
KEBANGKITAN HADES BAKER
Bab 3
Dia sangat membenci Hug Baker dan ayahnya. Bagaimanapun kedua orang itulah yang telah merebut semua harta keluarganya. Menyebabkan dia hidup dalam kemiskinan selama bertahun-tahun.
Meskipun dia mengalami dua kehidupan. Namun, rasa benci terhadap paman keduanya tidak pernah pudar. Untuk saat ini dia hanya bisa memendam kebencian itu. Sebelum dia bisa memperkuat dirinya sendiri. Baru menghancurkan musuh-musuhnya dan merebut semua hak-haknya.
Hades hanya bisa pasrah sekarang karena melihat waktu, yang semakin tipis untuk mendapatkan benda berharga itu. Dia dengan tidak sabar menunggu taxi muncul. Untung saja tidak berselang lama, taxi berikutnya muncul.
"Taxi." Hades melambaikan tangan.
Menghentikan taxi yang sedang melaju di hadapannya. "Antar aku ke Jalan Antik."
Dia sudah mengalami banyak kesulitan untuk mendapatkan benda itu. Jadi dia tidak akan menyerah begitu saja, untuk mendapatkan barang antik itu.
Sekitar tiga puluh menit berlalu. Dia sampai di Jalan Antik. Dia mencari toko yang menjual barang tersebut. Menurut ingatannya, barang tersebut dijual oleh toko yang ada di ujung.
Hades segera menghampiri toko itu. Mencari-cari barang yang di maksud. Setelah menghabiskan waktu tiga puluh menit. Akhirnya dia menemukan benda itu.
Benda tersebut adalah sebuah cincin yang memiliki batu berwarna hitam. Sekilas cincin tersebut terlihat biasa-biasa saja. Tidak ada sedikitpun hal yang menarik dari batu cincin itu.
Meskipun cincin itu di taruh di pinggir jalan. Mungkin tidak akan ada orang yang mau mengambilnya. Bagaimanapun penampilan cincin itu sungguh buruk.
"Berapa harga cincin ini?"
Hades mengajukan penawaran pada pemilik toko.
Mendengar itu, mata si pemilik toko berkilau. Dia tersenyum lembar sebelum berkata dengan nada menyanjung.
"Anda benar-benar memiliki mata yang bagus, Tuan. Benda itu koleksi ayahku. Ayahku bilang, benda itu memiliki sejarah yang dalam. Rumor mengatakan benda itu milik seorang patih di tahun 1560."
Pemilik toko berkata dengan sungguh-sungguh. Dia mengarang cerita tentang asal usul cincin itu. Meskipun, dia hanya mengarang saja. Akan tetapi, cerita yang dia buat terdengar begitu nyata.
Hades segera melambaikan tangan, untuk menghentikan si pemilik toko. Dia tidak ingin mendengar ceritanya. Karena dia menyadari si pemilik toko hanya bualan semata.
Yang dia inginkan adalah secepatnya membeli cincin itu. Oleh karena itu dia mengulangi perkataannya.
"Yang aku tanyakan berapa harga benda ini."
Melihat ketidak puasan yang tergambar di wajah Hades. Pemilik toko segera menghentikan ceritanya. Dia sedikit gugup sekarang, takut kehilangan pelanggannya. Dia tidak membuang lebih banyak waktu lagi.
Dia segera memberikan harga untuk cincin itu.
"Karena, Tuan adalah pelanggan awalku. Maka aku akan menjual cincin itu di harga lima ratus dolar padamu." Pemilik toko tersenyum ramah ketika dia mengatakan itu.
Lima ratus dolar bukan uang yang banyak menurut Hades, yang tahu tentang kegunaan cincin tersebut. Akan tetapi, harga tersebut sangat tinggi bagi orang-orang yang tidak mengetahuinya. Bahkan mereka yang ada di sana sangat terkejut ketika mendengar harga tersebut.
Karena dia sangat menginginkan cincin itu. Dia tidak perlu berpikir lagi. Dia segera membayar cincin itu seharga lima ratus dolar.
Tidak lama setelah dia membayar cincin. Iring-iringan mobil mewah melintas tidak jauh darinya. Semua orang yang awalnya ingin mencibir Hades, mengalihkan pandangan.
Mereka semua secara serempak melihat k arah iring-iringan itu. Mereka penasaran tokoh besar seperti apa yang datang berkunjung ke sini.
Anda Mungkin Juga Suka





