Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kematian Palsu Suamiku

Kematian Palsu Suamiku

Setelah dituduh sebagai penyebab kecelakaan maut suaminya, seorang wanita diusir oleh mertuanya tanpa warisan hingga jatuh sakit akibat duka mendalam. Di detik-detik terakhir hidupnya akibat kanker, ia mengetahui kenyataan pahit bahwa kematian suaminya hanyalah rekayasa demi hidup bersama wanita lain. Dipenuhi murka, ia mengembuskan napas terakhir hanya untuk terbangun kembali di hari kecelakaan itu dilaporkan. Kini, ia siap menghadapi sandiwara kejam tersebut dari awal.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suamiku meninggal.

Di hari peringatan pernikahan kami, dia nekat keluar di tengah hujan lebat untuk membeli kue buatku, tetapi malah tertabrak truk besar.

Jasadnya hancur berkeping-keping, bahkan tidak bisa dikenali lagi.

Adik ipar menyalahkanku, katanya aku penyebab kematian kakaknya dan tidak layak mewarisi harta suamiku.

Mertuaku menangis dan menyebutku pembawa sial, lalu mengusirku dari rumah.

Aku tersiksa batin setiap hari, selalu membayangkan bahwa kalau saja aku menghentikannya hari itu, mungkin dia tidak akan meninggal.

Akhirnya aku jatuh sakit dan divonis kanker.

Di ambang hidup dan mati, mertuaku datang menemuiku.

“Dasar bodoh, percaya saja dengan apa yang dibilang orang!”

Ujarnya sambil melempar foto keluarga kecil berisi tiga orang.

Setelah melihat foto itu, aku langsung sesak napas dan mati dengan penuh amarah.

Ternyata, suamiku tidak hanya masih hidup, tetapi juga sudah punya anak dengan pujaan hatinya.

Begitu membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika pertama kali menerima kabar kematiannya.

“Maaf, suamimu, Felix mengalami kecelakaan sore ini dan sudah tiada.”

Petugas di rumah duka membungkuk hormat dan berkata, “Turut berduka cita!”

Menerima kabar kematian suamiku, aku sama sekali tidak merasa sedih, malah hatiku menjadi sangat tenang.

“Kalau benar sudah mati, aku mau melihat jasadnya. Biarkan aku melihatnya sekali lagi!”

“Bu Rora, aku mengerti perasaanmu, tapi jasadnya sudah hancur lebur dan nggak bisa dikenali lagi. Sebaiknya kamu nggak melihatnya.”

Belum sempat aku menjawab, ibu mertua dan adik iparku sudah tiba di lokasi.

“Bu, ini semua gara-gara dia! Dia yang minta kue itu sampai kakak harus menerobos hujan untuk membelikannya dan akhirnya ditabrak truk!”

“Rora, dasar pembawa sial! Kembalikan anakku!”

Mertuaku menangis dan langsung menamparku, tapi aku menahan tangannya dan mendorongnya keras-keras.

Dia terhuyung beberapa langkah ke belakang, lalu melontarkan kata-kata kasar padaku, “Dasar wanita jalang! Anakku mati karenamu dan kamu masih berani memukulku?! Betapa malangnya anakku!”

“Ibu, sebaiknya hentikan! Jangan sampai Felix benar-benar mati karena kutukanmu!”

Sindirku sambil tersenyum dingin. Wajah mertuaku langsung berubah tegang, dia tergagap menatapku dan berkata, “A … apa maksudmu? Anakku sudah terbaring di ruang jenazah! Kamu yang membunuhnya dan masih bisa nggak merasa bersalah sedikit pun!”

Aku tak meladeninya dan berbalik ke petugas rumah duka, berkata, “Jasadnya hancur berkeping-keping, jadi bagaimana kalian bisa memastikan bahwa dia suamiku?”

Petugas itu melirik ibu mertuaku, lalu mulai merasa kesal, “Aku bukan polisi. Kalau mau tahu, tanyakan saja pada pihak kepolisian!”

Aku tersenyum kecil, kini aku mengerti.

Orang ini pasti sudah dibayar oleh mertuaku!

Adik ipar takut aku melapor polisi, dia langsung melangkah ke depan untuk menghalangiku.

“Kakakku sudah meninggal karenamu, kamu bahkan nggak menitikkan air mata setetes pun! Masih mau pergi ke mana kamu?”

“Dia bahkan sudah mati, tentu saja aku harus mengurus pemakamannya!”

Di kehidupan yang lalu, begitu menerima kabar kematian Felix, aku langsung larut dalam kesedihan. Semua urusan pemakamannya diatur oleh ibu mertua dan adik ipar.

Aku tak sempat memeriksa berkas-berkas resmi dan menandatanganinya begitu saja tanpa berpikir panjang.

Kini, kalau dipikir-pikir, semuanya terasa janggal.

