Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta

Demi membiayai pengobatan sang ibu dan melunasi utang yang menjerat, Maudy nekat menerima tawaran pekerjaan misterius dengan upah menggiurkan. Ia terjebak dalam dunia malam di kota Alka, bekerja di sebuah lokalisasi demi bertahan hidup. Di tengah kerasnya kehidupan tersebut, Maudy justru jatuh hati pada sosok pria kaya raya yang ternyata adalah pemilik asli tempat itu. Namun, perjalanan cintanya takkan mudah dan penuh dengan rintangan yang tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Anda cari siapa?" Tanya Maudy heran.

Seorang pria tiba-tiba saja memberikan papper bag padanya. Dari papper bag itu Maudy sudah bisa melihat jika itu mungkin dari brand kosmetik. Apakah pria ini datang untuk memberikan make up padanya? Apa karena dia miskin, sehingga ia berpikir Maudy tidak akan mampu membeli make up untuk sekedar merias wajahnya?

"Apa ini?"

"Ini kiriman dari Pak Fredy, mohon di terima. Saya permisi" Pria itu menunduk sedikit dan langsung pergi.

"Aneh sekali" lirih Maudy.

Maudy segera masuk ke kamar, ia sudah tidak punya banyak waktu. Ia harus make up sekarang juga sebelum supir Pak Fredy menjemputnya. "Wow, ini make up mahal semua. Apa ini boleh gue pake?" Maudy nampak berseri, seumur hidup ia tidak pernah mencoba make up mahal, ia selalu berbalanja make up di pasar tradisional, itu pun ia membeli yang sudah mendekati expired agar harganya murah.

Baru saja Maudy akan mengirimkan pesan pada Fredy, pria itu sudah lebih dulu menelpon.

Fredy

[Sudah terima kiriman saya]

Maudy

(Ya sudah, ini sangat mahal. Apa ini buat ku?)

Fredy

[Tentu saja, kenapa kau ragu? Gunakan lah, aku mau kau tampil sangat cantik malam ini. Jangan mempermalukan ku di depan client, Maudy]

Maudy

(Ya, aku mengerti. Aku akan bersiap sekarang)

Fredy langsung memutuskan sambungan teleponnya. Maudy mendesah perlahan. Pekerjaan apa yang akan dia lakukan nanti malam, dia belum tau persis. Namun, dia tau dia akan menjadi wanita yang berbeda dari sebelumnya jika menerima pekerjaan ini.

***

Malam pun tiba, supir Fredy datang tepat waktu. Dengan anggun dan cantiknya Maudy berjalan menuju ke mobil. Maudy terlihat glamour dan memesona, bahkan supir Fredy saja sampai menelan salivanya berkali-kali saat tak sengaja memandang Maudy.

Belahan gaun yang ia gunakan membuatnya semakin seksi, belum lagi dress yang ia gunakan begitu pendek hingga memperlihatkan kaki jenjang dan paha mulusnya. Pria mana pun yang melihatnya pasti akan langsung tergoda.

Maudy sedikit risih dengan penampilannya kali ini. Tapi, ia kembali mengingat kata-kata Fredy untuk tidak mempermalukan pria itu. Kedatangan Maudy langsung di sambut dengan dua bodyguard yang mengawal di kanan dan kirinya.

Maudy merasa dirinya seperti Artis papan atas. Bahkan tidak ada siapa pun yang boleh mendekatinya saat ia baru saja melangkah masuk ke dalam Bar terkenal di Kota ini. "Silahkan, Pak Fredy sudah menunggu" ucap seorang pria yang sore tadi mendatangi rumahnya.

Ruang VVIP.

Maudy berdiri di depan ruang itu. Sebelum masuk dia menarik napasnya dalam dan membuangnya perlahan. Dia berdoa dalam hati agar pekerjaannya kali ini bisa berjalan dengan lancar.

Maudy masuk dan matanya sedikit melotot saat melihat Fredy tidak sendirian di dalam sana. Ada beberapa pria lainnya yang kini menatapnya dengan tatapan sangat lapar. Maudy terdiam membeku. Apa yang akan dia lakukan sekarang?

