Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++

Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++

Antologi ini menyajikan deretan kisah romansa modern yang dikhususkan bagi pembaca dewasa. Setiap cerita di dalamnya dirancang dengan narasi yang berani dan eksplisit, sehingga sangat tidak disarankan bagi pembaca di bawah umur. Fokus utama karya ini adalah mengeksplorasi hubungan intim serta momen-momen penuh gairah yang intens. Pastikan Anda telah cukup umur sebelum menyelami kumpulan narasi sensual yang ditujukan khusus untuk audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dimas tidak kelihatan percaya dengan pernyataanku. Dia yakin bahwa ada yang salah dan mencoba mengajakku bicara, "Apakah ada yang mengganggu pikiranmu? Kamu bisa bercerita padaku, Kak Sandra."

Aku merasa sangat terpojok. Saya tidak ingin memberitahunya bahwa saya jatuh cinta padanya, tetapi tidak ingin menyembunyikan apa yang saya rasakan darinya.

"Sudahlah, enggak ada yang salah," jawabku cepat sambil tersenyum lebar.

Dimas tetap tidak yakin bahwa semuanya baik-baik saja. Dia mendekati ku dan berkata, "Kak Sandra, aku tahu ada yang mengganggu pikiranmu. Tolong katakan padaku apa yang terjadi."

Aku terdiam sejenak, merenungkan apa yang harus aku katakan. Aku tahu bahwa menyembunyikan perasaanku tidak akan membantu dan malah akan menyulitkan situasi.

"Aku jatuh cinta padamu, Dimas," kataku dengan tegas.

Dia terkejut dan tidak tahu harus berkata apa. Dia terlihat seperti sedang berusaha mencari kata-kata yang tepat. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata, "Aku juga merasakan hal yang sama, Kak Sandra. Aku bahkan sudah menyimpan perasaan ini sejak lama."

Tunggu! Apa? Aku menatap Dimas dengan tak percaya.

Dimas melihat ekspresi wajahku yang terkejut dan cepat menjelaskan, "Maafkan aku, Kak Sandra. Aku tidak bermaksud membuatmu terkejut seperti itu. Tapi aku benar-benar merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan."

Aku masih merasa tidak percaya dan berkata, "Tapi kenapa kamu tidak pernah mengatakannya sebelumnya?"

Dimas merenung sejenak sebelum menjawab, "Aku pikir kamu tidak akan tertarik padaku. Aku selalu menganggap kamu hanya sebagai kakak yang baik hati dan lembut."

Aku memandangnya dengan lembut dan berkata, "Tapi kamu salah, Dimas. Aku tertarik padamu sejak lama dan selalu merasa nyaman denganmu."

Dimas tersenyum, "Apa artinya ini, Kak Sandra?"

Aku tersenyum balik, "Ini artinya kita bisa menjalin hubungan yang lebih serius dan saling menjaga perasaan satu sama lain."

Dimas merespon dengan senang, "Aku setuju. Kita akan menjalani segalanya bersama."

Tapi tiba-tiba aku teringat dengan Andre, dan aku langsung menundukan kepalaku. Aku ingat, Dimas adalah adik iparku dan dia masih SMA. Pantaskah aku menjalin hubungan dengannya?

Aku merenungi pikiranku sejenak, mencoba mencari solusi terbaik. Dimas, yang melihat aku sedang terdiam, bertanya, "Ada apa, Kak? Apa kamu tidak setuju dengan ide kita menjalin hubungan?"

Aku menggelengkan kepalaku, "Tidak, bukan itu. Aku hanya sedang memikirkan hal lain."

Dimas melihat aku masih terlihat khawatir dan bertanya lagi, "Apa yang membuatmu khawatir?"

Aku mengambil napas dalam-dalam dan menjawab dengan jujur, "Aku sedang berpikir tentang Andre. Kamu tahu, dia adalah kakakmu dan aku tidak ingin hubungan kita merusak hubungan kalian."

Dimas melihat aku dengan tatapan yang penuh pengertian dan menjawab, "Aku mengerti perasaanmu, Kak Sandra. Tapi aku yakin bahwa hubungan kita tidak akan merusak hubungan keluarga kita. Selama kita bisa menjaga perasaan satu sama lain dan tetap menghormati hubungan keluarga kita, aku yakin tidak akan ada masalah."

