
Maafkan Aku Mam
Bab 3
Kulihat Henry keluar dari kamar sambil menenteng handuk, dan kami terdiam saling tatap-tatapan. Eh tapi tunggu…. kenapa tatapan Henry lambat laun turun menjauh dari mataku. Yahh dia malah melihat ke arah dadaku dan itu cukup lama. Bukan hanya malas ternyata anakku ini, tapi juga kurang ajar sama ibunya sendiri.
Ya harus kuakui sejak sering beraktivitas bareng Andre, ada sedikit perubahan dalam tubuhku. Dada dan pinggulku jadi lebih menonjol dan membentuk. Padahal belum lama aku sepedaan sama Andre, tapi efeknya sangat luar biasa. Perubahan yang kualami ini semakin membuatku semangat untuk beraktivitas dan menghabiskan waktu dengan Andre. Ya, itu jauh lebih baik daripada stress di rumah mikirin Henry terus.
Henry tersadar kalau aku telah memergoki dia yang baru saja menatap lama ke dadaku, Aku lihat muka anakku yang berubah menjadi ketakutan dan tambah pucat. Pasti dia takut dimarahi lagi. Ahhhh tapi sudahlah, aku sudah capek, kudiamkan saja dia mending aku siap-siap untuk pergi sama Andre.
PoV ke-3
Setelah terjadilah tatapan yang canggung dan dingin antara anak dan ibu tersebut, Henry melihat ibunya beranjak dari sofa ruang tengah tanpa berkomentar apa-apa, kemudian Santy masuk ke kamarnya sendiri. Henry terlihat menghela napas dengan lega dan melanjutkan langkahnya ke kekamar mandi.
PoV Santy
*Clek…..
Masuk aku kekamar meninggalkan Henry yang pucat di ruang tengah, langsung tanpa membuang waktu aku langsung merias wajah dengan make-up natural saja. Toh pikirku cuma jalan-jalan biasa serta belanja di toko sepeda, jadi gak perlu yang fantastis.
Tapi aku teringat perkataan Andre tadi pagi ketika istirahat dari bersepeda. “Tan, merasa ada yang berubah dari body tante gak?” dia bertanya seperti itu padaku, spontan aku melihat diriku sendiriku “Iya loh…. Dre, gak cuma turun berat badan tapi sepertinya pinggul sama dada jadi bagus dan sexy nichh” jawabku yang tanpa sadar mengucapkan kata sexy di depan dia dan disaat bersamaan aku melenggok-lenggokan badanku didepan dia yang terlihat sensual. Aku tersadar dan jadi malu sendiri atas perbuatanku sendiri, karena aku melakukannya di depan Andre.
Lanjut dia menganjurkan aku untuk berpakain yang lebih cocok dengan tubuhku yang sekarang agar terlihat lebih modis dan menarik. Sepertinya memang menarik dan menyenangkan untuk memakai pakaian yang lebih kecil dan sexy, tapi apakah pantas aku berpakaian agak ketat di umur segini dan juga di depan seorang pemuda, yang bukan siapa-siapa. Aku timang-timang segala resiko yang ada. Ah cuma hal sepele ini gak perlu dipikir keras. Setelah bimbangku pudar, aku mencoba mecari pakaian ku yang lama.
Akhir kutemukan legging hitam yang tidak begitu ketat. Segera kupakai, berjalan menuju ke cermin besar di kamarku.
“Hmmm….:” gumamku disertai memutar-mutar badanku sendiri di depan cermin. Cocok sih, tapi setelah perhatikan lagi ternyata celana dalam ku agak sedikit nyeplak, jadi membuatku bimbang lagi.
“Aghhh…. ya sudahlah” desahku setelah mengambil keputusan untuk tetap memakai legging, toh Andre sudah menyuruh aku untuk menyesuaikan pakaian yang akan aku pakai kedepannya. Aku harus memberanikan diri untuk
Ketika sudah selesai mempersiapkan diri aku berseru sendiri “Sip…. semua beres”. Tinggal menunggu dijemput Andre pikirku.
Jam 11.17 WIB
Pov Henry
Tadi pas aku keluar dari kamar aku menatap mata mama, tapi tahu-tahu mataku langsung menuju ke bagian tubuh mama yang menonjol itu. Lagian laki-laki mana sih yang gak bakal kepancing untuk melihat tonjolan seperti itu. Dan bodohnya aku, mama tahu kalau menatap memandangi payudaranya. Alih-alih marah menegurku dia hanya diam, lalu melengos menuju ke kamarnya sendiri. Lega hatiku, kupikir bakal menadi bulan-bulanan mama.
