Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel LOVE AFFAIR

LOVE AFFAIR

Bhaga pulang ke rumah orang tuanya dan bertemu Atma, gadis yatim piatu berpendidikan rendah yang tulus merawat ayahnya. Meski berbeda status sosial, benih cinta tumbuh di antara mereka. Masalahnya, Bhaga sudah bertunangan, sementara Atma dijodohkan oleh ibu Bhaga sendiri. Terjebak dalam hubungan terlarang yang penuh dosa, mereka harus menghadapi konflik batin dan tekanan norma. Mampukah cinta mereka bertahan melawan stigma dan rintangan yang menghadang?
Bab
Bagikan

Bab 1

Embun masih bertengger manis di helai-helai tiap daun yang tampak segar dihujani kabut. Sejauh mata memandang dari puncak bukit, terhampar kebun teh yang begitu luasnya. Di puncak bukit itu berdiri sebuah rumah besar bergaya eropa klasik, tipikal rumah orang kaya lama. Tidak jauh dari sana, terdapat juga sumber air berupa air terjun setinggi kira-kira lima meter yang mengalir sampai ke sungai dan sawah-sawah di bawah bukit.

Pagi-pagi sekali rumah bergaya eropa klasik itu telah tampak hidup. Melalui kaca-kaca jendela yang tinggi dan besar, terlihat sebuah bayangan terus bergerak hilir-mudik. Sebuah bayangan perempuan muda bergaun mini selutut bermotif polkadot berwarna krem. Dia berpindah-pindah, membuka jendela satu per satu, kemudian diikuti lampu yang juga padam satu per satu.

Siluet tubuh mungil tinggi semampai itu berhenti di sebuah kamar yang berdebu agak tebal. Ini pertama kali dia memasuki kamar di lantai paling tinggi itu, sebab hari ini pemiliknya akan kembali. Kamar besar itu tak banyak isinya. Hanya sebuah ranjang besar dengan dipan kayu mode lama, sebuah lemari kayu jati dua pintu berisi sedikit baju dan celana, meja belajar, serta buku-buku yang ditumpuk mencapai satu meter di sudut ruangan.

Tangan gadis berambut panjang sepinggang itu bergerak gesit, cepat, seperti tak butuh waktu bagi otaknya untuk memproses apa yang harus dikerjakan lebih dulu. Secara alami dia tahu apa yang harus dia lakukan. Mesin penyedot debu menimbulkan suara yang mengisi keheningan pagi. Sarung bantal telah diganti, terakhir gorden yang usang pun diganti dengan gorden putih yang bersih.

"... Ma? Atma?! Atma?!"

Sebuah suara nyaring dari lantai bawah memanggil, perempuan muda bernama Atma itu berlari keluar dari kamar yang sudah dia bersihkan. "Ya, Bu?" tanyanya dari lantai tiga.

"Kamar Bhaga sudah kamu bereskan? Kalau sudah, turun ya, bantu Ibu siapin sarapan."

"Iya, Bu ...! Tinggal aku bongkar lemari aja!"

"Lemarinya nggak usah dibongkar, Ma! Bhaga nggak suka kalau ada barang-barangnya disentuh, biarkan aja semua yang ada di situ tetap di tempatnya. Oke?"

"Baik, Bu!"

Kaki-kaki telanjang Atma bergegas menuruni anak tangga kayu sampai ke lantai bawah. Di dapur seorang perempuan paruh baya berparas ayu berkulit kuning langsat agak tambun sedang sibuk mencuci beras di wastafel. Dia adalah sang nyonya rumah, Bu Sona.

"Ibu mau masak apa?" tanya Atma sambil mengambil pisau untuk menguliti kentang yang telah ditaruh Bu Sona di dalam wadah plastik.

"Gulai ayam kesukaan Bhaga, terus juga sop, sayur asem, wah banyak deh!" Bu Sona tak bisa menyembunyikan aura bahagia dari wajahnya. Sejak suaminya jatuh sakit dan tak bisa berjalan beberapa bulan yang lalu, baru hari ini Atma melihat senyumnya kembali.

