Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembang Desa

Kembang Desa

Bagi Lasmini, paras cantik bukanlah anugerah melainkan awal dari petaka yang menghancurkan hidupnya. Di usia yang masih sangat belia, ia harus menelan kenyataan pahit akibat pengkhianatan kekasih yang tidak bertanggung jawab. Kini, ia berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal demi membesarkan buah hatinya di tengah kerasnya dunia. Mampukah Lasmini bangkit dari masa lalu yang kelam, menemukan belahan jiwa sejati, dan meraih kebahagiaan yang selama ini ia impikan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah tiga hari Ario pindah dari rumah Sulastri, kini Lasmini merasa hatinya kosong. Dia merasa kesepian yang membuatnya sering melamun dan tidak fokus belajar.

Biasanya setelah dia selesai belajar, hal yang di lakukannya sebelum dia tidur adalah mengobrol dengan Ario di teras rumah. Tapi kini tidak ada lagi orang yang diajaknya bercerita dan bertukar pikiran, Lasmini merasa hidupnya membosankan dan dia jadi malas untuk belajar.

Sama seperti halnya dengan Lasmini, di rumah kontrakannya Ario merasa ada yang hilang dari hidupnya, walaupun ada beberapa temannya di rumah kontrakan itu tapi dia merasa kesepian. Bayangan gadis itu selalu memenuhi kepalanya.

"Apa ini yang dinamakan rindu? besok aku akan menemuinya," gumamnya bermonolog.

***

Besok sore, Ario pergi ke rumah Sulastri untuk menemui Lasmini yang selama tiga hari ini sosoknya memenuhi pikirannya.

Senyumnya merekah saat mendapati gadis pujaannya ada di teras rumah. Lasmini tersenyum lebar saat Ario telah berdiri di hadapannya.

"Apa kabar, Mini?" sapa Ario saat telah duduk di samping gadis itu.

"Baik, Mas Ario sendiri baik juga kan." balasnya dengan tersenyum manis.

Senyuman Lasmini itu membuat jantung Ario bertalu-talu.

"Kamu sedang sibuk sore ini?" tanyanya.

"Tidak," ucap Lasmini malu-malu.

"Kalau tidak sibuk kita jalan-jalan, yuk!" ajak Ario.

"Yuk." Lasmini menyetujui ajakan Ario untuk jalan-jalan dan tanpa pamit dengan ibu nya dia menerima tangan Ario.

Mereka berjalan bergandengan tangan ke arah perkebunan teh yang terhampar luas, dan disana Ario tidak tahan untuk mengutarakan isi hatinya yang dia rasakan selama ini pada Lasmini.

"Mini..." Ario menjeda ucapannya.

"Iya, Mas." Lasmini menengok ke arah Ario yang sepertinya sedang berpikir untuk mencari kata-kata yang tepat yang akan disampaikan pada Lasmini.

"Aku...aku jatuh cinta sama kamu, Lasmini." Ario merasakan hatinya plong setelah mengutarakannya.

Lasmini tersipu mendengar ucapan pria yang ada disampingnya saat ini, dan menggenggam tangannya dengan erat. Dia tidak bisa berkata apa-apa karena jantung nya berdegup kencang, karena rasa yang selama ini ada di hatinya dan sepertinya itu adalah cinta yang mulai bersemi dihatinya.

"Kamu mau jadi kekasih aku, Mini?" Ario bertanya tanpa melepaskan genggaman tangan mereka.

Lasmini mengangguk sambil tersenyum dan tersipu, membuat wajah cantiknya bersemu merah dan itu membuat Ario menggigit bibirnya sendiri untuk menahan gejolak hatinya.

Tanpa aba-aba Ario merengkuh tubuh Lasmini kedalam pelukannya. Dielusnya punggung Lasmini naik turun selama beberapa saat, lalu ditatapnya wajah cantik itu dengan tatapan memuja. Wajah Lasmini terasa menghangat kala ditatap oleh seorang pria dengan tatapan yang memuja yang sebelumnya belum pernah dia rasakan.

