Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Curangi Aku

Kau Curangi Aku

Maya sangat terpukul saat mengetahui kekasihnya berselingkuh dengan Miya, adik kembarnya sendiri. Namun, alih-alih fokus pada pengkhianatan itu, Maya justru mengungkap rahasia gelap tentang harta keluarga yang menjadi incaran komplotan penjahat. Ternyata, Miya hanyalah alat bagi mereka untuk mencapai tujuan licik tersebut. Kini Maya harus mencari tahu siapa dalang di balik semua ini dan apa motif sebenarnya yang mengancam keselamatan keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apa aku tak salah dengar?!" tanya Maya sambil sesekali mencubit kulit lengannya berharap ini semua hanya mimpi.

"Kau tak tau kalau adikmu main mata dengan playboy itu?"

"Playboy? Main mata? Memangnya Ibu tau kalau dia..." Maya menutup mulutnya dengan jemari menahan rasa kaget yang dasyat ini.

"Kau harus menerima kenyataan ini, Maya. Ayahmu sudah setuju dan kami tak mungkin mundur lagi," lirih Inayah lalu berdiri lebih dekat dengan putri tirinya itu. "Perjanjian pernikahan ini sudah jadi,"

"Bu! Tapi..."

"Tapi apa lagi," bisik Inayah lalu terkekeh.

"Kenapa kau tertawa seakan semua ini sebuah candaan?"

"Kenapa aku tertawa?" Inayah meraih tangan Maya lalu tersenyum dengan menyipitkan mata begitu menyebalkan. "Kau ternyata anak yang B-O-D-O-H!"

"Ih!"

"Kau tak tahu kalau pria itu main belakang, menghamili adikmu lalu datang pada ayahmu untuk menjadikannya jaminan atas hutang kami!"

"Sungguhkan Mike melakukan itu?"

"Ah! Terlambat! Dasar anak lelet, tak paham juga. Adikmu itu sudah jadi incaran dia selama kau dan Mike pacaran. Kau saja yang bodoh!"

"Ibu!" geram Maya menyadari jika sebenarnya wanita paruh baya ini tau semua kebusukan Mike selama ini.

"Jadi kau juga..."

"Sudah! Sudah! Kita fokus pada recovery ayahmu saja!" potong dokter yang merawat ayah Maya karena tau perdebatan ini tak akan usai. "Kita kembali ke kesehatannya dan menjaganya semoga tak ada hal yang lebih buruk akan terjadi."

"Benar!" ujar Inayah lalu menangguk. "Percuma kita bicara dengan gadis polos pemarah ini, dia cuma tau kalau semua masalah akan selesai sesuai keinginan hatinya saja!"

"Aku!" Maya menunjuk wajahnya sendiri dengan ujung telunjuknya. Dia lalu menunduk dan membiarkan dokter serta ibu tirinya berjalan keluar dari ruangan.

Dia masih terpaku, tubuhnya begitu kaku hingga tak bisa bergerak.

Betapa tidak, kenyataan ini sungguh membuatnya terkejut, dia tak pernah membayangkan jika selama ini pertengkaran demi pertengkarannya dengan Mike sebenarnya isyarat dari sang kekasih jika sebenarnya pria tampan itu tak sungguh-sungguh mencintainya.

Setelah beberapa lama terdiam tanpa kata, Maya kemudian memejamkan matanya menahan butiran air mata yang akan membasahi pipinya tapi percuma, dia tak sanggup menahan derasnya butiran berlian yang akan sesaat kemudian membanjiri wajah cantiknya.

"Kenapa aku bisa percaya pada orang yang malah menikam dari belakang," bisik Maya lalu melangkah keluar dari ruangan dokter dengan kepala tertunduk.

"Nona!" panggil seorang pria berkemeja biru yang tak lain adalah supir baru di rumahnya. "Kami mencarimu!"

"Kenapa?"

"Ayahmu sudah dipindahkan ke ruang perawatan, ruangannya di sana," tunjuk pria muda itu dengan senyuman simpulnya.

"Apa di sana ada Mike dan Miya?"

"Tidak! Aku tak lihat mereka di sana. Memangnya kenapa? Kau ada perlu dengan mereka?"

"Mmm, mereka pasti sudah pergi karena tau aku akan marah besar!"