"Ibu keliatan senang banget, sudah lama ya nggak ketemu mas Bhaga?"

"Iya! Kan semalam Ibu udah cerita ke kamu, sejak dia pergi ke kota untuk kuliah, sampe sekarang dia udah jadi orang, udah sukses, baru dua kali dia balik. Alasannya selalu karena dia sibuk! Sibuk terus. Ya walaupun sekarang alasan dia pulang karena hal buruk, Ibu tetap bersyukur ada dia menemani Ibu di masa-masa sulit begini."

Bu Sona mengembangkan senyum semringah kepada Atma. "Ini juga pertama kali aku akan ketemu sama mas Bhaga, entah dia akan senang sama aku atau enggak, Bu ..." lirih Atma sambil menunduk tak percaya diri.

"Lah ya kenapa? Kamu tuh anak manis, pasti dia suka! Kamu tenang aja, Bhaga itu anaknya baik, dia itu penyayang sifatnya. Bukan cuma disayangi sama Ibu atau sama ayahnya, dia juga disayangi sama kakek dan neneknya, tante sampe omnya! Pokoknya orangnya manis, deh. Kamu juga dulu pernah kan ngeliat dia? Dia bukan anak nakal."

Bu Sona memeriksa bubur yang tengah dia masak di atas kompor gas. Bubur itu telah matang, sudah waktunya untuk memberi suaminya makan pagi.

"Kamu lanjut bentar ya, Ibu mau kasih bapak makan dulu."

Tinggal Atma seorang diri di dapur. Batinnya masih agak gelisah memikirkan yang tadi dia katakan kepada Bu Sona. Akankah kehadirannya diterima dengan tangan terbuka oleh putera semata-wayang Bu Sona? Ibu Atma meninggal dua tahun lalu akibat gangguan paru menahun, disusul ayahnya setahun kemudian, rumah peninggalan pun disita oleh Bank untuk membayar utang perawatan biaya rumah sakit.

Atma gadis terbuka dan dekat dengan orang-orang di desa, melalui bantuan kepala desa, dia diterima oleh Bu Sona untuk ditampung di rumahnya. Atma tak perlu membayar sepeser pun, cukup bantu-bantu sekadar saja, seperti bersih-bersih atau mencuci piring. Itu pun, Bu Sona selalu memberi gaji, uang saku, bahkan membelikan pakaian baru serta ponsel pintar untuk Atma. Dia disayangi selayaknya anak sendiri meski orang-orang di desa melihatnya hanya sebatas pembantu. Beberapa bulan lalu Pak Giring, tuan rumah, suami dari Bu Sona jatuh sakit. Atmalah yang juga hadir di sisi Bu Sona, membuat kedekatan mereka kian lekat.

Namun, Atma belum pernah bertemu dengan Bhaga. Waktu dia kecil, beberapa kali dia bermain di kebun teh milik keluarga Pak Giring, dan sesekali dia lihat sosok Bhaga remaja berada di teras rumah, tapi mereka tak pernah bertegur sapa. Seperti anak orang kaya pada umumnya, Bhaga jarang keluar rumah. Aktivitasnya banyak dilakukan di dalam rumah, dia sibuk belajar, dan termasuk salah satu siswa berprestasi.

Habis tamat SMA, Bhaga berangkat kuliah ke kota. Dan sejak Atma tinggal di rumah keluarga Pak Giring, belum pernah Bhaga pulang.

***

Tepat pukul sepuluh pagi. Bu Sona meremas tangan dengan gugup, seharusnya sejak beberapa menit yang lalu mobil yang menjemput Bhaga sudah kembali, namun sepertinya ada sedikit gangguan di jalan.

Atma meletakkan gelas berisi teh hangat di atas meja. "Minum dulu, Bu. Tenang aja, mas Bhaga udah di jalan, pasti datang sebentar lagi."