Ario menyentuh bibir merah alami yang terasa lembab, ingin rasanya dia merasakan manisnya bibir itu tapi dia masih menimbang antara ingin menciumnya sekarang atau menundanya di lain waktu.

Akal sehatnya mengatakan agar menunda keinginan untuk mencium Lasmini, akan tetapi hasratnya mengatakan bahwa sekarang saatnya yang tepat untuk menikmati manisnya bibir itu, karena saat ini Lasmini sudah menjadi kekasihnya dan juga dia sangat merindukan gadis ini.

Maka tanpa berpikir panjang lagi Ario langsung menyambar bibir indah Lasmini dan merangkumnya dengan lembut. Bibir Ario bergerak perlahan dan memancing Lasmini untuk membuka mulutnya.

Akhirnya Lasmini membuka mulutnya dan mempersilahkan lidah Ario untuk menjelajahi apa yang ada didalam sana. Lidah Ario bergerak lincah begitu juga dengan bibirnya yang mencecap rasa manis bibir merah gadis polos itu.

Lasmini merasakan tubuhnya lemas menghadapi serangan demi serangan dari Ario, dia pasrah saat Ario membawa nya ke pangkuan. Bibir Ario mulai bergerak kemana-mana membuat gadis itu mulai merintih nikmat. Tidak hanya sampai disitu, tangan Ario mulai bergerilya di dada Lasmini yang membuat gadis itu mendesah.

"Mas, ahhh." desahan Lasmini semakin membuat Ario bersemangat, dan dengan lincah tangannya mulai menelusuri seluruh tubuh Lasmini yang membuat gadis itu bergerak gelisah.

Keadaan Lasmini sekarang terlihat sudah kacau balau. Tubuh bagian depannya yang mulus, terpampang bebas membiarkan Ario menjelajah sesuka hati. Ario meninggalkan beberapa tanda di dada Lasmini dan seketika dada mulus nan putih itu dipenuhi oleh tanda yang Ario ciptakan.

Lasmini memejamkan mata merasakan nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Ario masih bermain dan memanjakan dirinya di dada Lasmini, rasanya dia enggan meninggalkan benda yang kini menjadi favoritnya. Ario sudah tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini.

Gadis itu pasrah akan ulah Ario, sama halnya dengan bibirnya, kini tangan Ario mulai merambat kemana-mana yang membuat gadis itu semakin bergerak gelisah dan merintih dibuatnya.

Ario merasakan tubuhnya yang mulai menegang, dan gemuruh didadanya mulai tidak terkendali karena gairah yang mulai menyelimutinya. Dia melihat kearah Lasmini yang wajahnya tampak sayu dan keadaan tubuhnya yang porak-poranda akibat ulahnya, dia tersenyum sambil mengecup bibir gadis itu yang terbuka karena terengah-engah.

"Sayang, boleh ya Mas cobain," rayu Ario sambil membelai pipi Lasmini yang merah merona.

Lasmini hanya mengangguk karena dia sendiri merasakan hal yang sepertinya sama dengan Ario, ingin merasakan sesuatu yang lebih.

Ario tersenyum puas mendapatkan ijin dari gadis itu. Dilepaskannya jaket miliknya untuk menjadi alas tubuh Lasmini, tangan nya bergerak lincah melepas kain penutup inti tubuh Lasmini. Dikecupnya bibir gadis itu agar merasa nyaman, dan di bawah sana Ario mulai lagi dengan serangan nya yang kini berhasil menerobos dinding pertahanan Lasmini. Udara sejuk sore itu seketika menjadi panas dengan aktivitas mereka. Dan tak lama mereka sama-sama meneriakkan nama masing-masing, kala gelombang kenikmatan menggulung mereka.

Senyum merekah terbit dibibir Ario saat ini, karena dia menjadi yang pertama dalam hidup Lasmini, sang ‘Kembang Desa’.

"Terima kasih, sayang," ucap Ario setelah aktivitas panas yang mereka lakukan dan dikecupnya kening Lasmini dengan lembut.

