Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Menikahi Aku Dengan Benci

Kau Menikahi Aku Dengan Benci

Anjani terjepit dalam dilema saat suaminya, Prakasa, menghilang saat bertugas. Di tengah duka, ia dipaksa menikahi Arjuna demi menggantikan adiknya yang kabur. Sebagai dokter spesialis, Anjani justru dipandang rendah dan dianggap hanya mengincar harta oleh keluarga Arjuna. Namun, situasi makin rumit ketika Prakasa tiba-tiba muncul kembali. Kini, Anjani harus menghadapi konflik legalitas pernikahan dan kebencian Arjuna yang perlahan mulai berubah menjadi rasa cinta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi pertama sebagai istri Arjuna dimulai tanpa senyum, tanpa sapaan, bahkan tanpa secangkir teh di meja seperti dalam pernikahan-pernikahan normal. Anjani membuka mata dalam kesunyian kamar besar yang hanya dihuni olehnya. Seprai putih masih rapi di sisi tempat tidur yang kosong. Arjuna tidak tidur di sana. Tak ada bekas kehadirannya semalam.

Ia bangkit, menata kembali rambut yang masih kusut, lalu menatap pantulan dirinya di cermin.

"Bukan mimpi," gumamnya pelan.

Ia menyiapkan diri, mengenakan setelan sederhana dan menyembunyikan keletihan di balik riasan tipis. Setelah selesai, ia turun ke ruang makan di lantai bawah. Di sana, Ny. Ratmi sudah duduk sambil menyeruput teh hangat. Arjuna duduk di sisi lainnya, memainkan sendok di mangkuk tanpa menyentuh makanan.

Saat Anjani masuk, keheningan langsung berubah tegang.

"Masih sempat berdandan ya?" sindir Ny. Ratmi dengan suara setajam jarum.

Anjani hanya tersenyum kecil. "Pagi, Bu. Saya sudah buatkan bubur ayam dan sayur bening di dapur."

Ny. Ratmi menoleh dengan alis terangkat. "Siapa yang minta kamu masak? Rumah ini sudah ada juru masaknya. Jangan sok rajin. Ini bukan rumah orang susah."

"Maaf, saya hanya ingin membantu."

"Huh. Membantu atau cari muka?"

Anjani menunduk, menahan luka. Ia tahu sejak awal bahwa ia akan ditolak. Tapi ia tak menyangka, caci maki itu begitu cepat datang.

Arjuna meletakkan sendok dan berdiri. "Aku makan di luar saja."

"Arjuna!" panggil ibunya.

"Kalau Ibu tidak suka, suruh dia kembali saja. Aku tidak butuh dia," tegas Arjuna sebelum melangkah pergi.

Anjani hanya mematung di tempatnya. Sarapannya dibiarkan dingin. Ia menghela napas panjang dan perlahan melangkah ke dapur, mengambil panci bubur dan membaginya ke mangkuk. Ia duduk sendiri di sudut dapur, menikmati sarapan seadanya sambil menahan air mata yang hendak jatuh.

Tapi dia tidak boleh menangis. Tidak di sini. Tidak di depan orang-orang yang ingin melihatnya jatuh.

Hari-hari berikutnya berjalan dengan pola yang sama. Arjuna pulang larut malam, kadang tidak pulang. Ia bahkan tidak pernah menyapa. Di rumah, Anjani menjadi bayangan. Dapur, ruang makan, taman belakang-semuanya ia urusi dengan senyap, tanpa keluhan, meskipun tak satu pun dari keluarga Arjuna menghargainya.

Puncaknya terjadi saat sebuah acara arisan keluarga besar diadakan di rumah.

Anjani mengenakan kebaya cokelat muda, rambutnya disanggul rapi, senyumnya ditahan agar tak terlihat letih. Ia menyuguhkan teh dan kue kepada para tamu yang hadir.

Seorang tante dari pihak ayah Arjuna berbisik keras, cukup agar semua mendengar.

"Ini dia si janda yang mendadak jadi istri pengganti."

"Ah, padahal Kirana jauh lebih cantik, ya?"

"Iya. Yang ini terlalu... formal. Bekas orang susah, mungkin."

Tawa kecil meledak.

Anjani menegakkan tubuhnya, tetap tersenyum. Ia menatap wanita-wanita itu satu per satu, lalu berkata dengan lembut namun tajam:

"Maaf, Bu. Saya memang bukan Kirana. Tapi saya juga bukan wanita yang akan kabur di hari pernikahannya."