"Oh! Ini pasti soal kehamilan Nona Miya,"

"Eh!" Maya terbelalak mendengar kata yang keluar dari mulut seorang supir baru itu. "Kau tau apa soal mereka?"

"Aku sudah tau soal rencana ini. Semua orang tau kok, tapi mereka meminta kami merahasiakannya,"

"Jadi kau yang baru kerja saja sudah tau?"

Pria muda itu mengangguk sambil tersenyum kecut. "Maafkan aku, Nona. Kami memang harus merahasiakan ini darimu, aku tau Nona pasti hancur tapi kami tak berani menolak perintah dari Ibu Inayah!"

"Jadi dia?"

Pria muda itu kembali menangguk.

"Sial!" kesal Maya lalu menendang kursi tunggu yang ada di sampingnya. "Aku sudah duga kalau dia tau sesuatu tentang semua ini."

"Tapi kau jangan melawannya secara frontal. Itu tak akan adil bagimu,"

"Hah!" Maya mengerutkan keningnya lalu menghela nafas menyadari jika perkataan pria muda ini benar adanya. "Baiklah, tapi katakan dulu siapa namamu. Maaf kalau aku tak pernah melihatmu sebelumnya,"

"Oh! Aku," Pria muda itu mengulurkan tangannya lalu tersenyum dengan kepala yang tertunduk ramah.

"Namaku Ray, aku adalah anak dari Pak Joko, supir lama kalian yang meninggal beberapa bulan lalu,"

"Ray, terima kasih kau mau mengatakan semuanya, sungguh aku tak tau kalau semua orang tau kenyataan ini sebelum aku,"

Ray melebarkan senyumannya lalu melepaskan genggaman tangan Maya yang begitu erat. "Aku rasa kita harus jaga jarak, ada banyak mata yang mengintai dan aku tak mau kau dapat masalah karena ini,"

"Masalah? Masalah apa?"

Ray kembali tersenyum simpul namun kali ini dengan berani dia mendekatkan wajahnya ke telinga Maya.

"Aku tau Ibu Inayah punya rahasia yang harus kita ungkap, terutama soal harta ayahmu!"

"Hah!" Maya kembali terbelalak kaget.

"Kita biarkan saja dia berbuat sesukanya seakan kita tak tau,"

Maya menangguk perlahan lalu menghela nafas mencoba menerima perjanjian pernikahan adiknya yang ternyata merupakan settingan dari ibu tirinya.

"Jadi sekarang ayo kita ke ruang perawatan ayahmu, Nona!"

"Baik!" jawab Maya lalu menegakkan dadanya seperti biasanya dia berjalan. Dia tak mau lagi terlihat lemah dan terpaksa tersenyum agar terlihat baik-baik saja.

"Benar! Begitu!" puji Ray lalu mengikuti langkah Maya dari belakang.

Mereka kemudian menuju sebuah lorong berisi ruang perawatan kelas VIP dimana orang-orang kaya dirawat.

Deretan kamar dengan cat dinding berwarna putih dan ubin berukuran besar yang menambah kemewahan tempat Maya kini berada.

Sesekali mata Maya melirik sekeliling berharap menemukan salah satu dari orang yang membuatnya kesal setengah mati hari ini namun tak bisa.

Tak ada Miya, Mike apalagi Inayah. Yang ada hanya lorong kosong tanpa penghuni dan Ray yang segera memberitahu dimana ayahnya di rawat.

"Ini!" tunjuk Ray pada pintu bertuliskan VIP 2 yang ada di samping tubuh Maya sebelum wanita cantik itu kembali bertanya padanya.

"Aku akan masuk!" ujar Maya sembari memutar gagang pintu dan mendorongnya. "Ayah," bisik Maya saat dengan jelas dia melihat sang ayah terbaring lemah di atas tempat tidur bersprei putih dengan mata yang masih tertutup dan tangan diinfus.

"Dia sedang tidur," bisik Ray sambil meluruskan telunjuknya di depan bibir. "Kita masuk saja tanpa suara,"

"Iya!" ujar Maya lalu melangkah masuk dan duduk di kursi berbahan beludru berwarna abu-abu yang ada di samping tempat tidur.

