasin ke Mama!" 

Nazwa kian takut melihat tatapan Mama terhadapnya yang kini berbeda dari biasanya. Sepertinya Mama mertuanya benar-benar marah padanya. Apa yang harus dirinya katakan? Apa dia harus mengatakan yang sebenarnya? Tapi tidak. Nazwa tidak mau Mama tahu dulu soal perselingkuhan itu.

"Maafin aku, Ma." Nazwa lalu menangis. "Ini salahku."

"Salah kamu bagaimana maksudnya?!" Rissa melotot membuat Nazwa makin takut.

"Tadi kami sempat berantem karena hal sepele. Lalu aku ngambek dan lari. Mas Reza berusaha bujuk aku dan mengejarku yang nyebrang jalan sampai akhirnya Mas Reza ...." Tangis Nazwa menjadi. Dia tak mampu melanjutkan ucapannya.

"Jadi ini semua gara-gara kamu?!"

"Maafin aku, Ma." Nazwa meraih tangan Mama Rissa namun sang mertua menepisnya.

"Bisa-bisanya ya kamu ngambek hanya gara-gara hal sepele dan biarkan Reza ngejar kamu sampai tertabrak mobil? Kalau sampai terjadi apa-apa sama Reza, kalau sampai Reza nggak bisa disembuhkan, Mama nggak akan maafin kamu!"

Nazwa terkesiap. Baru kali ini dia melihat Mama Rissa semarah itu padanya. Masalah ini sepertinya memang fatal akibatnya.

'Seandainya Mama tahu kelakuan anaknya yang sebenarnya apa Mama Rissa tetap membelanya? Apa Mama Rissa tetap menyalahkanku?'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Become True
9.2
Gadis berlesung pipi itu tertegun saat sebuah suara berat yang sangat ia rindukan tiba-tiba memanggilnya. Meski air mata kembali membasahi pipinya dengan deras, kali ini ada binar kebahagiaan yang terpancar. Sosok yang selama ini ia nantikan dalam doa dan harapan akhirnya benar-benar berdiri tepat di hadapannya. Pertemuan tak terduga ini membawa kembali kenangan lama yang sempat hilang. Dia telah kembali, mewujudkan segala impian yang selama ini dipendam.
Sampul Novel Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
8.6
Haera merenungkan filosofi Peter Pan yang mampu memberi kebahagiaan bagi Wendy namun tak bisa memilikinya, layaknya idola kepada penggemar. Saat diskusi beralih pada sosok Tinker Bell, sang sahabat setia, sebuah pemikiran baru muncul di tengah proses penulisan ceritanya. Haera menyadari bahwa meski Peter Pan tak bisa meraih Wendy, Tinker Bell akan selalu ada di sisinya. Sebuah kisah tentang kesetiaan dan perasaan yang tersembunyi di balik bayang-bayang persahabatan.
Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)
9.2
Pasca kematian Alex Wolff di medan tempur, Katharine terpaksa menjadi orang tua tunggal bagi putra kecilnya. Di tengah duka, muncul Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat karib mendiang suaminya. Secara mengejutkan, Warren melamar Katharine dengan janji kebahagiaan. Demi masa depan sang anak, Katharine menerima pinangan pria asing tersebut. Namun, kecurigaan menyelimuti hatinya. Siapa sebenarnya Warren dan apa motif tersembunyinya?
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Kehancuran hidup Jovan dimulai saat ia kehilangan keluarga dan martabatnya. Sebuah surat misterius menyeretnya ke dalam pusaran dendam dan masa lalu yang kelam. Di tengah pelarian mencari jawaban, ia menemukan kekuatan untuk bangkit demi mengejar jejak istrinya yang menghilang. Ini adalah kisah perjuangan seorang lelaki yang harus melampaui batas kemampuannya demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan yang telah menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Kim Nana
9.7
Kim Nana terpaksa mengorbankan masa mudanya demi membesarkan sang adik setelah ditelantarkan orang tua mereka yang egois. Meski kini sukses berkarier, luka masa lalu mengubahnya menjadi sosok yang keras dan dingin. Beban hidup yang berat membuatnya mati rasa hingga menutup diri dari cinta pria mana pun. Mampukah Nana berdamai dengan masa lalunya dan memaafkan orang tuanya? Siapakah pria yang sanggup meluluhkan hatinya yang beku? Ikuti kisah perjuangan Nana di sini.
Sampul Novel My Baby
9.5
Kalla Rei memilih mengakhiri hubungan sebelum Romeo Evans mendepaknya demi sebuah taruhan. Mengetahui cinta Romeo hanyalah kepura-puraan, Kalla berusaha bangkit meski harus menanggung luka sendirian. Namun, menghapus jejak pria yang selalu ada di hidupnya bukanlah perkara mudah. Di sisi lain, Romeo justru terjebak dalam dilema besar saat sosok dari masa lalunya muncul kembali secara tak terduga, tepat ketika ia mulai memiliki tambatan hati yang baru.