Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta

Lama-lama Jadi Cinta

Rini Zaskia Putri terpaksa menikahi Muhammad Andre akibat perjodohan orang tuanya yang mendadak. Meski terikat pernikahan, hati Rini sebenarnya masih milik Bagaskara Agam, kekasihnya yang tidak pernah mendapatkan restu dari keluarga. Kini, Rini terjebak dalam dilema antara baktinya sebagai istri dan kenangan masa lalu. Sanggupkah ia menghapus perasaannya pada Agam demi mencintai Andre sepenuhnya, ataukah cinta lama itu tetap bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan," ucap seorang laki-laki yang tersenyum manis sembari mengembuskan napas lega.

Terdengar suara-suara bersahutan menyerukan kata 'sah'. Kini, Rini dan Andre sudah sah menjadi sepasang suami dan istri. Walaupun, Rini masih tak ada perasaan apa pun untuk laki-laki yang bersanding di sebelahnya ini. Ia hanya menuruti keinginan kedua orang tuanya untuk menikah dengan Andre.

Kemudian, Rini mencium punggung tangan Andre dengan sopan. Ia menatap wajah laki-laki itu sejenak. Ya, tak ada cela keburikan yang tampak pada Andre. Namun, entah kenapa ia masih tak memiliki perasaan untuk laki-laki yang menyandang gelar suaminya sekarang. Bahkan, Andre adalah laki-laki yang saleh. Ia bersyukur mendapatkan laki-laki seperti ini, tapi tetap saja hatinya belum terketuk sama sekali.

"Cie ...."

"Duh, pengantin baru."

Orang tuanya serta orang tua Andre tampak senyum-senyum ke arah mereka berdua. Pancaran wajah Andre tampak bersinar sekali, menandakan sang suami sangat bahagia sekarang. Sementara itu, dirinya hanya mampu menutupi perasaan sedih di hadapan banyak orang yang hadir.

'Mas Agam, maafin aku, Mas.'

Rini merintih dan tiba-tiba memanggil mantan kekasihnya dalam hati. Agam adalah laki-laki yang pernah berpacaran dengannya selama dua tahun. Namun, orang tua Rini tidak merestui hubungan mereka dari awal menjalin tali asmara. Dan, ia hanya bisa pasrah saja ketika perjodohannya dengan Andre terjadi, walaupun menyisakan luka di hati Agam.

"Ayo, rencana bulan madu kalian mau ke mana?" celetuk Bu Sari-ibunya Rini.

"Ibu ...." Rini langsung cemberut dan tidak ingin membahas bulan madu di depan banyak orang.

Andre tersenyum manis dan geleng-geleng kepala. Ia tidak kepikiran sama sekali untuk berbulan madu saat ini. Berusaha untuk menata hati dan menerima kenyataan ini, bahwa dirinya sudah menjadi seorang istri. Apakah ini akan sulit dijalaninya?

"Dek, sebut aja mau ke mana nanti bulan madunya. Nanti Mas yang atur," bisik Andre ke telinga Rini.

Lagi-lagi semua orang bersorak serta menyerukan kata 'cie' di hadapannya. Rini menggerutu dalam hati, kenapa Andre malah bersikap seperti ini padanya. Ia merasa risih dan tertunduk lesu.

'Dasar Andre!'

Tiba-tiba, dari arah luar terdengar suara teriakan. Dan, Rini tahu betul itu suara siapa. Orang itu pun melangkah masuk dengan gerak cepat dan menatap ke arahnya.

"Mas Agam?" Rini langsung berdiri dari posisi duduknya.

Kedua orang tua Rini juga berdiri dan tampak tidak menyukai keberadaan Agam di sini. Ia melihat wajah Agam yang berhiaskan kesedihan.

"Lancang kamu datang ke sini, ya!" bentak Pak Surya-ayahnya Rini sambil menunjuk-nunjuk ke arah Agam yang baru saja hadir.

"Ayah, jangan begitu sama Mas Agam."

