
Kumpulan Cerita Dewasa
Bab 3
Yuki begitu menikmati setiap sentuhan yang ku berikan padanya . Kini ia meletakkan ke dua kakinya pada bahuku , lalu ia mengapit kepalaku di antara ke dua kakinya . Membuat bibirku semakin melekat di permukaan vaginanya .
"Terus jilat Ditm ssshhh uhhhh ahhhh , enak banget Dit ".
Ia mengerang dengan lebih keras lagi . Semakin ku percepat gerakanku , semakin kencang juga ia mendesah dan mengerang . Tak segan ia mengatakan kata kata liar yang membuat birahi ku semakin memuncak .
"Gimana ? hebat kan gue ? ".
"Udah lo ngga usah banyak ngomong , mendingan lo terus jilatin memek gue . Ngga tahan nih gue , sedot Dit..sedotin klitorisnya please !!'.
Mendengar permintaan Yuki untuk menghisap klitorisnya , tentu saja sejak tadi pun aku ingin melakukannya . Hanya saja , aku membiarkannya merasakan kenikmatan ini sedikit demi sedikit . Jangan sampai Yuki terlanjur klimaks sebelum serangan utama ku mulai ku lancarkan .
Untuk memberikan jeda , ku angkat tubuhku sedikit lebih ke atas .Kali ini wajahku berada tepat di depan buah dadanya yang berisi itu . Meski tidak terlalu besar , tapi aku merasa begitu tertarik . Hingga aku mulai memberanikan diri untuk membuka pakaian yang saat ini masih melekat di tubuhnya .Tidak ada sedikitpun perlawanan darinya , justru dia memberiku celah supaya aku bisa melakukannya dengan mudah .
Ku lempar pakaian itu satu persatu , lalu mulai ku jambah bagian payudaranya yang menggunung itu . Rasanya begitu kenyal dan padat .Ku raba dan ku remas hingga tubuhnya kembali menggeliat . Sesekali ku hisap puting susunya yang berwarna pucat kemerahan . Gigitan kecil yang ku berikan membuat Yuki seketika menjambak rambutku .Mengarahkan tanganku pada bagian yang ia inginkan .
"Dit , memek gue lagi dong ".
"Kenapa ? lo pengen gue apain memek lo ?".
"Please gue pengen lo jilatin memek gue lagi kek tadi ".
"Ntar dulu dong ,gue kan masih asik mainin toket lo ".
"Tapi memek gue rasanya gatel banget nih , Dit ".
"Bentar , abis ini gue jilatin lagi ".
"Tangan lo deh , pokonya lo apain aja memek gue asal jangan lo anggurin . Lo mainin toket gue sambil mainin memek gue juga bisa kan ?".
"Gatel banget ya lo ?".
"Sumpah Dit , gue sange banget ini . Pas sama Brian juga gue ngga pernah kek gini ".
"Ya udah , gue mainin pake jari dulu aja ya ? soalnya gue lagi asik nih mainin toket lo ".
"Terserah lo aja deh Dit , yang penting kek yang udah gue bilang tadi , lo jangan anggurin memek gue ".
Ada rasa kasihan ketika mendengar apa yang baru saja Yuki katakan padaku . Ternyata selama dia pacaran sama Brian, dia tidak pernah merasakan kepuasan seperti yang ku lakukan padanya saat ini . Ia hanya mementingkan kepuasan Brian , sementara selama ini ia hanya menahan diri karena Brian tidak pernah melakukan apapun yang ia inginkan .
Untuk menuruti keinginannya dan juga keinginanku , aku tetap meremas dan menghisap puting susunya dengan satu tanganku yang lain sibuk bermain di daerah intimnya itu . Yuki menggeliat lebih dari sebelumnya , beberapa kali ia kembali menjambak rambutku , memintaku untuk melakukan hal yang lebih gila dari yang ku lakukan saat ini.
Ku mainkan lidahku dengan lebih ganas lagi , seolah aku adalah seorang pria yang haus akan wanita . Ku jilat , ku hisap , ku sapu semua permukaannya itu dari ujung hingga ke pangkalnya . Rasanya begitu nikmat . Yuki membantuku membuka belahannya itu dengan kedua tangannya , menariknya ke atas hingga membuatku semakin mudah untuk menjelajahi semua bagian yang ia inginkan .
Tak segan, ku tempatkan ujung lidahku pada lubang kenikmatan itu , perlahan ku mendorongnya , hingga masuk hampir semua yang ku bisa . Ku mainkan lidahku di dalam lubang vaginanya itu . Lalu kembali ke daerah klitorisnya , ku jilati dan ku hisap dengan kuat .
"Sssshhh ahhhh Dit..aahhhhhhh sssshh ". Desahan demi desahan semakin terdengar dengan jelasnya . Gairah yang begitu panas ,membuatku semakin menjelajah dengan semua kegilaanku .
"Yuki , memek lo enak bangeet ". Hanya kata itu yang selalu terucap dari bibirku . Meski selama ini aku hanya menginginkan Alena ,tapi ternyata Yuki jauh lebih baik dari Alena . Darinya, aku bisa mendapatkan kepuasan yang lebih dari apa yang selama ini aku dapatkan dari Alena .
Kini ku mulai meraba dan meremas vaginanya dengan sangat liar , lalu kembali melumatnya , meremasnya kembali dan terus seperti itu sampai Yuki benar benar tak kuasa menahannya lagi .
Seperti yang ku lakukan sebelumnya , aku memberinya jeda supaya ia tidak mencapai klimaksnya . Ku raih bibir tipisnya itu . Tanpa aba aba , ia langsung menjulurkan lidahnya . Berharap aku akan memberinya ciuman yang begitu panas . Yuki menghisap bibirku dengan sangat kuat , begitu menggambarkan begitu besarnya nafsu birahi yang saat ini ia rasakan .Tangannya mulai meraba ke arah selangkanganku . Di balik celanaku , ia mulai memainkan tangannya di antara batang penisku , di genggamnya dan diremasnya dengan gemasnya .
"Kontol lo gede banget , Dit .Gue kocok yaa". ucap Yuki di sela sela desahannya .
Perlahan namun begitu pasti , ia menggerakkan tangannya ke atas dan ke bawah . Lalu , dengan asiknya ia memainkan kedua buah zakarku . Bukan main , rasanya begitu nikmat . Ia menggerakkan jari jarinya dengan sangat lihai . Tanpa sadar ,aku pun mengerang menahan kenikmatan yang ia berikan padaku .
Semakin ganas memainkan batang penisku , semakin ganas pula Yuki memainkan lidahnya .Kali ini ia yang mengambil alih permainan ini . Aku yang hanya bisa pasrah berada di atasnya pun tak ingin kalah , ku mainkan kembali vaginanya dengan menggunakan jari tanganku .
"Yes Dit , mainin lagi memek gue . Terus mainin Dit , terus..aaaahhh ".
Yuki membuka kedua kakinya dengan lebar ,ku anggap sebagai intruksi supaya aku bisa memainkannya lebih bebas lagi .
"Dit ,genjot memek gue Dit . Gue udah ngga tahan lagi . Ayo cepat masukin kontol lo yang gede itu , cepet Dit.. gue udah ngga tahan pengen ngewe nih. Sssshhh Ahhhhhh ".
Bersambung , lanjut Part akhir...
Anda Mungkin Juga Suka