"Maudy, kemarilah jangan berdiri saja. Sejak tadi aku dan mereka ini menunggu kedatangan mu!" Seru Fredy mengulurkan tangannya.

"Ya, kami sangat menunggu, dan kami tidak menyesal sudah menunggu mu datang. Ternyata kau sangat cantik" ucap pria di sebelah Fredy, ia juga mengusap lembut dagu Maudy dengan gemasnya.

Maudy tidak melawan, dia tidak menunjukkan risih sama sekali, dia menutupinya demi bisa bekerja professional. "Apa yang saya kerjakan sekarang, Pak Fredy? Apa aku harus menyiapkan makanan dan minuman untuk mu dan rekan-rekan mu sekarang?" Tanya Maudy yang tidak ingin berlama-lama.

"Kau semangat sekali cantik" puji salah satu pria lain bernama Wawan.

"Aku hanya mau menyelesaikan pekerjaan ku lebih cepat, Pak" jawab Maudy tersenyum.

Senyuman Maudy membuat para lelaki hidung belang itu menjadi melelah.

"Ah, aku semakin tidak tahan melihatmu" ucap Wawan menatap Maudy dengan penuh nafsu.

"Tahan lah dulu, dia baru datang. Masih pagi juga ini jika Anda bermain sekarang" ucap Fredy menahan Wawan yang akan menarik tangan Maudy.

"Ya betul itu, Wan. Kita sudah sepakat untuk bermain bersama bukan? Ha ha, kali ini akan sangat seru!" ucap Daze

"Apa kau masih perawan?" Tanya Wawan tanpa filter.

"Hah?"

"Ya, kau masih perawan? Atau..."

"A- aku masih terus menjaga mahkkota ku. Bukannya sangat tidak pantas menanyakan hal sevulgar itu di tempat ramai begini, Pak?" Maudy menjawab dengan malu dan menundukkan kepalanya, dia malu dan kesal namun kekesalannya tidak bisa dia tunjukkan.

"Sepertinya dia sudah memberiku kode, Fred. Bagaimana kalau kita mulai sekarang? Rasanya untuk empat orang bisa langsung sekarang saja" ucap Wawan

Fredy menatap keempat pelanggan setianya itu, dan mengangguk pasrah karena ia juga seakan di serang terus sama mereka. "Baik lah, saya keluar sekarang. Bersenang- senang lah, jangan lupa berikan dia bonus yang banyak karena dia sangat membutuhkan uang"

"Berapa pun itu akan saya berikan asalkan aku puas malam ini" ucap Wawan tersenyum dan mendekatkan dirinya ke Maudy saat Fredy berdiri.

"Pak Fredy mau kemana?"

"Ke ruangan ku, kau disini temani mereka. Buat mereka puas dengan service mu cantik, malam ini kau akan mendapatkan uang yang berlimpah. Semangat bekerja" ucap Fredy melambaikan tangannya dan meninggalkan ruang VVIP itu.

"Dazen, cepat berikan minumannya. Aku sudah tidak sabar" titah Wawan.

"Baiklah" Dazen menuangkan alkohol ke dalam gelas kosong dan memasukkan sesuatu ke dalam minuman itu.

Maudy hanya bisa melihatnya saja, dan tidak berpikir jika minuman itu akan di berikan padanya. "Ini, minum lah. Anggap saja untuk merayakan hari pertama mu bekerja" Dazen memberikannya pada Maudy.

Maudy menerimanya namun tidak langsung meminumnya. Dua pria lainnya, Ramon dan Revan berdiri dan mereka mengelilingi Maudy. "Minum lah cepat, lama sekali" Ramon langsung menyambar gelas itu dan memasukkan minumannya secara paksa ke mulut Maudy.

Mereka semua tertawa senang melihat Maudy yang tersiksa. Maudy beberapa kali menolak, namun ia tidak bisa melawan empat pria di hadapannya. Hanya dalam waktu beberapa detik, Maudy merasakan tubuhnya yang panas. Sangat panas, bahkan sampai membuatnya membuka dressnya tanpa sadar.

