Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Mafia In The Night

Mafia In The Night

William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Seorang polisi wanita datang lebih dahulu menghentikan aksi penyerangan ke dua genk yang selalu membuat onar itu. Willi datang kalah cepat. Dia menyaksikan bagaimana polisi wanita itu mampu menghentikan serangan demi serangan orang-orang yang baku hantam dengan tangan kosong itu.

Ada sekitar sepuluh orang polisi di sana. Namun komandannya itu seorang wanita, yang tidak tanggung-tanggung menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati. Rasa takut terluka itu mungkin sudah hilang dari dalam dirinya.

Willi harus mengakui kalau wanita itu sungguh sangat berani. Dia cukup kagum, baginya ini lawan yang tepat. Berbeda dengan posili pria yang hanya bisanya bermain senjata. Menembakkan senjata agar semua diam.

(Dorr)

“Hentikan atau peluru ini akan bersarang di salah satu kepala kalian!”

Tiga orang anak buah Willi tertangkap. Dan sebagiannya berhasil kabur. Ini saatnya dia memunculkan diri untuk membebaskan ke tiga anak buahnya. Topeng yang hanya setengah wajah itu langsung dipakai.

Dengan menggunakan motor tanpa berplat nomor, Willi menghadang mobil polisi itu tepat di depannya.

Mobil secara tiba-tiba di rem begitu kuat agar tidak sampai menabrak orang dan motor yang ada di hadapannya. Polisi wanita itu segera keluar dia sudah bersiap mengankat pistol dan mengarahkan pada Willi.

“Siapa kamu? Komplotan genk juga?” tanya polisi pria berkumis tipis.

Willi tidak menjawab sama sekali. Malam itu embusan angin begitu kencang, seakan-akan membantu Willi untuk membebaskan tiga anak buahnya yang tadi tertangkap. Dia amat yakin isi peluru dari pistol mereka hanya beberapa tembakan lagi. Tidak ada waktu untuk mengisi.

Dua mobil yang lain sudah hilang dari jalan yang berbelok itu. hanya ada dua polisi yang akan Willi hadapi.

Willi melempar smoke bomb yang membuat penglihatan mereka agak kabur. Saat itu dia segera melakukan aksinya untuk membebaskan mereka. Kunci borgol bahkan berhasil di curi. Dengan gerakan yang sangat cepat dia melakukannya.

“Pergilah! Di sana ada mobil yang menunggu...”

“Terima kasih Bos!”

(Dor)

Satu tembakan terdengar tapi tidak jelas dari pistol milik siapa. Asap itu mulai memudar, polisi pria menyadari kalau tawananya menghilang. Namun posisi Willi sudah berada kembali di posisinya tadi, tidak terlihat bergerak atau rasa cape. Deru napasnya normal tidak ada tanda-tanda orang yang telah bergerak atau berlari dengan cepat. Dia nampak tenang.

“Kita kehilangan ketiganya,”

“Mustasil!”

“Kamu kan yang melakukannya?”

“Kalaupun iya saya tidak akan mengaku. Perlu kalian tahu jangan ikut campur. Atau masalah akan selalu menghadang kalian,”

Willi dengan cepat menaiki kembali motornya. Dia melempar kembali smoke bombs agar menutupi lagi pandangan mereka. Suara mesin motor terdengar bersamaan dengan suara tembakan yang kedua.

(Dor)

Tembakan itu berhasil mengenai ban belakang motornya. Willi hampir saja terjatuh kalau dia tidak menyeimbangkan tubuhnya. Motor itu tidak berguna, dia tinggal begitu saja lalu berlari pergi.

Polisi wanita itu sama sekali tidak bisa di remehkan. Entah itu kebetulan atau memang polisi wanita itu ahli dalam yang namanya tembak menembak. Mustahil seseorang bisa dengan tepat menembak pada bagian bannya saja. Jika nasib tak mujur mungkin nyawa Willi telah melayang karena peluru itu.

