Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kumpulan Kisah Hot Membara

Kumpulan Kisah Hot Membara

Hadirkan deretan narasi romansa dewasa yang penuh dengan gairah mendalam melalui Kumpulan Kisah Hot Membara. Setiap bagiannya menyuguhkan dinamika hubungan modern yang intens, di mana emosi dan hasrat berpadu dalam momen-momen paling intim bagi para tokohnya. Penonton akan dibawa menelusuri berbagai skenario percintaan yang berani serta menggoda, menggambarkan sisi lain dari hubungan asmara yang penuh dengan percikan api cinta yang membara.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hari ini Suami ku akan berangkat dinas ke luar kota, dia mendapat tugas dari Kantornya dan cukup lama nanti dia di situ, sekitar 2 minggu. Aku sendiri Seorang Ibu rumah tangga dan sudah mempunyai seorang Anak yang berusia 3 tahun, dengan kepergian Suami ku itu, maka hanya Aku dan Putri ku sekarang yang tinggal di rumah ini. Aku sendiri sekarang sedang hamil tua, usia kandungan ku sudah mau masuk 8 bulan.

Oh iya, nama ku Ratna Seorang Ibu rumah tangga, keseharian ku hanya di rumah mengurus Putri kecil kami yang kami beri nama Sany. Aku sendiri selalu merawat tubuh ku, merawat wajah cantik ku. Hidup ku bisa dikatakan berkecukupan, karna memang Suami ku Randy seorang Pria yang bertanggung jawab dan dia sendiri bekerja di Pertambangan. Kami tinggal di Sebuah Komplek Perumahan di daerah Kota Tangerang.

Singkat cerita, Pagi ini Suami ku Sudah berangkat ke Bandara, dia akan pergi ke Kalimantan hari ini karna penugasan dari Kantor Pusat pertambangannya, dan akan berada di sana kurang lebih 2 mingguan lamanya.

Seiring berjalannya waktu, sudah 1 minggu Suami ku berada di luar kota, dan sudah 1 minggu ini juga Aku puasa dari yang namanya berhubungan badan dengan seuami ku. Aku sebenarnya bukanlah seorang wanita yang memiliki nafsu sex yang tinggi, bisa di katakan biasa biasa saja, namun di kehamilan ku ini, Aku selalu merasakan kegatalan di organ intim ku, di Goa hangat milik ku, kegatalan ingin selalu ada benda tumpul yang mengaruk garuknya, mengobok obok Goa hangat milik ku.

Selama satu minggu ini, Aku hanya memainkan jari ku saja di sana sambil Video Call sex dengan Suami ku, walau itu sama sekali tidak memberi kepuasan pada diri ku.

Suatu hari di siang bolong pas Aku sedang menyapu teras rumah ku, Seorang kakek kakek berperawakan tinggi dan kurus datang ke depan rumah ku, Berpakaian kumuh dan juga berpeci.

"Ibu, minta sedekahnya Bu, Buat Makan Bu"

Dan ternyata dia seorang pengemis, memang di komplek perumahan tempat ku tinggal tidak ada Sekuritynya, jadi bebas saja setiap orang untuk masuk ke lingkungan ku tinggal, baik pengemis maupun pemulung. Aku pun kemuduan berkata.

Iya Pak, sebentar ya Pak

Aku masuk ke dalam rumah ku untuk mengambil uang kecil 5 ribuan untuk ku berikan sama Kakek pengemis itu, Aku pun memberikan uang itu, kemudian pas Aku memberikannya, Aku teringat saat dia mengatakan buat makan, kebetulan di rumah banyak makanan yang sisa, lebih baik kuberikan samanya dari pada nanti kebuang karna tidak habis ku, Aku lalu mengatakan.

Kek, udah makan belum?

"Belum Bu"

Mau makan gak Kek, kalau mau masuk saja, biar aku ambilin ke dapur

Pintu gerbang rumah ku pun ku bukakan untuknya, dan Si Kakek pengemis itu masuk dan kusuruh duduk di kursi kayu yang ada di teras rumah ku. Aku kemudian masuk ke dalam rumah, membuat kan makanan untuknya sepiring nasi dan lauk ikan tongkol balado serta sayur buncis. Ku bawakan makanan itu keluar dan juga segelas air putih dan cuci tangannya di mangkok kecil.

Si kakek kemudian melahap makanan itu dengan buas, seolah dia sangat kelaparan, Aku juga berinisiatif menawarkan untuk menambah makanannya dan si kakek juga mau. dia memang terlihat sangat lapar, tambahan nasi dan lauk yang ku berikan juga habis di bikinya, piring yang dia pake bersih dari sisa nasi. Jujur Aku merasa kasihan dan senang jadinya karna itu, sebab akhirnya makanan yang di rumah ku yang akan terbuang jadinya habis di bikin si Kakek Pengemis.

Setelah selesai makan, Aku kemudian mengajaknya ngobrol ngobrol, ingin tau kesehariannya dan kenapa jadi pengemis. Si kakek pun cerita kalau dia hidup sebatang kara dan dia sekarang sudah berusia 64 tahunan, keluarganya sebenarnya ada, tapi jauh di Sumatra sana, namanya sendiri adalah Waluyo. Dan dari pengakuannya, keluarganya yaitu anak anaknya tak peduli dengannya. Aku benar benar kasihan dengan si Kakek, seolah terbayang oleh ku akan alm Ayah ku sendiri.

"Ibu, maaf boleh numpang ke kamar mandi gak"

Ehh... kakek mau ke kamar mandi?