Tapi setelah kuperhatikan mama jadi lebih cantik dan ceria ketimbang dulu. Dan entah kenapa body mama menjadi macam magnet untuk mataku. Hebat juga Andre, dia ini ngapain mama ya kok bisa jadi gitu ya badannya.
Hmmm selain membentuk badan mama menjadi sexy. Sepertinya selain itu aku harus berterima kasih sama Andre juga, soalnya gara-gara dia mama jadi sibuk dan gak mengganggu aku nge-game. Dengan kata lain temanku itu menjadi alat distraksi bagi mama, yang tidak lagi mengganguku.
Dalam waktu 15 menit, ku selesaikan mandi. Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan kulihat mama berdandan dan berpakain legging hitam yang tidak terlalu ketat serta kaos hitam. Hmmm tidak biasanya mama pakai legging kalau kuingat-ingat. Dengan heran ku bertanya kepada mama, “mau kemana Mam siang-siang gini?”
Kulihat Mama menoleh dan tersenyum lalu menjawab “mama dijemput dan jalan sama Andre ke toko sepeda di xxxxx”
“Hahhhh, Mama mau jalan sama Andre ?” kagetku
“Iyahhh, emang kenapa ? gak bolehhhh ?” sergah mama sewot
“Oh ya Hen……, Mama gak bisa ambil game-game kamu ya, kamu kan sudah dewasa harusnya sadar diri” jelas mama kulihat yang wajah tadinya tersenyum berubah menjadi datar.
Aku hanya bungkam dan tak menggubris kata-kata mama, toh untung di aku pikirku liburan masih panjang jadi aku bisa sepuas-puasnya main.
Setelah berkata seperti itu mama pergi menuju ke depan untuk menunggu di jemput Andre. Lalu aku menuju kamar dan aku duduk di depan komputer-ku. Dan aku berpikir kok aneh juga ya si Andre bukannya jalan sama pacarnya, si Ara malah mau nemenin mama.
Lalu aku chat Andre “Dre Dre Dre”
*Ting
“paan Hen?”
“Lu mau jalan ama nyokap gw??”
*Ting
“Iya bro, nich gw lagi mau jemput nyokap loe? napa emang ? gak suka ?” bacaku hmmm sepertinya chatnya Andre agak sewot pikirku. Ah paling cuma candaan biasalah pikirku.
“Aneh amat lu sih bro, masa jalan-jalan ama emak-emak bukannya ama cewek cantik”
Kemudian Andre membalas chatku *Ting…. “terserah gw dong mau ngapain, lu siapa emang ngelarang-larang gw”
Aku kaget dengan jawaban Andre, tapi aku lebih memilih diam.
*Ting……
Ada chat masuk lagi dari Andre, dia bertanya “kalau nyokap lo gw jadiin pacar gw gmn broww, lu mau ngelarang juga hah??”
Dihhh aneh amat pertanyaan-nya pikir ku, namun aku tak pedulikan lagi lebih lanjut. “Yauda Dre, terserah lo dehh” Balasku
“Dah lu tenang aja Hen dirumah ya. Mending lu sana nge-push rank lagi biar sama rank lu kayak rank-nya gw”
“Biar nyokap lo nikmatin jalan-jalan sama gw ya!” Lanjut dia chat.
Aku tidak membalas chat-nya lagi. Lebih aku main aja pikirku. Lagipula aku jadi bebas untuk main.
Jam 11.23 WIB
Pov ke-3
Terlihat Santy yang sedang duduk di kursi yang terdapat di teras rumahnya. Sebenarnya dia tidak sabar untuk keluar dari rumah untuk menghabiskan waktu tanpa memikirkan anaknya. Apalagi kalau jalan sama Andre, entah kenapa membuat hatinya senang. Aneh pikirnya kenapa dia bisa gembira, apakah karena Andre perhatian terhadap dirinya.
Pada saat Santy sedang termenung. Tiba-tiba….
*Tinnnnn…..
Suara klakson mobil Andre
Andre telah datang untuk menjemput dirinya. Dengan jendela mobil yang terbuka Andre berteriak ke arah Santy “Ayo Tant… Cusss kita”
Lalu santy membalas sahutan itu “Eh Dre, yukkk”
Terlihat Santy naik mobil Andre dan mereka pergi menuju…….
BERSAMBUNG…..
Anda Mungkin Juga Suka





