Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN

KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN

Dunia Sahira yang tenang runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Di tengah kehancuran hati akibat pengkhianatan ganda tersebut, harapan muncul dari arah yang tak terduga. Seorang miliarder dari masa lalu kembali hadir dalam hidupnya, menawarkan perlindungan dan mengajak Sahira untuk menyembuhkan luka bersama. Akankah momen ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Sahira setelah dikhianati secara menyakitkan?
Bab
Bagikan

Bab 2

"tidak mungkin kalian pasti bohong! Bagaimanakah bisa kalian mendukung pernikahan putra kalian ini, Padahal dia sudah memiliki istri, kalian benar-benar keluarga munafik dan penghianat!."

"Sahira! Bukankah dari dulu kamu sudah tahu kalau aku memang tidak menyukaimu, tidak ada yang mendukung kamu menikah dengan Indra putraku, tapi kamu sendiri yang begitu mengejarnya dan ingin menjadi istrinya, bahkan rela mengemis padaku untuk menjadi menantuku, jadi terimalah kenyataan ini."

Seru Ratih kembali seraya melotot tajam ke arah menantunya, wanita tua itu memang dari dulu sangat kentara tidak menyukai Sahira, namun Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa ketika Indra memutuskan untuk menikahi wanita itu.

"Walaupun anda tidak menyukaiku! Tapi tidak seharusnya anda melakukan ini padaku, bahkan Anda mendukung perselingkuhan Dan perzinahan, di mana otak anda sebagai seorang wanita? Bukankah kita sama? Kita sama-sama perempuan yang memiliki suami dan pastinya akan sakit hati jika pasangannya berkhianat, entah bagaimana reaksi Andi ketika bapak berkhianat? Apa ada sanggup menerima dengan lapang dada?!."

"Sahira!! Jaga cara bicara kamu ketika berbicara dengan orang tuaku, Kamu memang anak yatim piatu, seharusnya kamu memiliki empati dan sopan santun kepada orang tua."

Teriakan menggelegar Indra terdengar di dalam ruang tamu itu, sehingga Sahira hanya mampu tertunduk seraya menangis terisak-isak karena merasa telah mendapat ketidak adilan, keluarga itu telah berkomplot atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Indra beserta sahabatnya yang selama ini sangat dipercayainya bahkan sering kali menjadi tempat curhatnya jika ia memiliki masalah.

"Aku memang seorang anak yatim piatu! Sehingga tidak adapun yang akan mampu membela aku jika mendapatkan ketidakadilan, tapi itu bukan berarti kalian bisa seenak hati memperlakukan aku seperti ini, karena aku juga manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan, Aku ingin saat ini juga kita bercerai, aku tidak Sudi memiliki suami yang telah berkhianat dengan sahabatku sendiri, apalagi tinggal di Satu atap yang sama dengannya."

Ucap Sahira memberi keputusan atas nasib rumah tangganya dan Indra pun segera bangkit berdiri menghampirinya.

"Saya sudah bilang tadi, itu tidak akan terjadi Sahira! Di antara kita tidak akan ada kata cerai, aku masih mencintaimu dan apa salahnya kita hidup rukun di rumah ini bersama dengan Amelia, bukankah dia sahabatmu juga? kalian akan sangat akrab di rumah ini, kamu akan memiliki teman."

"Enak saja kamu bicara Indra! Aku sudah membuang Dia dari ingatanku sebagai teman, dia bukan lagi sahabatku seperti dulu! Ciih!

Aku tidak sudi memiliki teman seperti dirinya lagi. Aku tidak sudi!!."

Pekik Sahira dengan lantang, ia memang menyuarakan suara hatinya yang tidak ingin berpoligami, menurutnya sebuah kesetiaan adalah harga mati dan jika salah satu pasangan mengingkarinya maka tidak akan ada maaf untuknya.

Ratih terlihat memutar matanya dengan malas kala melihat keras kepala Sahira, sementara suaminya hanya terdiam tanpa suara begitu pula dengan putra pertamanya, pria berbeda usia itu terlihat menatap ke arah lantai tanpa berani mendongak menatap wajah Sahira dan Indra yang berdiri di depan mereka.

Hanya Amelia yang menatap kedua pasangan suami istri itu dengan tatapan jengah, sejujurnya ia juga tidak sudi berbagi dengan Sahira lagi,

Terlebih kini ia sudah berhasil menjadi istri sah Indra juga, dan ia berjanji dalam hati akan menguasai pria itu tanpa membaginya dengan Sahira.

