Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Maafkan Aku Mam

Maafkan Aku Mam

Andre memamerkan tubuh atletisnya, memicu gairah sang tante yang tak tertahan. Rasa penasaran yang muncul sejak pertemuan mereka di toko Albert kini memuncak saat ia menyentuh Andre dengan penuh damba. Andre pun membiarkan dirinya menjadi milik sang tante sepenuhnya malam itu. Dengan penuh godaan, Andre perlahan membuka pakaiannya, sementara sang tante yang sudah tidak sabar segera membantu demi menuntaskan rasa penasaran yang telah menghantuinya sepanjang hari.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jam 11.13 WIB

Pov ke-3

Hari Minggu pagi menjelang siang, tiga hari setelah Henry dicerca Ibunya sendiri di hadapan Andre. Hal itu lantas membuat hubungan ibu kandung dan anak kandung tersebut menjadi agak renggang. Henry cenderung menghindari ibunya, supaya dirinya tidak di marahi lagi. Akibatnya Santy memendam sedikit kekecewaan atas perilaku Henry. meskipun begitu dia tetap berusaha menjadi seorang ibu sebagaimana mestinya. Dia tetap berusaha menyemangati dan mengajak Henry untuk lebih aktif dan sedikit mengurangi main gamenya. Tapi apa daya bukannya berubah untuk menjadi lebih baik, Henry tetap tidak mengikuti nasihat ibunya. Tetap saja begadang hanya untuk bermain game. Seperti pada pagi ini.....

“Hoahmmmm……..ah……. aduh duh duh malah krammm gwwww” terdengar geraman Henry yang terbangun dari tidurnya sambil meregangkan badannya tapi malah mengalami kram pada saat bersamaan.

Pov Henry

“Hmmm jam berapa ini ya……” gumamku sendiri. Kugapai handphone-ku untuk melihat jam berapa ini. “Anjir sudah jam 11 aja, mampus nih gw” omelku sendiri.

Ah kalau kayak gini gw pasti kena ceramah lagi deh. Emang kenapa sih kalau gw mau santai aja, padahal masih libur ini.

Ah gimana dong ini gusarku. Setelah berpikir lama akhirnya kuberanikan diri untuk menuju kamar mandi yang terletak di luar kamar ku. Karena aku tidak memiliki kamar mandi pribadi, maka mau tidak mau aku harus mempersiapkan diri untuk menerima amarah mama.

Jam 11.15 WIB

Sambil membawa handuk, kupersiapkan diri untuk memutar gagang pintu kamarku sendiri.

Kuputar gagang itu.

*Cleck….

Aku keluar melangkah dan aku melihat mama yang hendak berdiri dari sofa.

Jam 10.15 WIB (1 Jam Sebelumnya)

PoV Santy

*Bukkk….

“Ah……” hanya berpakain daster berlengan pendek kuhempaskan pantatku ini di sofa ruang tengah yang cukup empuk ini, lumayan pikirku untuk mengistirahat tubuhku sebentar setelah tadi pagi jalan keluar pagi ama Andre. Kemudian kulihat jam di dinding, lalu kuperhatikan pintu kamar anakku. Dalam hati aku merasa sangat heran, kapan anak itu berubah sihhhh. Bikin pusing dan stress saja pikirku. Ah daripada aku puyeng mikirin dia, mending aku cari kegiatan lain dulu ah. Lalu aku teringat anjuran Andre tadi pagi untuk membeli perlengkapan-perlengkapan bersepeda. Hmmm, kayaknya aku harus coba browsing di toko online.

Jam 11.10 WIB

“Fiuhhhh……” Desahku.

Wahhh gilaaaa pikirku, setelah ku mengecek di berbagai toko online ternyata susah juga ya mencarinya. Tidak segampang yang aku kira.

Sambil ku berpikir gimana cara untuk memperoleh barang-barang tersebut ya, akhirnya kuputuskan untuk me-ngechat Andre saja.

“Dre….” ketikku di aplikasi chattingan yang hijau di Handphone-ku.

*Ting….

Tak lama kemudian dia membalas pesanku “ya tante ada apa?” balasnya.

“Tante ada problem nich…….” jawab ku.

*Ting….

“Loh ada masalah apa tan????” balas dia sangat cepat dan menurutku terlihat was was.

Hiihihi lucu sekali si Andre ini, terlihat khawatir banget sama aku. Lalu ku berkeluh “Ini lochhhh, tante kok gak nemu-nemu sih gear-gear yang kamu suruh cari di olshop”.

*Ting…

“Oalah kukira ada apa tan….. bikin kaget ajaaaa si tante mahhhhh” jawab dia dengan lega. “Hiihihihi” sampai membuatku tersenyum dan tertawa sendiri. Lucu juga menggoda pemuda ganteng ini.

