
KESAKSIAN CINTA STEVI
Bab 3
Aria sering kali mengingatkan Stevi jika ada masalah berbicara baik-baik, karena Aria dan Stevi sudah menikah dan menjalin rumah tangga. Tidak ada yang disembunyikan di rumah harus saling terbuka. Namun Stevi tidak memberi tahu jika dia sekarang diteror oleh orang gila yang menyimpan rasa suka oleh Aria.
"Dok, ada apa dengan Stevi?" tanya Aria. dia kaget karena dokter dan suster keluar dari rumah sakit secara tiba-tiba. Baru saja Stevi masuk ICU setelah di UGD, dokter keluar begitu saja. Aria sempat bingung dari tadi dia ingin ke rumah untuk istirahat, namun belum ada perkembangan dari Stevi.
"Stevi mengalami koma, tadi kejang-kejang lagi dan dia mengalami jantung bocor." Aria shock mengapa Stevi tidak pernah bercerita tentang penyakit jantung bocor malah bercerita tentang penyakit ayan, seandainya saja Stevi tidak tertutup mungkin sekarang dia tidak koma seperti ini.
Aria hari ini penuh dengan suasana yang sedih, mukanya kusut karena menerima kenyataan bahwa Stevi tidur lama karena koma, belum pernah Aria melihat Stevi di rumah sakit koma seperti ini. apalagi sekarang Stevi merahasiakan sesuatu yang Aria tidak tahu. Aria merasa seperti dia sudah membuat Stevi bersalah, karena selama ini Aria pergi kerja dan pulang malam tidak menanyakan bagaimana suasana hati Stevi.
Aria bangun, dia tidak ingin membuat Stevi terus sakit-sakitan. Meskipun Aria harus menahan sakitnya dada karena sedih menerima kenyataan sang Istri yang bernama Stevi terbaring koma.
Stevi, apa yang harus aku lakukan. Aku sudah mencari siapa pelaku yang membuat kamu murung dan sakit seperti ini tetapi tidak menemukan pelakunya. Aku ingin membuat kamu bahagia saat pertama kita jadi pengantin. Saat bulan madu, kata-katamu saat pertama kali bulan madu membuat aku bahagia. Aria berdiri dalam pikiran yang kacau dan cemas karena Stevi masih belum sembuh.
Stevi saat bulan madu wajahnya bersinar dan selalu tertawa bahkan Aria yang melihatnya merasa bersyukur karena dia tidak salah pilih.
"emas Aria, terima kasih udah bawa aku ke pantai dan nginap di hotel bulan madu. Aku juga berterima kasih bisa merasakan pemandangan di pantai."
Aria juga perhatian waktu itu saat Stevi di hotel kejang-kejang, dia menjaga Stevi dan memberi obat supaya Stevi tidak kambuh ayannya.
"Dek, kamu ga apa-apa? emas, sudah belikan bubur dan buah. Kalau masih sakit kita ke rumah sakit. bulan madu di tunda kan ga apa-apa. Kita bisa lanjutkan sekarang," ucap Aria yang menyisir rambut Stevi.
"emas. Apa emas meremehkan aku sebagai wanita lemah. Apa aku tidak baik buat emas?" tanya Stevi.
"Bukan begitu, dek. Aku tahu kamu tidak ingin seperti ini."
"Lalu aku harus apa, emas? Aku sudah muak dibuat oleh ibu angkatmu."
"Maksudmu, apa Stev? Ceritakan kepadaku, tolong! Siapa yang membuatmu sakit?" tanya Aria dengan sedih.
Ingatan itu membuat Aria makin meneteskan air mata. Kenangan yang indah saat bulan madu, namun Stevi tidak pernah bilang kalau dia punya penyakit jantung dan menyimpan rahasia. Seorang wanita yang pintar dan pengertian merahasiakan penyakit parah untuk mencoba membahagiakan Aria. Stevi memang orang yang tidak besar mulut, wanita itu jika ada masalah selalu disimpan di dalam hati.
Aria masuk ke ruang intalasi care unit atau ruang rawat di mana tempat orang dipasang alat medis dan dijaga kondisinya oleh petugas medis. Aria memakai baju alat pelindung diri yang disediakan oleh rumah sakit, lalu masuk ke ruang di mana Stevi terbaring dan belum membuka mata.
Kini di mata Aria, hanya seorang wanita yang terlihat tegar di luar namun rapuh atau lemah.
