Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta

Lama-lama Jadi Cinta

Rini Zaskia Putri terpaksa menikahi Muhammad Andre akibat perjodohan orang tuanya yang mendadak. Meski terikat pernikahan, hati Rini sebenarnya masih milik Bagaskara Agam, kekasihnya yang tidak pernah mendapatkan restu dari keluarga. Kini, Rini terjebak dalam dilema antara baktinya sebagai istri dan kenangan masa lalu. Sanggupkah ia menghapus perasaannya pada Agam demi mencintai Andre sepenuhnya, ataukah cinta lama itu tetap bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aaaa ...!"

Rini refleks berteriak ketika sebelah tangannya dipegang oleh Andre. Sementara ponselnya terjatuh begitu saja di atas ranjang. Padahal ia sedang asyik berteleponan dengan Agam.

"Kenapa? Enak kan?" tanya Andre sambil menaruh sebelah tangan Rini di atas perut sixpack-nya.

Ia sangat gugup dan buru-buru menarik tangannya. Ia terlihat salah tingkah lalu menggerutu pada Andre. Kedua matanya dengan cepat melotot tajam.

"Ce-cepat sana pakai baju!" suruh Rini sambil memalingkan wajah.

Sementara itu, panggilan yang sempat terhubung dengan Agam kini sudah terputus. Rini jadi kesal sendiri karena sambungannya diputuskan secara sepihak. Kemudian, sang suami berlalu menuju ke lemari pakaian.

Rini yang masih memakai gaun pengantin, berniat hendak ke kamar mandi untuk berganti. Namun, saat berdiri, Andre tiba-tiba mendekat padanya. Melihat wajah suaminya saja, ia sudah kehilangan mood.

"Dek, nih pakai," ucap Andre sambil menyodorkan handuk bersih ke arah Rini.

"Makasih!"

Buru-buru ia menuju ke kamar mandi dan menutup pintunya. Dari balik pintu, ia sangat gugup dan malah terbayang-bayang dengan kejadian tadi. Tangannya dipegang, lalu diletakkan oleh Andre di atas perut sixpack-nya. Kerlingan mata sang suami juga terlihat manja padanya. Harusnya, malam ini menjadi malam yang paling membahagiakan bagi sepasang suami istri. Namun, malam pertama malah tidak terlintas di dalam pikiran Rini karena merasa takut.

***

Benar saja, ternyata Andre tidak ada di dalam kamar ini setelah ia ke luar dari kamar mandi. Mungkin saja, laki-laki itu sedang ada di sofa ruang tamu untuk beristirahat. Di rumah ini hanya mereka berdua saja yang tinggal. Andre memang sudah membeli rumah sebesar ini untuk ditempati.

Ia duduk di atas ranjang sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Tiba-tiba, tatapan matanya teralihkan pada ponselnya yang berada di atas nakas. Rini agak ragu, apakah menghubungi Agam lagi atau besok saja.

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit. Ia tidak enak mengganggu waktu istirahatnya Agam saat ini. Ia urungkan niatnya untuk menghubungi sang mantan.

"Besok aja deh."

***

Rini telah selesai mengerjakan Salat Subuh hanya sendirian saja di dalam kamar. Sementara itu, Andre sedang melaksanakan Salat Subuh di ruang tamu. Ia tidak mau melakukan salat berbarengan. Walaupun mereka berdua adalah suami istri, tapi tetap saja Rini ingin memberi penghalang jarak antara dirinya dan juga sang suami.

Tok! Tok!

"Assalamualaikum," ucap Andre dari luar kamar.

"Waalaikum salam," sahut Rini.

Setelah memberi salam, laki-laki itu masuk ke dalam kamar. Rini melepaskan mukena yang dipakainya, lalu merapikannya kembali.

"Dek, gimana tidurnya semalam? Nyenyak kan?" tanya Andre.

Rini mengangguk dengan cepat. Memang benar, semalam ia tidur nyenyak karena saking lelahnya menyambut para tamu yang hadir di acara pernikahannya itu.

"Alhamdulillah kalau gitu."

Mendadak suasana jadi hening di antara mereka. Andre tampak ingin berbicara sesuatu padanya. Namun, laki-laki itu sepertinya tak berani buka suara.

"Ada apa?" Rini inisiatif bertanya pada Andre lebih dulu. "Kalau gak ada yang mau diomongin lagi, mending ke luar aja."

"Aku mau minta tolong."

"Tolong apa?" Rini menaikkan sebelah alisnya dan menunggu kelanjutan Andre berbicara.

"Hmm ... tolong setrika bajuku, ya. Soalnya, aku mau mandi lagi dan siap-siap ke kantornya ayah. Bisa kan?"

Kewajibannya sebagai seorang istri tetaplah harus dijalani. Ia mengangguk ke arah sang suami dan bersedia melakukannya. Ia melihat Andre tersenyum manis padanya.

"Terima kasih," ucap Andre lagi sambil menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai menyetrika pakaian milik Andre, ia segera melangkahkan sepasang kakinya menuju ke arah dapur. Ia berencana akan memasakkan makanan untuk sang suami dengan bahan-bahan seadanya di dalam kulkas. Ternyata, isi di dalam kulkas banyak sekali. Ada buah-buahan, sayuran, minuman, dan cemilan lainnya di sana.

"Aku masak nasi goreng aja deh buat sarapan pagi ini. Nanti siang, aku akan masak yang lainnya."

Tanpa sadar, Rini malah tersenyum ketika memasak. Rupanya, aroma wangi dari masakannya tercium sampai ke dalam kamar. Alhasil, Andre tiba-tiba datang mengejutkannya yang sedang memasak.