Para wanita itu langsung terdiam. Beberapa saling pandang, kaget atas keberanian Anjani yang selama ini diam.

Saat acara selesai, Arjuna yang baru pulang menghampirinya dengan nada tajam.

"Apa kamu sengaja bikin masalah?"

Anjani menatap suaminya. "Apa salah kalau aku membela diri?"

"Kamu memalukan. Kamu pikir dengan jadi galak kamu bisa dihormati?"

"Aku tidak minta dihormati. Aku hanya tidak mau diinjak."

Mata Arjuna menyipit. "Kamu terlalu percaya diri untuk ukuran seorang janda."

"Lebih baik jadi janda yang menjaga harga diri, daripada jadi pria yang menyimpan dendam pada orang yang tidak bersalah."

Pernyataan itu membuat wajah Arjuna memucat. Ia hendak membalas, tapi bibirnya terkunci. Dengan marah, ia meninggalkan Anjani begitu saja.

Anjani tersenyum getir. Hatinya masih luka, tapi setidaknya hari ini... ia tidak diam saja.

Malam itu, setelah semua orang tidur, Anjani duduk di kamar tamu yang kini menjadi ruang pribadinya. Ia membuka buku catatan kecil, tempat ia biasa menulis perasaan.

"Aku rindu Prakasa. Tapi aku juga marah padanya karena menghilang begitu saja. Aku tidak tahu apa yang harus kupegang sekarang. Dulu aku pikir aku akan menunggu selamanya. Tapi hidup punya cara lain menamparku."

Ia menutup buku itu. Lalu mengambil laptopnya dan membuka email yang belum sempat ia balas: sebuah tawaran dari rumah sakit swasta di luar kota, tempat ia pernah menjadi relawan. Mereka ingin dia menjadi kepala klinik anak.

Tapi, jika ia menerima tawaran itu, ia harus meninggalkan rumah ini. Haruskah ia pergi?

Ia baru hendak mematikan laptop saat pintu kamarnya diketuk.

Tok... Tok...

"Masuk," ucapnya pelan.

Yang muncul adalah Pak Wiryo, ayahnya.

"Anjani... Ayah hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja."

Anjani menahan senyum. "Ayah datang malam-malam begini?"

"Ayah tadi habis antar barang ke rumah tetangga, mampir ke sini sekalian."

Pak Wiryo duduk, menatap putrinya dalam-dalam. "Kamu tidak harus menanggung semua ini sendirian, Nja."

Anjani menunduk. "Aku tahu, Yah. Tapi aku juga tidak ingin Ayah malu. Aku sudah telanjur di sini."

Pak Wiryo menghela napas berat. "Ayah bangga sama kamu. Tapi Ayah juga takut... kamu terluka terlalu dalam."

Anjani mengangguk pelan, dan malam itu, untuk pertama kalinya sejak hari pernikahan, ia membiarkan dirinya menangis dalam pelukan ayahnya.

Seminggu kemudian, rumah kembali sunyi seperti biasa. Tapi di tengah kesunyian itu, sebuah kabar datang dari seorang kenalan lama Anjani yang juga rekan kerja Prakasa.

Sore itu, Anjani menerima telepon.

"Halo?"

"Anjani? Ini Murni, istri Pak Bayu."

"Iya, Bu Murni. Ada apa ya?"

"Aku baru saja dapat kabar dari suamiku. Ada yang mengaku tentara dari pasukan Papua. Katanya dia kenal seseorang bernama Prakasa."

Anjani membeku. "Prakasa?"

"Iya. Katanya... dia masih hidup."

Telepon nyaris terjatuh dari tangan Anjani.

"Dia masih... hidup?"

"Iya. Tapi masih belum jelas keberadaannya. Cuma... mereka minta kamu siap-siap. Siapa tahu dalam waktu dekat, ada konfirmasi lebih lanjut."

Setelah telepon ditutup, Anjani terduduk di tepi ranjang.

Prakasa...

Suaminya yang dinyatakan hilang dua tahun lalu... masih hidup?

Malam itu, tatapan Anjani kosong saat ia menyiapkan makan malam. Saat Arjuna pulang, ia melihat wajah Anjani berbeda dari biasanya.

"Kenapa? Akhirnya sadar betapa buruknya nasibmu sekarang?"

Anjani tidak menjawab. Ia menatap Arjuna lama.

"Aku dapat kabar hari ini."

"Kalau tentang keluarga kamu, aku tidak tertarik."

"Ini tentang suamiku... Prakasa."

Arjuna terdiam.