"Iya Bu, kalau boleh"

Ya udah Ayo Kek

Aku pun menemani si Kakek ke kamar mandi ku, setelah dia masuk ke dalam kamar mandi, dia buru buru melepas kancing dan resleting celananya dan tampa menutup pintu kamar mandi itu, sepertinya si Kakek kebelet ingin buang air kecil. Aku sendiri jadi melihat Senjata milik si Kakek Tua kurus keriput Kakek Waluyo. Mungkin dia berpikir Aku sudah pergi meninggalkannya sendiri di situ hingga dia tak menutup pintu kamar mandi itu.

Mata ku seolah tak percaya melihat Senjata milik si Kakek itu berwana hitam kecoklatan, benar benar Panjang dan besar walau masih dalam keadaan lemas, air kencingnya pun kulihat dengan derasnya keluar dari lobang kecil yang di kepala batang miliknya yang seperti teriris itu. Kemudian Si Kakek pun menyadari keberadaan ku, buru buru dia memasukkan Senjata miliknya itu dan mengancing celananya, sekarang celananya di bagian daerah resleting miliknya jadi basah akibat belum tuntasnya tadi buang air kecil, lalu dia berkata.

"Ehh... maaf Bu, gak tau kalau Ibu masih di situ"

Iya Pak Maaf juga, jadi bikin bapak kaget, terusin saja pak buang air kecilnya

Aku pun meninggalkannya di situ, masih terdiam berdiri di dalam kamar mandi milik ku. dalam pikiran ku sekarang hanya ada Batang panjang hitam legam milik si Kakek, sangat sulit ku percaya akan kepunyaannya itu, Aku pun membandingkan miliknya dengan milik Suami ku yang selama ini mengobok obok goa hangat ku, seolah tidak ada apa apanya kepunyaan Suami ku di banding dengan milik si Kakek, padahal masih dalam keadaan lemas, bagaimana jika dalam kondisi ereksi menegang! Pasti akan lebih panjang dan besar lagi itu! Hayalan ku malah ke Senjata milik Si Kakek Waluyo, pengemis tua Kurus dan tinggi.

Memek ku juga jadi seolah gatal karna melihat dan menghayalkan itu, menghayal seandainya batang miliknya bersarang di dalam goa hangat milik ku, pasti akan kurasakan perih dan nikmat luar biasa karna itu bercampur aduk. sebab semalam saat VC dengan Suami ku, tak ada kurasakan kepuasan sedikit pun saat jari ku bermain di dalam Goa hangat milik ku yang sangat basah oleh lendir ku.

Sekarang Si Kakek sudah selesai dari dalam kamar mandi ku, terlihat oleh mataku akan celana miliknya yang basah karna air kencingnya tadi saat dia kaget menyadari keberadaan ku disitu, dan dia buru buru menyembunyikan Senjata panjang miliknya yang masih deras mengeluarkan air kencingnya. Sekarang dia terlihat malu karna itu, si kakek selalu menundukkan kepalanya saat sudah bersama kembali duduk dengan ku di kursi teras rumah ku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Cinta seorang atlet
9.4
Dalam dinamika dunia olahraga yang kompetitif, asmara sering kali hadir hanya untuk berlalu dan tumbuh hanya untuk akhirnya layu. Namun, kisah ini membuktikan bahwa ada satu perasaan istimewa yang mampu bertahan melampaui perpisahan. Meski raga tak lagi bersama dan waktu terus bergulir, jejak kasih sejati akan selalu menetap secara kekal di dalam sanubari. Sebuah perjalanan rasa yang mendalam tentang ketulusan yang abadi selamanya.
Sampul Novel Ingin Tenang, Dengan Menumpang
8.1
Deli merasa sangat terbebani oleh rentetan masalah yang terus menghimpit hidupnya hingga ia merasa lelah secara mental. Demi mendapatkan kedamaian yang selama ini sulit ia temukan, ia memutuskan untuk mencari perlindungan sementara. Deli akhirnya memilih untuk menumpang tinggal di kediaman Dena, adik kandungnya sendiri. Ia berharap dengan menetap di sana, ia bisa menenangkan pikiran dan memulihkan diri dari segala kerumitan yang sedang menjeratnya saat ini.
Sampul Novel Love By Accident
7.9
Akibat satu kesalahan fatal di masa lalu, Liz mengandung anak dari Caden, pria asing yang nyaris tak ia kenali. Tanpa mengetahui kebenarannya, Caden justru menaruh kebencian mendalam dan menuduh Liz telah sengaja menjebak dirinya demi kepentingan pribadi. Setelah bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, takdir secara mengejutkan membawa mereka kembali pada pertemuan yang tak terduga. Kini, rahasia besar dan luka lama pun mulai membayangi hubungan mereka kembali.
Sampul Novel Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris
8.0
Livia tak menyangka perannya menggantikan sahabat di kencan buta akan berujung petaka. Sikap cerianya justru memicu obsesi Damien Remington, pewaris tunggal konglomerat yang angkuh dan misterius. Situasi memburuk saat Livia menghilangkan jam tangan miliaran milik Damien, membuatnya terjerat dalam permainan kekuasaan pria kejam itu. Kini, ia terjebak dalam lingkaran emosi dan sisi gelap Damien, berjuang keras untuk lepas dari jeratan obsesi yang kian mengikatnya.
Sampul Novel Petaka Di Balik Gairah
8.7
Setelah resmi bercerai dari suaminya, seorang wanita yang didera kesedihan mendalam memutuskan untuk mencoba layanan pijat dari seorang terapis pria demi menenangkan diri. Tanpa diduga, terapis tersebut rupanya sangat ahli dalam memikat dan menggoda wanita. Sentuhan dan pesonanya yang memabukkan segera membawa sang wanita hanyut sepenuhnya ke dalam sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, hingga membuat seluruh tubuhnya terasa melayang dalam kepuasan tak terduga.