Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kumpulan Cerita Panas Nan Membara

Kumpulan Cerita Panas Nan Membara

Antologi ini menyajikan deretan kisah romansa dewasa yang penuh gairah dan intensitas tinggi. Setiap narasi dirancang khusus untuk pembaca berusia 21 tahun ke atas, menghadirkan berbagai skenario nakal yang mampu memicu sensasi mendebarkan serta emosi yang meluap-luap. Dengan fokus pada dinamika hubungan modern yang provokatif, kumpulan cerita ini menawarkan pengalaman membaca yang berani, menggoda, dan pastinya sangat tidak disarankan bagi pembaca di bawah umur.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tak sabar menanti jawaban dari Pak Danang, walaupun Aku menguping tapi pembicaraan mereka tak dapat ku dengarkan dengan baik, terlihat pasangan suami istri itu berdiskusi akan hal itu dan mata ku pun menyaksikan si Istri akhirnya mangguk mangguk, Aku tentu berharap itu tanda dia mau akan apa yang di minta Suaminya yaitu Pak Danang. Pak Danang lalu masuk ke rumah, sebelum dia masuk pas masih mau berdiri dari kursi yang dia duduki, Aku pun bergegas ke Sofa untuk duduk, agar dia tak tau kalau Aku menguping mereka dan mengintipnya dari balik gorden.

"Gimana Pak Danang? Mau gak istrinya?

"Mau Mas, tapi benarankan dikasih satu juta?

"Iya benar lah Pak"

"Cuman gini Mas Fadlan, Istri saya pengennya harus Aku temani"

"Maksutnya Bapak nonton Saya ngen☆☆tin Istri Bapak?

"Iya Pak, dia takut katanya" (Sambil menunduk mengatakan itu)

"Ya udah gak apa apa"

Aku pun mengiyakannya, sebenarnya kurang nyaman juga, tapi dari pada gak sama sekali, yq mau gak mau Aku pun mengiyakannya kalau Pak Danang akan berada bersama ku dan Istrinya.

Pak Danang lalu keluar ingin mengajak istrinya masuk ke dalam rumah, Aku pun ikut juga keluar, saat Aku keluar, mbak Nisa langsung menundukkan kepalanya.

"Pak, gerobaknya di dorong rada kebelakang lagi Pak, biar gak kelihatan"

"Iya Pak"

Setelah Pak Danang selesai mendorong gerobaknya, kami bertiga pun masuk ke dalam rumah lalu segera ku kunci pintu, lalu Aku mengambil handuk dan meminta pasangan suami istri pemulung itu untuk mandi terlebih dahulu, karna memang tercium oleh ku bau keringat yang membuat ku kurang nyaman dari tubuh mereka. Mereka berdua pun ku arahkan ke kamar mandi tamu untuk mandi bersama agar cepat sebab Aku sudah tak sabar ingin mencicipi tubuh Wanita hamil yang menjadi obsesi ku belakangan ini, apalagi pusaka ku juga sudah sangat berontak sampai sampai celana boxer yang ku pakai terdorong ke depan karna sudah gananya pusaka ku tersebut.

Akhirnya sepasang suami istri itu pun selesai mandi, Aku kemudian mendekati mbak Nisa sambil senyum, wajahnya yang dia tundukkan langsung ku cium di depan suaminya, perut buncitnya pun ku elus elus. Segera ku gandeng tangannya ke dalam kamar ku dan di ikuti oleh Suaminya dari belakang. Aku kemudian mendudukkan mbak Nisa di tepi ranjang ku, lalu Pak kusuruh duduk di Kursi yang ada di dalam kamar ku, kursi di dekat cermin besar yang ada di dalam kamar yang jaraknya sekitar satu setengah meter dari tepi ranjang tempat di mana istrinya sekarang duduk sambil menundukkan kepalanya.

Ku dekati mbak Nisa dan duduk di sampingnya, segera ku raba buah dadanya, dia pun terlihat kaku akan perlakuan tangan ku yang meremas perlahan buah dadanya walau masih terhalang oleh daster yang dia kenakan. Pak Danang sendiri juga sama, dia hanya duduk terdiam dan justru menundukkan wajahnya.

Kemudian ku minta mbak Nisa untuk berdiri lalu dia ku peluk dari belakang, kembali ku remas remas buah dada miliknya, mbak Nisa pun masih kaku seperti patung, hanya nafasnya yang sesekali di tarik panjang. Aku lalu berkata ke Pak Danang yang duduk di hadapan ku dan Istrinya Nisa.

"Pak, Istrinya ku telanjangi ya"

Sambil tangan ku mulai bekerja melepas daster yang dikenakan Nisa,sementara Pak Danang hanya mengangguk menjawab perkataan ku.

