Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kumpulan Kisah Hot Membara

Kumpulan Kisah Hot Membara

Hadirkan deretan narasi romansa dewasa yang penuh dengan gairah mendalam melalui Kumpulan Kisah Hot Membara. Setiap bagiannya menyuguhkan dinamika hubungan modern yang intens, di mana emosi dan hasrat berpadu dalam momen-momen paling intim bagi para tokohnya. Penonton akan dibawa menelusuri berbagai skenario percintaan yang berani serta menggoda, menggambarkan sisi lain dari hubungan asmara yang penuh dengan percikan api cinta yang membara.
Bab
Bagikan

Bab 2

Entah kenapa, Aku sangat berharap jadinya dapat merasakan Batang milik Kakek Waluyo bersarang di Goa memek ku. Sekarang duduk ku juga jadi sedikit gelisah sebab kurasakan ada rasa gatal di Goa hangat milik ku yang sudah mulai basah oleh lendir ku.

Aku pun bingung bagaimana caranya agar dapat merasakan Senjata tumpul milik Kakek pengemis ini, sebab sudah satu minggu ini juga Aku puasa dari Senjata tumpul milik Suami ku. Akhirnya ku coba mengatakan ke Kakek Waluyo.

"Kek, itu celananya basah kena air kencingnya"

Dia sendiri tidak menjawab perkataan ku, dan yang ada hanya menundukkan kepalanya, dan justru malah berniat untuk pergi dari teras rumah ku. Sebelum dia melangkahkan kakinya, Akhirnya timbul ide di pikiran ku.

"Kek, bisa bantu Saya gak sebentar"?

Bantu apa Ya Bu?

"Ini lok Kek, Kaki ku rada pegal, bisa mijit gak Kek? Nanti Aku bayar 100 ribu Kek"

Bisa Bu, tapi pijatan Kakek biasa biasa saja

"Ohh... gak apa apa Kek, yang penting bisa sedikit enakan kaki ku ini Kek"

Tapi benaran kan Bu di bayar 100 ribu?

"Iya Kek, Masa bohong sih"

Akhirnya si Kakek pun sudah masuk dalam perangkap ku, Aku yakin dia akan bernafsu nanti saat melihat Paha mulus ku! Dan tidak lah sulit bagi ku nanti untuk menggodanya menyetubuhi ku yang sedang haus akan birahi ini. Akhirnya ku ajak Kakek Waluyo untuk masuk ke dalam rumah ku kembali, aku pun duduk di Sofa panjang di ruang tamu sambil ku nyalakan TV, Sekarang kaki ku juga sudah ku rentangkan agar mudah bagi kakek Waluyo memijitnya, daster yang ku kenakan juga sedikit ku angkat hingga atas dengkul ku, dan juga kulebarkan paha ku agar matanya dapan melihat apem milik ku yang terbungkus celana dalam biru muda yang ku kenakan.

Kaki ku kemudian mulai di Pijat olehnya, dari jari hingga ke betis ku, kurasakan Pijatan dari tangannya yang hitam legam itu cukup lumayan, dan kadang malah membuat ku kesakitan.

"Pelan pelan saja "Kek" mijatnya

Iya, maaf Bu. Terlalu kuat ya?

Iya "Kek"

Sekarang pijatannya pun makin ke atas, sudah berada di dengkul ku, sepertinya Kakek Waluyo tidak berani menaikkan pijatan tangannya ke paha ku, sebab dia jadi berlama lama memijat dengkul dan turun lagi ke betis ku.

"Kok cuman disitu "Kek" mijatnya?

Emang yang mana lagi Bu?

"Ya semua lah! Paha kan belum"

Emang gak apa apa Bu?

"Iya gak apa apa "Kek" di pijat aja sampai ke atas ya

Sekarang tangannya pun sudah berani memijat paha ku, dan terlihat Kakek Waluyo sesekali mencuri pandang terhadap selangkangan ku karna daster yang ku kenakan semakin ku angkat ke atas, Aku yakin Kakek Waluyo si pengemis tua ini sudah dapat melihat dengan jelas segitiga penutup aurat ku yang sudah becek oleh lendir ku. Kemudian ku katakan ke dia agar pindah saja mijitnya, pindah ke dalam kamar ku, di sana juga sudah terbaring Anak ku sedang tidur siang.