"Wow, wangi banget masakan kamu. Pasti enak nih," ucap Andre.

Andre yang sudah siap berpakaian mengenakan setelan jas kini duduk di kursi. Sembari menunggu sebentar makanan dihidangkan di atas meja, tampak sang suami mengutak-atik ponsel. Andre tersenyum semringah ketika makanan sudah ada di depan kedua matanya. Rini mulai mengambil piring kosong dan menaruh secentong nasi serta telur dadar di atasnya untuk diserahkan pada sang suami.

Laki-laki itu bahkan menatapnya sampai tidak berkedip. Rini tampak biasa saja. Berkali-kali, Andre mencuri pandang ke arahnya dan ia sadar akan hal itu. Kemudian, ia juga duduk di sebelah sang suami untuk sarapan bersama. Mereka tak lupa membaca doa sebelum menyuap makanan.

"Dek, nasi goreng buatan kamu enak banget." Andre memuji masakan Rini.

"Makasih."

Hanya satu kata yang terucap dari bibir Rini. Ia bahkan sama sekali tidak menatap wajah Andre dan malah menatap nasi goreng saja yang ada di atas piring. Begitulah dirinya tidak bisa memaksakan perasaannya ini untuk memberi perhatian lebih pada laki-laki di sampingnya. Ia hanya melakukan tugasnya saja, sebagaimana seorang istri.

Selama makan, mereka berdua tidak saling bicara sampai makanan telah habis tak bersisa. Kemudian, Andre membersihkan mulutnya dengan tisu.

"Dek, aku mau berangkat kerja dulu, ya. Kamu di rumah aja, jangan ke mana-mana," ucap Andre.

"Iya," sahut Rini singkat.

Mereka berdua sama-sama berdiri. Rini mencium punggung tangan sang suami dengan hormat dan mengantarkannya sampai pintu depan. Keduanya berjalan bersisian, walaupun tidak saling bicara. Ia melihat sang suami tersenyum lebih dulu padanya sebelum masuk ke dalam mobil.

"Assalamualaikum ...."

"Waalaikum salam," jawab Rini.

Ia melihat mobil sang suami sampai jauh dari pandangan mata. Kemudian, ia segera masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu. Terlintas dalam pikirannya untuk menghubungi sang mantan lagi.

"Nelpon Mas Agam ah ...."

Sambil berjalan dengan penuh semangat, Rini telah sampai di dalam kamar. Ia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas lalu mencari nama Agam di layar. Tanpa menunggu lama, sambungan di antara mereka pun terhubung.

"Mas Agam, aku kangen sama kamu, Mas."

Rini langsung mengatakan kalau dirinya merasa rindu pada sang mantan. Ia bahkan tidak canggung apa pun pada Agam, walaupun sudah menikah dengan laki-laki lain, tetap saja sang pemilik hatinya adalah Agam.

"Aku juga kangen sama kamu, Rin. Gimana kalau kita ketemu aja?" ajak Agam melalui sambungan telepon.

"Ketemu, Mas? Sekarang kah nih?"

"Iya, sekarang. Apa kamu bisa, Rin?"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PSF" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PSF
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berpaling Darimu
8.2
Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Rana adalah mahasiswi yatim piatu yang berjuang kuliah melalui jalur beasiswa. Kesehariannya hanya terbagi antara belajar dan bekerja hingga ia bertemu Reva, sahabat pertamanya. Namun, ketenangan hidupnya mulai terusik saat Reno muncul dan sosok dari masa lalu kembali hadir. Hubungan mereka kian rumit ketika Dito masuk ke dalam lingkaran pertemanan tersebut. Kini, Rana harus menghadapi konflik perasaan yang melibatkan keempat orang terdekatnya itu.
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
9.3
Lima tahun menjadi istri rahasia miliarder Tritan Wirajaya, seorang mahasiswi akhirnya mundur saat cinta pertama suaminya kembali. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, ia menjebak Tritan menandatangani surat cerai lewat berkas kuliah. Ia lalu pergi jauh dalam kondisi hamil. Kehilangan istri tulus dan calon pewaris membuat Tritan menyesal dan mencarinya. Namun, sang mantan istri kini telah bertransformasi menjadi wanita karier mandiri, membuat sang miliarder harus berlutut memohon cintanya.
Sampul Novel Diamnya Istriku
9.8
Bagi seorang istri, kemiskinan mungkin bisa dihadapi dengan ketabahan, namun pengkhianatan suami adalah luka yang menghancurkan harga diri. Ayu memilih jalan yang berbeda saat rumah tangganya diguncang prahara kesetiaan. Alih-alih mengeluh, ia bersimpuh memohon petunjuk Sang Pencipta agar suaminya bertobat. Ia percaya keajaiban doa mampu melunakkan hati yang sekeras batu. Inilah kisah perjuangan batin Ayu dalam menjaga keutuhan pernikahan lewat kesabaran.
Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Bagi Noel, pernikahan dengan Bianca hanyalah transaksi bisnis demi kelancaran kerja sama perusahaan. Ia mengabaikan keberadaan istrinya dan menanti saat yang tepat untuk berpisah secara resmi. Namun, ketika waktu perceraian tiba, sikap Noel mendadak berubah drastis. Ia menolak keras melepaskan Bianca tanpa alasan yang jelas. Di tengah dinginnya hubungan mereka, Noel justru bersikeras mempertahankan ikatan yang awalnya ia anggap tidak berarti sama sekali.
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.