Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Love Me Om

Love Me Om

Terjebak dalam rencana pernikahan dengan Ray yang kasar, Lala merasa tertekan demi menuruti keinginan orang tuanya. Namun, sebuah pesta lajang di villa milik Daniel mengubah segalanya. Pertemuan itu membangkitkan kembali perasaan lama Lala pada Daniel, hingga keduanya terlibat hubungan intim. Kelembutan Daniel menyadarkan Lala bahwa ia berhak bahagia, memicu keberaniannya membatalkan pernikahan. Akankah Ray menerima keputusan itu, dan dapatkah Daniel membalas cinta tulus Lala?
Bab
Bagikan

Bab 3

Maya membuka pintu kamarku dengan riang gembira. "Lala, ayo, cepat keluar! Teman-teman kita sudah mulai datang!"

Dengan senyum lebar, aku menghentikan apa yang sedang aku lakukan dan bergegas keluar dari kamar. Sinar matahari sore menyilaukan, mengelilingi tubuhku dengan kehangatan yang menyenangkan. Aku melangkah ke teras villa, merasakan sentuhan angin sejuk membelai pipiku.

Beberapa teman kami sudah berkumpul di teras. Aku menyambut mereka dengan ramah.

"Aku senang kalian datang!" sapaku dengan semangat.

"Ciee, Lala! Kamu terlihat cantik banget hari ini," goda Rina sambil tertawa.

Senyum dan tawa mengisi udara, seolah-olah semua beban dan kekhawatiran telah sirna.

Kami beralih ke dalam villa yang dihiasi dengan indah. Hiasan-hiasan warna-warni dan lampu-lampu kecil menciptakan suasana yang akrab dan hangat. Aroma makanan yang lezat menguar dari dapur, membuat perutku bergumam setuju. Maya dan aku bergegas menuju ruangan yang telah kami siapkan untuk pesta.

Aku tersenyum lebar saat melihat sekeliling ruangan. Balon-balon berwarna-warni menghiasi langit-langit, sementara pernak-pernik lucu tersebar di meja dan dinding. "Maya, ini sangat indah!"

Maya mengangguk puas, "Aku senang kamu suka, Lala. Ayo, kita tunggu teman-teman lainnya."

Teman-teman kami mulai berdatangan satu per satu. Senyuman tak pernah lepas dari bibirku saat aku melihat mereka semua berkumpul. Mereka adalah orang-orang yang selalu bisa menghapuskan rasa cemas dan keraguan dalam diriku.

 "Selamat datang, semuanya!" seru Maya, meraih perhatian kami.

Pesta dimulai dengan semangat. Musik mengalun, mengajak kami untuk bergerak dan menari. Aku merasakan getaran irama memenuhi tubuhku, mengalirkan energi yang positif ke seluruh jiwaku. Kami tertawa, berbicara, dan menikmati setiap momen dengan penuh sukacita.

***

Pesta lajang yang diadakan di villa itu berlangsung dengan riuh rendah. Maya, sahabat terbaikku, memberikan sambutan hangat kepada semua tamu yang hadir. Aku merasa senang, melihat teman-temanku tersenyum dan bercanda di sekitar kolam renang yang terhampar luas. Cahaya lampu-lampu taman menciptakan suasana magis di malam itu.

"Ayo, Lala, jangan hanya berdiri di sini. Mari bergabung dan nikmati pesta!" seru Maya dengan antusiasme yang selalu khasnya.

Aku tersenyum dan menganggukkan kepala. Sementara aku berjalan ke arah meja makan yang dipenuhi dengan hidangan lezat, aku mendengar tawa dan candaan dari teman-temanku. Semuanya terlihat begitu bahagia dan ceria. Aku merasa beruntung memiliki mereka di sisiku.

Namun, kesenanganku terganggu oleh suara getaran telepon genggamku. Saat aku mengeluarkan ponsel dari tas, aku melihat nama "Ray" di layar. Nafasku terengah-engah, dan aku merasa seolah-olah segerombolan kupu-kupu berterbangan di perutku. Ray terus menerus menelponku meskipun aku sudah berusaha mengabaikannya sejak tadi.

"Apa yang dia mau sekarang?" gumamku dalam hati. Dengan perasaan yang agak kesal, aku melangkah menjauh dari kerumunan dan menjawab panggilan itu.

"Apa lagi, Ray?" tanyaku dengan suara yang sedikit merendahkan.