"Kek, pindah aja yok, di kamar saja "Kek" biar lebih leluasa Aku rebahannya

Akhirnya ku langkah kan kaki ku, dan kembali ku cek pintu rumah ku, setelah itu, Kakek Waluyo pun mengikuti ku masuk ke dalam kamar ku, kamar tempat dimana Aku dan Suami ku tidur.

Kembali ku rebahkan tubuh ku di ranjang, dan Kakek Waluyo ku minta ikut naik untuk memijat ku, dia terlihat ragu saat itu, tapi lagi lagi ku yakinkan agar dia naik ke atas ranjang ku. Sekarang kembali kaki ku di pijatnya dan posisi kaki ku sendiri lagi lagi ku lebarkan dan mengangkat daster yang ku kenakan sampai setengah paha ku. Lagi lagi matanya sesekali memandang celana dalam yang ku kenakan, Aku tentu tau akan itu, Aku pun iseng mengangkat satu kaki ku dan ku sandarkan tepat di sekitar resleting celana yang dia kenakan yang sudah kering karna tadi tersiram air kencingnya itu.

Saat jari kaki ku mengenainya, kurasakan ada yang mengeras di sana! Aku yakin itu adalah Senjata panjang miliknya yang tadi Aku lihat saat kakek Waluyo sedang kencing, akhirnya ku beranikan jari kaki ku bermain di situ, menyentuhnya dengan jari kaki ku, mata ku sendiri sekarang ku pejam kan agar kakek Waluyo leluasa melihat memek ku yang masih di balut segitiga pengaman yang ku kenakan.

Tiba tiba kurasakan jari tangan Kakek Waluyo malah mengenai pangkal paha ku dan juga permukaan celana dalam yang ku kenakan, Aku pun membiarkan aksi jarinya itu, ingin tau sejauh apa keberaniannya melecehkan mahkota milik ku yang sudah basah oleh lendir milik ku. Semakin lama semakin berani jari miliknya menyentuh memek ku di balik celana dalam yang ku kenakan itu. Tiba tiba ku buka mata ku, dan ku pandang wajah kakek Waluyo, jarinya pun buru buru di tariknya dari situ dan dia mengatakan.

Maaf Bu

"Gak apa apa Kek, Kakek pengen lihat memek ya? Kalau mau lihat gak apa apa kok"

Kakek Waluyo pun terdiam akan perkataan ku, kemudian Aku malah berinisiatif melepas celana dalam yang ku kenakan, ku turunkan sampa dengkul ku dan ku minta Kakek Waluyo untuk membantu ku menarik lepas celana dalam itu , saat tangannya menarik lepas celana dalam yang ku kenakan, matanya tajam memandangnya dan juga memek ku yang tembem tak berbulu karna ku cukur.

"Kek, lihat saja "kek" gak apa apa kok, kalau kakek mau menyentuhnya juga bisa kok

Benaran Bu?

"Iya"

Sekarang Kakek Waluyo sudah benar benar di bakar oleh birahinya karna memandang memek ku yang gundul karna ku cukur dan basah oleh lendir ku, lagi lagi kaki ku kumainkan di batang kontolnya yang masih tertutup oleh celana lusuh yang dia kenakan.

"Kek, sudah lama ya gak lihat memek?

Hehehe... iya Bu

"Sudah berapa lama emang?

Sudah sangat lama Bu, mungkin sudah lebih sepuluh tahun

"Wah lama bangat "Kek" kakek suka gak dengan memek ku ini?

Suka bangat Bu, boleh kakek Sentuh?

"Boleh "Kek" terserah Kakek mau apain juga boleh kok

Benaran Bu?

Iya "Kek"

Sekarang Kakek Waluyo pun menggeser tubuhnya, dia duduk di sisi ku, jarinya kemudian mulai menyentuh memek ku, menyentuh bibir memek ku yang basah karna lendir ku, dan kemudian jari itu dengan berani memasuki goa hangat milik ku, sekarang jari tengah miliknya pun tenggelam di dalam goa hangat memek ku.

Aku pun mendesah karna jarinya yang masuk ke dalam memek ku.

"Ahhhhh....

"Uhhhhh...

Aku pun kemudian semakin menarik daster yang ku kenakan sampai batas buah dada ku, perut buncit ku yang sedang hamil besar memasuki bulan ke delapan itu pun terekspos oleh matanya, lalu ku beranikan jari tangan ku menyentuh area resleting celana yang di kenakan Kakek Waluyo. menyadari itu, Kakek Waluyo sedikit mengeser tubuhnya, mencoba menghindar dari jari tangan ku.

