
Kumpulan Cerita Dewasa
Bab 2
Yuki sama sekali tidak terkejut mendengar apa yang baru saja ku katakan padanya . Namun ia juga tidak menjawabnya sepatah katapun . Ia terlihat serius menonton film yang masih ku putar.
Melihat reaksinya yang datar , aku pun membiarkannya dan terus menikmati setiap adegan yang di lakukan di dalam film itu sambil memainkan batang penisku . Yuki yang juga menyadari hal itu , terlihat begitu santai menonton film itu tanpa berkomentar sedikitpun .
Maka aku memutuskan untuk memulai terlebih dahulu dengan membahas Brian sebagai umpan pancinganku saat ini .
"Tadinya gue beli kaset ini buat gue tonton sama Alena .Biasanya kalo gue gituan sama Alena sambil nonton bokep , kalo lo sama Brian gimana ? ".
" Brian itu orangnya datar dan terkesan cuma manfaatin gue doang, jadi dia pake gue ya semaunya dia aja .Jarang banget dia ajakin gue foreplay. Sekalinya foreplay juga paling dia minta gue sepong kontolnya dia doang, abis itu ya udah langsung ngewe aja ".
" Dan itu salah satu alasan kenapa lo sering ngga puas main sama Brian ? ".
Yuki mengangguk tanpa sedikitpun menoleh ke arahku .
" Lo sama Alena gimana ? ".
" Kalo gue sama Alena ya persis lakuin semua yang ada di adegan filmnya. Dari awal sampai akhir ".
" Seriusan lo ? "
"Iya serius, kenapa emangnya ? ".
" Seru ya kayaknya gituan sama lo ? ".
"Ya jelas dong . Makanya gue heran kenapa Alena bisa lebih memilih pergi sama Brian . Padahal selama ini gue selalu berusaha buat puasin dia ".
" Berarti kita senasib , Dit. Gue juga ke Brian gitu , gue udah mau diapain aja sama dia . Tapi ujung ujungnya Brian lebih pilih Alena ketimbang gue ".
" Sayang banget ya pengorbanan lo yang udah segitu banyaknya di sia sia in Brian ".
" Lo juga sama ".
Setelah percakapan itu , kita sama sama diam dan lebih fokus menonton film . Karena adegan yang ada di dalam film itu sedang menunjukkan adegan yang begitu panas .
Sempat ku perhatikan , Yuki menggigit bibirnya sendiri ketika ia melihat wanita yang ada di dalam film itu mengerang karena kekasihnya mulai memasukkan batang penisnya ke dalam lubang vagina nya.
Dan sejak itu, ku putuskan untuk berhenti sejenak memainkan batang penisku . Ku tarik kembali celana pendek yang sebelumnya sudah ku turunkan , karena saat ini aku lebih tertarik melihat ekspresi wajah Yuki yang terlihat semakin terbawa oleh suasana film itu .
"Dit.. ". sahut Yuki .
" Hmm ". jawabku.
" Bisa di replay ngga sih pas yang bagian tadi ".
" Yang mana ? ".
" Itu loh yang pas si cowoknya jilatin mekinya ".
" Emang kenapa ? ".
" Ngga apa apa , suka aja . Soalnya jarang banget kameranya nge zoom bagan itu . Gue pengen lihat yang lebih detail aja . Lidahnya beneran kena ngga sih ngejilatin nya ".
" Lah, emang lo masih ngga bisa lihat dengan jelas . Jelas banget loh , lidahnya emang bener bener jilatin mekinya
"Ya makanya replay ".
Untuk menuruti keinginannya , ku ambil remote Tv ku dan ku kembalikan tayangan film itu ke bagian yang Yuki ingin tonton kembali .
" Noh, lihat..emang beneran kena kan ? ya masa bohongan
"Oh iya beneran kena ".
" Kenapa lo ? pengen di jilatin kek gitu ? ".
" Ya pengen lah , tapi Brian mana mau ".
" Emang Brian ngga pernah jilatin memek lo ? " .
Yuki kembali menggelengkan kepalanya . Kali ini sambil menggigit salah satu jari tangannya .
"Ya udah , makanya tadi kan gue udah nawarin ".
" Nawarin apa ? ".
" Mau ngga kalo gue jilatin memek lo ? ".
" Seriusan ? emang tadi lo nanya gitu ? ".
" Ya elah , kemana aja sih lo ".
" Sorry sorry , tadi gue ngga denger ".
" Jadi gimana ? mau ngga nih ? ".
" Emang lo mau ? ".
" Ya tergantung lo sendiri , lo nya mau ngga ? tapi sebelumnya gue kasih tau lo ya, lo pasti ketagihan kalo udah nyoba ".
" Oh ya ? ".
" Hmmm sini gue buktiin ".
Ku beralih duduk di sampingnya , mulai memeluknya dari belakang dan menyandarkan tubuhnya padaku . Perlahan ku raba tepat di bagian selangkangannya . Lalu, ku raba daerah sensitif itu dengan posisi saat itu Yuki masih menggunakan celananya dan aku merabanya dari luar.
Yuki sama sekali tidak memberikan perlawanan ataupun menunjukkan penolakan dari apa yang ku lakukan padanya . Ia terlihat begitu penasaran . Untuk mempersingkat waktu, ku buka kancing celananya dan ku raba bagian sensitif itu secara langsung . Ku masukkan salah satu jariku pada belahan vaginanya , dan ku mulai mengelus bagian klitorisnya. Ia terlihat begitu menikmati sentuhan itu .
"Gimana ? lo suka ngga ? ".
" Terus Dit, Enaak.. ". ucapnya.
" Ini baru pake jari loh, bisa lo bayangin ngga gimana rasanya pake lidah ? ".
" Sshhhhh ,enak banget Dit ".
" Yaudah sekarang lo tiduran ya, gue bakalan kasih tau lo gimana enaknya di jilatin kek di film itu ".
Yuki mengikuti perintahku, ia mulai membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurku seraya membuka celananya . Saat itu juga , ku lihat vaginanya yang menurutku lebih indah dari Alena.
Jari tanganku membuka belahan itu hingga tampak, ku sentuh klitorisnya dan sedikit ku berikan permainan jariku di sana sebagai bentuk pemanasan .
"Lo rasain ya.. ". ucapku seraya mulai ku sentuh klitoris itu dengan menggunakan lidahku . Lalu ku sapu permukaan vagina itu dan terus ku jilati . Yuki menggenggam kain sprei itu dengan sangat kuat seraya memejamkan matanya .
" Sssshhh aahhhhh enak banget Dit . Lo bener ! rasanya lebih enak dari yang cuma lo mainin pake jari. Terus jilat Dit ,sshhh aaaaaahhh ".
Sudah ku duga . Yuki pasti mengerang keenakan setelah ku jilati daerah yang sangat ia inginkan . Melihat hal itu , tentu saja membuatku semakin tertantang untuk melakukan hal hal yang bisa membuat Yuki merasakan kenikmatan lebih dari ini .
*****Bersambung, next Part 3..
Anda Mungkin Juga Suka





