
Madu Cinta Sang Ceo
Bab 3
Hingga sosok wanita itu masuk ke dalam mobilnya “ berisik sekali membangunkan orang sekampung saja” omel putri ketika dia sudah duduk dan memasang sefty bellnya
Raja menatap tajam ke arah gadis itu “ kau yang membuatku melakukannya keluar lama sekali aku kira kau akan terlihat berbeda rupanya sama saja, sama persis dengan upik abu bahkan pembantu pembantu di rumah ku jauh lebih cantik” hardik raja dengan senyum piciknya
“ nikahi saja pembantumu untuk apa kau repot repot menikahiku”
“ Aku menikahimu bukan untuk menjadi istriku melainkan pembantu, di rumahku masih membutuhkan banyak pembantu” jawab raja sambil mengemudi mobil sport miliknya
Putri pun terdiam, seketika dalam mobil tu terjadi keheningan tanpa ada yang berbicara lagi. “ cepat tunjukkan kemana kau akan membawa ku pergi” ucapan raja memecah keheningan di antara keduanya
Tanpa menjawab sepatah katapun putri langsung menyambungkan tujuan lokasinya di layar depan mobil itu, raja memperhatikan alamat yang tertera di layar itu
“ what 2 jam perjalanan, apa kau kira aku ini supir pribadi” raja memelototkan matanya ke arah putri.
“ kalau kau tidak sanggup menyetir selama itu biar aku saja” jawab putri santai tanpa ada beban sama sekali bahkan tanpa melirik ke arah raja sedikitpun
“ 10 jam pun aku sanggup” ungkap raja dengan kembali fokus menyetir tanpa mempedulikan ejekan dari putri sedikitpun
Selama 2njam perjalanan hanya musik jaz yang terdengar tanpa ada kata dan suara apapun, keduanya begitu larut dalam perjalanan panjang yang sedang mereka lewati, hingga tiba di tempat tujuan raja menghentikan mobilnya dan memperhatikan sekeliling.
“ Tempat apa ini?” tanyanya
“ turun saja nanti kau juga akan tau, dan ingat 1 hal jangan membatah apapun yang aku minta darimu ini sebagai syarat pernikahan dariku setidaknya sebelum menikah ada hal baik yang akan aku lakukan” ucapnya sembari keluar dari dalam mobil itu.
Belum sempat raja menjawab putri sudah duluan keluar dari dalam mobilnya “ Dasar wanita gila, bisa bisanya dia melakukan ini padaku” umpat raja
Dia pun segera menyusul putri yang sudah berjalan menjauh darinya, raja mengikuti langkah wanita itu dari belakang di perhatikan sekeliling tempat itu, tempat yang di penuhi rumah rumah kecil dan lingkungan yang kumuh, raja menepis nepiskan tangannya karena dia mencium aroma yang tidak enak darisana.
Raja berjalan dengan cepat hingga mendekati putri kemudian menarik tangan wanita itu “ jangan main main denganku” bentakan raja membuat pitri terkejut
“ apa yang membuatku bermain main denganmu” balas putri berlagak santai sebenarnya dia sudah takut dengan sorotan wajah raja.
Raja menatap tajam wajah wanita yang berada dekat dengannya “ tempat apa ini, kenapa kau membawaku kemari?” tanya raja sedikit melembutkan suaranya
Putri menarik nafasnya, “ ikuti saja kemana aku pergi dan jangan banyak tanya” pitri pun melepaskan tangannya yang di genggam oleh raja kemudian berjalan kembali tanpa menolehkan kepalanya ke raja yang sudah di tinggalkannya.
Hingga dia menghentikan kakinya di sebuah rumah yang termasuk besar di bandingkan dengan rumah rumah lainnya di sekitaran sana, putri mengetuk pintu rumah itu dan menunggu seseorang keluar dari dalamnya.