Aku kemudian mengatakan kalau Aku ingin melihat Batang Kontol miliknya, sebab memek ku sendiri sudah di lihat olehnya dan juga sudah di kobel kobelnya dengan jari tengahnya. Akhirnya Kakek Waluyo membiarkan jari tangan ku leluasa menyentuh miliknya di balik celana yang dia kenakan.

Ku coba menarik turun resleting celana yang dia kenakan, dan juga melepas kancing pengaitnya. Aku pun meminta si kakek untuk melepas saja celana yang dia kenakan itu, dia terlihat ragu akan permintaan ku tersebut, tapi pada akhirnya Si Kakek menurunkan juga celananya itu dan juga celana pendek yang dia kenakan di dalam. Mata ku benar benar sulit untuk percaya dengan apa yang ku lihat menggantung di selangkangannya! Batang Kontol miliknya benar benar panjang dan besar dan sekarang sudah menegang Sempurna. Si Kakek kemudian mencoba menutupi Batang perkasa besar dan panjang miliknya dengan telapak tangannya, namun tak bisa menutupinya.

"Kek, mainin lagi dong memek ku Kek

Iya Bu, boleh gak Bu kakek Jilati?

"Boleh Kek, jilati sampai bersih ya Kek semua lendir ku

Sekarang Kakek Waluyo pun mengambil Posisi berada di antara kedua paha ku, dan mulai kembali memainkan jarinya di dalam memek ku, Aku pun menikmati permainan jari Kakek Waluyo. Tiba tiba kurasakan benda basah menyentuh bibir memek ku, dan ternyata Kakek Waluyo sudah menyapu nyapukan lidahnya di sepanjang bibir memek ku, dan sesekali menusuk masuk ke dalam goa hangat milik ku.

"Aouhhh.... Kek, terusin "Kek"

"Ahhhh....

Lidahnya semakin rakus menjilati memek gundul ku, menyedot kuat lendir milik ku.

Crupp... Crupp...

"Ahhhh.... enak bangat "Kek"  uhhhh...

Itil ku juga di jepit oleh bibir miliknya dan di emut emut oleh si Kakek, Aku tak menduga kalau Si Kakek Waluyo mempunyai permainan Lidah yang luar biasa, bahkan melebihi permainan lidah dari Suami ku saat mengoral memek ku.

Sambil menikmati jilatan jilatan rakus dari Kakek Waluyo, kubayangkan Batang besar miliknya yang sudah kulihat panjang dan besarnya, perkiraan ku senjata milik Kakek waluyo hampir 2 kali panjang milik Suami ku, dan juga besarnya! Aku yakin jari ku sendiri tidak akan mampu menggenggamnya dengan sempurna. Dalam pikiran ku apakah lobang memek ku mampu menanpung Batang kontol milik Kakek Waluyo? Sebab memek ku sendiri lobangnya masih seukuran milik Suami ku, sebab Putri ku sendiri dulu ku lahirkan dengan operasi Caesar.

"Uhhhhh..... "Kek" terusin "Kek" Ahhhh.....

Crupp...

Crupp...

Crupp...

Sekarang tangan ku menekan kepala si Kakek Waluyo, Aku tak sudi lidahnya yang rakus itu berhenti menjilati lendir memek ku, kaki ku juga ku angkat menjepit kepalanya, dan Akhirnya....

"Ahhhh....  Ahhhh.... Awouhhhh.... Kek. uhhhhh....

Crup... crup... crup...

"Ahhhhh..... "Kek" Aku mau keluar "Kek"

Serrrrrr.......

Cairan hangat orgasme milik ku pun tumpah menyirami mulut dan wajah Kakek Waluyo. dan dia sendiri dengan rakus meminum Cairan orgasme milik ku itu. Jujur ku Akui, baru pertama kali kurasakan yang namanya orgasme nikmat akibat jilatan lidah! Selama ini saat Suami ku menjilati memek ku, Aku tidak pernah sampai Orgasme karena jilatannya. Benar benar liar dan rakus mulut dari Kakek Waluyo, walau dia sudah tua berumur 64 tahun, tapi harus ku akui permainan lidahnya lebih jago dari Suami ku! apakah permainan mengentot ku juga akan lebih jago dari suami ku? Tanya ku dalam hati ku.

