Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KURELAKAN SUAMIKU

KURELAKAN SUAMIKU

Setiap pernikahan pasti menghadapi rintangan berat. Bagi Alwi, seorang pria mapan yang telah memiliki segalanya, rasa jenuh mulai mengikis kebahagiaan rumah tangganya. Meski didampingi istri yang sangat cantik dan dikaruniai seorang putra, kata bosan justru menjadi penghalang utama dalam hubungan mereka. Kisah ini menyoroti bagaimana kemapanan materi tak menjamin keutuhan hati saat ujian kesetiaan datang melanda di tengah kehidupan modern.
Bab
Bagikan

Bab 3

''Dari mana kalian..? Kenapa pergi tampa seizinku. Kalian itu masih tanggung jawabku dan tak ada lagi yang seperti ini nantinya.''

''Nak masuk kamar yah nanti ibu nyusul di dalam.'' Saya suruh anakku masuk dalam kamarnya daripada dia menyaksikan pertengkaran kami nantinya. Setelah Viko masuk dalam kamarnya saya menatap suamiku dngan tatapan jengah..

''Saya cape mas, jangan ganggu saya, dan jangan marah marah terus di depan anakku karna dia terluka dengan pernikahan mu.''

Dia malah membuang pandangannya. Jangankan untuk menatap mataku dia malah berbalik arah hendak pergi, kentara sekali dia seorang pecundang.

''Mas darimana sih, saya tunggu di kamar loh malah gak ada aku kangen tau.'' Susi keluar kamar memakai pakaian kurang bahan, yang menurutku mau manas manasin. Tapi saya tak ambil pusing karna dia juga punya hak karna itu suaminya juga.

Dia sambil menjulurkan lidahnya, tapi saya tidak mua ribut saya hanya membalasnya dengan senyuman. Saya juga sudah kenyang hidup bersamanya. Aya hanya fokus bagaimana kehidupan anakku saya akan memberikannya dngan layak.

Ke esokan paginya saya menyiapkan sarapan untuk anakku. Susi keluar kamar dengan rambut stengah basa. Dengan gya angkuhnya masuk di dapur sambil bersedekap dada.

''Lihatkan suamimu seutuhnya jadi milikku karna kamu hanya sampah.'' Ingin kuremas mulutnya tapi saya tidak ingin merusak moodku.

Saya meninggalkannya karna anakku lebih penting daripada dirinya hanya benalu dalam rumah ini. Biasanya saya sangat rajin membersihkan rumah tapi sekarang saya malas malasan. Banyak orang dalam rumah ini bukan hanya saya.

''Lita mana sarapan kami. Kamu tidak masak.'' Teriaknya dari luar kamar tapi saya tak hiraukan saya sibuk sarapan denga anakku. Ada istrinya yang bisa masak, janga hanya di ranjang tapi isi juga perutnya.

Saya keluar kamar selesai sarapan, padahal mereka bertiga menunggu di meja makan. ''Lita cepat masak kami sudah lapar.'' Perintah mertuaku tapi saya tak hiraukan.

Sementara istri barunya hanya manyun sambil tunngu masakan dariku. ''Mbak masak yah, soalnya badanku sakit sakitan habis di gempur mas Alwi semalaman.'' Sambil tesenyum.

Andaikan saya tak ingat anakku saya sudah cicang wanita yang ada di hadapanku saat ini. Saya berlalu begitu saja sambil mendengarkan ocehn mertuaku. Keenakan mereka jika saya jadi babunya.

Entah bagaimana cara mereka sarapan pagi tadi, yang intinya mereka menyerah dan lagi lagi rumah bak kapal pecah emang yah hanya cantiknya saja tapi tidak bisa bersih bersih rumh ocehku.

Anakku hanya diam sambil melirik kamar tamu yang di tempati ayah sama gundiknya di dalam.

''Ibu jika sudah tak sanggup berada di rumah ini ayo kita pergi saja.'' Ternyata anakku sudah tumbuh dewasa dan mengerti keadaan rumah ini sudah tak nyaman.