Aku mengulurkan tangan padanya dan melanjutkan, “Kalau benar sudah mati, harus ada surat kematian. Kalau nggak ada … berarti Felix belum mati!”

Adik ipar memberikan isyarat pada mertuaku. Mertuaku kemudian dengan cepat mengambil selembar kertas dari sakunya.

“Kamu sudah percaya kali ini?!”

Aku menunduk, menyembunyikan kebencian yang membara di tatapanku.

Di kehidupan lalu, aku begitu menyesal setelah mengetahui kematian Felix.

Di hari peringatan pernikahan kami, aku hanya berucap sekilas ingin makan kue mousse dari toko kue seberang jalan.

Tanpa berpikir panjang, Felix langsung mengambil jaket dan berlari keluar.

Pergi dan tak pernah kembali.

Dia ditabrak truk yang melaju kencang, tubuhnya hancur berkeping-keping, tak bisa disatukan lagi.

Saat menerima telepon dan tiba di lokasi, ibu mertua dan adikku sudah ada di sana.

Mertuaku menangis dan menuduhku sebagai pembawa sial yang menyebabkan kematian putranya, bahkan hendak mengusirku dari rumah.

Adik ipar juga menyalahkanku, katanya aku tak pantas mendapat harta warisan suamiku.

Aku terus-menerus dihantui rasa bersalah dan tak sanggup lagi menahan rasa sakit itu.

Aku terus menyiksa diri, berpikir kalau saja aku menghentikannya saat itu, mungkin dia takkan meninggal.

Jadi, saat ibu mertua dan adik ipar mengusulkan agar aku pergi tanpa membawa harta sepeser pun dan memindahkan perusahaan atas nama mertuaku, aku juga menyetujuinya begitu saja.

Aku pun pindah ke apartemen sempit, hidup dalam kemurungan yang tak berujung.

Akhirnya, aku jatuh sakit dan divonis mengidap kanker.

Menjelang kematian, ibu mertua datang menjengukku dan melemparkan sebuah foto keluarga.

Di foto itu, suamiku bersama Luna, pujaan hatinya. Mereka tampak tersenyum bahagia sambil merangkul seorang gadis kecil yang ceria.

Felix tidak mati!

Ini semua hanyalah rencana keluarganya untuk menipuku!

Saat aku larut dalam rasa bersalah, keluarga kecil itu menjalani hidup bahagia.

Setelah melihat foto itu, aku sesak napas dan mati karena amarah yang memuncak.

Untungnya, Tuhan memberiku kesempatan kedua.

Felix, bukankah kamu mau mati?!

Aku akan mengabulkan keinginanmu dan memastikan kamu benar-benar mati!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Karena Kesalahan
9.0
Keira Kastari Naryadinata menjalani tujuh belas tahun hidup penuh perjuangan hanya bersama ibunya. Namun, dunianya runtuh saat sang ibu wafat, meninggalkannya sebatang kara. Selama ini, ia dibuang oleh ayahnya yang angkuh, Kastara, hanya karena ia perempuan. Tiba-tiba, Kastara muncul memohon maaf dan mengajaknya kembali pulang ke ibu kota. Benarkah pria egois itu telah berubah? Keira kini terjebak antara rasa benci masa lalu dan harapan akan keluarga yang baru.
Sampul Novel DILEMA CINTA SEGITIGA
9.3
Marlon dan Sarah menjalani pernikahan yang hanya berlandaskan urusan bisnis semata. Di balik itu, mereka memiliki pasangan rahasia masing-masing. Sarah sebenarnya berniat menjatuhkan reputasi Marlon demi perceraian kilat, namun ia justru mulai merasa cemburu melihat kemesraan Marlon dengan Natalia. Kini, Marlon terjebak dalam situasi rumit karena istri dan kekasihnya sama-sama enggan melepaskannya. Ia pun bimbang harus memilih siapa di antara mereka.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Gairah Isteri Kedua
8.4
Ellea terpaksa mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan menjadi istri kedua bagi Anderson. Sebagai seorang CEO muda yang berkuasa, Anderson membawa Ellea masuk ke dalam kehidupan pernikahan yang penuh dengan teka-teki. Apa sebenarnya alasan kuat yang memaksa Ellea bersedia menerima posisi tersebut? Ikuti kisah romansa penuh konflik ini saat ia harus menghadapi kenyataan pahit di balik statusnya sebagai wanita kedua dalam hidup sang konglomerat.
Sampul Novel MANTAN DEPAN RUMAH
8.1
Allana menyesal saat lagu bertema kekasih dekat rumah mengingatkannya pada Marchell, sang mantan suami yang kini tinggal tepat di depan kediamannya. Meski sudah bercerai demi hak asuh anak dan lepas dari beban finansial Marchell, Allana tetap terganggu karena mantan suaminya itu masih sering memakai barang pribadinya tanpa izin. Walau hakim sempat meragukan alasan cerainya, Allana tetap teguh meski kini ia harus menghadapi kenyataan pahit hidup bertetangga.