"mbak, rilex aja, gak usah takut, Aku jamin nanti ibu akan keenakan, apalagi kata si Bapak, Ibu sudah lama gak di kelonin"

Mbak Nisa pun hanya terdiam dan akhirnya daster lusuh yang dia kenakan pun terlepas dari tubuhnya tapi jilbab yang dia pakai sengaja tak ikut ku lepas. Mata ku pun memandang pemandangan yang sangat luar biasa, dimana bagian privatnya sekarang hanya terbungkus BH dan Celana dalam yang ku perhatikan cukup kusam dan bahkan ada bolongnya, tali BH itu lalu ku lepas dan terpampanglah bukit kembar miliknya yang lumayan besar dengan puting kecoklatan dan terlihat disanana seperti ada yang putih di muncung puting miliknya, aku yakin itu pasti ASI akibat dari remasan ku tadi.

Kembali Bu Nisa kududukkan dan tampa basa basi langsung ku lahap putingnya dan ku sedot kuat, benar saja ternyata mulut ku langsung terisi oleh ASI miliknya, satu tangan ku pun bekerja di bagian buah dadanya yang satunya meremas dan memilin putingnya dengan jari ku. Terdengar oleh ku sedikit desahan dari mulutnya saat lidah ku menggelitik putingnya.

"Pak, enak bangat ASI Istri Bapak, Bapak dah pernah sedot belum?

"Belum Mas" (jawab Pak Danang dengan sedikit terbata bata)

Kembali ku sedot dengat buasnya kedua puting Bu Nisa dengan bergantian, Aku menyedot ASI miliknya dengan buas.

"Mas ahhh.... "

Desahan pun keluar dari mulutnya. Setelah puas akan ASI nya, mulut ku lalu bergeriliya menyusuri perut buncitnya lalu berhenti di bagian pusar dan lidah ku langsung mengelitinya.

"Awouh.... jangan, geli ahh...

"Nikmati saja Bu, malam ini Ibu akan Aku puaskan"

Kemudian mulut ku semakin turun dan pahanya sedikit kulebarkan, ku pandang sejenak akan bagian intimnya yang masih terbungkus oleh CD kusam dan ada bolongnya itu, hidung ku pun mencium aroma anyir disana, sepertinya CD itu sudah di pakai oleh Bu Nisa beberapa hari ini, tapi Aku justru menyukai aroma yang berada disana.

Hidung ku semakin ku dekatkan dan bahkan sudah bersenduhan langsung dengan CD nya, kuhirup dalam dalam aroma khas yang semakin membuat ku bertambah bergairah.

"Mas jangan, itu jorok"

"Gak Kok mbak, justru Aku suka dengan baunya"

Permukaan CD itu pun sudah mulai basah dan licin, hidung mancung ku semakin ku tekan seolah ingin membelah lobang goa Surga dunia milik Bu Nisa walau masih terhalang CD kusam tersebut.

"Auhh.... baunya nikmat bangat Bu, Fadlan suka"

Sekarang bukan hanya hidung ku yang bekerja, tapi lidah ku juga mulai menyapu nyapu permukaan CD itu.

"Mas jangan, itu kan jorok"

"Gak jorok itu mbak, justru lejat, nanti juga me☆☆k Ibu akan ku jilati dan menelan lendirnya, emang me☆☆k mbak gak pernah ya dijilati Bapak?

"Gak pernah Mas"

"Wah si Bapak, harus di jilati pak" (Sambil ku pandang Pak Danang mengatakan itu)

"Pak, CD istrinya Fadlan lepas ya"

Jari ku pun mulai menariknya, tapi jari dari Bu Nisa mencoba menahannya, Aku pun menyingkirkan jarinya dan akhirnya CD itu pun mulai ku turunkan lalu ku minta mbak Nisa agar sedikit mengangkat pantatnya agar Aku dapat melepasnya, akhirnya lepas juga CD yang dia pakai, spontan mbak Nisa langsung menutupi Sorga dunia miliknya itu dengan telapak tangannya.

"Gak usah malu mbak, Aku sangat suka kok Me☆ek Ibu, lebat bangat lagi bulunya, gak pernah di cukur ya? Pak, Me☆mek Istri Bapak bagus bangat, boleh ya Aku jilati" (Sambil ku tatap Pak Danang yang duduk terdiam meyaksikan aksi ku)

Aku kemudian medudukkan Bu Nisa kembali di tepi ranjang dan kembali telapak tangannya dia gunakan menutupi Sorga dunia miliknya itu, segera kusingkirkan tangannya, mata ku lalu memandang betapa indahnya Me☆mek itu, betapa indahnya Me☆mek Wanita hamil, terlihat oleh ku disana sudah basah. Ku lebarkan kedua kaki mbak Nisa dan Aku pun berjongkok di lantai, lalu pas saat ku dekatkan mulut ke Me☆ek nya, mbak Nisa pun berkata:

"Jangan Mas, itu jorok"

"Gak kok Sayang, justru Aku suka, Aku ingin bersihin lendir Me☆mek mu dengan lidah ku dan menelannya, nikmati saja ya"

Ku ucapkan kata sayang ke mbak Nisa. Kemudian langsung ku rapatkan mulut ku ke Me☆mek nya, ku hirup dalam dalam oroma khas dari sana, aroma yang membuat nafsu sahwat ku semakin memuncak. Lidah ku kemudian langsung menyapu nyapu bibir Me☆meknya walau sedikit terhalang oleh bulu lebat yang ada disana.