"Mas, aku takut akibat dari perbuatan yang baru saja kita lakukan." Lasmini menggigit bibirnya, dia baru menyadari akibat yang mungkin akan terjadi setelah ini. Dia bangkit sambil merapikan pakaian dan rambutnya yang acak-acakan.

"Tenang, aku akan bertanggung jawab dan setelah ini aku akan menemui ibumu untuk melamar kamu," ucap Ario mantap dan berdiri sambil merapikan pakaiannya.

“Tapi aku masih sekolah mas, ibuku pasti tidak akan setuju, beliau juga pasti akan bertanya kenapa tiba-tiba mas Ario mau menikahiku?” ujar Lasmini yang seketika menyesali perbuatannya yang baru saja dia lakukan.

“Memang aku akan berterus terang pada ibumu agar kita segera menikah,” ucap Ario santai.

Lasmini membelalakkan matanya seolah tak percaya kalau Ario akan berterus terang pada ibunya.

Ario tersenyum sambil menggandeng tangan Lasmini dan meninggalkan perkebunan teh yang menjadi saksi bisu perbuatan mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
8.2
Berusaha menyelamatkan saudaranya dari jebakan satu malam, seorang gadis justru terjaring rencana gelap pria asing hingga menjalani prosedur inseminasi paksa. Meski hamil tanpa pernah bersentuhan, ia terpaksa menikahi tunangan saudaranya sebelum akhirnya bercerai dan kabur demi menutupi kebohongan. Namun, impian hidup mandiri hancur saat ia menyadari bahwa ayah biologis dari bayinya merupakan pemimpin mafia kejam yang kini mulai memburunya kembali.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel I Love You My Secret Daddy
9.5
Kehidupan Aisyahzaara Bellova yang serba berkecukupan berubah drastis sejak sang ayah menikah lagi. Di balik sikap manis di depan sang ayah, ibu tirinya kerap menyiksa Aisyahzaara secara diam-diam. Demi menjaga kebahagiaan ayahnya, gadis berusia 17 tahun ini memilih bungkam. Merasa haus akan kasih sayang, ia pun nekat menjadi sugar baby. Namun, sosok pria yang menjadi daddy rahasianya ternyata menyimpan sebuah fakta besar yang mengguncang takdir hidupnya.
Sampul Novel Istri Bodoh Yang Terlalu Percaya Suaminya
8.0
Risa adalah istri muda yang pemalu dan menjalani hidup sederhana bersama Dika di desa. Namun, ketenangan itu terusik saat Hardiman, tetangga licik di balik topeng ramahnya, mulai masuk ke kehidupannya. Lewat ancaman halus dan permainan terlarang, Risa terjebak dalam dunia kenikmatan yang belum pernah ia kenal. Meski awalnya merasa terpaksa, ia justru tenggelam dalam candu hasrat yang membara. Batas moral pun hancur, dan kini Risa tidak akan pernah bisa kembali lagi.
Sampul Novel Kisahku Berakhir Di Pusara
8.2
Dua insan yang terikat kekeluargaan ini mulanya saling menyayangi hingga sebuah perjodohan direncanakan. Namun, salah satunya memilih ingkar demi mengejar cinta lain, memicu keretakan hubungan mereka. Di tengah ujian berat, pencarian kebahagiaan sejati tetap berlanjut. Saat perasaan akhirnya bertaut kembali, musibah besar justru datang melanda. Diangkat dari kisah nyata yang penuh duka, akankah takdir menyatukan mereka atau justru berakhir di pusara?
Sampul Novel Menebar Garam di Atas Luka Mantan Suami
8.7
Vincent percaya bahwa pernikahan tanpa cinta adalah cara terbaik menyiksa Kaitlin. Selama tiga tahun, Kaitlin bertahan sebagai istri yang sabar meski terus dihina, hingga maut menjemputnya. Vincent tidak pernah menyesal sampai ia berdiri di depan makam Kaitlin dan menyadari kebenaran yang pahit. Kaitlin berhasil menghancurkan Vincent dengan membiarkannya sadar bahwa dialah dalang di balik tragedinya sendiri, saat semuanya sudah terlambat untuk diperbaiki.