"Dari tadi aku mencoba menghubungimu. Kenapa kamu tidak mengangkat teleponku?" suaranya terdengar kesal.

Aku menahan diri untuk tidak memarahinya di tengah-tengah pesta. "Ray, aku sedang sibuk menikmati pesta. Aku sudah bilang padamu bahwa aku akan pulang setelah pesta selesai. Jadi, bisakah kamu tidak mengganggu aku?"

Ray diam sejenak, tapi aku bisa merasakan kemarahannya melalui nada suaranya. "Kau selalu seperti ini. Selalu menempatkan teman-temanmu di atasku."

Tubuhku kaku mendengar kalimat tersebut. Aku berusaha untuk tetap tenang. "Ini bukan tentang menempatkan siapa pun di atas siapa, Ray. Aku hanya ingin menikmati malam ini bersama teman-temanku. Ini mungkin terakhir kalinya aku bisa menikmati waktuku dengan teman-temanku."

Ray terdengar semakin kesal. "Kamu harusnya berada di sini bersamaku. Kamu harusnya fokus mengurus pernikahan kita, bukan datang ke pesta sembarangan!"

Aku menggigit bibirku untuk menahan emosi. Kenyataan bahwa aku tidak bahagia dengan pernikahan ini, bahkan sebelum acara besar itu terjadi, semakin jelas bagiku. Namun, aku memilih untuk tidak menjawab kata-kata sinisnya.

"Aku akan pulang setelah pesta selesai," ucapku dengan tegas, mencoba untuk mengakhiri panggilan itu.

Ray mendengus marah di seberang sana. "Baiklah, lakukan apa yang kamu mau. Tapi ingat, aku punya cara untuk membuatmu menurutiku."

Tanganku gemetar saat aku menutup panggilan itu. Aku merasakan adrenalin dalam tubuhku, namun aku berusaha untuk meredam emosiku sebelum kembali ke dalam pesta.

***

Kembali ke ruang pesta, aku melihat teman-temanku mulai menyerbu meja minuman beralkohol. Cahaya lampu gemerlapan menghiasi setiap sudut ruangan, menciptakan suasana pesta yang semakin memanas. Aroma minuman keras dan tawa riang bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang agak kacau.

Tadinya, aku tidak begitu tertarik untuk ikut bergabung dengan mereka untuk minum-minum. Tapi aku butuh sesuatu untuk meredakan kekesalanku. Tidak hanya pada Ray, tapi juga pada Papa dan Mama yang memaksaku untuk menikah dengan Ray.

Aku menyesali saat dimana aku membiarkan ray bertemu dengan kedua orang tuaku, bahkan saat aku belum yakin dengan hubungan kami. Sejak awal mengenalnya, ada sesuatu yang mengganjal yang membuatku tidak bisa percaya padanya.

Tapi Ray sangat pandai menutupi sifat-sifat aslinya. Dia selalu berperilaku seperti layaknya laki-laki yang baik dan sopan di depan kedua orang tuaku. Membuat mereka percaya bahwa dia adalah calon suami terbaik untukku dan calon menantu untuk mereka.

Tapi itu semua adalah sandiwara. Saat dia menyadari kalau aku sudah terjerat, dia mulai menunjukkan sifat aslinya padaku. 

Aku berjalan mendekati meja minuman, di mana berbagai macam cairan berwarna-warni terpajang dengan menggoda. Tiba-tiba, suara Maya mengalun di telingaku, "Lala, ingatlah untuk tidak minum terlalu banyak. Kamu masih harus menjaga diri."

Aku membalas senyuman Maya dengan setengah hati, sambil meraih sebotol minuman beralkohol. Tetapi hatiku masih berdesir dengan amarah yang aku tahan selama ini. Keputusanku untuk menikahi Ray semakin terasa seperti jerat yang mengikatku. Aku ingin meluapkan semua kekesalan ini, sejenak lupa akan segala beban yang ada di pundakku.

"Aku bukan anak kecil May," kataku dengan nada sinis, mencoba untuk meredakan amarahku dengan bercanda.

Maya menggelengkan kepala, matanya penuh kekhawatiran. "Serius, Lala. Ini bukan malam yang baik untuk minum berlebihan."

Aku mencibir dan mengangkat bahu, seolah-olah mengacuhkan semua perkataannya. Aku merasa sepenuhnya memiliki hak untuk memilih, terlebih lagi di malam yang begitu berat bagiku ini.