Ehhhh kok aku menganggap dia ganteng ya. Tapi memang rupawan si kalau dilihat-lihat, tanpa sadar aku membayangkan dia disertai dengan gigitan bibirku ini. Sudah ganteng, badannya bidang, lucu, baik lagi..…. gak kayak Henry bahkan mendiang suamiku

Termenung dalam imajinasiku di siang bolong ini tiba-tiba…

*Ting….

Tiba-tiba dia ngechat lagi “kalo gitu mendingan kt cari di toko sepeda xxxx” kubaca saran dia. “Kita?” batinku bertanya.

Lalu segera kubalas dia “emang km mau nemenin tante nyariin barangnya?”

*Ting…..

“Mau dong tante” Balas dia lagi

Lalu kupikir dalam hati, apa aku ajak dia hari ini saja ya. Ah kucoba iseng bertanya sama dia “Kalau hr ini gmn Dre?”

*Ting….

“Ehmmm…. emangnya tante Santy sayang yang cantik ini gk capek? kan td pagi sudah sepedaan sama Andre” kubaca chat dari Andre yang sepertinya bernada khawatir dan aku digombalin pula. Sedikit ada rasa senang dari pujian itu, aku juga senang kalau ada masih yang care sama aku.

“Dihhhh km yaaa… Dre sempet-sempetnya gombalin tante” Ledekku

“Gak samsek loh…… sejak sering bersepeda sama kamu dan minum susu protein dari kamu, tante jadi gak gampang capek” jelasku

*Ting….

“Wahhhh bgs dong tante, tuhkan kelihatan maanfat dari olahraga sama Andre dan minum susu protein dari Andre” seru Andre di chatnya

*Ting….

Belum aku mampu memberi respon, dalam waktu sepersekian detik tiba-tiba Andre ngechat lagi “oh ya rasa susunya gimana tan???”

Setelah kubaca chat dari dia barusan, kutepuk daguku dengan jariku ini. Aneh pikirku kan dia yang ngasih aku, harusnya dia tahu rasanya juga dong.

“Lahhh gmn sih Dre masa kamu gak tahu rasanya sendiri” tanyaku balik ke dia.

Agak lama dia membalas chatku, kira-kira 3 menit kemudian baru dia membalas “hehehe gak kok tan, takutnya pas aku kasih ke tante sudah basi…. Gitu tan”.

“Oalahhhh gak basi kok…. buktinya sudah 5 botol dalam 2 minggu ini kamu kasih, tante gak kenapa2 tuchhh”.

“Yang ada tante malah nagihhhh, enak dan bikin sehat sih susunya”.

“Dan rasanya manis gurih-gurih gitu Dre, tante suka bgttttt” tambahku

*Ting

“Heheheh” tawa dia dalam chat

“Hihihi….. oh ya susu protein-nya merek apa ya Dre? Biar tante siap sedia dirumah” tanya ku

*Ting…..

“Wah itu resep keluarga tante….., gak dijual dimana pun”

“Oh gitu yaa……” jawabku mengerti.

“Padahal enakloh…., kenapa gak di jual ke pasar-pasar gitu Dre?”

*Ting….

“Wah susah tante buatnya, soalnya butuh waktu lama bgt buat ngocoknya susu apalagi kalau gak dibantuin…..”

*Ting….

“Tapi kalau memang tante mau bgt, biar Andre siapin deh buat tante….”

*Ting….

“Dan gratis loh buat tante” tambah dia menawarkan

“Ehhhhhh bnr nih gratis buat tante?? Makasih ya Dree….” balasku tak lupa kusertakan emoticon kiss juga.

“Oh ya, trs gak apa2 kalau hr ini km nemenin Tante?” Khawatirku takut mengganggu quality time dia bersama keluarganya atau kekasihnya. Meskipun begitu aku harus tetap sadar Andre hanya tetanggaku, aku tidak boleh egois dan memaksa dia.

Sebelum dia menjawab, aku coba pastikan ke dia lagi perihal pacarnya “Emangnya kamu gak ada acara keluarga gitu ??? atau jalan sama pacarmu si Aya?” Tanyaku di chat-an kami.

*Ting….

Dia balas “Pacar Andre tuh Ara tante, bukan Aya dan aku lagi gak ada rencana apa-apa ama yayangku kok dan ortuku kan juga lagi keluar negeri”

*Ting….

“Kan papa sama mama Andre, 1 minggu lalu pamitan sama tante kalau mau keluar negeri”

Jelas dia mengingatkanku.

