Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

Kesepakatan Hati: Ibu Pengganti Untuk Anak CEO

Kesulitan finansial demi menyelamatkan sang ibu yang sakit keras memaksa Kanaya mengambil langkah nekat. Ia menyetujui kesepakatan besar untuk menjadi ibu pengganti bagi keluarga kaya. Namun, mengandung anak dari Bastian, pria yang menyewa rahimnya, justru melahirkan benih-benih asmara yang rumit di antara mereka. Terjebak dalam pusaran cinta rahasia dan naluri keibuan, Kanaya dihadapkan pada pilihan sulit yang akan mengubah takdir hidupnya. Apakah hubungan ini akan berakhir bahagia?
Bab
Bagikan

Bab 1

Harga Yang Harus Dibayar

“Jika tidak dioperasi, ibu nona tidak akan bisa bertahan lebih lama...”

Tiba-tiba ruangan itu sunyi, hanya terisi oleh suara mesin-mesin rumah sakit yang berdenting begitu lambat.

Kanaya menahan napas, dadanya sesak hampir meledak. Di hadapannya, ibunya terbaring koma dan satu-satunya cara menyelamatkannya adalah dengan operasi transplantasi jantung.

“Apa tidak ada cara lain, Dok?”

Suara Kanaya bergetar. Sebelumnya Dokter itu juga berkata jika biayanya bisa mencapai 20an miliar. Apa yang harus ia lakukan?

Dokter yang menangani Ayunda, ibu Kanaya, menggeleng seraya mengalungkan stetoskop.

“Itu... satu-satunya cara...”

Kanaya menggenggam tangan ibunya lebih keras, ia terisak. Teringat ibunya yang menolak dibawa ke rumah sakit karena tak mau merepotkannya.

“Nona bisa pikirkan terlebih dahulu. Saya pamit,” ucap sang dokter yang mengangguk ke arah Kanaya dan langsung pergi dari ruangan itu.

Kanaya tak bergerak, ia membeku.

Sejak ayahnya meninggal, satu-satunya orang yang bisa diharapkan ibunya adalah dirinya.

Dan kali ini, setelah bertahun-tahun merawat ibunya di Emerald City, ia dihadapkan pada sebuah dinding penghalang yang besar, dinding keputusasaan.

Akankah ini menjadi masa terakhir dengan ibunya?

Kanaya menggeleng. Demi menjernihkan pikirannya yang kalut, ia melangkah keluar kamar perawatan ibunya untuk menghirup udara segar.

Langkah kedua kakinya menuntun Kanaya pada sebuah bangku taman. Dan ia duduk di bangku itu.

Angin sepoi-sepoi bertiup menyapa dedaunan, dan menyentuh kulit wajahnya. Kedua mata Kanaya menyapu tak tentu arah pada semua yang ada di sekitarnya.

Suster, dokter, dan pengunjung rumah sakit yang berlalulalang di dekatnya hadir di benaknya bagaikan sebuah delusi. Mereka semua nyata, senyata dirinya yang duduk di bangku taman itu, namun tak bisa memberikan jawaban dari permasalahannya.

Kanaya memejamkan matanya dan menarik nafas panjang.

Dalam keputusasaan, hatinya berdoa. Tuhan, berilah petunjuk, jalan keluar. Apa pun.

"Lihat, iklan ini muncul lagi."

Kanaya membuka matanya. Ia menoleh mengikuti asal suara itu. Tidak jauh darinya dua orang perawat sedang mengobrol.

Salah satu perawat memperlihatkan temannya apa yang ada di layar telepon genggam yang ia pegang.

Teman perawat itu melirik gawai yang dipegang rekannya dan berkomentar. "Sudah berapa kali dia mencari ibu pengganti? Apa masih belum dapat juga?"

"Yang aku dengar, sudah beberapa kali mereka gagal implan. Mungkin belum rejeki," jawab perawat pertama. "Padahal kalau sampai berhasil, aku dengar uang yang ditawarkan sangat besar, lho!"

