Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Lara

Luka Lara

Setahun menikah, Larasati tak menyangka dirinya hanyalah istri kedua. Kebaikan Abimana dan mertuanya ternyata semu. Kebenaran pahit terungkap tepat setelah putranya lahir; Bima mengaku hanya memanfaatkannya demi keturunan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Larasati hingga mereka akhirnya berpisah. Di tengah luka batin yang begitu mendalam, mampukah Larasati bangkit dan kembali membuka pintu hatinya untuk pria baru yang ingin menyembuhkan lara tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pria dewasa tersebut tertegun, sedikit merasa bersalah, dan juga tidak enak hati. Namun, semua hanya sekejap saja karena setelah itu Abimana berhasil memainkan perannya kembali. "Aku juga mencintaimu, Sayang. Sangat mencintaimu." Abimana tersenyum lalu mengecup punggung tangan wanita muda yang merupakan kekasihnya. 

"Maaf, Ra, aku harus balik ke kantor sekarang. Kamu juga harus balik ke resto, kan? Aku antar kamu dulu." Abimana melihat jam tangan mahal yang melingkar di tangan kanannya.

"Iya, Mas," balas Larasati dengan senyuman yang senantiasa tersungging di bibir tipisnya. 

Mereka berdua lalu beranjak, meninggalkan kafe menuju ke parkiran dengan bergandengan tangan mesra. Abimana segera melajukan mobil, setelah memastikan sang kekasih duduk nyaman di sampingnya. Perjalanan yang cukup panjang, terasa sangat singkat jika hati tengah berbunga-bunga. 

"Jangan lupa, bersiap yang cantik untuk nanti sore," pesan Abimana seraya tersenyum, sebelum Larasati turun dari mobil mewahnya. 

Wanita muda itu pun membalasnya dengan tersenyum manis seraya menganggukkan kepala. "Mas Bima hati-hati, ya." Penuh perhatian dan kelembutan, Larasati berpesan dan dibalas Abimana dengan anggukan.

Abimana melajukan mobil kembali, setelah Larasati berjalan menjauh, dan kemudian melambaikan tangannya. Pria dewasa tersebut menyetir sambil bersenandung ria. Mengisyaratkan bahwa saat ini dia sedang sangat bahagia.

Waktu bergulir terasa begitu cepat. Tanpa disadari, senja pun datang menyapa. Abimana benar-benar memenuhi janjinya. Dia menjemput Larasati lalu dibawa ke rumah yang sudah dia beli untuk kekasihnya.

Kedatangan Abimana beserta seorang wanita muda, disambut hangat oleh kedua orang tuanya yang baru saja datang dari luar kota. Pria dewasa itu lalu mengenalkan Larasati sebagai calon istrinya. Mereka pun nampak sangat setuju dengan pilihan sang putra.

"Kalau kalian sudah saling merasa cocok, kenapa tidak langsung menikah saja?" Laki-laki paruh baya yang memiliki garis wajah mirip Abimana itu menatap sang putra dan Larasati, secara bergantian.

"Benar, Nak. Mumpung papa dan mama ada di sini karena lusa kami harus pulang," timpal sang mama dengan tidak sabar, membuat Larasati berdebar. 

"Kalau Bima, sih, terserah bagaimana Dik Lara saja, Ma, Pa," balas Abimana seraya menatap dalam netra indah kekasihnya.

"Jika Dik Lara setuju, besok pun Bima siap menikahinya," lanjutnya sambil tersenyum.

Larasati menatap tidak percaya pada Abimana. Pria dewasa itu menganggukkan kepala, sebagai isyarat bahwa dia serius dengan perkataannya. Larasati kemudian mengangguk dan bersedia menikah dengan Abimana. 

"Mas Bima, ayo!" Suara seorang wanita seusia Abimana yang menggendong bayi, membuyarkan lamunan panjang pria itu. 

"Iya, Sayang. Tunggu sebentar," balas Abimana seraya menoleh ke arah sumber suara. Di sana, sang istri pertama yang sudah menanti sedari tadi, nampak tidak sabar.

"Ra, kamu sudah tahu semuanya, kan? Anak itu akan kami asuh. Jangan khawatir, istriku pasti akan menyayanginya." Abimana mengambil kembali lembar putih dari tangan Larasati dengan sedikit kasar. "Aku akan mengirimkan salinan surat ini ke rumahmu," lanjutnya seraya menyimpan surat penting tersebut ke dalam map, tanpa menatap wanita yang merupakan ibu dari sang putra. 

