Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Hidup Ara hancur saat Revan menjatuhkan talak akibat fitnah kejam. Revan menuduh Ara mencoba membunuh Mayang yang sedang hamil hingga pendarahan, meski Ara tak tahu asal obat di kamarnya. Revan yang murka lebih memilih menceraikan Ara dan mengancam melaporkannya ke polisi. Di balik kebencian Revan, ada misteri besar tentang siapa dalang sebenarnya di balik keguguran Mayang. Akankah kebenaran terungkap saat pengorbanan Ara justru dibalas penghinaan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam semakin larut, Revan biasanya akan menghubungi Mayang sebelum tidur. Kali ini tidak, ia butuh menenangkan hati. Tidak semudah itu melepaskan seorang Mayang Mandasari. Rumah yang dibelinya beberapa waktu lalu di sebuah pinggiran Kota Jakarta bersama dengan Mayang akan diberikan untuk gadis yang namanya akan selalu di hatinya.

Hingga pagi menjelang, Revan sama sekali tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Rasa kantuknya hilang, entah menguap kemana. Bayangan air mata Mayang menghantuinya ketika nanti harus mengatakan sebuah kejujuran; dirinya dijodohkan.

"Pagi semua," sapa Adhyatsa saat semua sudah berkumpul di meja makan untuk makan pagi bersama. 

Kali ini Murni ikut duduk bersama dengan merak semua. Linda dan Santi tampak jijik menatap ke arah kakak iparnya. Revan paham dengan arti tatapan kedua tantenya. Tangan Murni mencekal lengan putra semata wayangnya; memberikan kode agar tidak membuat masalah pagi ini.

"Baik, karena sudah berkumpul, maka saya akan mengumumkan sesuatu. Minggu depan, kita akan kedatangan keluarga Haris Manggala. Jadi, Revan, kamu harus sudah putuskan hubungan dengan anak babu itu! Saya akan menepati janji ketika kamu sudah memutuskan hubungan dengan anak babu itu!" Tatapan tajam seperti pedang menghunus tepat ke arah Murni dan Revan. "Kamu bersedia? Jika tidak, Bunda kamu akan tetap menjadi babu di rumah ini," lanjutnya dengan sombong.

Revan menghela napas dengan kasar. Tidak bisa menerima ucapan Kakeknya. Ia tidak habis pikir, mengapa hingga saat ini Adhyatsa masih saja membenci sang bunda. Kebencian yang tidak berdasar.

"Baik." Revan hanya menjawab singkat dan dingin ucapan Adhyatsa. Saya pergi kerja dulu," lanjutnya sambil beranjak hendak meninggalkan meja makan.

Revan berangkat ke kantor tanpa sarapan terlebih dahulu. Rasa laparnya mendadak hilang seketika. Muak dengan sikap sang kakek yang otoriter dan selalu merendahkan sang Bunda. Baginya, Bunda adalah wanita yang paling baik.

Sesampainya di kantor, semua karyawan mengangguk sebagai rasa hormat pada calon pewaris perusahaan ini. Revan--cucu Adhyatsa yang sikapnya sangat dingin itu disegani oleh banyak pihak tanpa kecuali. Tangan dinginnya saat mengerjakan tender dengan berbagai perusahaan selalu mendatangkan hasil. Baru kali ini saja Adhyatsa Group mengalami kemerosotan tajam.

"Hardi, tolong semua berkas yang harus saya tanda tangani bawa ke meja saya, sekarang!" Revan memerintah sekretarisnya yang sudah bekerja selama satu tahun belakangan. 

Revan sengaja mencari sekretaris laki-laki karena mereka tidak akan menyusahkan. Bukan karena kelainan seksual yang dideritanya seperti berita yang entah datang dari mana. Dulu, Anggi--sekretaris Revan selalu saja merepeotkan. Mulai baju yang terbuka bagian dada dan paha dan betapa leletnya pekerjaan wanita itu.

Hingga Revan memutuskan untuk memberhentikan kerja wanita itu. Hardi dengan sigap mengambil semua berkas yang harus dipelajari oleh Revan dan mengekor di belakang calon pewaris perusahaan ini. Hardi tidak banyak bicara saat, ia lebih banyak bekerja dan hasilnya selalu memuaskan Revan. 

"Baik, Pak," jawab Hardi yang sudah membawa tumpukan berkas yang diinginkan oleh Revan.

