Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kornea Untuk Kekasih yang Mengkhianatiku

Kornea Untuk Kekasih yang Mengkhianatiku

Setelah mendonorkan kornea matanya demi Joey, wanita ini harus menghadapi pengkhianatan pahit. Pernikahan mereka terus ditunda sejak mantan kekasih Joey kembali. Alih-alih dihargai, ia justru mendapat cemoohan dan tiket bioskop sebagai hadiah ulang tahun yang menghina kondisinya. Muak dengan sikap Joey dan selingkuhannya, ia merobek tiket itu lalu pergi. Namun, keputusan tersebut justru membuat Joey kehilangan akal saat menyadari calon pengantinnya telah menghilang di hari pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah berusaha keras, aku akhirnya berhasil keluar dari kompleks vila. Namun, aku langsung menyadari bahwa aku tak punya tempat untuk dituju. Tiga tahun lebih bersama Joey, aku kehilangan keluargaku, memutuskan hubungan dengan teman-teman, dan meninggalkan semua kehidupan sosialku, hanya untuk berakhir seperti ini.

Saat aku masih meraba-raba jalan dengan kebingungan, tiba-tiba bau alkohol yang menyengat menerpa wajahku. Detik berikutnya, aku dipeluk erat oleh sepasang tangan kasar yang menjijikkan. Bau alkohol yang memuakkan menyusup di tubuhku dan aku menjerit, "Tolong ...!"

Namun, teriakanku hanya dibalas dengan senyum jahat dari pria itu. Akhirnya, dia menekanku ke lantai semen yang dingin. Tubuhku gemetaran dan aku memohon dengan putus asa, "Jangan ... jangan lakukan ini padaku, aku punya uang ... berapa pun akan kuberikan ...."

Orang itu merasa tertarik. Dia mengeluarkan suara tawa yang menjijikkan, "Benarkah? Berapa pun akan kau berikan?"

"Iya." Aku menelan ludah dengan gugup, lalu menyebutkan nomor telepon Joey sambil memohon, "Telepon dia. Kamu bisa minta berapa pun darinya."

Setelah panggilan itu terhubung, pria itu menyalakan pengeras suara. Dari ujung telepon, terdengar suara film. Joey sedang menonton film bersama Rachel.

"Tolong aku!" Aku berusaha merangkak mendekati ponsel itu dengan suara yang gemetaran, "Jo ... Joey, ada yang mau melecehkanku. Bi ... bisa nggak kamu berikan uang padanya supaya dia melepaskanku?"

Setelah hening sesaat, terdengar dengusan kecil dari Joey. Dia mencemooh, "Kenapa, Yasmin? Sekarang kamu nyesal minta putus sama aku? Kamu bahkan pakai cara begini sebagai alasan? Lihat dulu apa aku mau menerimanya atau nggak."

Pria itu merebut ponselnya dengan marah, "Ternyata cuma mantan pacar? Kukira benaran bisa dapat banyak uang! Jalang sialan, berani-beraninya kamu bohongi aku!" Dia langsung menamparku sehingga membuat kepalaku terasa pusing dan muntah darah.

Namun, Joey malah tertawa semakin lebar. "Akting saja terus."

"Kamu itu cuma orang buta, memangnya bisa sehebat apa kamu? Begitu di luar sana, kamu bahkan nggak akan sanggup beli sebotol air tanpa uang sepeser pun. Kamu baru sadar sekarang, betapa aku memanjakanmu selama ini, 'kan?"

"Ini cara yang kamu pikirkan untuk mendapatkan uang? Membohongiku dengan cara menjijikkan seperti ini?" Cemoohannya yang tanpa belas kasihan membuatku seolah-olah terjatuh dalam jurang es.

Aku menutupi wajahku dan berkata dengan bersusah payah, "Aku nggak bohong ...."

Di seberang telepon, terdengar suara Rachel yang semakin mendekat, "Joey, jangan persulit dia."

"Yasmin, kamu butuh berapa? Gimana kalau aku yang transfer untukmu? Kamu ini seorang gadis dan juga nggak bisa melihat. Kalau benar-benar dilecehkan orang, nanti nggak ada lagi yang mau bersamamu."

Saat aku merasakan tangan kasar pria itu menekan pinggangku dengan kuat, aku bergumam kaku, "Be ... benarkah?"

"Iya, dong!" Rachel terdiam sejenak, lalu terkekeh-kekeh dengan licik, "Asalkan ... kamu mohon sama aku. Gimana?"

....

Tubuhku gemetar hebat. Pria itu semakin mendekat dan dia mulai kehilangan kesabaran, "Jadi, uang itu bisa ditransfer atau nggak?" Dia mendekat ke leherku dengan semakin intim, "Kalau nggak ada uang, paling nggak aku bisa bersenang-senang, 'kan?"

Air mataku mengalir tanpa hent. Harga diriku hancur dan aku berbisik dengan gemetaran, "Aku mohon .... Aku mohon, Rachel, kumohon ...."

"Cukup." Suara Joey tiba-tiba memotong ucapanku. Sejenak, muncul secercah harapan di hatiku. Aku mengira dia akan menghentikan permintaan Rachel yang tidak berdasar itu.