“Oalahhhh namanya Ara toh, hihihi namanya mirip sih dengan Aya. Oh ya ya tante lupa kalau mereka keluar negeri hihihi” kujawab dengan malu atas kelupaanku.

“btw bener ni ya gpp kalau hari ini?” tanyaku memastikan

*Ting….

“Gpp kok Tan, apa sih yg gak buat tante hehehe” canda Andre melegakan hati ku, berarti bisa pergi hari ini sama Andre. Entah kenapa girang rasanya hati ku, mungkin karena ada aktivitas yang dapat sedikit melupakan kekecewaanku terhadap Henry.

*Ting….

Dan Andre langsung mengajakku “Yukkk tante, skrng aj ya biar sekalian makan sianggg juga.”

*Ting….

“Pakai mobil aku aja yaaaa tante” tawar Andre di chat.

“Ok dechh yuk, tante dandan ya dulu ” balasku

“kira -kira 20 menit ya Dre”.

*Ting….

“Ok tan” lanjut dia mengakhiri chat

Setelah selesai chat-an dengan Andre, dan saat aku hendak berdiri terdengar suara pintu terbuka.

*Clek……

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Ivy Anderson terjebak dalam nasib buruk setelah melakukan kesalahan kecil di hadapan Ben Clayton, CEO berkuasa di New York. Ben yang terobsesi mulai menggunakan taktik licik untuk menjerat Ivy, termasuk mendekati anak kembarnya, Terra dan Terry. Demi keselamatan buah hatinya, Ivy dipaksa tunduk pada ancaman Ben yang kejam. Akankah Ivy mampu meloloskan diri dari cengkeraman pria berbahaya ini, atau justru terperangkap selamanya dalam dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel Bukan Istri Idaman
9.3
Terus-menerus direndahkan oleh keluarga mertua membuat Karmila bertransformasi. Ia tak lagi pasrah menanti belas kasihan sang suami, melainkan bangkit demi masa depan anak-anaknya. Bertekad membuktikan kekuatannya, ia menyulap barang bekas menjadi kerajinan bernilai tinggi. Di tengah tekanan batin, Karmila memilih jalannya sendiri untuk meraih sukses dan kemandirian. Akankah kreativitas dan kerja kerasnya mampu membungkam semua hinaan yang selama ini ia terima?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Shila merintih kesakitan saat Sam mulai merasuki dirinya dengan penuh gairah. Dalam suasana yang mencekam dan penuh risiko, Sam berbisik lirih agar Shila mengecilkan suaranya. Ia memperingatkan gadis itu bahwa orang tuanya bisa mendengar aktivitas rahasia mereka di dalam rumah tersebut. Ketegangan memuncak saat mereka berusaha menyembunyikan hubungan terlarang ini dari pendengaran ayah dan ibu Shila yang berada sangat dekat dengan mereka.
Sampul Novel Living With The Devil
8.4
Alicia Lucero dijual oleh pamannya yang serakah kepada Lucius Denovan, pria bermata merah saat ia masih kecil. Setelah bertahun-tahun diasingkan, Lucius kembali menjemputnya saat Alicia dewasa. Hidup Alicia berubah menjadi mimpi buruk penuh siksaan karena Lucius sangat gemar melihatnya menderita. Meski terjebak dalam kekejaman pria yang menganggapnya sebagai mainan itu, Alicia memilih bertahan sebab ia menyimpan rahasia besar yang tidak diketahui Lucius.
Sampul Novel Menggoda Ibu Tiriku
9.2
Demi membiayai pengobatan keluarga, Sierra Nevada bersedia menjadi istri kontrak seorang konglomerat tua. Namun, ia harus menghadapi Sebastian Sagala, putra tirinya yang tampan sekaligus sangat membencinya. Sebastian bertekad membuktikan bahwa Sierra hanya wanita rakus harta yang harus diusir. Ironisnya, saat Sebastian berusaha menjatuhkan Sierra, ia justru terjebak dalam gairah terlarang dan menginginkan ibu tirinya sendiri lebih dari apa pun.
Sampul Novel Pesona Ibu Angkat
8.2
Dewi memilih bungkam seraya merapikan pakaiannya di tepi ranjang meski tubuhnya masih terasa letih. Melihat kondisi itu, Anang berkeras menggendong Dewi kembali ke kamarnya walau sempat ada penolakan. Setelah mengecup kening Dewi sebagai tanda maaf, Anang pun pergi. Pagi harinya, suasana rumah terasa sunyi tanpa hidangan sarapan karena Dewi tak kunjung keluar. Meski masih menyimpan amarah, Tante Lina akhirnya mendatangi kamar Dewi untuk mencari tahu penyebabnya.