Aku mengeluarkan nafas kasar dan berkata, "Tapi Dimas, semua ini salah. Bagaimana kita bisa menghormati keluarga kita, kalau yang kita perbuat salah?"

Dimas memegang kedua bahuku dan berkata, "Kalau gitu, kenapa kita tidak menjalin hubungan rahasia? Kita bisa menjalin hubungan secara rahasia. Yang terpenting adalah kita saling mencintai dan saling mendukung satu sama lain. Kita bisa menjaga rahasia dan memastikan bahwa tidak akan ada yang tahu tentang hubungan kita. Yang penting adalah kita bahagia bersama."

Aku merenung sejenak untuk berpikir. Aku menatap Dimas, dan menganggukan kepala.

"Ingat ya Dimas, ini hanya menjadi rahasia kita!" kataku mengingatkan.

Dimas tersenyum dan menjawab, "Tentu saja, Kak Sandra. Aku akan selalu memastikan bahwa hubungan kita tetap menjadi rahasia dan tidak akan memberikan dampak buruk pada keluarga kita."

Aku menghela nafas, tersenyum pada Dimas sebelum mencium pipinya. Dimas cukup terkejut dengan tindakanku yang tiba-tiba. Namun demikian dirinya segera membalas dengan mencium pipiku.

***

Sampai di depan rumah, aku dan Dimas langsung menurunkan semua barang dari mobil. Kami saling membantu dan kelelahan bersama. Aku membuatkan minuman untuk Dimas, sebelum kami duduk bersama di sofa.

Andre mengatakan dia akan kembali dalam 3 minggu ke depan. Untung sekarang ada Dimas di sisiku, jadi aku tidak akan kesepian.

Aku menatap Dimas, rasanya ingin mengajaknya berhubungan ranjang. Tapi aku segera menepis pikiran itu. Apa yang akan dipikirkan Dimas tentangku, jika aku mengajaknya berbuat hal gila seperti itu? Dia pasti akan menganggapku wanita murahan, karena tidak bisa menahan birahi ku sendiri! Uh, sungguh menyebalkan.

Aku merasa sangat tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas dengan Dimas, tetapi aku harus menahan diri. Aku tidak ingin kehilangan rasa hormat dan harga diriku hanya karena tidak bisa mengendalikan nafsu.

"Kamu berpikir apa, Kak Sandra?" tanya Dimas, melihat ekspresi wajahku yang sedikit aneh.

"Apa-apaan?" balasku, mencoba tersenyum ke arahnya.

"Tidak ada yang salah, kan? Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja," kata Dimas sambil menepuk-nepuk pundakku.

Aku tersenyum, "Tentu saja, aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sedikit kelelahan."

"Hem... Mau dipijit?" tawar Dimas.

Sambil tersenyum, aku mengangguk setuju dengan tawaran Dimas. Dia segera bangkit dari sofa dan mengajakku ke kamarku. Setelah mempersiapkan minyak pijat dan handuk, Dimas mulai memijat bahu dan punggungku dengan lembut.

"Kamu begitu kaku, Kak Sandra. Apa yang terjadi?" tanya Dimas.

Aku tidak bisa berkata-kata. Rasanya aneh dan tidak sopan jika kuceritakan pikiran dan rasa yang menggelitik diriku. Aku hanya memohon agar semua pikiran nakalku pergi dan tak kembali lagi.

"Tidak apa-apa, Dimas. Aku hanya merasa sedikit tegang." Jawabku, mencoba memberi jawaban yang ringan.

Dimas meneruskan pijatannya dengan sangat lembut, dan aku merasa terusik dengan tatapan mata tajamnya. Dia mengawasi setiap gerak dan ekspresiku, seperti mengetahui apa yang ada dalam pikiranku.

"Kamu bisa percaya padaku, Kak Sandra. Aku akan selalu menjaga dan melindungi kamu," ujarnya tiba-tiba.