"Mereka bilang... dia masih hidup."

Suasana berubah hening.

"Kalau itu benar," lanjut Anjani, "maka pernikahan ini tidak sah. Aku... secara hukum masih istri orang."

Arjuna mengerutkan dahi. "Lalu? Kamu mau lari juga seperti adikmu?"

"Aku hanya memberi tahu. Bukan mengemis keputusanmu."

Arjuna melangkah pelan ke arah Anjani. "Kamu pikir aku takut kamu pergi?"

Anjani tersenyum lirih. "Bukan soal kamu takut. Tapi soal pilihan. Kalau kamu ingin membatalkan semua ini, aku tidak akan menahan."

Arjuna menatapnya dalam. Untuk pertama kalinya, matanya tidak hanya penuh kemarahan... tapi ada kebingungan.

Dan dalam diam itu, keduanya sadar-pernikahan ini tidak hanya takdir, tapi juga ujian hati yang belum selesai.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ada Cinta Di Sekolah
8.3
Kimberly Aldama merupakan gadis cantik yang memikat lewat senyum manis dan ciri khas gigi kelincinya. Sebagai permata berharga bagi keluarga Aldama dan Fidelyo, ia tumbuh dalam limpahan kasih sayang yang luar biasa. Keempat saudara laki-laki serta para sepupunya selalu memanjakan dan menjaganya dengan sangat ketat. Mereka berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan Kimberly, melindunginya dari segala ancaman demi menjaga kebahagiaan adik tercinta.
Sampul Novel Baaridul Hubby (Cinta Si Dingin)
8.3
Berlatar gejolak reformasi 1998 di kota pelajar, Aruni memulai perjalanan spiritual yang mengubah hidupnya. Namun, perubahan penampilan dan keyakinan baru ini justru memicu konflik tajam dengan sang ayah yang membenci keputusannya. Di tengah tekanan keluarga, Aruni juga harus memendam perasaan cinta secara rahasia kepada seseorang yang ia kagumi. Akankah ia mampu bertahan di jalan pilihannya sambil meraih restu keluarga? Sebuah kisah romansa remaja yang diangkat dari kisah nyata.
Sampul Novel Brave Heart
8.7
Hidup Seruni Arkadewi hancur setelah kecelakaan membuatnya timpang. Ia dikhianati kekasih dan sahabatnya, lalu dipaksa ayah tirinya menikahi pria tua demi harta. Seruni pun kabur demi membuktikan kemandiriannya meski fisik terbatas. Di sisi lain, Antonio Brata Kesuma adalah pria kaya yang membenci segala bentuk kecacatan. Bagi Antonio, tekad Seruni hanyalah misi bunuh diri, namun Seruni tetap teguh berjuang menggapai mimpinya tanpa mau dikasihani.
Sampul Novel Bukan Kisah Peterpan Tinkerbell
8.6
Haera merenungkan filosofi Peter Pan yang mampu memberi kebahagiaan bagi Wendy namun tak bisa memilikinya, layaknya idola kepada penggemar. Saat diskusi beralih pada sosok Tinker Bell, sang sahabat setia, sebuah pemikiran baru muncul di tengah proses penulisan ceritanya. Haera menyadari bahwa meski Peter Pan tak bisa meraih Wendy, Tinker Bell akan selalu ada di sisinya. Sebuah kisah tentang kesetiaan dan perasaan yang tersembunyi di balik bayang-bayang persahabatan.
Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa, seorang gadis desa, memberanikan diri merantau ke kota demi menjalankan wasiat terakhir ibunya untuk mencari sang ayah. Di tengah perjalanan, ia bertemu sosok pria baik hati yang menolongnya. Meski berhasil menemukan ayahnya, Farisa terkejut karena posisinya telah direbut oleh orang lain yang mengaku sebagai anak kandung pria itu. Kini, Farisa harus memilih antara menyerah atau tetap berjuang demi mendapatkan kembali hak dan pengakuan yang seharusnya ia miliki.
Sampul Novel Gairah di Jalur Umum
8.0
Kisah dalam novel modern Gairah di Jalur Umum bermula ketika seorang adik ipar memutuskan menginap demi membantu kakak iparnya, memenuhi permintaan sang kakak kandung yang sedang terganggu kesehatannya. Namun, keputusan ini membawa konsekuensi tak terduga. Di bawah pengaruh alkohol pada suatu malam, batas-batas mulai memudar hingga memicu ledakan naluri liar yang tak terkendali di antara mereka, mengubah situasi rumah tangga tersebut selamanya.