"Oh, ya, bagaimana kontrak kerja sama kita dengan Cakra Buana?" tanya Revan dengan nada dingin.

"Mereka belum memutuskannya, Pak. Ada kemungkinan tawaran kerja sama kita ditolak oleh Pak Bima." Hardi sangat takut saat menyampaikan informasi ini.

Revan berhenti sejenak. Ia harus mencari cara agar beberapa perusahaan mau bekerja sama dengan Adhyatsa Group. Mereka kalah saing dalam hal modal dan banyak perusahaan besar meragukan perusahaan milik kakeknya itu. Hardi sangat takut karena pagi ini raut wajah Revan sangat suram. 

"Baiklah. Biar aku cari cara lagi untuk meyakinkan mereka. Kamu bisa kembali untuk bekerja," kata Revan saat hendak masuk ke ruangan kerjanya. 

Waktu sudah semakin mendesak. Tagihan bank juga tidak bisa ditunda lagi. Banyak karyawan yang meminta haknya untuk gaji dua bulan. Mendadak kepala Revan berdenyut nyeri. 

Tidak ada pilihan lain kecuali setuju dengan apa yang dikatakan oleh sang kakek. Minggu depan, ya, minggu depan mereka akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Haris Manggala. Revan sama sekali tidak punya pilihan. Rencananya akhir pekan ini akan ke Bandung untuk menemui Mayang. 

"Selamat siang, Pak. Ada tamu yang menunggu di luar. Bolehkah diizinkan masuk?" Hardi tiba-tiba saja masuk ke dalam ruang kerja Revan saat ini.

"Kamu bisa ga sih ketuk pintu dulu! Ga sopan! Aku sibuk ga bisa terima tamu dari mana pun!" Revan sedang tidak ingin diganggu saat ini.

"Tapi, mereka dari perusahaan Cakra Buana. Ada perwakilan mereka yang hendak bertemu dengan Bapak sekarang," kata Hardi sambil memberikan informasi pada Revan.

Revan meletakkan penanya di atas meja dengan kasar. Moodnya sedang turun naik. Seolah takdir sedang mempermainkannya saat ini. Sama sekali tidak mempunyai pilihan lain.

"Minta masuk mereka. Atau di ruang khusus tamu saja," kata Revan sambil beranjak dari kursi kebesarannya itu.

"Ba-baik, Pak." Hardi segera menemui utusan sari Cakra Buana Group.

Revan segera menuju ke ruang khusus tamu. Ia sudah bisa menduga jika Pak Naga--utusan dari Cakra Buana akan memberikan kabar buruk kali ini. Revan hanya perlu mempersiapkan diri saja saat ini. Gagal bekerja sama dengan mereka akan membuat perusahaan ini semakin terpuruk. 

"Selamat siang Pak Revan," sapa Pak Naga dengan ramah.

Revan menyambut uluran tangan Pak Naga dan mempersilakan laki-laki dengan kisaran usia tiga puluh tahun itu untuk duduk. Naga adalah anak dari pemilik perusahaan Cakra Buana. Entah apa yang membuatnya datang ke kantornya saat ini.

"Jadi?" tanya Revan langsung pada pokok permasalahannya.

"Tenang, Bro, ga usah terlalu formal. Kedatanganku saat ini, hanya ingin menawarkan kerja sama. Ya, kerja sama kita memang hampir gagal. Tapi, aku berubah pikiran. Gimana kalo kita bagi hasil enam puluh dua untuk Cakra dan sisanya untuk Adhyastsa? Lumayanlah agar perusahaan ini ga langsung bangkrut," kata Naga sambil tersenyum jumawa merasa bisa menekan perusahaan kakek Revan ini.

Dada Revan kembang kempis mendengar ucapan Naga. Sebuah penghinaan terselubung. Membalut penghinaan dengan embel-embel kerja sama yang membuatnya muak. Orang-orang seperti Naga memang tidak layak untuk diajak kerja sama.

"Maaf, saya tidak bisa. Jika ada keuntungan maka pembangiannya harus adil. Lima puluh-lima puluh. Bukan seperti yang Anda sebutkan tadi. Tidak apa perusahaan ini gagal mendapatkan tender dari perusahaan Cakra Buana. Sukses selalu," kata Revan dengan dingin dan sambil beranjak pergi dari ruang tamu perusahaan.