"Kamu memang benar-benar keras kepala Sahira! Dan hal itulah yang membuatku bosan selama ini, kamu sama sekali tidak mau diatur dan selalu membantah apa yang aku katakan, kamu hanya mementingkan pekerjaan daripada diriku hingga lupa tugasmu sebagai seorang istri, aku rasa tidak salah jika aku mencari pelampiasan di luar sana, dan Amelia mau menjadi tempatku berbagi bahkan rela menjadi istri kedua untukku asal kau tidak dicerai olehku, kamu lihat kan? betapa baiknya sahabatmu itu yang tidak kamu hargai."

"Itu karena dia sedang cari muka di depan keluargamu agar dinilai baik dan wanita yang berhati lembut, jika dia memang baik, dia tidak mungkin mau menghianati sahabatnya yang selama ini sudah seperti saudara, bahkan aku telah banyak membantunya, apa yang diminta aku berikan dan sekarang dia telah mengambil suamiku, inilah yang dikatakan air susu dibalas dengan air tuba dan dia tidak pantas menyandang predikat wanita baik."

Sahira menunjuk wajah Amelia dengan tatapan lekat yang terlihat menghunus, ia benar-benar telah memupuk dendam kepada sahabatnya itu yang telah menghancurkan rumah tangganya kini.

"Karena rumah ini adalah milikmu, dibeli dari hasil jerih payahmu, Aku yang akan pergi, Aku yang akan mengalah, terlebih orang tuamu memang selama ini tidak menyukaiku."

Akhirnya ucapan itu keluar dari mulut Sahira walau dengan keterpaksaan dan mengandung kegetiran di dalam hatinya, usia pernikahannya yang baru dua tahun itu harus kandas, namun hidup di tengah tekanan batin juga ia tidak ingin, hingga merasa dia lah yang harus mengalah untuk menjaga kewarasannya sebagai wanita.

"Apa maksud kamu Sahira? Aku tidak menginginkan kamu pergi dari sini, kita akan hidup bersama dan rukun, ingat! Satu langkah saja kamu pergi dari rumah ini maka Aku pastikan kamu tidak akan bisa kembali lagi."

Ucap Indra bernada mengancam kepada Sahira yang kini telah melangkah menuju kamarnya untuk membenahi semua barang-barangnya ia akan pergi malam ini juga, dan ia tidak perduli dengan ancaman indra.

"Mas Indra hentikan dia! Bukan ini yang aku inginkan mas, Aku ingin hidup berdampingan dengan Sahira di rumah ini sebagai istri kamu, aku tidak apa-apa berbagi dengannya, posisinya akan tetap menjadi istri pertamamu tak akan bisa tergantikan."

Ucap Amelia dengan nada lembutnya seraya meraih bahu Indra untuk mencegah Sahira keluar dari rumah itu, sementara Ratih yang melihat menantu keduanya tersebut segera bangkit berdiri dan menghampirinya.

"Kamu memang begitu baik nak! Tapi Sahira memang tidak tahu diri dan keras kepala, Padahal selama ini dia sangat tidak becus menjadi seorang istri bagi Indra, harusnya dia bersyukur karena kamu mau menjadi madunya dan membantunya mengurus suami di saat dia sedang bekerja."

Seruan Ratih tersebut membuat Amelia merasa di atas angin kemudian tersenyum tipis kepada mertuanya, sementara sebuah tatapan tajam yang menyorot ke arahnya tanpa disadarinya, tatapan lekat seorang pria yang berprofesi sebagai pengacara entah kenapa ia merasa tidak suka dengan istri kedua adiknya itu.

"Selamat tinggal Aku akan pergi saat ini juga! Aku harap kalian bahagia dan tunggu saja surat cerai dariku."

Ucap Sahira sambil mendorong sebuah koper besar, dia juga sudah mengganti bajunya dengan sweater dan celana panjang.

"Aku sudah memberimu peringatan Sahira! jika sekali saja kamu melangkah keluar dari rumah ini, kamu tidak akan bisa kembali."

"Kamu tidak perlu khawatir mas! Aku juga tidak berniat untuk kembali ke rumah ini, aku hanya akan berdoa untuk kebahagiaan kalian, selamat bersenang-senang di atas penderitaanku."

setelah perkataannya selesai, akhirnya Sahira pun segera menarik kopernya keluar dari pintu, Indra tampak begitu geram atas sikap keras kepala istri pertamanya tersebut.

