
Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
Bab 3
Tubuh Raina berubah menjadi kaku.
Dia dengan canggung mengangkat kantong kertas dan memberi penjelasan, "Saya datang untuk mengembalikan mantel Anda."
Felix mengangguk dan mengambil kantong kertas itu.
"Terima kasih." Lalu, dia langsung berjalan menuju lift tanpa berkata apa-apa.
Raina tersadar dan bergegas menyusulnya. "Pak Felix, saya ingin ...."
Pintu lift terbuka setelah Felix menekan tombolnya. Tanpa ragu, Raina mengikuti ke dalam lift.
Felix menyipitkan mata ke arahnya dengan wajah penuh rasa ingin tahu.
Kemudian, dia merapikan pakaiannya dan berkata dengan acuh tak acuh, "Aku tidak akan menangani kasusmu."
Raina terdiam ketika mendengar penolakannya.
Sepertinya, Felix telah mengetahui kasus ayahnya!
Dia menundukkan kepala dan bertanya dengan lembut, "Apakah Haikal memintamu untuk tidak menangani kasusku?"
Felix memandang bayangan Raina di dinding dan tersenyum. "Tidak. Aku hanya tidak suka mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan."
Raina memahami maksud pria itu. Felix tidak keberatan tidur dengannya. Namun, dia tidak akan meluangkan waktu jika Raina datang untuk membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan.
Telinga Raina berubah menjadi merah karena malu.
Namun, Felix tidak memaksanya melakukan apa pun.
Wajah cantik Raina tidak cukup untuk membuat Felix mengorbankan prinsipnya. Selain itu, dia tidak tertarik untuk melakukan hal tersebut di siang hari.
Tidak lama kemudian, lift berhenti di lantai dua puluh delapan.
Sekretaris Felix sudah menunggu di pintu lift. Dia terkejut saat melihat Raina, tetapi memutuskan untuk tidak berkomentar karena sudah lama bekerja untuk Felix dan mengerti. "Pak Felix, klien Anda sudah tiba," ucapnya dengan sopan.
Felix memberikan tas kertas pada sekretarisnya dan berkata, "Tolong kirim ke binatu."
Sekretaris itu mengangguk, lalu segera pergi.
Felix menunduk dan mulai sibuk dengan ponselnya. Dia berkata tanpa melihat Raina, "Silakan cari pengacara lain. Tapi, kamu tidak boleh menjual tubuhmu untuk mendapatkan bantuan. Seorang wanita harus menghormati dirinya sendiri."
Kemudian, dia berjalan keluar dari lift tepat sebelum pintunya tertutup.
Raina menggertakkan giginya.
Pria ini sungguh munafik!
Di rumah, Elsa tampak semakin cemas. Raina berada di bawah tekanan yang besar, jadi dia memutuskan untuk bertemu dengan teman kuliahnya yang bernama Vita Bastian.
Tidak lama setelah lulus kuliah, Vita menikah dengan seorang pria dari keluarga kaya di Duba. Suaminya memiliki banyak koneksi.
Karena tidak punya tempat untuk berpaling, Raina meminta bantuan Vita.
Mereka bertemu di sebuah kafe dan Raina segera menceritakan semua yang terjadi padanya.
Vita memaki Haikal dengan keras. Setelah melampiaskan amarahnya, dia berpikir sejenak dan bertanya, "Apakah kamu benar-benar hampir tidur dengan Felix?"
Wajah Raina berubah menjadi merah, lalu dia mengaduk kopinya dengan kaku.
Vita berkata dengan suara pelan dan menggoda, "Raina, kamu benar-benar hebat! Bahkan, para selebriti terkenal kesulitan menarik perhatian Felix. Jarang sekali mendengar gosip mengenai Felix karena dia tidak pernah melirik wanita."
Raina tersenyum pahit dan mengganti topik pembicaraan. "Vita, aku benar-benar tidak tahu harus minta bantuan pada siapa."
Felix memegang kekuasaan dan prestise yang besar di masyarakat kalangan atas. Vita mungkin akan menyinggung perasaannya jika berani membantu Raina.
Namun, Vita sangat setia pada sahabatnya. Dia menggunakan koneksinya untuk mencari informasi mengenai jadwal Felix.
*
Pada hari Sabtu, Felix memiliki janji bermain golf di sebuah klub pada pukul tiga sore.
Oleh karena itu, Raina pergi ke klub bersama Vita dan suaminya. Namun, dia mendapat kejutan yang kurang menyenangkan karena Haikal juga ada di sini.
Dia cukup terkejut saat melihat Haikal.
Vita mencubit lengan suaminya dengan keras dan mengomel, "Kenapa kamu tidak memberi tahu kami bahwa Haikal juga datang ke sini? Sayang, bagaimana caranya Raina meminta bantuan Felix?"
Suami Vita buru-buru meminta maaf. "Maafkan aku, Raina! Aku benar-benar tidak tahu dia akan datang ke sini. Aku berani bersumpah!"
Sebelum Raina sempat mundur, Felix sudah melihat rombongan mereka.
Dia mengenakan pakaian golf berwarna putih, wajahnya terlihat tampan dan penampilannya menunjukkan aura pria kaya. Tubuhnya sangat tinggi sehingga dia menonjol di antara orang banyak.
Sama seperti di kantor hukum, Felix berpura-pura tidak mengenal Raina dan hanya menyapa suami Vita.
Suami Vita merasa tersanjung dan membalas senyumnya.
Lalu, Felix melirik Raina.
Raina memiliki kulit yang halus dan tampak awet muda, dia sengaja mengenakan pakaian yang menonjolkan figurnya yang seksi.
T-shirt putih ketat yang membalut tubuhnya membuat Raina tampak energik, sementara celana pendek abu-abu mudanya memperlihatkan kakinya yang panjang seperti seorang model.
Rambut cokelat panjang Raina yang bergelombang diikat rapi, sehingga menambah pesonanya.
Felix melirik kaki Raina yang panjang dan ramping, lalu bertanya dengan santai, "Nona ini adalah ...?"
Anda Mungkin Juga Suka