Lekuk tubuhnya semakin terlihat. Tubuh yang putih mulus, dengan body yang begitu seksi kini hanya tertutup dengan dalaman saja. "Wah, dia sangat agresif. Aku tidak sabar menikmatinya" ucap Ramon

"Ehh, tunggu dulu. Kalian semua menonton, aku yang pertama. Aku yang akan menembus kesuciannya untuk pertama kalinya" ucap Wawan.

Mereka mengumpat kesal, namun tidak bisa berbuat apa-apa karena Wawan lah yang memiliki uang banyak di antara mereka. Mereka pun terpaksa duduk dengan gelisah saat Wawan mulai mendekati Maudy dan membelai seluruh tubuh gadis itu.

Maudy benar-benar tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Efek obat yang ia minum begitu membuatnya semakin liar. Ia bahkan membuka celana dan baju milik Wawan dan bermain dengan alat vital pria itu.

Pria mana yang akan tahan melihat adegan itu?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Sampul Novel JANDA YANG TERNODA
9.4
Tigran, sang pewaris takhta Mayori Group yang mendominasi pasar pangan Asia, terpikat pada Naomi, seorang ibu tunggal dengan satu putri bernama Kayla. Meski cinta mereka kuat, orang tua Tigran menentang keras hubungan ini demi menjaga reputasi keluarga dari skandal publik. Pantang menyerah, Tigran nekat menikahi Naomi tanpa restu. Melalui perjuangan panjang yang menguras emosi, mereka akhirnya mendapat pengakuan keluarga dan resmi membangun hidup baru yang bahagia.
Sampul Novel Makasih Patah Hati
9.5
Amelia, wanita berusia 25 tahun, telah memilih untuk melajang selama empat tahun karena jengah dengan pria yang hanya ingin main-main. Baginya, kesendirian adalah perlindungan terbaik hingga ia bertemu Fred. Pria berusia 27 tahun itu merupakan seorang CEO muda kaya raya dengan kekuasaan besar. Ketertarikan Fred yang mendalam membawanya pada sebuah tawaran yang tak terduga. Ia meminta Amelia menjadi istrinya. Kini, Amelia harus menentukan pilihan hidupnya.
Sampul Novel Menghamili Istri sang Pewaris
8.4
Demi ambisinya, Fayre nekat menjebak Bramasta, cinta pertamanya, ke dalam sebuah pernikahan tanpa rasa. Namun, obsesi itu justru dibalas dengan rasa jijik dan kebencian mendalam dari sang suami. Di tengah keputusasaan karena diabaikan, Fayre bertemu Aliando Xavier yang kemudian merenggut kesuciannya. Kini, Fayre terjepit dalam dilema besar: mempertahankan rumah tangganya saat Bramasta mencintai wanita lain dan dirinya menyimpan rahasia kelam.
Sampul Novel Mr. Ergan Obsession
8.5
Ergan Tirta Alviano, CEO kaya raya sekaligus pewaris tunggal di Jakarta, terjebak dalam obsesi mendalam terhadap gadis biasa bernama Andira. Meski memiliki segalanya, cinta Ergan ditolak karena Andira setia pada kekasihnya selama dua tahun. Perbedaan materi tak menyurutkan langkah Ergan yang berkepribadian keras. Ia nekat menempuh berbagai cara, dari taktik halus hingga paksaan, demi memenangkan hati Andira. Akankah ambisi penuh emosi ini berujung pada cinta sejati?
Sampul Novel One Year With You
8.3
Ai Hoshino adalah bos AI Entertainment yang disegani namun menyimpan rahasia kelam. Di balik kesuksesannya, ia mengidap Xeroderma Pigmentosum yang membuatnya tak bisa menyentuh sinar surya. Hidupnya yang sunyi berubah saat ia menyewa Adam Dausch, pria yang pernah ia temui di kasino Hong Kong, sebagai pelindung pribadinya. Dua jiwa yang sempat kehilangan arah ini kini terikat takdir. Akankah cinta mereka bertahan meski Shino dibayangi oleh penyakit maut?