Kebetulan hari minggu suamiku serta gundiknya pergi. Beretepatan barang dagananku datang juga. Ternyata anakku juga ikut menhjualnya seemoga in rezeki berpihak pada kami, dia sangat bahagia katanya kalau jualan seperti ini. Postingannya banyak yang komen dandia semakin semngat membalas komenannya orang.

''Ibu saya saja yang jadi kurirnya, banyak juga teman teman yang minat bu.''

''Apakah kamu tidak malu jualan online nak.?'' Tanyaku penuh hati hati karna takut enyinggung perasaannya dan saya tak ingin memberinya beban.

''Ibu ngomong apa sih, justru saya senang bu seperti ini karna saya juga punya uang sendiri, mengurangi beban ibu.''

Anakku sudah sedewasa ini pikirannya. Tak terasa hari sudah semakin sore anakku akan mengantar orderan kami. Yang order orang orang terdekat kami. Teman teman sekolahnya bahkan ibu ibu kompleks ini.

Jualanku banyak ada daster, baju anak anak dan lain lain. Saya juga akan live streaming di apk tok tok. Saya akan pelajari dulu, kebetulan pengikutku sudah banyak.

Semoga ini awal dari kebahagiaan ku. Viko belum juga kembali bahkan katanya belum selesai mengantar orderan kami. ''Mana Viko kenapa jam segini pergi keluyuran di luar, mau jadi apa anakmu itu.''

''Viko itu anakku jika dia keluar berarti sudah mendapatkan izin dariku.'' Dia semakin berang katanya sebagai kepala keluarga dia sudah tak di hargai. Bahkan mengancamku biayah sekolah anakknya dia tiadakan .

''Viko kamu dari mana ini sudah jam berapa. Kenapa baru pulang, kamu sama saja dengan ibumu sama sama keras kepala.''

Viko berlalu begitu saja tampa peduli sama ayahnya, bukannya saya mendukung tingkahnya tapi saya juga tak bisa melarangnya, biarlah dia bertindak sesuai keinginannya.

Saya masuk daam kamar yang kami huni berdua selama beberapa hari ini. Yah saya sudah pinda ke kamar anakku. Kamarku mertuaku yang pake jadi saya mengalah lagian kamar itu sudah tak ada artinya bagiku.

''Lihat bu hasilpenjualan kita hari ini, lumayan banyak. Bahkan saya akan bawa beberapa pcs karna banyak temanku yang minta.''

''Wah benaran. Ini awal yang bagus semoga ini jalan yang terbaik.'' Kami berepelukan saling menguatkan.

''Kamu lapar? Saya masak dulu yah.'' Ternyata mereka maka dengan lahap sementara kami diabaikan, makan enk mereka tidak mengingat kami, saya hanya mengelus dada. Inikah yang dia bilang adil, anaknya tak di belikan. Mererka makan makanan padang mreka kentara dari boxnya. Ayam bakar.

Saya masak makanan simple saja. Untuk kami berdua semoga saya juga punya rumah dn akan ku bawah anakku dari sini. Ngapain jug kan ada di rumah malah tak dianggap juga.

Selesai masak saya membawanya ke dalam kamar, kami sudah terbiasa makan dalam kamar akhir akhir ini. Anakku juga sudah tak pernah protes lagi.

Hari ini seperti biasa anakku pergi ke sekolah saya mulai posting jualanku menurutku hasil itu mengikuti kerja keras. Dari luar kamar saya dengar ada kegaduhan tapi saya tak peduli.

Alwi terlambat bangun sekarang sudah jam sepuluh lewat lima belas menit. Emang enak bertempur tiap maalam dan lupa dengan keadaan. Sudah tuaa taapi masih juga nafsuan, saya tak peduli di rumah ini tak art.

Dia berteriak memanggil namaku tapi saya abaikan. Dia tidur dengan istri barunya tampa peduli perasaan au sama anaknya. Begitulah mengedepankan nafsu. Pintu kamarku di gedor gedor sudah pasti itu gundiknya karna dia tidak ada pakaian kerjanya yang bersih.