"Dia benar-benar keras kepala! Baguslah kalau dia pergi dari rumah ini, kamu tidak perlu mengejarnya lagi, kan sekarang kamu sudah memiliki Amelia dia bahkan sangat sempurna sebagai istri, biarkan saja si Sahira itu menderita di luar sana."

Ucap Ratih dengan nada sinis, sejujurnya dalam hati ia begitu gembira karena Sahira akan berakhir menjadi menantunya dan tergantikan oleh Amelia, wanita penurut yang selama ini selalu datang untuk membantunya memasak di rumah, bahkan wanita itu mengerjakan semua pekerjaan rumah tanpa dimintanya, hal itu menjadi nilai plus di mata Ratih sebagai seorang menantu.

*

Sahira menghela nafas panjang seraya menyeret kopernya menyusuri pinggiran trotoar, sejujurnya ia tidak tahu hendak ke mana karena sama sekali tidak memiliki keluarga lagi, ia memang sudah yatim piatu sejak kecil, dan ia tinggal di panti asuhan dan dibesarkan di sana hingga akhirnya menempuh pendidikan dan ia bisa bekerja di sebuah kantor swasta, di sanalah ia bertemu dengan Indra dan keduanya jatuh cinta walaupun tanpa restu dari kedua orang tua pria itu.

Namun Sahira begitu kekeuh mendekati calon mertuanya, terlebih Indra begitu baik dan memberikan seluruh perhatian padanya hingga ia merasa Kalau pria itu memang layak untuk menjadi suami dan panutannya.

Namun apa yang terjadi kini bertolak belakang dengan pikirannya, ternyata Indra mampu menghianati cinta mereka yang diraih dengan susah payah.

PIP pip pip pip!!!

...

,

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Nasib membawaku dari kemiskinan menuju pernikahan dengan pria kaya raya yang mengaku jatuh hati sejak awal. Suamiku adalah sosok sempurna yang tampan dan setia, namun tindakannya justru memicu tanya. Meski tak ada celah untuk beradu argumen, sikap dinginnya terasa sangat janggal bagi pasangan yang saling mencintai. Aku terjebak dalam kebingungan mendalam tentang siapa dia sebenarnya. Rahasia besar apa yang sengaja ia sembunyikan dariku selama ini?
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia
8.9
Yolanda dibuang ke desa terpencil setelah tahu ia hanya dijadikan alat bisnis oleh orang tua angkatnya. Tak disangka, ia justru menemukan jati diri sebagai pewaris keluarga konglomerat yang sangat berpengaruh. Meski dihujani kasih sayang, ia harus menghadapi kecemburuan adiknya. Yolanda pun bangkit membalas dendam dengan bakatnya yang luar biasa. Pesonanya memikat seorang miliarder ternama yang kini memojokkannya demi mengungkap rahasia besar Yolanda.
Sampul Novel Jay and her Odd Daddy
8.9
Jayashri alias Chai terjepit di antara himpitan ekonomi dan prinsip ibunya untuk tidak menjual harga diri. Di titik terendah saat ingin mengakhiri hidup, seorang pria asing menyelamatkannya dan menawarkan posisi sugar baby. Meski awalnya menolak keras, takdir mempertemukan mereka kembali. Sang pria menawarkan kontrak kerja sama tanpa pelecehan yang saling menguntungkan. Kini Chai bimbang, haruskah ia berpegang pada prinsip atau menyerah pada realita?
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?
Sampul Novel My Posesif Ceo
7.8
Terjebak dalam situasi sulit, seorang karyawan terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi bosnya yang keras kepala. Ancaman pemecatan membuatnya tak berdaya selain menyetujui pernikahan kontrak di atas materai. Status ini hanya berlaku sementara hingga Celine, kekasih sang CEO, menyelesaikan studinya. Di tengah sandiwara sebagai istri atasan, mungkinkah benih cinta tumbuh secara tak terduga? Inilah kisah pengabdian yang penuh dilema dan perasaan yang mulai goyah.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Sang CEO
8.7
Demi membiayai pengobatan sang nenek, Autumn terpaksa menyamar menjadi Silvia untuk menikahi Rudy, seorang CEO kaya raya yang dikenal sebagai playboy. Meski awalnya Autumn hanya berencana bertahan selama satu tahun sebelum bercerai, takdir berkata lain. Di tengah reputasi buruk Rudy yang kerap bergonta-ganti pasangan, benih cinta justru tumbuh di antara mereka. Pernikahan kontrak yang didasari keterpaksaan ini pun berubah menjadi kisah romansa yang tak terduga.