
Kisah Pendakian Horor
Bab 3
Pada keesokan harinya mereka sedang mencari makan, Yuda melihat dari kejauhan ada hewan loreng- loreng seperti bulu kucing hutan
Yuda datangi kucing hutan itu lalu dia tangkap kemudian di bersihkan dan di bakar lalu di bagi-bagi untuk mereka makan.
Setelah mereka makan kucing hutan tadi tiba-tiba ada kejadian yang membuat mereka merinding.
Angga tiba-tiba berbicara pakai bahasa Sunda dengan fasih padahal dia adalah orang Betawi, tapi suaranya Angga seperti orang lain (KESURUPAN).
Yuda, Yogi, dan Irwan sama sekali tidak mengerti apa yang Angga bicarakan.
Mata Angga merah dengan tatapan kosong melihat arah pohon beringin besar yang tidak jauh dari tempat mereka beristirahat.
Yuda dan yang lainnya hanya diam dan berdoa dalam hati, Yogi maju menghampiri Angga mencoba memegang belakang lehernya lalu dengan mulut membacakan Ayat suci Alqur'an.
Tiba-tiba Angga berdiri lalu berteriak dengan ekspresi muka yang marah dan menunjuk ke arah Irwan berbicara dengan bahasa Sunda.
Tiba-tiba Angga jatuh pingsan, mereka semua sangat panik dengan keadaan Angga seperti itu.
Semenjak kejadian Angga, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan selama dua hari sampai Angga pulih. Karena Angga seperti tidak punya tenaga untuk jalan.
Sorenya Yuda dan Irwan berjalan berdua untuk mengambil air kesungai , mereka juga mencari makanan yang bisa di dapat.
Singkat cerita, Angga sudah kembali sadar dan sudah pulih, mereka melanjutkan perjalanan lagi menyusuri pinggir sungai berharap menemukan perkampungan.
Mereka berjalan beberapa hari, semuanya normal tidak ada kejadian aneh lagi selama perjalanan.
Di perjalanan Yuda dan teman-temanya menemukan makanan minuman dalam bentuk sesajen dan dupa yang masih hidup dibawah pohon beringin yang besar.
"itu ada sesajen bearti daerah sudah dekat dengan perkampungan,tidak mungkin sesajen itu langsung ada kalau tidak ada yang buat, " dalam hati batin Yuda.
Mereka melewati begitu saja sesajen tersebut walaupun ada perasaan lapar melihat sesajen yang berisi makanan tapi mareka masih teringat dengan kejadian Angga kesurupan setelah makan kucing hutan.
Mereka terus berjalan menyusuri sungai, hingga sampai mereka di suatu kaki jembatan. Jembatan itu tidak ada perkampungannya tapi di atas jembatan ada sangat padat dengan aktivitasanya ada motor, bis, mobil, sepeda,dan truk yang lalu lalang.
Mereka mencari cara untuk sampai keatas jembatan tersebut.
Singkat cerita, mereka sudah sampai diatas jembatan tersebut, Yuda dan teman-temannya belum tau mereka sedang ada dijembatan mana.
Karena mereka sangat lapar sudah hanpir dua minggu cuman makan dedaun-daunan yang kalau mereka makan tidak membuat mereka keracunan dan hewan yang bisa di dapat di hutan.
Mereka mencari tempat makan yang normal yaitu mereka ke warung makan nasi padang, mereka makan dengan lahap karena sudah lama tidak makan makanan yang layak.
Setelah mereka makan, Yuda membeli Rokok karena sudah beberapa hari sudah tidak merokok, dia membeli di toko sebelah warung makan tadi.
Lalu dia kembali untuk menghampiri teman-temannya.
" Yuda kamu tau gak kita ini dimana? " tanya Irwan.
" Mungkin kita di Sukabumi, Bogor atau Cianjur, " jawab Yuda.
Irwan dengan tatapan marah lalu mengatakan,
" kita diCirebon."
Seketika Yuda sangat kaget saat itu,
" Mba memangnya ini dimana ?" tanya Yuda lagi ke pada Mba-Mba warung itu .
"Ini Cirebon mas, memangnya habis dari mana...? Dari Naik gunung kah?" Tanya Mbanya.
"Iya Mba " jawab Yuda.
"Apa dari mendaki Gunung? Gunung apa mas, disini jauh dari Gunung?"
" Kami tersesat mba, kami awalnya mendaki gunung salak. Saat kami turun malah tersesat, kami mencoba menyusuri sungai berharap menemukan perkampungan tapi nyata nya kami tersesat sampai sini. " Yuda menceritakan dengan singkat dan padat.
Bersambung.
Ayo baca bab selanjutnya agar kamu gak penasaran..!
Anda Mungkin Juga Suka