Sudah beberapa hari ini pakaiannya tak kucucikan bahkan saya malasmengurusnya lagi. ''Mbak baju nay suamiku mana yang bersiih ini.''

Saya tertawa dari dalam kamar emang saya pembantumu. Dasar aneh baju suaminya saja dia tidak tau mana yang bersih dan mana yang kotor. Bikin anak saja tak usah ke kantor.

Alwi teriak teriak seperti oang kesetanan di luar sana. Dia merancau sambil memakiku bahkan sumpah serapah, kebun binatang sudah diabsen dari tadi, tak luput penghuni neraka pun dia panggil.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JWX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JWX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan yang Pertama
8.4
Zaina Rahayu menjadi yatim piatu akibat kesalahan fatal seorang sosialita. Sebagai penebus dosa, wanita itu menjanjikan posisi menantu di keluarganya. Namun, sikap dingin calon suaminya serta masa lalu pria itu yang belum usai membuat Zaina membatalkan perjodohan. Meski mencoba menghindar, takdir justru terus menyeretnya kembali pada pria galak tersebut. Bisakah gadis lugu ini bertahan menghadapi cinta yang tumbuh di tengah bayang-bayang masa lalu sang suami?
Sampul Novel Cinta Palsu Suamiku
8.8
Kehidupan pernikahan Anisa dan Aldi yang dikaruniai dua buah hati, Luna dan Syailendra, terusik oleh campur tangan sang ibu mertua, Lastri. Sikap Aldi yang selalu memprioritaskan ibunya di atas kepentingan anak dan istrinya membuat Anisa merasa bahwa kasih sayang suaminya hanyalah kepalsuan belaka. Merasa tidak lagi dihargai, Anisa akhirnya mengambil langkah tegas untuk menggugat cerai Aldi. Akankah perpisahan ini menjadi akhir dari penderitaannya?
Sampul Novel Demi Ranjang Panas
7.9
Elena, pelayan klub malam berusia 23 tahun, terjebak dalam masalah besar akibat ulah ayahnya, Hendrik. Setelah sang ibu tiada, Hendrik justru terjerumus judi hingga berutang 500 juta kepada Darel. Darel adalah rentenir berperut buncit berusia 45 tahun yang kini menagih janji. Karena tak mampu membayar, Hendrik menjadikan putri kandungnya sebagai jaminan. Akankah Elena terpaksa menyerahkan hidupnya menjadi budak pemuas nafsu Darel demi melunasi utang sang ayah?
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Kirei Nakamoto bersedia menikahi River King Mountbatten, jutawan yang buta dan lumpuh, demi membalas dendam atas kehancuran keluarganya. Di sisi lain, River hidup dalam trauma setelah dikhianati kekasihnya dan berencana melawan ibu serta adik tirinya yang tamak. Meski awalnya hanya sekadar kerja sama demi tujuan masing-masing, luka yang sama justru menumbuhkan benih cinta di antara mereka. Akankah Kirei menjadi sosok wanita terakhir yang mampu menyembuhkan hati River?
Sampul Novel Gairah Isteri Kedua
8.4
Ellea terpaksa mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan menjadi istri kedua bagi Anderson. Sebagai seorang CEO muda yang berkuasa, Anderson membawa Ellea masuk ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh dengan teka-teki. Apa sebenarnya alasan kuat yang memaksa Ellea bersedia menerima posisi tersebut? Ikuti kisah romansa penuh konflik ini saat ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik statusnya sebagai wanita kedua dalam hidup sang konglomerat.
Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Vidwan Surya, seorang praktisi yoga dan dosen Sansekerta, sangat dihormati oleh mahasiswanya. Pertemuannya dengan Grisse Anggara, mahasiswi pendiam pecinta bahasa kuno, memicu obsesi tersembunyi. Grisse yang polos merasa nyaman atas perhatian Vidwan, tanpa menyadari bahwa sang guru memiliki hasrat mendalam untuk memilikinya. Saat benih cinta mulai tumbuh, Grisse mulai meragukan perasaannya. Apakah itu cinta tulus, atau sekadar nafsu yang menyelimuti hubungan mereka?