Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka

Saat keluarga Riko Fosa sibuk menjaga persalinan Erni Lousa demi menghalangi Nisa, sang istri justru memilih tidak hadir. Riko mengira Nisa hanya kekanak-kanakan dan berniat memaafkannya jika Nisa bersedia mengasuh anak tersebut. Riko tidak tahu bahwa Nisa telah mengajukan keberangkatan ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas. Dalam seminggu, Nisa akan mencabut kewarganegaraannya dan pergi selamanya, memutus semua hubungan dengan Riko tanpa ada kesempatan bertemu lagi.
Bab
Bagikan

Bab 5

Bagaimanapun juga, hubungan itu pernah ada selama bertahun-tahun. Setelah aku menyelesaikan urusan ini, maka segala hubungan kami akan berakhir. Tidak ada lagi utang perasaan yang tersisa.

Namun, begitu ibu mertua mendengar bahwa aku ingin membawanya ke rumah sakit, wajahnya langsung berubah menjadi masam.

"Pergi ke rumah sakit untuk apa? Aku ini baik-baik saja! Hanya karena aku sedikit menegurmu, kamu langsung mengutukku mati, ya?"

"Nisa, kenapa kamu kejam banget? Waktu pemeriksaan terakhir, dokter bilang aku sehat-sehat saja. Untuk apa diperiksa lagi?"

Aku berusaha menahan nada suaraku agar tetap lembut.

"Ada seorang pakar spesialis asma yang sangat terkenal, kebetulan sedang berada di dalam negeri hari ini. Aku mau mengajak Ibu sekadar memeriksakan diri, anggap saja pemeriksaan ulang …."

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, ibu mertua sudah meraih gelas air di meja dan melemparkannya ke arahku.

"Kedengarannya hebat sekali! Pakar spesialis katanya? Apa kamu pikir seorang pengangguran sepertimu bisa seenaknya membuat janji dengan dokter sekelas itu? Kamu cuma tahu berbohong saja, ya."

"Coba lihatlah, Erni. Dulu, dia sampai rela bergadang hanya untuk mendaftarkan aku ke dokter spesialis. Waktu itu kau di mana?"

Kata-katanya yang terus-menerus membandingkanku dengan Erni sudah cukup untuk menunjukkan sikapnya. Apa pun yang kulakukan selalu salah. Bagaimanapun usahaku, aku tetap tidak akan pernah bisa menandingi Erni di matanya.

Ketika pikiran itu muncul, aku hanya tersenyum getir.

"Kalau begitu, biarkan saja. Nggak usah pergi kalau Ibu memang nggak mau," sahut aku.

Mungkin aku memang terlalu ikut campur, terlalu bodoh hingga menjerumuskan diri sendiri.

Tak lama kemudian, tibalah hari satu bulanan bayi. Aku datang terlambat. Saat memasuki aula, ruangan itu sudah penuh sesak oleh kerabat jauh dan orang-orang yang bahkan aku tidak ingat namanya.

Sesaat aku merasa asing di tempat yang dulu seharusnya menjadi "rumah". Kemegahan pesta itu bahkan jauh melampaui pernikahanku dengan Riko.

Di pintu masuk, terpampang besar foto keluarga mereka berlima, keluarga yang sempurna di mata orang lain. Sementara aku, dari awal sampai akhir, hanyalah bahan tertawaan.

Begitu beberapa kerabat melihatku datang, mereka langsung saling berbisik. Aku tidak perlu mendengar jelas untuk tahu apa yang sedang dibicarakan.

Tak lama kemudian, Bibi Ira menarik lenganku sambil tersenyum lebar dan berkata, "Nisa, kapan kamu pulang? Kenapa nggak pernah dengar Riko mengungkitnya? Lagi pula, sejak kapan kalian punya anak?"

"Kudengar, kamu baru pulang dari studi lanjutan di luar negeri dan sekarang akan dipromosikan jadi dokter kepala di rumah sakit pusat, ya? Wah, kariermu benaran sukses, ya."

Aku hanya mengangguk sedikit untuk sekadar menunjukkan sikap yang sopan. Namun, aku bisa melihat jelas pandangan mereka penuh dengan ejekan tersembunyi.

Bagaimana tidak? Tidak ada aku di foto keluarga itu.

Sementara itu, di sepanjang pesta ini, perempuan yang berdiri di sisi Riko jelas bukan aku. Beberapa tamu yang penasaran mulai menunjuk ke arah perempuan yang sedang menyuapi Riko kue manis di kejauhan sembari berkata, "Nisa, siapa perempuan itu?"

Aku tersenyum tipis dan menjawab, "Itu istri baru Riko."