Mendengar ucapan perawat itu, Kanaya mempertajam indera pendengarannya.

"Benar. Yang aku dengar, kalau berhasil, si ibu pengganti bisa dapat milyaran! Kalau aku masih gadis, boleh juga tuh, lumayan buat beli hp ipon dan jalan-jalan ke luar negeri. Dan yang pasti, tidak perlu kerja seumur hidup!" celetuk perawat yang satu lagi dengan canda sambil mereka berjalan melewati Kanaya.

Mata Kanaya membulat. Milyaran? Ibu pengganti? Tiba-tiba percakapan kedua suster itu bagai sebuah petunjuk untuknya. Apakah ini jalan keluar yang ia cari?

Istilah ibu pengganti pernah Kanaya dengar sebelumnya. Namun, bagaimana prosesnya tidak banyak ia ketahui.

“Maaf, suster. Boleh saya bertanya?”

Tiba-tiba dua suster yang dari tadi cekikikan berhenti dan menatap Kanaya dengan canggung.

Merasa mendapatkan atensi, Kanaya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Boleh tahu iklan apa yang suster bicarakan?”

Mereka berdua saling menatap. Lalu setelah saling menyikut, seorang suster berambut cepol berkata pelan-pelan.

“Seseorang dari keluarga kaya sedang mencari seorang ibu pengganti dengan imbalan yang fantastis.”

“Apa saya bisa mendapatkan info iklan tersebut?” pinta Kanaya dengan mata berbinar.

Permintaan Kanaya kembali membuat kedua suster saling pandang.

“Urungkan saja niatmu itu, Nona. Walaupun bayarannya besar, tetapi presentase keberhasilannya sangat kecil. Jangan buang-buang waktumu.”

Kanaya tak peduli. Ia tetap tersenyum sambil menatap suster tersebut dengan penuh harap.

Setelah menghela nafas panjang, salah seorang suster memberikan Kanaya link iklan tersebut.

“Terima kasih, Suster!”

Dada Kanaya membuncah dengan secercah harapan. Ia segera kembali ke ruangan ibunya.

Optimisme yang pada awalnya begitu gelap, kali ini memunculkan asa baru!

Sekembalinya ke kamar perawatan ibunya, Kanaya masih fokus membaca iklan yang sebelumnya ia dapatkan.

Dikatakan dalam iklan tersebut imbalan yang begitu besar akan diberikan jika program itu berhasil ditunaikan.

Terbersit keraguan di dada Kanaya. Ia dituntut untuk mengandung seorang anak selama sembilan bulan, untuk kemudian memberikan anak itu kepada orang lain? Kanaya seketika menahan nafas.

Meskipun anak yang dikandungnya nanti bukan darah dagingnya, bisakah ia menyerahkannya begitu saja?

Di tengah kontradiksi pikirannya, tiba-tiba tangan yang sedari tadi ia genggam bergerak.

“Ibu, ibu sudah sadar?”

Ayunda berusaha menggerakkan tubuhnya, namun seketika ditahan oleh anak sematawayangnya itu.

“Ibu jangan bergerak dulu, kata dokter ibu harus istirahat yang cukup.”

Ayunda mengelus pipi kiri anaknya itu seraya menatapnya dengan sayu. "Naya, Ibu mau pulang. Ibu merasa sudah lebih baik."

"Nanti Bu, kalau Dokter sudah mengizinkan." Kanaya memaksakan sebuah senyuman. Ia tidak ingin ibunya tahu apa yang tengah dipikirkannya.

"Ibu sudah tidak apa-apa, kemarin ibu hanya kecapean saja. Sekarang sudah sehat! Lihat?!" Ayunda juga bersikukuh menunjukkan jika ia baik-baik saja.

Kedua mata Kanaya menggenang dan hatinya pilu memperhatikan ibunya yang berpura-pura tidak menahan sakit di depan matanya. Padahal Kanaya mengetahui kondisi ibunya sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.