"Awouh.... Mas, jangang Mas, jorok itu Mas"

Ku hentikan sebentar sapuan lidah ku karna telapak tangan dari mbak Nisa kembali menghalangi mulut dan lidah ku, Aku pun berkata ke Pak Danang Suaminya

"Pak, emang Bapak gak pernah ya jilatin Me☆meknya?

"Gak pernah Mas"

"Wah Bapak harus di ajari ini, sini Pak duduk di samping Istri Bapak, biar bisa lihat"

Pak Danang pun melangkang sedikit kaku mendekat ke ranjang, lulu kuminta dia duduk tepat disamping Istrinya. Kembali kusingkirkan kedua tangan Bu Ningsi dan menahannya agar jangan menghalangi aksi mulut dan lidah ku yang memang sudah sangat ingin membersihkan semua lendir yang ada di dalam Me☆meknya.

"Di lihat Pak, biar lain kali bisa bikin mbak Nisa terkencing kencing keenakan"

Kembali ku jilati Me☆mek nya dan lidah ku pun menerobos masuk ke dalam goa hangat miliknya. Sementara Pak Danang pun dengan setia menyaksikan mulut ku dengan rapat di Me☆mek Istrinya.

"Awuhhh.... Mas, geli, ahhhh.....

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Apa jadinya jika seorang gadis unik seperti gue mendadak dikejar oleh seorang duda kalem? Rasanya ingin kabur, namun kehadiran anaknya yang menggemaskan justru membuat gue bimbang. Meski takut terlihat cepat tua jika bersamanya, kekayaannya yang melimpah menjadi pertimbangan tersendiri. Saat lamaran tiba, gue pun mengajukan syarat untuk memiliki bayi yang lucu. Jawaban santainya pun membuat masa depan kami kini berada di ujung keputusan yang tak terduga.
Sampul Novel Hello, My Secret Boyfriend
9.2
Pasca pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Daniar berjuang melewati masa sulit di kampus. Di tengah keputusasaan, ia menemukan kebahagiaan baru melalui kencan anonim dengan akun @heroisme34. Namun, hidupnya kian rumit saat ia harus berurusan dengan Sabda, senior ambisius calon Presiden BEM. Interaksi dengan Sabda memicu keberaniannya melawan ketidakadilan. Kini Daniar terjebak di antara dua pria yang mengubah dunianya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya?
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Lintar, seorang pemuda gigih, jatuh hati pada Dewi, CEO sukses yang berstatus janda. Meski pertemuan awal mereka canggung, benih cinta tumbuh di antara keduanya. Namun, asmara mereka terhalang restu paman Lintar yang menentang keras hubungan tersebut. Tak gentar, Lintar berjuang meyakinkan orang tuanya demi mempertahankan cintanya pada sang janda kaya. Ikuti perjalanan emosional Lintar menggapai kesuksesan dan kebahagiaan sejati bersama wanita pilihannya.
Sampul Novel Kubalas Selingkuh Suamiku dengan Indah
9.2
Zivanna Yahya mencintai Rio Wibisono dengan ketulusan yang tak terhingga. Namun, Rio justru memintanya untuk tidak mencintai terlalu dalam demi menghindari luka. Di tengah kerumitan tersebut, muncul Gregory Abel yang tidak memedulikan batasan moral. Baginya, mencintai milik orang lain adalah sebuah dosa paling indah, dan ia bertekad untuk memiliki Zivanna sepenuhnya. Kisah ini terjebak dalam pengkhianatan dan obsesi yang mengancam kebahagiaan mereka semua.
Sampul Novel Love In Bandung
9.2
Bandung menyimpan rahasia di balik romatismenya. Lisa memendam cinta pada sahabatnya, Reyhan, hingga Louis datang dari Singapura dan merebut hatinya. Saat Lisa dan Louis menjalin kasih, Reyhan justru baru menyadari perasaannya. Namun, sebuah kenyataan pahit muncul menghalangi penyatuan Lisa dan Louis meski keduanya saling memuja. Walau Reyhan mencoba masuk, posisi Louis tak tergantikan. Akankah Lisa memilih salah satu dari mereka, atau justru kehilangan keduanya?
Sampul Novel Mainan Tuan Muda
9.2
Arion membisikkan rahasia kelam yang membuat Fiona gemetar hebat. Identitas aslinya sebagai wanita sewaan di malam itu terbongkar di tangan murid paling berbahaya di sekolah. Tragedi bermula saat Arion tanpa sengaja membeli kesucian Fiona, yang kini berujung menjadi malapetaka panjang. Arion terobsesi dan menolak melepaskannya, justru berniat menjadikan gadis malang itu sebagai mainan kesayangannya. Kini, hidup Fiona terjebak dalam kendali sang tuan muda.