
KURELAKAN SUAMIKU
Bab 2
Jangan pernah tanya saya se sakit apa saat ini. Saya berfikir selama ini suamiku orang yang paling setia. Jangankan untuk melihat mereka tersenyum dan mereka napas saja saya benci.
'''Kenapa istrimu harus tinggal di rumah ini.?'' Pertanyaanku yang tak bisa ku kontrol lagi.
''Saya sengaja supayah kalan akur dan anak kita bisa memiliki dua ibu sekaligus. Jangan banyak nuntut tugas kalian saya sudah bagi dan saya harap kalian akur.''
Lincah juga lidahnya berucap. Dia kira perasaank mainan kali yah. ''Baiklah tapi ingat saya tidak akan mengerjakan pekerjaan rumah sendirian. Kalau kalian tidak mau saya kasih dua pilihan mau saya laporkan menikah tampa izinku atau tinggal di tempat lain.''
Susi mencebikan bibirnya tanda tidak suka dengan kata kataku barusan, emang saya peduli mau dia suka dengan tidak. ''Mas tapi kalau pengen saya cepat hamil saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah.''
''Iya benar kata Susi jadi mohon mengertilah, saya janji uang bulanan untukmu ada juga yang akan saya tambakan seratus ribu.'' Dasar manusia pelit bin medit.
Saya akan menyiksa kalian, tapi bagaimana dengan anakku dia mengetahui jika ayahnya menikah lagi. Saya tidak bisa gambarkan perasaannya seperti apa. Dia paling anti berbagi dengan orang lain tentang kasi sayag.
Bagaimana melihat ayahnya tidur dikamar lain dan wanitanya bukan saya. Itulah bagaimana saya menjelaskan sama dia apa yang harus ku benahi. Rumitnya pikiranku saat ini sampai sampai saya lupa untuk masak makan siang.
Saya bangkit ke dapur, jangan tanya lagi mereka masuk kamar sambil melakukan hubungan halal menurut mereka sambil teriak teriak yang menjanjikan. Apa ia pengantin baru seheboh itu yah. Dasar merreka saja yang pamer. Saya masak dengan penuh semangat saya akan masak untuk makanan sekianya dua porsi. Saya juga akan membuktikan jika tampa uangnya saya bisa hidup.
Enak saja uang bulananku di tambah seratus ribu, dia pikir itu bisa mengembalikan keadaan. Beruntungnya saya memiliki tabungan emas sejak saya masih gadis dan sekarang belum terjual dan saya investasi melalui aplikasi dan belum saya cairkan.
Saya akan buka usaha sendiri, saya akan jualan online dan live streaming di tok tok. Saya akan jualan baju dari bayi hingga orang dewasa. Jikaberharap sama suamiku belum tentu adil dalm hal keuangan.
Saya tidak peduli tampa uang bualanan. Mulai besok saya harus order barang dan saya akan bekerja di kamar anakku. Kamar anakku cukup luas.
Akhirnya selesai juga msak, saya simpan di wadah dan saya letakan di kamar anakku. Mereka mau makan masak sendiri saja, saya bukan malaikat yang slalu patuh tapi saya kadang berjiwa iblis.
''Lita mana makanannya, kami lapar ini.'' Enak juga itu bibir berucap bahkan tampa peduli dengan perasaanku dia pikir saya ni pembantu apa. Kenapa kamu sakit dulu tidak mati saja.
''Suruh istrimu itu untuk masak, jangan kelewatan manja nanti di jilat lalat..''
Alwi melongo saya buat, emang enak kamu berurusan denganku. Akan saya buat kalian menderita sejadi jadinya. Mentang mentang banyak uang seenaknya saja menikah.
''Kan saya sudah bilang uang bulanan saya tambah seratus ribu, kok kamu tidak mau saya tarik uang bulananmu dan mulai bulan depan sisanya mana siniin.''
Dia menengadakan tangannya, dia pikir saya akan takut kali yah. ''Sisa ini mas saya sudah belanjakn keperluan dapur dan bayar uang sekolah.'' Jawabku dengan enteng sambil meletakan uang perak di tangannya.