Aku pun terbaring lemah karna orgasme nikmat yang ku rasakan, Si Kakek masih tetap setia menjilati memek ku, membersihkannya seperti yang ku suruh saat dia mengatakan ingin menjilati memek ku.

"Kek, sini Saya kocok Kontolnya Kek"

Kemudian Kakek Waluyo pun menyudahi aksi jilatannya pada memek ku, dan dia mendekatkan Kontol perkasa miliknya yang ku taksir berukuran 21 cm itu ke tangan ku, dan benar saja! Saat jari ku menggenggamnya, tak mampu selurunya melingkar di Batang Kontol hitam kecoklatan dan berurat besar kehijauan miliknya! Aku juga mencium bau menyengat dari batang milik Kakek Waluyo, Bau anyir akibat dia tadi kencing tampa mencuci Batang kontolnya itu! tapi itu tak membuat ku merasa jijik! Termasuk bau badan dari Kakek Waluyo.

Bu, bolek Kakek masukin Kedalam memeknya Bu?

Aku pun berpikir akan permintaan Kakek Waluyo, apakah Memek ku mampu menampung Kontol besarnya itu? Tapi Aku juga penasaran ingin merasakannya, seolah berimajinasi kalau Kontolnya itu akan mampu memenuhi semua rongga goa hangat memek ku, dan tentu akan memberikan kepuasan yang luar biasa terhadap memek ku.

Kemudian ku geser tubuh ku ke pinggir ranjang, Kakek Waluyo kemudian merenggangkan paha ku dan sedikit dia angkat, lalu dia menyapu nyapukan kepala besar Batang Kontolnya yang seperti jamur itu di bibir memek ku.

"Pelan ya Kek" , kontolnya Kakek besar dan Panjang bangat soalnya

Iya Bu, memek Ibu bagus bangat, sudah lama Kakek gak lihat memek soalnya dan juga gak ngentot, Ibu juga sangat cantik.

Aku pun tersenyum akan perkataan Kakek Waluyo yang mengatakan Aku cantik, kemudian ku rasakan kepala batang miliknya itu mulai menyelinap membelah bibir memek ku, dan semakin di dorong masuk ke dalam.

"Aouh! Pelan "Kek" ahhhh... aduh... pelan masukinnya "Kek" perih!

Kok sempit bangat Bu memeknya?

"Abis kontol Kakek gede bangat! Uhhh... pelan dong Kek!

Aku pun merasakan Batang miliknya mulai menerobos masuk ke dalam Goa hangat ku, Kurasakan sedikit perih di lobang memek ku walau sudah basah oleh lendir ku, tapi karna ukuran punya kakek Waluyo memang sangat besar, jauh lebih besar dan lebih panjang dari punya Suami ku, maka Aku merasakan rasa perih itu, seolah kembali di perawani.

Uhhh... enak bangat bu, benar benar sempit lobang memek Ibu ini

"Suka Ya Kek?

Suka bangat Bu, benar benar sangat enak Bu

"Sudah masuk semua kan "Kek"?

Belum Bu, baru setengah

Gila! Baru setengah saja lobang memek ku sudah serasa penuh bangat! Bagaimana jika semuanya masuk sampai pangkalnya? Kemudian kurasakan dia kembali mendorong Batang kontol Jumbo miliknya itu.

"Ahh! Udah Kek" jangan di masukin lagi, Sakit Kek!

Aku pun kemudian menarik kain Sprey ranjang ku dan ku gigit menahan rasa perih di dalam memek ku! perlahan Kakek Waluyo mulai memompa Batang miliknya itu keluar masuk, rasa sesak dan perih yang kurasakan di dalam Goa hangat milik ku perlahan menjadi nikmat, dan Aku juga merasakan sudulan dari kepala Kontol miliknya menyundul nyundul mulut rahim ku.

Plok, plok, plok

"Ahhhh.... Ahhhh... Awouhhh.... Enak bangat Kek"

Iya Bu enak bangat, Kontol Kakek kayak di hisap hisap di dalam Bu, apalagi sempit bangat memek Ibu ini

Plok plok plok

"Awuhhh.... Ahhhh....