Naga tidak terima dengan perlakuan dan sikap Revan yang dianggapnya tidak sopan. Bocah ingusan yang sok pandai! Naga memang mempunyai tujuan jahat; membuat perusahaan Revan bangkrut secara perlahan. Caranya dengan mengubah pembagian hasil keuntungan bersama. 

"Tunggu! Penolakanmu dengan sombong akan mempersulit keadaan perusahaan ini. Ingat, pengaruh Cakra Buana sangat besar saat ini!" Naga mencekal lengan Revan dengan kasar.

Revan segera melepaskan cekalan tangan Naga dengan cepat. Ia menatap tajam ke arah Naga yang saat ini sedang merasa di atas angin. Lihat saja besok dan seterusnya, Revan akan membuat perusahaan milik keluarga Naga akan bertekuk lutut di bawah kaki perusahaan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah hanyalah gadis sederhana yang menjalin kasih dengan Krisna, seorang pria dari kalangan bangsawan. Namun, hubungan mereka terhalang restu ayah Krisna karena perbedaan keyakinan serta status sosial yang sangat kontras. Demi mempertahankan cintanya, Krisna nekat melawan kehendak sang ayah dan memilih pergi menjauh bersama Aisyah. Apakah perjuangan mereka mampu meluluhkan hati sang ayah hingga restu akhirnya diberikan bagi masa depan mereka berdua?
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania adalah pengacara berani yang rela bertaruh nyawa demi keadilan. Ia kerap berselisih dengan Yudi, pria dingin yang telah menjadi rivalnya sejak kecil. Meski selalu menolak dijodohkan, takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan pertunangan rahasia dari orang tua mereka. Di tengah gejolak benci dan cinta, Tania harus menghadapi bahaya besar saat melawan Wijaya, konglomerat kejam di balik kasus perdagangan manusia. Akankah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Ciuman Ular Berbisa: Balas Dendam Seorang Istri
8.6
Leo nyaris tewas terpanggang di mobil, namun Bramantyo justru lebih peduli pada kendaraan klasiknya daripada nyawa putranya. Pengkhianatan terungkap saat sang istri tahu dirinya hanya alat untuk memicu kecemburuan Saskia. Meski telah menggugat cerai, ia terus disiksa hingga perusahaan dicuri dan nyawanya terancam oleh gigitan ular berbisa. Kini, amarahnya meluap. Ia bangkit dari ambang maut untuk menuntut balas atas segala kekejaman suami dan saudara tirinya.
Sampul Novel Kabut Cinta Riana
9.2
Riana yang cantik jelita harus menelan pil pahit saat harapannya hancur berkeping-keping. Sang kekasih justru memilih wanita lain, meninggalkan luka mendalam yang mengubah hatinya menjadi sedingin es. Meski dikhianati, ia terus berjuang dengan ketabahan dan pengorbanan yang luar biasa. Akankah ketulusan Riana mampu menyibak kabut duka dan menuntunnya menemukan cinta sejati yang selama ini ia dambakan di tengah dinginnya kesendirian?
Sampul Novel Melawan Suamiku & Selingkuhannya
9.7
Clara hancur saat memergoki Reno berselingkuh dengan Nadia. Di tengah luka mendalam, ia bertekad menghancurkan mereka dengan bantuan Damar, pria penuh kuasa yang selama ini ia hindari. Meski setiap langkah pembalasan terasa menyakitkan, Clara tak peduli demi melihat para pengkhianat menderita. Namun, rencananya terancam kacau saat perasaan lama pada Reno kembali mengusik. Mampukah Clara menuntaskan dendamnya di tengah gejolak batin yang menyiksa?
Sampul Novel Menghancurkan Keluarga Suaminya untuk Membalas Dendam
9.5
Lima tahun Dinah Flynn setia pada Jeffrey Scott meski ditentang banyak orang. Ia sangat terobsesi pada ketampanan suaminya hingga rela memaklumi perselingkuhan Jeffrey yang terang-terangan. Namun, kecelakaan tragis saat Jeffrey bersama selingkuhannya mengubah segalanya karena wajah pria itu hancur secara permanen. Tanpa ragu, Dinah pergi meninggalkan Jeffrey yang kini cacat. Saat Jeffrey memohon penjelasan, Dinah hanya meratapi sosok di masa lalu yang kini telah tiada.