Dengan perlahan, aku menyesap minuman itu. Rasa alkohol yang hangat meluncur ke tenggorokanku, membangkitkan sensasi aneh di perutku. Semakin banyak aku minum, semakin jauh aku merasa dari semua permasalahan yang mengganggu pikiranku. Aku mengejar rasa mabuk, berharap bisa lupa sejenak.

Namun, minuman itu ternyata lebih kuat daripada yang kubayangkan. Tubuhku terasa semakin ringan, dan aku merasakan setiap gerakan dan bunyi dengan intensitas yang luar biasa. Tawa-tawa teman-temanku terdengar semakin keras, dan musik yang mengalun di latar belakang terasa seolah-olah meresap masuk ke dalam diriku.

"Kalau begini, aku benar-benar bisa melupakan semuanya," gumamku dalam hati, tetapi rasa sakit di dada masih belum hilang sepenuhnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cool vs Cold
8.4
Kehadiran Jay yang tak terduga membawa perubahan besar dalam kehidupan Avril, membangkitkan kembali perasaan yang telah lama terkubur. Melalui perhatian tulus dan kasih sayang yang nyata, Jay perlahan berhasil meruntuhkan dinding es yang menyelimuti hati Avril. Kini, Avril menyadari bahwa cinta sejati memang membutuhkan keberanian besar untuk melangkah maju. Ini adalah kisah tentang bagaimana kehangatan mampu meluluhkan hati yang selama ini membeku rapat.
Sampul Novel Do Not Love Me
9.4
Hari pertama Kayla Prawijaya di sekolah baru menjadi kacau sejak bertemu Mexsi Megantara, murid pindahan asal Singapura. Hubungan mereka diawali kebencian karena Kayla tak mengerti alasan Mexsi begitu memusuhinya. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa mendiang kakak Mexsi adalah cinta pertama Kayla. Rasa benci itu berubah jadi cinta saat Mexsi mengetahui Kayla mengidap kanker darah. Mampukah Mexsi tetap bertahan mendampingi Kayla di tengah ujian pilu ini?
Sampul Novel DUNIA MAYA
9.2
Aruni Maya adalah wanita tangguh yang hancur setelah kehilangan ibu dan anak angkatnya. Di tengah duka, dia harus menghadapi kekejaman Toni, suaminya yang ternyata hanya mendekati Maya demi membalas dendam masa lalu. Namun, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Maya bukanlah anak kandung dari orang tua yang dibenci Toni. Penyesalan datang terlambat saat Maya berjuang bangkit dari pengkhianatan, menemukan jati diri aslinya, dan menghadapi ujian hidup baru yang mendewasakan.
Sampul Novel Istri ku tengil
8.8
Alexa memiliki paras menawan namun perilaku nakalnya sering memicu emosi. Meski hidup bergelimang harta, ia merasa kesepian akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua yang gila kerja. Demi mencari perhatian, Alexa kerap berbuat onar hingga akhirnya ia dipaksa masuk ke dalam jerat perjodohan. Akankah pernikahan dengan pria misterius ini mengubah sikap iblisnya menjadi manis, atau justru ia akan semakin membuat kekacauan dalam kehidupan rumah tangga barunya?
Sampul Novel Jatuh Cinta Dengan CEO Duda
7.8
Pasca perceraian yang menyakitkan, Dimas tumbuh menjadi pengusaha dingin hingga ia bertemu Sinta. Sekretaris barunya yang penuh keceriaan itu perlahan mencairkan hatinya yang beku. Sinta bahkan menjalin ikatan emosional dengan Arya, putra Dimas yang selama ini merasa kesepian. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh, mantan istri Dimas datang kembali untuk mengusik ketenangan mereka. Akankah cinta mereka cukup kuat untuk menghadapi gangguan masa lalu tersebut?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Pasca malam yang liar, Raina terjebak dalam hubungan serius dengan Felix, seorang miliarder yang terpikat pesonanya. Namun, kebahagiaan itu sirna saat cinta pertama Felix kembali, membuat Raina dicampakkan begitu saja lewat selembar cek. Bukannya hancur, Raina justru pergi dengan senyuman. Saat takdir mempertemukan mereka lagi, Raina telah bersama pria lain. Felix yang terbakar cemburu mencoba mengejarnya kembali, bahkan rela mengantre demi mendapatkan hati sang mantan.