"Stev, aku datang menjenguk kamu. emas sudah minta izin dengan orang kantor untuk izin cuti merawat kamu di ruang yang khusus untuk ruang orang dewasa, karena kondisi Stevi bisa mengancam jiwa, dokter meminta emas tidak dimasukkan ke IGD. Tadi sempat di UGD setelah itu emas menyuruh coba ke IGD. Kamu sekarang malah di ICU." Aria menyisir rambut Stevi dan membenarkan rambut istrinya yang menghalangi wajah Stevi yang cantik. "
Stevi, aku tahu kamu pasti menyimpan sesuatu dan malah membuat kamu koma. mengapa ga bilang sama emas. emas juga suamimu. Kita sudah sepakat buat terbuka," ucap Aria meneteskan mata ke pipi Stevi.
Aria sempat kebingungan saat Stevi dibawa kerumah sakit. Pertama dia memilih UGD di rumah sakit yang hanya ada dokter umum meskipun di rumah sakit besar terdapat IGD yang lebih khusus menangani penyakit Stevi. dia tidak ingin membuat Stevi marah karena menghabiskan uang buat Stevi, namun Aria ingin Stevi ditangani dengan tuntas sampai sadar. Aria ingin Stevi sembuh dan bangun dari koma lalu Stevi jujur padanya untuk mengungkapkan rahasia yang dipendam Stevi.
Aria mencium kepala Stevi. dia mencium tangan istrinya yang terlihat pucat.
"Dek, setelah kamu sembuh. emas akan membawa kamu ke tempat yang membuat kamu terharu. Seseorang menunggumu, dia sudah ingin memeluk kamu karena sudah lama di rumah sakit."
Situasi seperti ini membuat Aria harus bersabar, karena Stevi tidak pernah jujur dan berbicara sesuatu mengenai surat teror dan wasiat yang ditulis Stevi. Kondisi Stevi sekarang terbaring, seluruh tubuh penuh alat medis yang memantau kesehatannya. Mulai dari jantung, otak, dan infus untuk memberi asupan makanan dan obat supaya Stevi tetap sehat. Namun Stevi masih tidak merespon bahkan dia koma dan tidak membuka mata sama sekali.
Aria sedih, Stevi sekarang memakai ventilator untuk bernapas. Hanya dengan alat ventilator yang Stevi isap untuk bernapas, karena tanpa ventilator oksigen yang dia isap membuat Stevi kesulitan bernapas. Seorang yang mengalami koma tidak bisa bernapas seperti manusia normal, dia harus membutuhkan oksigen dari rumah sakit karena masih dalam keadaan tidak sadar. Aria yang melihat Stevi harus dipasang Ventilator, sekarang tampak lemas karena memikirkan surat wasiat namun Stevi sekarang masih belum sadar dan seluruh tubuhnya memakai alat medis untuk membuat Stevi tetap hidup.
Diceritakan Stevi perlu oksigen untuk tetap hidup dengan alat ventilator. Aria memegang tangan Stevi penuh harap, karena sang istri masih belum sadar dan merespon perkataan Aria.
Aria tuh bingung sekali, dia memejamkan mata supaya keajaiba datang ke Stevi. Hanya Stevi yang dia miliki, Aria mencintai Stevi bukan karena kasihan. Tetapi Stevi seorang mahasiswi yang berprestasi saat semester satu. Nilai ulangannya selalu bagus dan jawaban-jawabannya memuaskan dosen. Aria bukan hanya dosen untuk Stevi, melainkan dosen konsultasi mengenai masalah mata kuliah.
Setelah menikah Aria mengetahui bahwa Stevi butuh waktu untuk rekreasi karena kehidupannya yang keras. Stevi menerima Aria saat dilamar bukan karena merasa bersalah, melainkan Aria satu-satunya harapan bagi Stevi agar tetap semangat hidup.
Namun karena sekarang Stevi menerima pesan teror di telepon genggam, dia tertutup dan tidak mau jujur ke suaminya. Siapa lagi kalau bukan emas Aria yang Stevi cintai.
Stevi sampai membuat nyawanya dalam bahaya, dia memikirkan cara untuk berterus terang atau menyimpan rahasia namun penyakit Ayan malah membuatnya terbaring lemas di rumah sakit dan koma.
"Stevi, aku mencintaimu. Ketika kamu sadar, tolong jujur kepadaku untuk memberitahukan maksud surat wasiatmu dan siap yang mengirim sms teror di hape kamu."
Aria sekarang hanya bisa menahan tangisannya, karena dengan ketegaran dan kesabaran Stevi akan sembuh. Jika Aria menangis, mungkin Stevi malah kritis dan membuat penyakitnya memakan usianya. Stevi yang koma, hanya bisa mendengar suara Aria dan tertidur lagi. Tubuhnya yang koma masih lemas.
Anda Mungkin Juga Suka