Namun, dia hanya berkata dengan nada tak acuh, "Untuk apa buang-buang uang? Kalau sudah nggak tahan, dia akan kembali sendiri nantinya."

"Nggak berikan uang padanya adalah untuk memberinya pelajaran. Supaya dia tahu, kepada siapa dia bergantung hidup selama ini. Setelah keluar dari sini, dia itu cuma orang buta yang nggak berguna."

Hatiku langsung menjadi beku. Aku membelalakkan mata dengan tak percaya. Sekujur tubuhku gemetaran hebat. Detik berikutnya, terdengar suara tawa Rachel yang manja. "Joey, kamu ini kejam sekali."

Aku memekik dengan emosi yang membeludak, "Joey, aku nggak bohong!" Kemudian, aku mengulurkan tangan hendak merebut ponsel tersebut. Air mataku berderai dengan deras saat aku berteriak.

"Apa kamu sudah lupa? Kamu sudah lupa semuanya? Kalau bukan karena aku mendonorkan korneaku untukmu waktu itu, kamu nggak mungkin bisa mewarisi Grup Cahyadi. Mungkin sekarang kamu sudah jadi pemulung di jalanan!"

Setelah itu, aku menimpali dengan putus asa, "Kenapa kamu tega seperti ini padaku?"

Seketika, di ujung telepon langsung hening. Dalam keheningan itu, Joey tertawa sinis. "Yasmin, kamu masih mau pura-pura?"

Dengan napas berpacu, tebersit raut kebingungan di wajahku.

"Waktu itu, kalau bukan kamu yang merencanakan kecelakaan itu dan membuat dirimu seolah-olah sebagai pahlawan demi menikahiku ... mana mungkin aku akan jadi buta?"

Aku terkejut mendengar hal itu. "Mana mungkin? Aku nggak pernah ...."

"Jangan pura-pura! Kalaupun kamu benar-benar dilecehi orang, itu memang pantas kamu terima!" Setelah melontarkan kata-kata jijik itu, dia langsung menutup telepon.

Pria di samping langsung menamparku dan menerjang ke arahku. "Jalang sialan, nggak seharusnya aku buang-buang waktu mendengarkan omong kosongmu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Love Betrayal
8.9
Duniaku runtuh seketika saat melihat suamiku berjalan mesra dengan wanita lain. Perempuan cantik berambut panjang itu menggandeng lengannya dengan penuh kehangatan. Mereka berdua saling melempar senyum manis, tampak sangat bahagia layaknya sepasang pengantin baru yang tengah dimabuk cinta. Siapakah sosok misterius itu sebenarnya? Hubungan rahasia apa yang dia miliki dengan suamiku di belakangku? Sebuah kisah fiksi penuh tanda tanya dan pengkhianatan.
Sampul Novel Cinta Wanita Malam
9.8
Sania memulai hari dengan terburu-buru saat Gevan, kakak kelas populer, menjemputnya di kos. Kedatangan mereka di SMA Brawijaya memicu kehebohan, membuat Sania merasa jadi pusat perhatian. Namun, suasana tenang di kelas XI IPS 2 terusik oleh Bara, murid baru pindahan yang dingin dan misterius. Pertemuan pertama mereka diawali ketegangan saat Bara membongkar kebohongan Sania di depan guru. Di antara pesona Gevan dan sikap sinis Bara, kehidupan sekolah Sania kini tak lagi sama.
Sampul Novel Diabaikan Berujung Penyesalan
7.8
Saat kehamilannya berbarengan dengan Rosa, sang suami yang merupakan bos mafia justru memilih mengakui anak Rosa demi melindunginya. Tokoh utama dikhianati setelah sepuluh tahun mencintai pria itu. Di tengah keputusasaan, keluarganya sendiri mengutuknya dan memaksa menggugurkan kandungan karena dianggap hamil tanpa suami. Ketika suaminya sibuk menemani Rosa di kota lain, ia memutuskan pergi selamanya. Kisah novel modern ini penuh konflik emosional yang mendalam.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel Hasrat Membara Bos Baruku
9.5
Chika memulai karier barunya sebagai asisten Jack Jeagerjaques, seorang penulis novel roman ternama. Namun, ia justru menyaksikan sang bos sedang memadu kasih di dapur saat pertemuan pertama mereka. Insiden mengejutkan itu membuat Chika melabeli Jack sebagai pria mesum yang berbahaya. Kini, Chika harus ekstra waspada menjaga jarak agar tidak terjerat pesona maskulin Jack, atau ia akan menjadi target nafsu sang penulis berikutnya yang penuh gairah.
Sampul Novel Kehilangan Kendali Atas Kegilaanku
9.3
Di bawah kegelapan larut malam, sebuah tindakan nekat terjadi di atas kursi taman. Sambil menatap sesosok pria berotot setinggi dua meter yang memperhatikannya, seorang wanita memilih untuk memuaskan hasratnya sendiri tanpa ragu. Ia sadar sepenuhnya bahwa aksi impulsif ini sangat gila, namun tatapan intim dan situasi berisiko tersebut justru memicu sensasi menantang yang tak tertahankan. Kehilangan akal sehat, ia kian tenggelam dalam gairah yang membuatnya candu dan mustahil untuk dihentikan.