Smongko... rasain itu mas dia pikir itu uang cukup sampai mana. ''Suruh saja istrimu untuk mengelola keuangan mas saya sudah tidak mau.''
Saya berlalu masuk ke kamar anakku. Saya akan menjual emasku dan saya akan buka usaha dar rumah semoga cuan. Saya berusaha agar anakku tak kekurangan kasi sayang. Jika saya bekerja di luar anakku pasti merasa kekurangan kalau dari rumah saya bisa pantau tumbuh kembangnya.
Benar saja anakku sudah pulang, dengan santainya mereka bermesraan tampa peduli anakku melihanya. ''Ayah siapa dia kenapa ada di rumah kita.?'' Pertanyaan yang membuatku keta ketir.
''Viko ini ibu kamu juga, hormatilah dia karna dia juga ibumu.'' Viko melirik kearahku meminta penjelasan tapi mulutku terkatup rapat. Saya tak bersuara, ini yang saya takutkan.
''Maaf ayah jika menikah lagi, silakan pergi dari rumah ini. Saya masih punya ibu. Dan kamu bukan ibu saya jadi jangan pedeh saya menganggapmu ada.''
Dia masuk kamar di banting dengan keras pintunya. ''Mbak ajar anakmu jangan tidak sopan sama saya.'' Tegurnya dengan wajah sok polos,p pengen saya cobein tu mulut.
Saya tidak peduli dengan tatapan tak suka suamiku. Saya masuk dalam kamar, kesehatan mental anakku yang jauh lebih penting dari apa pun.
Saya masuk dalam kamar memeluk anakku, dia menangis dalam dekapanku, saya takut anakku kehilangan arah dan salah pergaulan, saya tidak sanggup jika itu terjadi.
''Ibu saya benci ayah bu, ibu jangan tinggalin saya yah, mohon ibu jangan pergi yah, jika ibu pergi saya sama siapa.''
Ya allah ternyata dia sesayang itu sama ibunya. ''Iyah nak saya tidak meninggalkanmu sendirian, tapi bantu ibu yah nanti. Ganti baju gih supayah kita makan.''
Selesai dia ganti pakaian kita makan bersama dalam kamar ini. ''Enak bu masakan ibu memang slalu juarah.'' Pujinya sambil mengangkat ke dua jempolnya. Selesai makan saya bawa keluar piring saya cuci di wastafel.
Mereka makan dengan nikamt di meja makan, saya hanya melirik mereka sekilas. Itu yang di namakan adil, makan sendiri mereka makan bertiga saja. Seharusnya makan enak anaknya juga di ingat.
Saya akan balas mas perlakuanmu sama anakmu. Saya akan bekerja diam diam agar anakku makan dengan layak. Selama ini saya tidak pernah makan di luar selama jadi istrinya. Saya akan buat kamu bersujud di kakiku.
''Maaf yah kami tidak belikan untukmu. Kan jatah bulanmu sudah ada, jadi kamu masak saja.'' Dasar suami yang tak tau keadilan. Atau perlu saya ajari bagaimana adil itu.
Sore hari mereka nonton televisi saya bawah anakku jalan jalan daripada suntuk yah kan. Saya pergi kerumah bu Renata yang merupakan onwer pakaian dia juga punya pabrik sendiri harga juga terbilang murah.
Setelah kami menyepakatinya saya pamit pulang. Saya ke toko emas untuk menjual emas yang saya punya untuk modal awal. Saya akan menyetok barang di rumah dan saya akan menjualnya di groub kompleks ini dan saya akan menjualnya di beberapa aplikasi contohnya fb.
Karna mulai bulan depan saya sudah tak di kasih uang bulanan tapi itu tak menyurutkn semangatku untuk anakku. ''Nak mau makan bakso.''
Dia meanatapku.''emang boleh ya bu.''
Saya hanya mengagguk. Kami makan bakso di dekat kmpleks dan setelahnya saya kembali kerumah bu Renata untuk membayar semua pesananku. Besok barangnya akan diantarkan kerumah...
''Darimana kalian..?''
Anda Mungkin Juga Suka





