Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kisah tak Terduga: Back to You

Kisah tak Terduga: Back to You

Tujuh tahun berlalu, Samuel masih berjuang menghapus kenangan Nindy yang telah pergi selamanya. Kehadiran Elvira Maharani membawa angin segar yang perlahan menyembuhkan luka hatinya. Namun, di balik sosok Elvira yang tampak lugu dan polos, tersimpan rangkaian misteri serta rahasia besar yang bahkan tidak disadari oleh gadis itu sendiri. Akankah cinta baru ini mengungkap kebenaran yang terkubur atau justru menghadirkan teka-teki yang jauh lebih rumit?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pukul 22.00 WIB.

Jani dan Rayhan memilih untuk pulang lebih dulu karena sudah malam.

“Kak. Makasih ya, buat traktirannya. Kita pulang duluan, kasihan Elvan udah tidur pulas banget. Takut Mas Rayhan pegel juga dari tadi gendong dia.”

“Nggak apa-apa. Elvan masih kecil, nggak terlalu pegel.” Rayhan kemudian menerbitkan senyumnya.

Keduanya lantas pergi dari sana, sementara Samuel dan Vira masih duduk saling bersampingan. Vira masih terlihat canggung di dekat bosnya itu sebab baru hari pertama kerja, sudah dibawa dan dikenalkan pada keluarganya.

“Mau pulang sekarang?” tanya Samuel kepada perempuan itu.

“Boleh, Pak. Bapak sudah mau pulang sekarang?”

Samuel mengendikan bahunya. “Biasanya sering ke club dulu atau nongkrong sama temen-temen. Tapi, karena sudah malam dan saya juga harus antar kamu ke rumah kamu, kayaknya langsung pulang aja ke rumah.”

“Saya jadi nggak enak, Pak. Nanti saya naik taksi saj—”

“Nggak usah. Sekalian saya juga pengen tahu rumah kamu di mana.” Samuel kemudian mengulas senyumnya pada perempuan itu.

Vira meringis pelan dan menganggukkan kepalanya. “Terima kasih, Pak. Bapak baik banget. Pantesan, Mbak Tata betah banget jadi sekretaris Bapak.”

Samuel terkekeh pelan. “Tata emang lucu orangnya. Tapi, banyak ke nyebelinnya.”

Vira terkekeh pelan. “Kalau itu saya kurang tahu.”

Samuel menghela napasnya dengan panjang lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Mengambil minuman miliknya dan menyesapnya.

“Anak kecil yang tadi digendong oleh Rayhan, itu bukan anak kandungnya. Tapi, anak dari kakaknya. Orang yang sudah meninggal karena telah membunuh ibunya sendiri.”

Vira terkejut mendengar cerita dari bosnya itu. “Oh, iyaa. Saya dengar cerita ini Mbak Tata. Jadi, sebenarnya Mbak Jani ini istrinya kakaknya Pak Rayhan?”

Samuel menggeleng dengan pelan. “Nggak. Jani dan Rayhan sudah lebih dulu menikah. Satu tahun kemudian, Rayhan mengalami kecelakaan dan dinyatakan meninggal karena hanyut dibawa air sungai.

“Tapi, yang sebenarnya terjadi adalah Rayhan mengalami koma selama dua tahun lamanya. Dia bangun juga karena Jani baru diberi tahu. Meski sempat amnesia, Rayhan akhirnya ingat semuanya. Jani dan Arga bisa menikah karena dijebak.

“Arga sengaja melakukan itu agar perusahaan itu semakin kuat menjadi miliknya dengan cara memiliki Jani. Memang agak rumit perjalanan cinta Jani. Tapi, akhirnya dia bisa melewati ini semua dengan sabar dan ikhlas.”

Samuel kemudian menoleh pelan pada Vira yang tengah mendengarkan ceritanya dengan saksama.

“Kalau kamu, kenapa orang tua kamu hanya menunggu kamu pulang saat kamu gajian saja? Memangnya ayah kamu tidak kerja?”

Vira menggeleng dengan pelan. “Ayah saya kerja. Tapi, tidak halal. Bisnis anak kecil dan juga perempuan yang akan dia jual ke mucikari dan lainnya. Hanya saja, uang itu habis entah ke mana yang akhirnya saya juga yang suruh kerja untuk makan dan biaya sekolah kedua adik saya.”