Dalam sekejap, suasana di sekitarku berubah hening. Para bibi yang sedang asyik menguping gosip langsung menatapku dengan mata terbelalak, lalu buru-buru berbisik di antara mereka sendiri lagi.

Kalau Keluarga Fosa sendiri nggak peduli dengan harga diri, kenapa aku harus menutupi kenyataan?

Saat itu, Riko naik ke panggung dan mengambil mikrofon.

"Terima kasih semuanya sudah datang ke pesta satu bulanan putraku. Sebelumnya, aku nggak pernah membayangkan aku akan menjadi seorang ayah. Aku bahkan merasa nggak akan mampu menjalankan peran itu," ucap Riko.

"Tapi ketika pertama kali mendengar tangisan bayi, aku baru benar-benar mengerti arti tanggung jawab seorang ayah," timpal Riko.

Selesai berbicara, dia menatapku sekilas dan melanjutkan dengan nada lembut, "Tentunya, semua ini nggak lepas dari kerja keras istriku."

Salah satu Bibi di dekatku langsung berseru dengan suara keras, "Kalau begitu, biar ibu dari anakmu juga naik ke atas dan bicara sebentar! Mana ibunya?"

Suasana ruang pesta mendadak membeku.

Semua mata beralih menatap bergantian antara aku dan Erni. Jawaban sebenarnya sudah jelas, tetapi bibi itu seolah sengaja menunggu Riko mengatakannya sendiri.

Besok aku akan naik pesawat, meninggalkan negeri ini untuk selamanya. Aku menatap mata Riko, lalu perlahan melangkah naik ke atas panggung. Di tengah tatapannya yang terkejut, aku meraih mikrofon dari tangannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B47376" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi NovelShort untuk melanjutkan membaca.
B47376
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra terpisah selama lima tahun akibat kecelakaan yang memicu amnesia. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Theo jatuh hati pada Lili yang kini menjadi dokter. Demi meminang Lili, Theo rela menyerahkan sepuluh miliar kepada ayah Lili. Meski temperamen, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili mulai merangkai kepingan ingatan masa lalunya melalui sentuhan Theo guna mempertahankan pernikahan rumit mereka.
Sampul Novel Cinta di Tengah Bahaya
8.5
Saat hamil, sang istri terharu menyerahkan seluruh tabungannya pada Arif yang berjanji berubah. Namun, ia justru menyaksikan para penagih utang bersikap hormat pada suaminya yang ternyata bos mafia kaya. Di dalam mobil mewah, Arif dan sahabat kecilnya, Lina, sepakat melanjutkan sandiwara kemiskinan ini untuk menguji kesetiaannya melahirkan anak mereka. Menyadari cintanya selama ini hanya dipermainkan lewat ujian kejam, ia pun menangis dan bertekad menolak cinta penuh kebohongan tersebut.
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel Istri Dekilku Anak Sultan
7.9
Penyesalan mendalam menghampiri Alif setelah menceraikan Shinta, wanita yang dahulu ia anggap dekil namun rupanya merupakan pewaris tunggal dari konglomerat pemilik tempatnya bekerja. Shinta kini harus memimpin perusahaan sembari menghadapi ancaman pembunuhan dari para musuh yang mengincar takhtanya dalam perebutan kekuasaan. Di tengah bahaya yang mengintai, Shinta berjuang mempertahankan hidupnya sekaligus menemukan cinta sejati pada sosok Raka, pria setia yang selalu menyelamatkannya.
Sampul Novel Istri Gelap Tuan Arrogant
9.0
Kinanti tidak pernah menduga nasibnya akan berakhir sebagai istri siri dari majikannya sendiri, Adam. Padahal, pria itu telah memiliki istri bernama Renata yang sangat dicintainya. Keadaan menjadi semakin rumit saat Kinanti mengandung anak Adam. Kini, rahasia besar tersebut berada di ambang kehancuran. Bagaimana reaksi Adam saat mengetahui kehamilan Kinanti? Dan apa yang akan terjadi jika Renata mengetahui bahwa suaminya diam-diam memiliki istri gelap?
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Nevilla melakukan kesalahan fatal saat mengejar ambisi jabatan di perusahaan dengan mendekati Adero. Keputusannya berpaling dari Aron justru membangkitkan bayang-bayang kelam dari enam tahun silam. Saat ikatan mereka kian erat, Nevilla terjebak tanpa celah untuk melarikan diri. Kini, ia harus berhadapan dengan sosok pria berbahaya yang mengancam akan menghancurkan seluruh hidupnya, menyeretnya ke dalam konflik masa lalu yang sangat mematikan.