
Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
Bab 2
Juan tetap bergeming saat mendengar perkataan Kesha. Dia hanya membetulkan dasinya dan berbalik menatap wanita itu sambil tersenyum mengejek. "Kamu sedang membahas kejadian semalam, bukan? Apakah kamu kesal karena aku tidak datang saat kamu memanggilku?"
Kesha merasakan sakit yang sangat dalam hingga ke tulang ketika memikirkan kejadian pada malam sebelumnya.
Suara Juan terdengar dingin seperti biasa. "Elis baru saja menelepon. Dia mengatakan kesepakatan dengan Grup Legiman telah ditandatangani. Sepertinya, kamu memainkan peran besar. Kamu akan mendapat bonus yang setimpal. Jangan khawatir."
Tubuh Kesha membeku di tempat.
Elis Nasution adalah adik perempuan kesayangan Juan dan pria itu tidak pernah menolak permintaannya.
Kesha dapat mengingat semuanya. Elis adalah orang yang membawanya ke acara makan malam tersebut.
Karena acara ini ada hubungannya dengan bisnis Juan, Kesha tidak berani menganggap enteng. Meski memiliki toleransi rendah terhadap alkohol, dia tetap minum karena ingin membantu pria itu.
Dia tidak pernah menyangka malam itu akan berakhir dengan kejam.
Namun, Juan menganggap Kesha hanya melakukan kesalahan kecil. Dia sama sekali tidak peduli. Tindakan Kesha bahkan tidak mampu membuatnya kesal.
Rasa putus asa di dalam hati Kesha menyebabkan dia merasa kebas terhadap rasa sakit. Dia hanya bisa tertawa kering dan getir. "Kalau begitu, sebaiknya kita langsung ke inti permasalahan. Aku yakin kamu mengetahui apa yang terjadi tadi malam. Tidak lama lagi, berita ini pasti akan menyebar. Kamu adalah sosok yang terkemuka di kota ini. Bagaimana mungkin kamu membiarkan orang kotor sepertiku merusak citramu yang sempurna?"
Juan berjalan mendekat, sehingga bayangan tubuhnya melingkupi Kesha. "Kotor? Kamu menggunakan donasi sumsum tulang belakang untuk memaksaku menikahimu tiga tahun yang lalu. Apakah kamu pikir kamu adalah wanita yang polos dan tidak berdosa?"
Selama tiga tahun pernikahan mereka, Juan hampir tidak pernah berdiri sedekat ini.
Namun, dia malah menimbulkan luka di hati Kesha. Bagaikan sebuah pisau tajam dan dingin yang menusuk jantung.
Kesha berdiri di tempat tanpa memberi tanggapan. Dia memikirkan saat-saat ketika dia memperhatikan Juan dari kejauhan, sambil bertanya-tanya dalam hati apakah pria itu pernah melihat ke arahnya. Juan selalu bersikap menjaga jarak, tapi tidak seperti sekarang. Kenapa dia merasa bahwa Juan sangat membencinya? Pria itu seolah-olah menyimpan dendam terpendam yang tidak pernah bisa Kesha pahami.
Sebelum Kesha dapat tenggelam dalam pikirannya, Juan memeriksa arloji dan berkata dengan tajam, "Aku tidak akan sarapan. Buatkan makan siang dan kirim ke kantorku."
... ...
Kali ini, Kesha tidak mengikuti perintah Juan.
Apalagi, pria itu tidak pernah memperlakukannya dengan baik. Kesha menahan rasa sakit selama bertahun-tahun tanpa mengeluh. Namun, situasi hari ini berbeda. Hari ini, Kesha meminta cerai dan memilih untuk menghilang.
Beberapa saat setelah tengah hari, asisten Juan yang bernama Kadir Prayoga berjalan masuk ke kantor sambil membawa makan siang.
Juan melirik kotak makan siang itu selama beberapa saat.
Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari bahwa Kesha tidak mengirim makanan.
Dia mengerutkan kening, tetapi tidak mau repot-repot mengeluh karena hampir tidak punya waktu untuk beristirahat. Dia makan sedikit untuk mengisi perutnya.
Sebenarnya, dia menjadi pilih-pilih makanan setelah terbiasa dengan masakan Kesha selama tiga tahun terakhir.
Makan siang yang tidak enak itu telah membuatnya kesal, tetapi keadaan bertambah buruk ketika dia kembali ke kantor dan melihat surat perjanjian perceraian menunggu di atas meja.
Saat melihat ekspresi bosnya, Kadir berhenti sejenak dan bertanya, "Pak Juan, apakah Anda tidak memberi tahu istri Anda bahwa kalian menghabiskan malam bersama?"
Pikiran Juan langsung tertuju pada kejadian pada malam sebelumnya. Ekspresinya menjadi dingin.
Dia pergi menemui Kesha hanya untuk menghindari skandal publik. Hal terakhir yang diinginkan Juan adalah skandal yang melibatkan namanya. Namun dia tidak menyangka perilaku Kesha akan berubah ketika sedang mabuk, wanita itu tampak rapuh saat memeluk tubuhnya, seolah-olah hanya dia yang bisa membuatnya tetap tenang. Kesha berulang kali membisikkan nama Juan, sambil menangis seolah-olah hatinya hancur berkeping-keping.
Pada saat itu, Juan seperti sedang dihipnotis.
Mungkin, dia terpengaruh oleh kelembutan Kesha. Mungkin, dia hanya menyalurkan rasa jengkel yang terpendam. Namun saat nafsu mengambil alih, Juan berhenti berpikir. Pengendalian dirinya perlahan-lahan menghilang. Mereka berdua berhubungan intim hingga lewat tengah malam.
Bagi Juan, peristiwa itu adalah sebuah kesalahan. Dia merasa tidak perlu memberi penjelasan kepada Kesha. Apalagi, Juan menganggap Kesha sebagai wanita yang serakah. Dia berniat memberikan kompensasi berupa uang. Juan berpikir rencananya akan berhasil.
Mengenai surat perjanjian perceraian itu ....
Juan menatap dokumen tersebut, lalu tertawa dingin. Dia segera menandatanganinya tanpa ragu-ragu.
Kemudian, dia melempar map itu ke arah Kadir. "Kirimkan dokumen ini padanya."
Saat Kadir berbalik untuk pergi, suara Juan yang rendah dan tajam terdengar dari arah belakang. "Cari tahu siapa yang mengatur agar dia pergi ke hotel itu tadi malam."
Anda Mungkin Juga Suka