"Ibu, maafin Naya ya Bu." Kanaya memeluk ibunya dengan hati yang sedih. Ia merasa tidak berguna.

Ayunda melepas pelukannya dan menghapus airmata di pipi Kanaya. Ia menggeleng tidak ingin putrinya menyalahkan dirinya sendiri.

"Ibu sangat bangga padamu, Naya. Selama ini kamu sudah menjaga dan merawat ibu dengan sangat baik. Dan sekarang sudah waktunya kamu memikirkan masa depanmu. Jangan khawatirkan ibu, ya?"

Kanaya tidak ada jalan lain selain tersenyum, meski hatinya begitu sedih.

Biaya yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ibunya begitu besar. Ia tak akan mendapatkannya bahkan dengan bekerja puluhan tahun.

Ia pandangi lagi nomor yang tertera pada iklan tersebut. Dadanya bergemuruh.

“Ibu, percaya sama Naya, ibu akan sembuh! Naya janji!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Dahulu Deddy menyelamatkan Nayla, hingga saat Deddy koma, Nayla membalas budi dengan menikahinya dan menyembuhkannya. Namun, kembalinya cinta pertama Deddy memicu perceraian. Meski diremehkan, Nayla ternyata peretas jenius, pembalap, dan dokter ahli. Saat Deddy memohon untuk kembali karena menyesal, seorang CEO tampan muncul mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut menghadapi situasi tak terduga ini di tengah pembuktian jati dirinya.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Dia memilih mantannya, aku memilih balas dendam
8.7
Baskara Aditama mempermalukanku di hari pernikahan kami dengan menyebutku milik kakaknya demi kembali pada mantan kekasihnya, Saskia. Dia sengaja menunda kesembuhan Saskia demi menikmati hubungan mereka, yakin aku akan setia menunggu. Namun, Baskara salah besar. Aku tidak akan diam saja saat dia berencana memiliki kami berdua. Aku mendatangi penguasa sejati keluarga mereka, Dananjaya Aditama, dan memintanya menikahiku untuk menghancurkan Baskara.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Masa depan Mayang hancur saat hamil di usia remaja dan ditinggalkan Mahesa. Ia terpaksa menolak lamaran Sena dengan kasar sebelum akhirnya terjebak dalam lembah hitam di ibu kota. Sembilan tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sena telah bertransformasi menjadi pengusaha kaya yang menyimpan dendam, sementara Mayang sedang berjuang keras memperbaiki hidupnya. Di tengah penghinaan Sena yang ingin membeli harga dirinya, Mayang tetap teguh mempertahankan haknya untuk bertaubat.
Sampul Novel Menikahi Presdir Yang Sangat Kejam Dan Angkuh
8.9
Elsha hancur saat memergoki kekasihnya berselingkuh dengan kakak tirinya. Alih-alih dibela, sang ayah justru membuangnya dan menjadikannya pengantin pengganti bagi Ficko, presdir angkuh yang dikenal kejam. Meski awalnya mereka selalu berseteru, Elsha harus bertahan di tengah siksaan batin karena Ficko masih mencintai wanita lain. Seiring waktu, benih cinta tumbuh di hati Elsha. Mampukah ia meluluhkan hati dingin suaminya dan menggantikan posisi sang mantan?
Sampul Novel Menyukai Bos Pengusaha
8.4
Maya baru saja memulai perjalanannya sebagai asisten eksekutif di sebuah perusahaan besar. Sebagai wanita muda yang penuh talenta dan dedikasi, ia melihat posisi ini sebagai peluang emas demi membuktikan keahlian profesionalnya. Meski harus menghadapi ritme kerja yang sangat padat dan sempat didera rasa cemas di awal, Maya tetap teguh pada pendiriannya. Ia bertekad memberikan performa terbaik dalam menjalankan setiap tugas demi meraih kesuksesan di lingkungan baru.