“Itu motornya? Kamu sungguh luar biasa Adeline!” puji rekannya.

“Dia sudah kabur. Siapa dia? Kenapa memakai topeng?”

“Mungkin ketua genknya. Setidaknya kita bisa membawa motor ini sebagai barang bukti. Pasti ada sebuah petunjuk!”

“Tidak! Ini motor curian,”

“Apa? Kenapa kamu bisa seyakin itu?”

“Lihat!”

Tunjuknya pada sebuah stiker berlogo kepolisian Jerman.

“Kamu benar, mana mungkin dia anggota polisi...”

Dari kejauhan Willi masih mengamati kedua polisi itu, polisi wanita itu memang begitu terampil dan juga cakap dalam bekerja, dia cepat memahami kondisi yang sedang terjadi saat itu.

Mengangumkan!

Dia akan menjadi lawan sepadan untukku, gumamnya.

Dia kemudian berlari dengan jalan sedikit tertatih, meski tak sempat jatuh dari atas motor, tapi karena menahan tubuh agar tidak terjatuh kakinya sedikit terkilir.

Saat sampai gerbang rumah Willi melepas topengnya dengan sangat hati-hati. Dia segera menyembunyikan di balik kemeja sebelum bel rumah ditekan.

Setelah menunggu beberapa saat kemudian seorang wanita dengan rambut yang hampir memutih membukakan pintu. Malam itu Willi lupa membawa kunci cadangan. Terdengar suara kunci diputar, dorongan perlahan pada pintu berbahan kayu paling bagus di sana memerlukan tenaga ekstra karena cukup berat.

Pintu terbuka, seluas badan bisa masuk.

“Kenapa baru pulang jam segini? Apa kamu lembur?” tanya Rosemary.

“Ya seperti itulah Bu, sudah ya Willi masuk dulu. Sangat lelah untuk hari ini,”

“’Tunggu!” seru Rosemary.

Willi menoleh, dia takut jika di curigai dan dai tanya yang macam-macam.

“Iya ada apa Bu?” tanyanya ramah.

“Ada apa dengan cara berjalanmu?”

“Anu Bu! Tadi Willi terkilir saat menaiki tangga di kantor,”

“Ya sudah sini biar Ibu pijat agar tidak terasa sakit lagi,” tawarnya, segera Willi menolak, dalam pakaiannya pasti tercium bekas boom tadi itu hanya akan membuat Rosemary semakin banyak mengajukan pertanyaan nantinya. “Tidak usah Bu, tidurlah. Biar Willi memijatnya sendiri,”

“Tapi di mana motormu? Ibu tidak mendengar suara motor sama sekali tadi?”

Motor yang di bawa Willi saat bertemu dengan Flo tadi di tinggal di club mereka janjian, sedangkan motor tadi benar motor curian. Willi membawanya dari tempat parkir. Salah sendiri kuncinya dibiarkan tergantung begitu saja.

Siapa sebenarnya polisi wanita tadi? Baru melihatnya tapi dia tidak bisa di remehkan. Aku harus membuat Gon berhati-hati dari wanita itu dia berbahaya demi ukuran seorang polisi wanita, tekadnya.

“Bos apa kamu sudah sampai rumah dengan selamat?” Gon menghubunginya.

Willi sedang mengobati luka karena terjatuh dari motor tadi.

“Tenanglah, aku lolos tapi kalian hati-hati. Sebisa mungkin hindari poliai wanita itu!”

“Baik, selamat beristirahat,”

Rasa perih bercampur penasaran, tatapan polisi wanita itu mengingatkannya pada masa lalu. Tapi tidak mungkin dia menepisnya buru-buru. Anak kecil sangat penakut dan cengeng tidak mungkin dia jadi seorang polisi.

Willi membuka lembar buku lama sewaktu sekolah dulu, dia selalu menyimpannya dengan sangat rapi dan terjaga, termasuk secarik kertas di hari Ayahnya wafat. Masih dia simpan dan jaga sebagai bukti bagi pelaku sebenarnya.

