
KEBANGKITAN HADES BAKER
Bab 2
Pria itu melirik ke arah Hades. Dia menatap tajam tatkala melihat pakaian sederhana yang Hades kenakan.
"Dasar sampah. Beraninya kau mengotori pakaian wanitaku."
Pria itu maju selangkah, mengangkat tangan dan memberikan tamparan yang bagus.
Hades tidak siap menerima serangan tersebut. Dia tidak sempat mengelak. Alhasil terdapat gambar lima sidik jari di wajahnya.
Amarah dalam dirinya membara seketika. Dia melakukan serangan balik. Berniat memukul pria yang akan menipunya di masa depan. Namun, sayang serangannya berhasil ditangkis oleh pria itu.
"Sampah sepertimu ingin menyerangku. Sialan! Rasakan ini." Pria itu menendangnya hingga terjatuh. Alhasil dia menjadi sasaran empuk pria tersebut.
Kejadian itu menarik perhatian orang-orang yang ada di bank tersebut. Banyak dari mereka yang mencemooh Hades. Karena bertindak bodoh, melawan orang yang tidak seharusnya di lawan.
Ada juga beberapa dari mereka yang merekam semua kejadian. Dan mempostingnya di media sosial. Dengan judul yang sangat menarik. "Seorang pria miskin berani mengganggu wanita cantik di bank".
Postingan tersebut menarik perhatian banyak netizen. Beberapa dari mereka mengutuk perilaku Hades. Alhasil dalam sekejap Hades menjadi seorang bajingan yang tidak tahu diri.
Setelah merasa puas menyiksa Hades. Pria itu berkata dengan nada dingin. "Beraninya sampah sepertimu melawanku."
Pria itu mengajak wanitanya pergi keluar dari bank. Meninggalkan Hades yang terbaring tak berdaya. Menyaksikan hal itu semua orang yang awalnya berkumpul juga membubarkan diri. Melanjutkan aktivitas masing-masing.
Sementara itu Hades yang dipukuli sampai babak belur, berusaha bangkit. Dia pergi ke kasir untuk menarik beberapa ribu dolar. Awalnya dia diremehkan oleh pegawai bank. Karena penampilannya yang begitu menyedihkan.
Namun, setelah melihat isi saldo di akun bank miliknya. Sikap pegawai itu berubah seratus delapan puluh derajat. Dia mendapatkan pelayanan yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.
Sikap pegawai bank itu jauh lebih ramah dari sebelumnya. Sehingga membuat Hades sedikit terhibur oleh sikap mereka.
Setelah menarik uangnya, dia bergegas pergi meninggalkan bank dengan tergesa-gesa. Karena menyadari waktu untuk mendapatkan barang antik misterius tinggal sebentar lagi. Dia bahkan tidak memperdulikan luka yang ada di wajahnya.
Namun, dia tidak akan melupakan kejadian barusan. Dia berjanji pada dirinya sendiri. Setelah dia menyelesaikan bisnisnya. Dia akan membalas dendam kepada orang-orang itu.
"Taxi."
Hades melambaikan tangan, memanggil taxi yang melintasi tidak jauh darinya.
Taxi tersebut menepi di hadapannya. Namun, sebelum dia bisa masuk. Seseorang menarik tangannya. Mendorongnya menjauh dari taxi itu. Dia tersungkur beberapa langkah ke depan.
"Sialan!"
Hades mengumpat kesal seraya menepuk-nepuk debu yang menempel di pakaiannya. Dia menatap tajam ke arah orang yang mendorongnya. Namun, lagi dan lagi dia nyalinya ciut ketika mengetahui siapa yang mendorongnya.
"Apa? Kau marah! Sini pukul kalau kau memang memiliki keberanian," cibir orang yang mendorong Hades.
"Kau!"
Hades mengepalkan tangannya. Dia ingin membalas orang itu. Namun, sayang dia tidak memiliki keberanian untuk melawan, yang bisa dia lakukan hanya menelan mentah-mentah amarahnya.
"Sampah sepertimu tidak akan sanggup untuk membayar taxi." Orang itu menatap jijik ke arah Hades yang mengepalkan tangan. Lalu dia masuk ke dalam taxi.
Hades hanya bisa menatap tajam ke arah taxi yang melaju. Dia bergumam dalam hati dengan nada sungguh-sungguh. "Tunggu saja, Hug Baker. Aku pasti akan membalasmu sebentar lagi."
Anda Mungkin Juga Suka