Tiba tiba Kakek Waluyo mendorong kuat Kontol miliknya! Aku pun merasakan Perih yang luar biasa karna itu, dan sekarang kepala Kontolnya bukan lagi menyundul nyundul mulut rahim ku, tapi seolah membuka paksa mulut rahim ku yang berisi bayi ku yang masih bersemayam di dalam rahim ku.

Ahh "Kek" Sakit! Jangan di gerakin dulu Kek" aduh... kok dimasukin semuanya sih "Kek"

Maaf Bu, habis enak bangat

"Tapi kan punya Kakek gede bangat tau! Udah jangan di gerakin dulu, perih bangat Kek!

Kakek Waluyo pun mendiamkan Batang besar miliknya itu terdiam di goa milik ku untuk sementara, benar benar sangat penuh ku rasakan goa milik ku tersebut, dan bukan hanya itu, mulut rahim ku juga seolah di buka oleh kepala kontol milik Kakek Waluyo.

Kemudian dengan sangat pelan, Kakek Waluyo pun mulai kembali memompa keluar masuk Batang besar miliknya itu, memompa dengan perlahan sesuai permintaan ku.

"Ahhhh.... ya gitu kek" pelan pelan saja

Ahhhh...

Ahhhh...

Sambil ku gigit bibir ku menikmati genjotan perlahan dari Kakek Waluyo, sekarang Kaki ku juga semakin di angkatnya tinggi, dan kemudian pompaan kontolnya juga sedikit di percepat olehnya.

Ouhhh..... "Kek" penuh bangat Memek ku "Kek" Ahhhh....

Nikmat bangat Bu memek mu ini, sudah lama Kakek gak merasakan yang namanya ngewe Bu, benar benar menjepit bangat Bu. Awouhhh...

Plok, plok, plok

Ahhhh! Jangan kencang  Kek" seperti tadi saja, ahhhh...... uhhhhh...

Aduhhh... "Kek" Ahhh... kok jadi enak bangat sih? Tadi padahal perih bangat loh "Kek"

Dan Kakek Waluyo malah semakin mempercepat pompaan Batang perkasa jumbo miliknya, mungkin karna Aku tadi mengatakan enak bangat, sehingga proses keluar masuk kontolnya itu semakin di percepat.

Plok plok plok

"Ahhhh..... ahhh...  aohhhh...

Aku pun merasakan akan mengalami nikmat dari persetubuhan ini, dan akhirnya Cairan hangat orgasme ku pun tumpah menyirami Batang perkasa milik Kakek Waluyo yang masih memompa goa hangat milik ku.

Uhhhh.... Ahhhh....

Serrr.......

Aku benar benar lemas karna nikmat dan banyaknya Cairan cinta milik ku menyirami batang besar milik Kakek Waluyo. Aku pun meminta Kakek Waluyo agar menyudahi persetubuhan kami, memintanya mencabut keluar batang miliknya itu, tapi kakek Waluyo tidak peduli dengan permintaan Ku! dia malah semakin cepat memompa Batang perkasanya itu, dan mulut rahim ku juga seolah sudah di buka oleh Kepala kontol miliknya.

Plok plok plok

Ahhh... udah "Kek" auhhh.... ahhhh....

Mau keluar lagi Ya Bu?

Iya Kek" . Ahhh.....

Kakek Juga sudah mau muncrat Bu, Awouhhh..... Ahhh....

"Jangan Kek! Jangan keluarin di dalam! Ahhh...

Kakek Waluyo tak mempedulikan omongan ku, dan ahkirnya kami pun bersamaan mencapai puncak persetubuhan ini, kembali ku sirami batang milik Kakek waluyo dengan cairan orgasme ku, sementara Kurasakan Siraman hangat lendir Sperma miliknya membanjiri Rahim ku, memberikan bayi ku yang di dalam rahim ku nutrisi dengan Sperma yang banyak milik Kakek Waluyo.

Ahhh..... crot, crot, crot

Aku benar benar lemas tak bertenaga jadinya, sebab dalam waktu sebentar ini. Aku mengalami 3 kali orgasme dahsyat! 1 kali di mulut Kakek Waluyo dan 2 Kali menyirami Batang besar miliknya di dalam memek ku.

Akhirnya Kakek Waluyo mencabut batang miliknya itu.

Plok!