Yang kini mungkin dia sedang bersenang-senang dan hidup mewah dengan apa yang bukan merupakan haknya.

Dia membuka lembar demi lembar buku bersampul warna biru itu secara perlahan dan sangat hati-hati karena kertasnya mulai rapuh… Penuh debu dan using, dia memandangi semua potret gambar diri dan rekan-rekannya waktu di sekolah dulu.

Pikirannya melayang, mengingat bagaimana dia dulu bertemu dengan anak cengeng itu, pikirannya tentang polisi yang diduga anak kecil itu langsung di hempaskan begitu saja.

“Tidak mungkin!” dia mengacak-acak rambutnya, melupakan rasa sakit pada sikutnya.

Fortsetzung...

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Damon menyadari keanehan dirinya sejak kecil akibat kutukan misterius. Ayahnya melarangnya bersosialisasi, namun ia tumbuh menjadi pemburu yang mematikan. Tanpa kehadiran serigala batin, Damon berubah menjadi sosok yang brutal dan menolak tanggung jawab sebagai Alpha. Segalanya berubah saat seorang putri cantik hadir di hidupnya. Demi melindunginya, Damon terpaksa merangkul takdir yang ia benci dan bangkit menjadi Alpha terkuat guna menjaga sang pujaan hati.
Sampul Novel Budak Nafsu 2
8.5
Kekaisaran Maxwell berada di ambang kehancuran akibat ulah putra-putra Alfons yang penuh masalah. Konflik cinta masa lalu memicu perang besar antar kelompok Mafia. Hubungan antara keluarga Maxwell dan Hansen pun terancam pecah menjadi pertumpahan darah setelah Fredrick Hansen menghirup udara bebas. Di tengah kekacauan dan dendam yang membara, hanya kekuatan cinta antara Alfons dan Ayu yang mampu meredam amarah serta menyatukan kembali faksi yang berseteru.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.7
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah mengonsumsi seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya sirna, digantikan kekuatan luar biasa, mata tembus pandang, dan daya ingat super. Berbekal kemampuan baru ini, Tirta sukses memajukan klinik kesehatannya. Namun, kesuksesan dan kehebatannya justru memicu persaingan sengit di antara para janda, primadona desa, hingga putri keluarga kaya yang kini saling berebut untuk menjadi pendamping hidupnya.
Sampul Novel Fatal
9.2
Esther terjebak dalam lingkaran penyesalan setelah insiden maut di masa lalunya merenggut nyawa seseorang. Kini, ia harus menanggung konsekuensi berat dengan menjalani pernikahan yang penuh penderitaan. Felix, kakak dari wanita yang tewas akibat kesalahannya, bertekad membalas dendam melalui ikatan tersebut. Esther pun terpaksa menerima peran sebagai istri yang disiksa demi menebus dosa besar yang pernah ia perbuat di bawah bayang-bayang amarah Felix.
Sampul Novel Mystical Item User
8.6
Main adalah pemuda lemah yang sangat sensitif terhadap cahaya matahari. Ia mengemban misi berat untuk kembali ke desa demi menghancurkan mustika ular hijau yang berbahaya. Namun, perjalanannya penuh rintangan saat ia harus bertarung melawan para pengguna piranti mistik. Main juga terjebak dalam berbagai konflik sengit melawan manusia dan makhluk gaib. Ia harus berjuang mencari informasi demi menemukan lokasi mustika itu dan menuntaskan tugasnya.
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Azzalyn kini bangkit demi menuntut keadilan atas penderitaan dirinya dan sang ibu. Setelah kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuhnya, rasa takutnya telah sirna dan berganti menjadi api dendam. Ia pun terkejut saat mengetahui bahwa ayahnya ternyata masih hidup, meski masa lalu kelam menyelimuti kenyataan itu. Di tengah badai masalah yang terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk bertahan dan membalas setiap perbuatan jahat mereka.