Samuel manggut-manggut dengan pelan. “Ibu kamu juga pasti sibuk urus rumah, yaa. Jadi, kamu terus yang dipaksa untuk kerja keras.”

Vira meringis pelan. “Nggak juga sih, Pak. Mohon maaf, kalau saya lancang. Tapi, memang seperti itu kenyataannya. Sebelum saya berangkat, jam lima subuh itu saya harus menyiapkan semuanya dulu.

“Dari masak, cuci piring, cuci baju dan beres-beres rumah. Jadi, ibu saya hanya ongkang kaki dan mungkin hari ini tidak akan pulang setelah dapat uang dari saya kemarin. Gaji terakhir di tempat kerja saya dulu.”

Samuel mengedip-ngedipkan matanya. Betapa ia sangat mengasihani hidup Vira yang cukup nelangsa itu.

“Nggak mau pindah rumah aja? Sendirian itu lebih nyaman dibanding jadi pembantu bahkan nggak dianggap sebagai anak oleh orang tuanya sendiri.”

Vira menghela napasnya dengan panjang. “Tidak, Pak. Saya tidak mau nanti ibu dan ayah saya nyari saya kalau pergi dari rumah itu. Juga kasihan pada adik-adik saya nanti, Pak. Takutnya mereka dijual oleh ayah saya.”

Samuel menggaruk alisnya seraya menatap Vira yang tengah menunduk sembari menyesap minuman miliknya.

“Mau pulang sekarang?” tanya Samuel kemudian.

Vira mengangguk. “Boleh, Pak. Sudah malam juga.”

Samuel mengangguk lalu beranjak dari duduknya. “Ya sudah, kamu tunggu di luar saja. Saya mau bayar dulu.”

“Baik, Pak.” Vira lalu bangun dari duduknya dan pergi keluar menunggu di dekat mobil lelaki sementara Samuel-nya sendiri masih di meja kasir tengah membayar semua makanan yang ia pesan tadi.

“Semoga Pak Samuel selalu baik seperti ini. Aku tidak boleh mengecewakan dia. Jarang sekali mendapat bos sebaik dia,” gumam Vira berharap Samuel bisa jadi bos terakhirnya.

Ia sudah sangat nyaman kerja di sana karena sudah terlihat bila Samuel memang pria yang baik. Tidak pernah angkuh meski seorang pemilik perusahaan dia mana ia bekerja kini.

“Yuk!” ajak Samuel lalu masuk ke dalam mobilnya bersama dengan Vira.

“Rumah kamu di mana, alamatnya?” tanya Samuel kemudian.

Vira menoleh. “Jalan Kencana nomor tiga puluh, Pak. Gang Merpati.”

Samuel menganggukkan kepalanya. “Lumayan jauh juga, dari kantor. Kamu nggak punya kendaraan, yaa? Sorry, kalau pertanyaan saya sedikit menyinggung. Hanya ingin tahu saja.”

“Nggak apa-apa kok, Pak. Karena memang seperti itu. Saya pernah punya motor. Tapi, ditarik lagi karena tidak mampu membayar. Uang yang selalu saya sisipkan selalu saja ketahuan oleh ibu saya.”

Samuel menelan saliva dengan pelan. “Kalau nanti saya belikan kamu motor, yang ada diambil lagi oleh ibu kamu. Apalagi kalau beli mobil.”

“Tidak usah, Pak. Jangan. Karena percuma, nggak akan awet,” tolak Vira lalu meringis pelan.

“Baiklah kalau begitu. Kamu naik taksi saja biar nggak kena debu jalanan.”

Samuel mengambil dompet kemudian memberikan beberapa lembar uang kepada Vira. “Ini, buat uang saku kamu. Jangan sampai ketahuan oleh ibu kamu.”

“Ng—nggak usah, Pak. Saya masih ada kok untuk ongkos taksi.” Vira menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tangan menolek pemberian Samuel itu.

Samuel menghentikan mobilnya sebab traffic light berwarna merah. Ia kemudian mengambil tas Vira dan memasukan uang tersebut ke dalamnya.