Aku menatapnya, merasa takjub dengan tatapan matanya yang penuh kehangatan dan cinta. Dia mengulurkan tangannya dan merengkuhku, mengecup bibirku dengan lembut. Perlahan-lahan, ciumannya semakin dalam dan intens.

Aku merasa seperti kehilangan kendali atas diriku sendiri. Akhirnya, keinginan dan hasratku berhasil memenangkan kuasa atas logika dan akal sehatku. Aku membalas ciuman Dimas dengan penuh gairah dan keinginan yang kuat.

Namun saat Dimas memegang dadaku, aku tersadar dan langsung mendorong tubuh Dimas menjauh dari nyubuhku.

"Dimas ini salah! Ini tidak boleh terjadi, aku mencintaimu. Tapi kamu tetaplah adik suamiku, aku tidak mau bertindak kelewatan Dimas. Maafkan aku," kataku dengan penuh penyesalan.

Dimas menatapku dengan heran, tapi tidak mengatakan apa-apa. Dirinya langsung keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku merasa bersalah padanya, aku telah memberikan harapan palsu padanya. Pasti dia sudah sangat berharap untuk meniduriku. Tapi aku tidak bisa melakukan itu, maafin aku Dimas. Maafin Kakakmu yang tidak bisa memberikan tubuhnya padamu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FLS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FLS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema moral saat menjalin hubungan gelap dengan Fabian, kekasih sahabatnya sendiri, Aurel. Setelah berjuang sembuh dari luka masa lalu, Kiren justru kembali merasakan kepedihan yang lebih dalam. Ia harus menutupi perselingkuhan ini rapat-rapat karena perannya hanyalah sebagai wanita simpanan. Bagi Fabian, Kiren adalah pelampiasan nafsu yang memberikan kepuasan yang tidak didapat dari Aurel, meski itu menghancurkan hati Kiren.
Sampul Novel Godaan Saat Salah Masuk Ruangan
8.2
Kisah dalam novel modern ini bermula ketika seorang pria keliru memasuki sebuah bangsal perawatan. Di sana, seorang wanita menawan yang sedang berbaring langsung memintanya melakukan pemeriksaan medis terkait masalah kecanduan yang dideritanya. Meski berniat menolak karena dirinya bukanlah seorang dokter, sang pria mendadak kehilangan kata-kata saat wanita tersebut mulai menanggalkan pakaiannya. Godaan visual yang begitu intim dan tak terduga ini seketika menguji batas pertahanan dirinya.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Billionaire
8.7
Hana terbangun dalam kondisi sangat terkejut saat menyadari ada sosok asing yang tidur di sisinya. Meskipun kesadarannya telah pulih sepenuhnya, ia merasa sangat bingung karena yakin dirinya belum pernah terikat dalam sebuah pernikahan. Kejadian tak terduga ini membuatnya mempertanyakan bagaimana orang asing tersebut bisa berada di ranjang yang sama dengannya. Sebuah misteri besar kini menghantui hidup Hana yang semula tenang dan sederhana.
Sampul Novel ISTRI KEDUA TUAN KAIRO
8.0
Farah Maharani, gadis desa berusia dua puluh lima tahun, terjebak situasi sulit hingga terpaksa menyewakan rahimnya kepada pengusaha bernama Kairo Juang. Keputusan ini bermula dari Salsa, istri Kairo, yang lelah dihina mandul oleh orang-orang di sekitarnya. Demi mendapatkan keturunan, Salsa merelakan suaminya menikahi wanita lain. Meski awalnya kesepakatan ini berjalan lancar tanpa kendala, sebuah malapetaka besar tiba-tiba datang mengancam kehidupan mereka.
Sampul Novel Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain
7.9
Selama lima tahun, pernikahan saya dengan Yoga terasa hampa meski saya sangat mencintainya. Luka itu kian dalam saat saya tahu Yoga menjalin kasih rahasia dengan adik angkatnya, Meiliana. Kecewa, saya menjebak Yoga menandatangani surat cerai dalam kedok dokumen asuransi. Setahun berlalu, saya bangkit dan bertunangan dengan Luki. Namun, Yoga mendadak kembali memohon maaf dan Meiliana mengakui perasaan Yoga. Kini saya harus memilih antara masa lalu atau kebahagiaan sendiri.