"Kamu udah sah menikah sama laki-laki itu, Rin?" tanya Agam.

Rini mengangguk pelan dan mengiyakan saja. Toh, tidak ada gunanya juga untuk berbohong di hadapan Agam kalau pernikahan ini memang sudah terlaksana dan dirinya telah menjadi istrinya Andre.

"Alhamdulillah, Rini sudah sah menjadi istriku," sahut Andre sambil menggenggam erat jari jemari Rini.

Rini menatap ke arah Andre sejenak. Sial! Selalu saja Andre bertindak sesuka hatinya. Kemudian, pandangannya teralihkan menuju kepada Agam. Ia melihat tangan Agam telah terkepal kuat. Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi saat ini.

"Rin, bukankah kita sama-sama saling cinta? Tapi, kenapa kamu malah menikah dengan yang lain?" ucap Agam di hadapan banyak orang yang hadir.

"Maafkan a–"

Ucapan Rini terpotong begitu saja ketika melihat ayahnya menarik paksa Agam untuk ke luar dari acara penuh khidmat ini. Ia tak bisa ke luar menyusul Agam karena dicegat oleh sang Ibu. Kedua orang tuanya tidak ingin menanggung rasa malu karena kedatangan Agam ke sini.

"Bu, biarkan aku ke luar buat ketemu sama Mas Agam! Sebentar aja, Bu," pintanya.

"Jangan bikin Ibu dan Ayah malu di depan banyak orang, Nak. Gak usah ke luar! Biar ayahmu yang mengurus semuanya," bisik Bu Sari di telinga Rini.

"Tapi, Bu ...."

Bu Sari tak mau mendengar apa pun sekarang. Ibunya hanya menyuruh untuk duduk kembali bersama dengan Andre. Ia merasa cemas kepada Agam. Apa yang akan dilakukan oleh ayahnya pada pria yang dicintainya itu? Di sisi lain, ada Andre yang selalu memperhatikan wajahnya sedari tadi. Rini merasa risih pada tatapan mata Andre, walaupun sekarang telah sah menjadi suaminya, tetap saja bumbu-bumbu cinta tidak ada di dalam hatinya.

"Kenapa?" tanya Rini sambil menampilkan wajah dinginnya.

"Dek, kamu cantik sekali," puji Andre padanya.

Dipuji Andre seperti itu tentu tidak akan membuatnya luluh dengan begitu mudah. Selagi ada Agam di dalam hatinya, ia jamin tak ada yang bisa menerobos pertahanannya. Ia tak akan baper dengan Andre. Ia tidak merespons ucapan sang suami barusan.

Pikiran dan hatinya terus tertuju pada Agam. Tiba-tiba saja, sang Ayah muncul dan masuk dengan langkah tegas. Mungkin saja, Pak Surya telah berhasil membuat Agam pergi dari sini. Rini berusaha untuk kembali fokus dan mengukir senyum yang dipaksakan dihadapan para tamu undangan.

'Apa yang dilakukan Ayah tadi sama Mas Agam, ya? Kok, aku jadi khawatir sama dia.'

"Dek, jangan ngelamun," ucap Andre.

"Nggak kok."

"Nah, gitu dong. Kan jadi tambah cantik." Andre mengedipkan sebelah mata ke arahnya. Tatapan tersebut seolah sangat memuakkan.

Mereka berdua duduk bersebelahan. Tak jarang, Andre memegang sebelah tangannya. Padahal ia tidak suka diperlakukan seperti ini, tapi mau tidak mau, ia pasrah saja daripada membuat keluarganya jadi malu.

'Rin, kamu udah jadi istri sahnya Andre! Kenapa susah ya buat menerimanya?'