Barangkali kalimat dari mulut Atma adalah doa, detik selanjutnya, sebuah mobil berhenti di halaman depan yang ditumbuhi hamparan rumput jepang. Seorang pemuda tinggi tegap berkemeja putih turun dari pintu mobil belakang. Bu Sona berdiri dari kursinya, menatap tak percaya menghadap pintu yang terbuka lebar.

"Bhaga?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Trauma
8.3
Masa lalu Adel kelam akibat kekerasan ayahnya, menyisakan trauma mendalam meski sang ibu selalu mendukung. Di sekolah, ia merasa terasing saat sahabatnya, Dara, mulai menjauh demi Farhan. Hubungan asmara Adel dengan Vero pun penuh kekecewaan, memaksanya mempertanyakan kesempatan kedua. Demi pulih, Adel memilih mengikuti pelatihan di Surabaya untuk menata masa depan. Di tengah luka dan bayang-bayang masa lalu, mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Dinodai Tetangga
8.9
Pemerkosaan yang dilakukan Alex pada Andini membuat Andini merasa trauma. Dia bahkan sempat tidak mau berhubungan dengan sang suami-Arka. Andini dan Arka terpaksa pindah rumah demi menghindari Alex. Apakah pindah rumah solusi utama? Tidak, nyatanya Alex tetap menganggu Andini. Apa yang akan dilakukan Andini setelah ini? Apa dia akan membiarkan Alex mengganggu dia lagi?
Sampul Novel Hati Yang Terpilih
8.2
Dunia Nazwa Rengganis runtuh saat Rafi mendadak menceraikannya setelah dua belas tahun menikah. Meski terpuruk, ibu dua anak ini berhasil bangkit dan mulai membuka hati untuk Kafka, pria dari masa konselingnya. Namun, rahasia perceraian Rafi terungkap tepat saat sang mantan suami meminta rujuk. Terjepit di antara dua pria, Nazwa memilih menjauh demi ketenangan diri dan anak-anaknya. Akankah ia berani kembali meniti mahligai pernikahan atau tetap melangkah sendiri?
Sampul Novel Malaikat Cinta: Jadilah Mamaku yang Baru
7.8
Lima tahun pernikahan Daryl hanya menyisakan luka hingga suaminya tega menyerahkannya pada pria lain. Di tengah kehancuran, muncul bocah laki-laki berumur lima tahun yang mengembalikan keceriaannya. Ketegangan memuncak saat hasil tes DNA mengungkap fakta mengejutkan bahwa anak itu adalah darah dagingnya bersama Zack, sang CEO dingin, dari kenangan malam masa lalu. Kini Daryl harus menghadapi takdir baru yang mengubah seluruh jalan hidupnya yang kelam.
Sampul Novel Menikahi Calon Kakak Ipar
7.9
Mentari Khairunnafiza, seorang reporter lapangan yang tomboi, terpaksa menikahi calon kakak iparnya yang bersifat dingin dan perfeksionis. Meski hampir tidak mengenal pria tersebut, ia tak kuasa menolak wasiat terakhir sang kakak yang terus mendesaknya. Kini, Mentari terjebak dalam dilema besar. Mampukah ia menjalani biduk rumah tangga tanpa rasa cinta dengan pria asing itu, sementara hatinya masih terpaku pada kekasih yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel My Sweet Wife
9.4
Insiden tak terduga di pesta pernikahan adiknya mengubah hidup Riko Alfian Firmansyah selamanya. Pria berusia 28 tahun ini tertangkap basah oleh ibu Tiffani Mita Winata saat mereka sedang berciuman. Akibat kejadian itu, Riko terpaksa menikahi mahasiswi berusia 21 tahun tersebut atas desakan orang tua. Meski berstatus sahabat sang adik, Mita harus menjalani mahligai rumah tangga mewah tanpa dasar cinta. Akankah pernikahan paksa ini berakhir bahagia?