“Jangan menolak rezeki, pamali. Buat makan siang kamu, ongkos naik taksi dan keperluan lainnya. Jangan sampai ketahuan oleh ibu kamu. Ingat itu! Kalau kamu menolaknya, saya akan mencari pengganti kamu.”

Vira lantas menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Te—terima kasih banyak, Pak. Saya akan bekerja dengan giat dan tidak akan mengecewakan Bapak.”

Samuel tersenyum tipis lalu menatap wajah Vira. ‘Mata kamu … seperti mata perempuan yang kini sudah pergi meninggalkanku, Vira. Siapa sebenarnya kamu ini? Kenapa aku merasa nyaman, berada di dekat kamu?’

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sendal Jepit
7.8
Hidup Amara hancur setelah ibunya pergi dan ayahnya menikah lagi dengan wanita kejam. Ia pun lebih suka keluyuran hingga suatu hari bertemu Agung saat menghindari kejaran polisi. Sialnya, mereka justru dituduh berbuat asusila oleh warga desa dan dipaksa menikah secara mendadak. Meski awalnya canggung, benih cinta mulai tumbuh di tengah berbagai kemelut yang menguji hubungan mereka. Lewat perjuangan keras, Amara dan Agung akhirnya menemukan kebahagiaan sejati yang tulus.
Sampul Novel Head Over Heels
8.7
Miko hadir dalam kehidupan sebagai sosok rival yang paling dibenci, namun kehadirannya justru memicu badai emosi yang tak terduga. Hubungan benci tapi rindu ini perlahan mengobrak-abrik seluruh perasaan dan logika yang ada. Di balik persaingan sengit mereka, tersimpan getaran yang mengguncang hati secara mendalam. Kisah ini mengikuti perjalanan emosional yang rumit saat musuh bebuyutan berubah menjadi seseorang yang paling memengaruhi jiwa.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Hidup Cantika hancur saat seseorang tak bertanggung jawab membuatnya gagal membayar biaya medis ayahnya. Demi melunasi utang rumah sakit, ia terpaksa menjadi istri kedua seorang milyarder dan setuju mengandung anaknya. Namun, impian akan pernikahan indah sirna saat realita berubah menjadi penderitaan layaknya neraka. Akankah gadis polos ini tetap bertahan dalam siksaan tersebut, atau justru memilih melarikan diri dari sang suami demi kebebasannya?
Sampul Novel Jovanca Sang Penggoda
7.9
Jovanca adalah wanita cantik yang hidup keras sebagai yatim piatu. Demi bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi, ia bekerja serabutan hingga merasa jenuh. Keadaan ini mendorongnya memanfaatkan pesonanya untuk menggoda pria demi kesenangan. Namun, permainan itu justru menjadi bumerang saat ia dikejar banyak pria beristri. Di tengah kekacauan tersebut, hati Jovanca justru tertambat pada lelaki lain. Terjebak dalam intrik cinta, mampukah ia menemukan kebahagiaan?
Sampul Novel Kurawat Dengan Cinta, Dibalas Dengan Pengkhianatan
8.2
Selama tiga tahun, Claire Nolan merawat suaminya yang lumpuh, Julian Westwood. Namun, Julian membencinya hingga tega mengusir Claire selama 99 hari hanya karena menyentuh kakinya. Saat Julian sembuh, ia justru langsung menjemput cinta pertamanya di bandara. Sadar pengorbanannya tak berarti, Claire menghubungi seseorang untuk mengakhiri kontrak dan meminta cerai. Setelah Claire pergi, Julian baru menyesali keputusannya.
Sampul Novel Maria
9.3
Kebodohan masa lalu menghancurkan seluruh harapan Maria. Setelah dikhianati kekasihnya, ia harus menghadapi penderitaan berat karena hamil di luar nikah tanpa tanggung jawab pria tersebut. Tragedi ini kian memilukan saat kedua orang tuanya wafat, tak kuasa menahan beban malu akibat cemoohan orang sekitar. Kini Maria terjebak dalam nestapa, berjuang sendirian di tengah hancurnya martabat keluarga yang telah hilang akibat kesalahan fatalnya.