Harusnya, pernikahan ini membuatnya merasa bahagia, tapi justru berbanding terbalik. Rini tidak merasakan kebahagiaan sama sekali ketika bersama dengan Andre. Padahal dari awal, ia sudah menolak pernikahan ini, tapi tetap saja kedua orang tuanya memaksakan kehendak. Orang tuanya ingin dirinya memiliki seorang suami yang taat agama dan berbakti, dan itu ada pada diri Andre. Akan tetapi, cintanya jauh lebih besar untuk Agam sampai detik ini.

"Dek, yang tadi mantan pacarmu, ya?" bisik Andre mendekat pada Rini.

"Iya," lirih Rini. "Memangnya kenapa sih?"

"Lebih gantengan aku sih, Alhamdulillah," sahut Andre lagi sambil senyum-senyum sendiri.

Sontak, Rini membulatkan kedua bola matanya. Ia tidak menduga kalau Andre akan senarsis ini. Akan tetapi, kalau dilihat-lihat memang benar adanya, kalau suaminya lebih tampan dari sang mantan kekasih. Ingin berdebat sekarang, tapi momennya tidak tepat. Ia akan sangat malu kalau harus beradu mulut dengan Andre di hadapan banyak orang.

'Awas aja kamu, Ndre! Bisa-bisanya membandingkan dirinya sendiri sama Mas Agam!'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Joanna
9.0
Dunia Joanna Alexander seketika hancur berkeping-keping saat mendapati kekasih yang sangat dicintainya tega berkhianat dengan teman dekatnya sendiri. Namun, penderitaan Joanna tidak berhenti di situ saja. Sebuah rahasia besar yang telah disembunyikan orang tuanya selama belasan tahun akhirnya terungkap ke permukaan. Di tengah badai emosi yang mengguncang hidupnya, mampukah Joanna melapangkan dada dan memaafkan kesalahan besar orang tuanya tersebut?
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan
8.9
Dewi menemukan bukti perselingkuhan suaminya melalui tumpukan bon belanja barang wanita dan tiket bioskop yang mencurigakan. Meski ia berusaha berbicara dengan suara lirih, amarah besar terlihat jelas saat ia mengonfrontasi pengkhianatan yang terulang kembali. Dewi menegaskan bahwa batas kesabarannya telah habis; ia tidak akan memberi kesempatan kedua setelah peringatannya diabaikan. Hubungan pernikahan mereka kini berada di ambang kehancuran total.
Sampul Novel Falling for him
9.1
Theo percaya bahwa hati manusia selalu berubah layaknya angin, sebuah keyakinan pahit dari masa lalunya yang kelam. Namun, pandangannya terusik saat bertemu Jaane Kim, gadis berpendirian teguh yang menutup rapat pintu hatinya untuk cinta. Bagi Theo, keteguhan Jaane adalah tantangan yang belum pernah ia temui sebelumnya. Mampukah sang 'Pied Piper' menaklukkan hati Jaane dengan pesonanya? Ikuti kisah romansa musim semi yang penuh debar dan keajaiban ini.
Sampul Novel Gairah Pesta Birahi
9.5
Yenka Linggarwarna muak dikhianati Taran selama empat tahun pernikahan. Terhina karena disebut bodoh lantaran setia, ia nekat membalas dendam dengan cara serupa. Lewat bantuan Ian, sahabat masa kecilnya, Yenka menyusup ke pesta topeng rahasia yang penuh gairah demi mencicipi kebebasan seksual. Tak disangka, pesonanya justru memicu obsesi banyak pria hingga mengubah sikap Taran. Kini Yenka terjebak antara memperbaiki rumah tangga atau tenggelam dalam permainan panasnya.
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Citta Buwana menghadapi masa magang yang berat sebagai sekretaris William Rustenburg. Bagi William, Citta hanyalah bawahan tidak kompeten yang selalu menjadi pelampiasan emosinya. Ketegangan memuncak saat William mengetahui rencana perjodohan mereka yang diatur sang ayah, Johan. Meski William terus memberontak dan mempermalukan Citta, Johan tetap teguh pada pilihannya. Mampukah pengabdian dan pengorbanan mengubah kebencian menjadi cinta dalam ikatan paksa ini?