Serasa plong kurasakan gao memek ku saat Batangnya sudah tercabut dari sana, Sperma miliknya juga menetes keluar akibat tak mampu ditampung semua oleh rahim ku. Setelah beristirahat sejenak, Kakek Waluyo kemudian memakai pakaiannya tampa membersihkan tubuhnya, membersihkan kontol miliknya. Aku pun memberinya Uang 200 ribu dan sebelum dia melangkahkan kakinya dari kamar ku, Kakek Waluyo malah meminta celana dalam yang tadi ku kenakan, katanya untuk di pakai Ngocok nanti.

Singkat cerita, akhirnya Kakek Waluyo pun pergi, Aku pun kembali mengunci pintu rumah ku, dan kembali masuk ke dalam kamar untuk tidur sambil menemani Putri ku yang masih tertidur di ranjang kecil miliknya.

Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa kali ini dari persetubuhan ku dengan Kakek Waluyo, kenikmatan yang belum pernah ku dapatkan dari Suami ku sendiri. Benar benar sangat nikmat!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adhiti
9.6
Adhiti menjalani keseharian tanpa menyadari bahwa sang ayah menyembunyikan tragedi kelam dari masa lalunya. Takdir kemudian membawanya bertemu seorang pria penuh luka dan kebencian yang ternyata terikat erat dengan rahasia hidupnya. Saat tabir kebenaran mulai tersingkap, Adhiti dipaksa menghadapi kenyataan pahit. Cinta yang tumbuh di antara mereka kini terancam hancur oleh beban masa lalu yang tak pernah ia pilih, namun harus ia tanggung sendiri.
Sampul Novel Cinta Pertama Mr. Eros
8.4
Hidup Agnella Wibisono hancur setelah kehilangan kesucian di masa remaja. Rasa kecewa membawanya ke dunia obat-obatan dan pergaulan bebas. Meski sempat terpuruk, dukungan orang terdekat membantunya bangkit hingga menemukan cinta yang nyaris sempurna. Namun, saat masa depan mulai tertata, sosok-sosok dari masa lalu kelamnya mendadak muncul kembali. Kini Agnella harus menghadapi trauma yang ingin ia lupakan demi mempertahankan kebahagiaan barunya.
Sampul Novel Dendam Istri Muda
8.7
Sepuluh tahun pernikahan Lita dan Khalid hancur seketika saat buah hati mereka meninggal di tangan Jenni, pengasuh yang pernah Lita tolong. Jenni memanfaatkan situasi ini untuk merayu Khalid dan menjadi istri kedua demi menuntaskan dendam lama yang ia simpan. Di tengah duka mendalam dan kehancuran rumah tangga, Lita kini harus menghadapi musuh licik dalam rumahnya sendiri. Akankah hubungan Lita dan Khalid bertahan menghadapi pengkhianatan dan kebencian ini?
Sampul Novel Gairah Isteri Kedua
8.4
Ellea terpaksa mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan menjadi istri kedua bagi Anderson. Sebagai seorang CEO muda yang berkuasa, Anderson membawa Ellea masuk ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh dengan teka-teki. Apa sebenarnya alasan kuat yang memaksa Ellea bersedia menerima posisi tersebut? Ikuti kisah romansa penuh konflik ini saat ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik statusnya sebagai wanita kedua dalam hidup sang konglomerat.
Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir setelah dituduh mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di titik terendah, ia mengalami tragedi hingga hamil. Meski berjuang dalam kemiskinan, Keina bangga membesarkan tiga anak jenius: Anna sang pelukis, Alice si penulis, dan Andre sang aktor cilik. Takdir mempertemukannya dengan Jeremy, CEO industri film yang ternyata ayah biologis mereka, saat Andre memulai syuting perdana. Kehidupan Keina pun berubah drastis sejak pertemuan tak terduga itu.
Sampul Novel Ketika Hati Yang Tulus Dibalas Dengan Luka Yang Dalam
9.8
Rania terjebak dalam pernikahan penuh dusta demi melindungi kakeknya yang renta. Namun, jiwanya hancur saat menyaksikan pengkhianatan Arkana, suaminya sendiri. Di tengah luka mendalam tersebut, terungkaplah rahasia masa lalu dan perasaan yang selama ini terpendam. Ini adalah kisah tentang pengorbanan yang tak terlihat dan perjuangan seorang wanita untuk bangkit dari puing-puing kehancuran hatinya demi menemukan kekuatan baru yang sejati.