"Dia pasti sudah sangat lelah," bisik Ray sambil menatap pria paruh baya yang wajahnya menyiratkan rasa kesal yang dalam.

"Kau tau apa soal kejadian itu," bisik Maya mencoba untuk tetap tenang di depan ayahnya.

"Ini semua karena Inayah. Wanita itu juga yang membuat ayahku dalam masalah,"

"Hah!"

SSST!

Mata Ray tiba-tiba terbelalak dengan jari telunjuk di depan bibir Maya. "Kau jangan bersuara, anggap saja aku tak pernah mengatakan ini padamu,"

"Tapi apa? Katakan dulu padaku,"

"Iya, tapi nanti. Setelah kita keluar," bisik Ray membuat rasa penasaran Maya semakin menjadi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MJN" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MJN
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MENYERAH MENJADI ISTRIMU, MAS!
8.0
Kehidupan rumah tangga yang tenang mendadak berubah drastis setelah aku memutuskan untuk menikah lagi. Andin, sosok istri yang selama ini dikenal sangat polos serta penurut, kini menunjukkan perubahan sikap yang amat mengejutkan. Ia tidak lagi memberikan perhatian seperti biasanya, melainkan bersikap sangat dingin dan acuh tak acuh. Ketidakpedulian Andin yang muncul tiba-tiba ini membuat hubungan kami mendingin dan penuh dengan ketegangan.
Sampul Novel Derita Suami Mandul
8.2
Pernikahan Jaka dan Fatimah terancam hancur karena tak kunjung memiliki keturunan. Tekanan besar dari keluarga Fatimah mengungkap kenyataan pahit bahwa Jaka mandul. Meski sempat bertahan, Fatimah akhirnya goyah dan berselingkuh dengan mantan kekasihnya hingga hamil. Kecewa dengan pengkhianatan tersebut, Jaka memutuskan untuk menceraikan istrinya. Kini, keduanya harus menghadapi babak baru kehidupan yang penuh luka dan penyesalan setelah resmi berpisah.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita adalah model tangguh dari keluarga retak yang sangat menjaga kehormatannya. Namun, sebuah insiden tragis merenggut kesuciannya dan menyeretnya ke dalam kehidupan Adhim, pemimpin geng motor sekaligus putra kiai. Meski Adhim berniat menebus dosa dengan pernikahan, Pelita bimbang karena ia tak pernah berencana menjalin hubungan. Perbedaan latar belakang yang kontras menjadi ujian berat. Mampukah cinta tumbuh di tengah konflik dan masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu
8.6
Midori, gadis blasteran berusia 18 tahun bermata biru, tak sengaja berciuman dengan Kenzo Watanabe saat berlibur di pemandian air panas Jepang. Insiden itu memicu obsesi mendalam di hati Kenzo, meski ia telah dijodohkan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Hubungan mereka pun terbentur tembok tradisi serta jarak antara Tokyo dan Perth yang memisahkan. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo di tengah segala rintangan? Sebuah sekuel emosional dari kisah cinta miliarder.
Sampul Novel Kutukar Hidupku untuk Kalian
8.7
Menghadapi gagal ginjal stadium akhir, harapan wanita ini pupus saat ginjal yang cocok untuknya justru diberikan sang suami kepada adiknya. Ia memilih keluar dari rumah sakit dan menyerahkan seluruh hartanya pada sang adik demi senyum orang tuanya. Ia bahkan membiarkan suaminya merawat adiknya, dan merelakan anaknya memanggil sang adik dengan sebutan "ibu". Ketika semua keinginan mereka telah terpenuhi, mengapa kini penyesalan justru datang menghampiri mereka?
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.4
Tragedi tabrak maut yang menewaskan orang tua Yulia berujung petaka mengerikan. Alih-alih mendapatkan keadilan, Yulia justru disekap oleh suaminya sendiri di ruang bawah tanah yang gelap gulita demi melindungi sang pelaku yang merupakan teman masa kecil suaminya. Selama tiga tahun penuh siksaan fisik dan mental, dia terus dipaksa untuk memaafkan pelaku. Setelah akhirnya menyerah dan berpura-pura tidak lagi menaruh dendam, Yulia dibebaskan. Namun, saat dia menolak pelukan dan menuntut perceraian, suaminya justru kehilangan kendali.