"Jadi, Mas Bima menikahiku hanya untuk mendapatkan anak?" Isakan kecil Larasati, berubah menjadi tangis yang menya*yat hati. 

Pria itu menghela napas panjang. "Maafkan aku, Ra. Aku terpaksa melakukannya," kata Abimana tanpa berani menatap Larasati.

Pria itu segera berlalu meninggalkan Larasati yang hanya bisa terdiam tanpa dapat melakukan perlawanan karena kondisi tubuhnya yang masih sangat lemah, pasca persalinan. Abimana segera berlalu sambil memeluk mesra pinggang sang istri yang menggendong bayi merah, yang baru saja dilahirkan. Sepasang suami-istri itu sama sekali tidak peduli meski sang bayi terus menangis, seolah mengetahui bahwa dia dan ibu kandungnya telah dipisahkan.

tbc...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua dekade berlalu, Melisa masih menanti cinta masa kecilnya hingga hatinya mati rasa. Saat mencoba membuka hati, ia justru terjebak pria oportunis. Di sisi lain, Rommy kembali dari perantauan sebagai sosok perkasa namun membawa luka lama. Meski Rommy datang melamar, Melisa justru menolak tanpa tahu mereka telah dijodohkan sejak kecil. Di tengah cobaan yang bertubi-tubi, mampukah rahasia perjodohan itu menyatukan kembali takdir cinta mereka yang sempat terputus?
Sampul Novel DEAR RANIA
9.1
Dua minggu jelang pernikahan, kecelakaan tragis merenggut penglihatan Rania. Di tengah keputusasaan, tunangannya justru membatalkan rencana pernikahan mereka tanpa alasan. Saat terpuruk dalam kegelapan, muncul Rakha, seorang pengajar pesantren yang asing. Secara mengejutkan, Rakha datang membawa keluarganya untuk melamar Rania. Meski niat tulus disampaikan, Rania yang hancur menolak mentah-mentah kehadiran pria yang tak dikenalnya itu dan memintanya pergi.
Sampul Novel FATED (Tuan Mafia dan Nona Badut)
9.5
Raline merasa hidupnya penuh kesialan setelah dua kali gagal menikah. Mantan kekasihnya, Aksa dan Heru, justru menikahi wanita lain meski sudah lama menjalin hubungan dengannya. Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya dengan Axel Delacroix Adams. Kakak dari rivalnya yang merupakan seorang mafia itu melamar Raline hanya dalam empat menit. Akankah ini menjadi akhir penderitaannya atau awal masalah baru? Sebuah kisah tentang rahasia jodoh yang datang tepat waktu.
Sampul Novel Kosan Satu Nusa
9.7
Kosan Satu Nusa mungkin terlihat seperti hunian sederhana bagi para mahasiswa yang merantau dari berbagai daerah. Namun, di balik dinding bangunan biasa ini, tersimpan beragam memori mendalam yang telah terukir sepanjang waktu. Setiap sudut ruangan menjadi saksi bisu perjalanan hidup para penghuninya yang penuh dinamika. Novel ini merajut kisah-kisah bermakna tentang persahabatan dan pengalaman masa muda yang tak terlupakan di tanah perantauan.
Sampul Novel Larisa
9.5
Pasca kecelakaan maut merenggut orang tuanya, Larisa diasuh oleh kerabat lama mereka. Meski tumbuh di lingkungan penuh kasih, ia harus menghadapi sikap dingin dari putra keluarga tersebut yang sering mengabaikannya. Takdir mengejutkan memaksa Larisa terikat dalam pernikahan dengan pria kaku itu. Mampukah Larisa bertahan dan menemukan kebahagiaan dalam rumah tangga yang penuh jarak? Ikuti perjuangan Larisa menghadapi dinamika tak terduga bersama suami barunya.
Sampul Novel Luka Kakiku, Tawa Mereka
8.8
Demi menyelamatkan Yudha, suamiku yang politisi, aku kehilangan kaki dan karier balet. Namun, pengorbanannya sia-sia saat aku memergoki Yudha berselingkuh dengan terapisku, Selvia. Mereka tega menertawakan kecacatanku, sementara ibu mertuaku terus mencaci sebagai beban keluarga. Meski Yudha memujiku di depan publik untuk citra politiknya, kenyataan pahit ini memicu dendam. Tanpa air mata lagi, aku bertekad menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.