Hingga sosok pria menampakkan wajahnya dari sebalik pintu itu “ non putri” sapa pria tua dengan sorban di kepalanya
“ assalamualaikum, buya! Sapa putri sembari tersenyum danmencium tangan pria tua itu
“ waalaikum salam” silahkan masuk, non” pintanya
Putri pun masuk ke dalam rumah itu susul raja yang tidak bersuara sedikitpun
“ ada apa non putri jauh jauh datang kemari?” tanyanya kembali
“ perkenalkan buya, dia,, dia,,”
“ saya calon suaminya” sela raja dengan wajah datarnya sambil melirik ke arah pria tua itu.
Pria tua itu pun tersenyum kepada raja “ Alhamdulillah,semoga semua niat baik kalian berdua di beri kelancaran”
“ Dan saya kesini mau bilang hal penting buya” sela putri dengan melirik sekilas ke arah raja sambil menarik nafasnya kemudian baru menatap ke pria tua itu
“ katakan”
“ Calon suami saya akan membangunkan masjid dan pesantren si sekitar sini buya” putri melirik penuh senyum kearah raja.
“ benarkan kamu akan membangun masjid disini” putri berucap dengan nada lembutnya kepada raja yang masih tampak kebingungan
“ Be- benar” jawab raja terbata bata
“ Alhamdulillah kalau benar begitu, kami semua disini akan menyambut baik berita ini” pria itupun tersenyum kepada putri dan raja secara bergantian
Putri tersenyum picik sambil menatap ke arah raja yang masih saja terdiam tanpa berbicara apapun kepadanya. Raja pun menatap manik mata putri dengan wajah tanpa senyum yang terlihat begitu mengerikan.
“ Sudah selesai bukan, kita pulang sekarang aku masih ada urusan” ajak raja melihat ke arah jam tangannya
“ Semuanya nanti akan di urus dengan asisten saya” Raja berucap dengan pria tua itu dengan seriusnya
“ saya izin pamit dulu” raja pun berdiri dari duduknya diikuti putri yang mengikuti langkahnya dari belakang.
Selama perjalanan pulang tidak ada pembicaraaan serius di antara keduanya bahkan raja pun tidak membahas masalah pembangunan masjid dan pesantren yang di utarakan oleh putri tadi, hingga setelah 2 jam perjalanan mereka berdua sampai di depan rumah putri kembali
“ Turun lah, besok pagi akan ada yang menjemputmu” raja berucap tanpa menatap ke arah putri
Putri pun segera turun dari dalam mobil itu, putri hanya melihat mobil itu pergi dan menghilnag dari pandangan matanya.
**
“ Bagaimana saksi, sah”! Ucap penghuli di depan hadapan para saksi
“ sah” jawab mereka secara bersamaan
Putri mencium punggung tangan raja, di tatapnya manik mata raja terlihat seutas senyum licik dari wajah raja, setelah penghulu membaca kan doa dan berakhirnya semua prosesi akad nikah raja segera meninggalkan ruangan akad nikahnya
“ Ikut aku” perintah raja sembari berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Setibanya di d pan pintu sebuah kamar raja segera membuka pintu itu dan masuk kedalamnya, putri hanya terdiam di depan pintu itu memperhatikan secara seksama setiap sudut ruangan kamar itu, kamar berukuran besar dengan nuansa serba putih di dalamnya
“ jangan melamun di depan pintu itu kalau kamu kesurupan siapa yang akan menolong!” hardik raja sembari duduk santai di sofa kamarnya
Putri dengan ragu ragu melangkahkan kakinya ke dalam ruangan itu “ dimana kamar mandinya?” putri mencoba bertanya kepada raja yang sibuk menatap layar ponselnya
“ Untuk apa menanyai kamar mandi?”
“ Aku ingin berganti pakaian, apa tidak boleh!” putri menguatkan perkataannya.
Raja menatap ke arah putri kemudian segera berjalan ke hadapan wanita yang berdiri di depannya. Raja perlahan lahan mendekat membuat putri memundurkan langkahnya
Anda Mungkin Juga Suka





